Gadis Bar-Bar Incaran Badboy Sekolah

Gadis Bar-Bar Incaran Badboy Sekolah
026- Konser


__ADS_3

Beberapa hari kemudian saat boy band favoritnya mengadakan konser di Indonesia. Hara benar-benar akan pergi ke konser tersebut bersama Narendra sesuai janji cowok tampan itu sebelumnya. Tiket sudah dibelikan sehingga Hara tidak perlu buang-buang uang karena berangkat ke sana pun dia akan dibonceng Narendra menggunakan motor.


"Lo mau ke mana?" Marcel yang melihat adiknya sudah cantik dan rapi tentu penasaran.


"Nonton konser," jawab Hara dengan penuh semangat.


"Konser boy grup kesayangan lo itu, Dek?" Marcel sudah sangat hafal sehingga dia tidak terkejut lagi.


"Iya."


"Sama siapa perginya?"


"Narendra."


"Narendra itu cowok yang mirip sama Ken, bukan?"


"Iya, dia cowok yang mirip banget sama Ken." Hara langsung mengangguk karena pada faktanya memang seperti itu.


"Ya udah hati-hati, pulangnya jangan terlalu malam!" nasihat Marcel karena dia tidak akan ikut karena punya kesibukan sendiri.


"Oke." Hara mengangguk patuh. Dia kemudian pamit kepada mamanya juga yang sedang sibuk di taman belakang dan mengurus tanaman bunga miliknya. Setelah pamitan, Hara langsung pergi bersama Narendra yang sudah menunggunya di depan gerbang rumah.


"Maaf kalau nunggu lama," kata Hara.


"Nggak masalah, nih pakai dulu helm-nya!" Narendra memberikan satu helm kepada gadis itu.


Hara mengangguk dan langsung memakainya, setelah itu dia langsung naik ke motor Narendra dan berpegangan ke hoodie cowok tampan itu.


"Gila, ternyata rame banget yang datang," komentar Narendra yang baru pertama kali datang ke acara konser seperti ini. Mereka sudah sampai ke tempat tujuan btw.


"Iya, ini juga belum semua yang datang. Nanti pasti semakin rame," balas Hara sambil mendongak untuk menatap cowok yang memakai hoodie hitam di depannya itu.


"Yakin nggak akan kegencet kamu? Tubuh kamu mungil kaya gini," kata Narendra seraya menunduk sehingga tatapannya langsung bertemu dengan Hara. Namun, bukannya memalingkan wajah dia malah betah memandangi wajah cantik gadis di yang lebih pendek darinya itu.


"Kan ada kamu, Rendra." Entah kenapa mereka tidak lagi memakai panggilan lo-gue, tetapi aku-kamu yang membuat hubungan keduanya seolah-olah sangat dekat sekarang.

__ADS_1


"Kamu minta aku lindungin?" Narendra memicingkan mata dan sudut bibirnya terangkat sedikit.


"Iya, kamu keberatan?"


"Kan aku nggak gendong kamu, jadi nggak berat." Narendra menepuk kepala gadis itu beberapa kali kemudian menggandeng tangannya dan membawa masuk ke area konser.


Narendra tetap berada di sisi gadis itu bahkan ketika tempat mulai ramai dan saat grup idol itu tampil, dia bahkan ikut berteriak karena melihat Hara berteriak kegirangan.


"Seru banget!" Hara sampai serak karena banyak berteriak.


"Ternyata asik juga ya, aku pikir lihat beginian ngebosenin," kata Narendra jujur.


"Tapi sekarang nggak bosen, 'kan?"


"Nggak karena aku perginya sama kamu," kata Narendra dengan senyum yang begitu menawan.


Berjam-jam waktu yang mereka habiskan di sana sampai konser selesai. Keduanya kemudian mutuskan makan dulu karena sangat lapar dan butuh tenaga lagi untuk melanjutkan hidup.


"Mau makan apa?" Narendra menatap gadis yang berjalan pelan di sebelahnya itu.


"Pengen makan ayam richeese, beli itu boleh?" Hara berharap Narendra mengiyakan.


Hara tersenyum senang, tidak sia-sia dia meluangkan waktu beberapa hari yang lalu untuk mendukung Narendra bermain futsal karena imbalan yang dia dapat benar-benar membuatnya sangat puas dan ketagihan. Tiba di tempat tujuan, Narendra langsung meminta Hara memesan dan dia pun akan makan menu yang sama seperti gadis itu.


Menunggu beberapa saat karena antre akhirnya Hara sudah kembali dengan membawa pesanan mereka. "Kamu bisa makan pedas?" tanyanya karena dia memesan level lima.


"Bisa kok." Narendra mengangguk.


"Ya udah, kalau begitu selamat makan, Rendra!"


"Selamat makan juga, Hara."


Mereka berdoa dan makan dengan lahap. Narendra terlihat sangat kepedesan karena minuman yang Hara pesan tadi bahkan sudah hampir habis karena terus dia minum setelah menggigit satu potong ayam.


"Haha, wajah kamu lucu banget." Hara menertawakan Narendra yang bibir dan matanya memerah sekarang.

__ADS_1


"Emang lucu," jawab Narendra santai sambil kepedasan.


Setelah selesai makan, Hara mengajak Narendra membeli susu agar Narendra tidak merasa kepedasan lagi nanti. Setelah membeli apa yang dirinya mau dan Narendra sudah meminumnya sampai habis satu kotak, Hara langsung mengajak cowok itu pulang karena dia ingat dengan janjinya dengan Marcel untuk tidak pulang terlalu malam.


Hara cukup lelah hari itu sampai saat dia masih di atas motor dia ketiduran dan memeluk erat perut cowok itu.


Narendra yang tahu kalau Hara tidur langsung memelankan laju motornya untuk menjaga agar gadis itu tidak terjatuh dan merasa nyaman. Narendra mengulas senyum tipis dan dia merasa sangat senang bisa membuat gadis itu tersenyum dan tertawa lepas hari ini.


"Kamu harus bahagia dan hidup dengan baik karena itu yang kakak mau," kata Narendra lirih dan penuh luka.


Setibanya di rumah gadis itu, Narendra meminta bantuan pada satpam untuk memegangi motornya karena dia tidak tega untuk membangunkan Hara, melainkan menggendong gadis itu dan membawanya masuk ke rumah. Saat pintu rumah dibuka pelayan, Narendra langsung meminta izin untuk membawa Hara ke kamarnya dan beruntung saat itu ada Marcel yang langsung memberi izin dan mengikuti mereka sampai masuk ke kamar Hara.


Narendra merebahkan gadis itu dengan hati-hati ke tempat tidur dan memastikan posisinya sudah sangat nyaman untuk Hara.


"Makasih udah nganterin Hara pulang dengan selamat," kata Marcel tulus.


"Sama-sama. Kalau gitu, gue langsung pulang ya?"


"Kenapa nggak istirahat dulu sebentar di sini? Gue temenin deh, lo pasti haus, 'kan?" Marcel menarik tangan cowok itu dan mengajaknya segera keluar dari kamar Hara.


Narendra mau tidak mau akhirnya tidak bisa menolak karena tidak enak hati dengan Marcel karena menolak tawarannya.


"Hara senang main, Lo?" tanya Marcel ketika mereka sudah sampai di lantai satu dan duduk di sofa ruang tamu.


Pelayan menghidangkannya camilan dan minuman untuk mereka kemudian kembali lagi ke dapur.


"Dia bahagia, sering senyum sama ketawa."


"Lo baik sama adik gue, lo suka sama dia?" tanya Marcel penasaran karena dia yakin tidak mungkin cowok itu mau berhubungan dengan Hara kalau tidak punya rasa dengannya.


"Apa gue masih perlu jawab?" Narendra tersenyum simpul dan senyumannya itu membuat Marcel menyimpulkan jika Narendra memang memiliki perasaan kepada adiknya.


"Lo punya saingan, adik gue pasti banyak yang suka?"


"Ya, saingan gue itu Juan, dia ngebet banget ngaku-ngaku Hara sebagai pacarnya, ralat! Bukan pacar lagi, tetapi calon istri." Narendra tertawa kesal ketika mengatakannya. "Emang adik lo beneran calon istrinya Juan?" Narendra sangat penasaran.

__ADS_1


"Maybe!"


Jawaban Marcel sama sekali tidak membuat Narendra merasa puas.


__ADS_2