Gadis Bar-Bar Incaran Badboy Sekolah

Gadis Bar-Bar Incaran Badboy Sekolah
027- Gilang Cari Masalah


__ADS_3

"Hara, mama titip ini nanti tolong diberikan kepada Juan, ya!" Mama Deandra menyerahkan satu kotak bekal berisi nasi goreng buatannya kepada Hara.


"Bekal makanan? Buat apa mama memberikan Juan bekal?" Hara tentu saja penasaran karena baru pertama kali mamanya melakukan itu.


"Ini tadi Tante Rita minta tolong sama mama, makannya mama titip ke kamu. Tolong diberikan kepada Juan, ya!" ucapnya lembut seraya mengusap kepala putrinya beberapa kali.


"Iya deh." Hara mengangguk dengan terpaksa, dia tidak berani menolak permintaan mamanya karena dia sangat sayang dengan mamanya itu.


"Terima kasih, Sayang."


"Sama-sama, Ma." Hara mengangguk lalu melanjutkan sarapannya yang belum habis. Setelah selesai sarapan, dia pun langsung berangkat sekolah dan tentunya berpamitan dulu dengan kedua orangtunya.


Hara masuk sekolah lagi dengan penuh semangat seperti sebelum-sebelumnya. Bedanya, hari ini dia pergi ke sekolah diantar Marcel karena dia tidak boleh membawa sepeda sendiri. Hara pun menurut supaya tidak berdebat dengan kedua orangtuanya juga kakak laki-lakinya itu.


"Nanti sore kakak jemput kamu, tetapi kalau kakak tidak bisa jemput kamu, kakak bakal minta tolong sama sopir," kata Marcel setelah adiknya itu turun dari mobilnya.


"Tumben pakai kamu, biasanya juga lo." Hara merasa geli dengan panggilan itu.


"Tidak apa-apa, kakak mau coba bicara lebih sopan sama kamu. Selamat belajar adikku, Sayang. Babay!" Marcel melambaikan tangan kemudian kembali melaju menuju sekolahnya sendiri.


Hara balas melambai kemudian dia melangkah menuju gerbang dengan berjalan pelan. Beberapa saat setelah dia masuk dari gerbang, dia melihat rombongan geng Juan berjalan dengan angkuh dan tatapan mereka tidak sengaja bertemu di mana membuat Hara langsung memalingkan wajah dan mempercepat langkahnya menuju kelas.


"Woi, Hara!" Arion memanggil nama cewek itu sambil melambaikan tangan.


"Ck! Ngapain sih dia pakai nyapa gue segala, males banget kalau harus bicara sama mereka." Hara mengabaikan Arion, dia terus melangkah menuju kelas


Ternyata menghindari mereka tidak semudah yang Hara bayangkan karena Gilang langsung menghadang langkahnya dengan cara merentangkan kedua tangan.


"Buru-buru amat cantik, tunggu kita-kita dong!" kata cowok paling tinggi itu dengan ramah.


"Pergi!" sentak Hara kesal, dia mendongak sampai lehernya terasa sakit demi menatap wajah tampan Gilang yang dulu pernah dia kagumi itu.


"Buru-buru? Mau ketemuan sama Narendra, Lo?" tanya Juan dengan tatapan dinginnya yang sangat menusuk.


"Bukan urusan lo, Juan!" Hara mengepalkan kedua tangan dengan begitu kesal.

__ADS_1


"Gue harus bilang betapa kali sama lo kalau kita itu pasangan kekasih dan lo itu calon istri gue, Hara?!" tekan Juan dengan menatap lekat wajah cantik cewek yang lebih pendek darinya itu.


"Kita masih muda, jangan bahas tentang pernikahan dulu!" Hara membuang napas kasar. "Minggir, gue mau ke kelas sekarang!" pintanya tegas.


"Kalau kita nggak mau pergi, lo mau ngapain?" tanya Dhimas seraya menatap cewek bar-bar yang menjadi incaran badboy sekolahnya itu.


"Gue bakal laporin kalian semua ke guru BK."


"Kita nggak takut sama guru BK."


"Bodoamat, pokoknya gue bakal laporin kalian semua karena sudah membuat hidup gue terganggu." Hara menginjak keras kaki Gilang kemudian dia menerobos lewat bawah tangan cowok itu dan berlari cepat menuju kelasnya.


Gilang dan Arion hendak mengejar Hara, tetapi Juan mengangkat tangan kirinya dan membuat dua temannya itu langsung mengurungkan niat karena Juan melarang mereka menyusul Hara.


"Kita ke kelas sendiri!" ajaknya.


Anggota gengnya pun menurut dan pergi ke kelas mereka.


Sementara itu, Hara berhasil sampai di kelasnya dengan selamat tanpa mendapat gangguan dari Juan ataupun anggota gengnya yang lain. Hara langsung meletakkan tasnya di bangku kemudian melihat kedua tangan di atas meja dan menjatuhkan kepalanya di sana.


Jam istirahat berbunyi, Ella mengajak Hara ke kantin, tetapi cewek itu menolaknya dengan alasan malas.


"Kalau lo nggak mau ke kantin, aku tinggal dulu ya?" kata Ella karena dia ingin membeli jajan di kantin sekolah mereka.


"Iya, pergi aja!"


"Mau nitip sesuatu nggak, lo?" tanya Ella lagi sebelum pergi ke kantin.


"Nggak deh, gue bawa bekal sama air minum dari rumah," jawab Hara santai.


"Kalau gitu gue pergi dulu." Ella langsung keluar dari kelas bersama temannya yang lain.


Hara mengambil tasnya kemudian mengambil kotak bekal miliknya dan saat itu dia baru ingat kalau mamanya meminta dia memberikan bekal untuk Juan. Hara mengambil bekalnya dulu kemudian dia mengambil bekal milik Juan untuk dia antarkan ke kelas cowok itu.


Saat dia sampai di kelas Juan, dia melihat cowok itu tidur dengan kaki selonjoran di bangku sebelahnya, sementara teman Juan yang lain sibuk main game.

__ADS_1


"Hara, mau ngapain lo dayang ke sini?" tanya salah satu murid di kelas itu.


"Mau ketemu sama Juan," jawab Hara jujur.


"Oh, masuk aja deh!"


"Iya." Hara langsung masuk ke kelas itu dan berjalan pelan menghampiri Juan. "Woy, bangun!" Hara menepuk kepala cowok itu beberapa kali.


"Ck, jangan ganggu tidur gue, Breng–"


"Sek," lanjut Hara melengkapinya kata-kata Juan yang terpotong.


"Lo, ngapain ke sini?" Juan menatap Hara dari atas sampai bawah, di penasaran karena tiba-tiba cewek yang bilang sangat benci dengannya itu datang ke kelasnya.


"Tadi mama titip ini sama gue buat dikasih ke lo," katanya sambil menyerahkan kotak bekal berisi nasi goreng tadi kepada Juan.


"Dari Tante Deandra?" Juan mengerutkan dahi karena bingung.


"Iya." Hara mengangguk cepat.


"Bukan dari lo?"


"Ya bukanlah ege! Gue kan tadi udah bilang dari mama, kenapa lo masih tanya-tanya. Tinggal terima aja apa susahnya sih?" Hara mendadak kesal, dia sudah susah payah datang ke sana tetapi malah emosi sendiri karena melihat wajah Juan, padahal Juan bicara pelan padanya dan terkesan ramah, bukan menyebalkan seperti sebelum-sebelumnya.


"Ya kali aja ini dari lo, tetapi lo malu ngakuinnya terus modus dengan bilang dari Tante Deandra." Juan mengambil kotak bekal itu dari tangan Hara kemudian dia langsung membukanya. "Nasi goreng, enak kayaknya," kata cowok itu setelah mencium baunya.


"Masakan mama gue memang enak, dah lah. Gue mau balik ke kelas." Hara langsung berbalik, tetapi Gilang tiba-tiba melebarkan kakinya dan membuat Hara terjegal kemudian jatuh tersungkur ke lantai.


"Anj! Lo sengaja 'kan bikin gue jatuh?" Hara langsung berdiri kemudian menuding wajah tampan Gilang dengan penuh emosi.


"Santai dong! Cantik-cantik kok kasar banget sih?" Gilang tersenyum miring, dia menarik tangan Hara sampai cewek itu jatuh ke pangkuannya.


"Lepasin gue bang–"


"Jangan bicara kotor, nggak baik!" bisik Gilang tepat di telinga kiri cewek itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2