Gadis Bar-Bar Incaran Badboy Sekolah

Gadis Bar-Bar Incaran Badboy Sekolah
028-Kepergok Mama


__ADS_3

"Anj! Telinga gue ternodai," maki Hara seraya berusaha bangun dari pangkuan Gilang, tetapi gagal karena cowok itu malah memeluk erat pinggangnya di mana hal itu membuat emosi Hara langsung memuncak.


"Gilaaang!" teriaknya sambil memberontak, dia ingin sekali menggigit tangan cowok itu, tetapi tidak bisa karena pergerakannya benar-benar sangat terbatas sekarang.


Dhimas dan Arion yang melihatnya malah tertawa, tidak ada niat sedikit pun mereka untuk membantu Hara yang sudah sangat marah itu.


Juan yang melihat ada cowok lain yang memeluk Hara meskipun cowok itu adalah temannya sendiri, dia sangat tidak terima sehinga dia langsung menghampiri Hara.


"Jangan pernah sentuh cewek gue, bang*at!" Juan langsung menarik tangan Hara sehingga gadis itu berhasil bangun dari pangkuan Gilang dan menabrak dada bidangnya.


Gilang tersenyum sinis ketika Hara tidak lagi berada di pangkuannya, dia sekarang tahu kalau gadis itu memang sangat berharga untuk Juan sehingga dia tidak akan bermacam-macam lagi dengan gadis itu kecuali jika ingin.


Hara sendiri langsung menepis tangan Juan karena merasa keempat cowok itu sama saja. Sama-sama suka mencari gara-gara dan membuat masalah dengannya. Hara mendorong kasar dada Juan sampai cowok itu mundur beberapa langkah dan setelahnya Hara langsung keluar dari kelas mereka karena tidak ingin berlama-lama di sana.


"Lo belum boleh pergi sebelum bekal yang lo kasih ke gue habis," kata Juan sambil kembali menarik tangan cewek itu dan memaksanya duduk di bangku kosong yang ada di sebelah tempat duduknya tadi.


"Ck! Biarin gue pergi sekarang, gue lagi males berdebat sama kalian," kata Hara mencoba untuk bangkit, tetapi Arion menekan kedua bahunya dari belakang sehingga dia tidak bisa berdiri.


"Turutin kemauan Bos Juan atau sampai semut ngerayain lebaran lo nggak akan pernah keluar dari kelas ini," kata Arion yang masih menekan kedua bahu Hara.


Hara pun akhirnya pasrah, dia duduk dengan tenang kemudian menatap Juan. "Cepat habisin bekal Lo!" pintanya supaya dia bisa langsung pergi dari kelas itu.


"Suapin dong!" pinta Juan tanpa merasa malu sama sekali.


"Lo bukan bayi yang harus disuapi sama mamanya!" tekan Hara kesal.


"Bodoamat, suapi gue atau gue cium lo di sini," kata Juan penuh ancaman.

__ADS_1


Hara mengepalkan tangan erat kemudian dengan sangat terpaksa dia pun menyuapi Juan.


Juan tersenyum puas ketika Hara mau menyuapi dirinya. Dia membuka mulut lebar dan makan dengan sangat pelan karena tidak ingin makanan itu cepat habis agar Hara bisa berada di kelasnya cukup lama. Juan bahkan kadang iseng menggigit sendok sehingga Hara sulit menariknya keluar dari mulut cowok tampan yang begitu populer itu.


"Juan!" Hara melotot kesal dan hampir menangis karena cowok itu benar-benar membuatnya merasa sangat kesal dan darah tinggi.


"Kenapa, Sayang?" Juan malah tersenyum miring dan menatapnya lekat.


"Gue mau kembali ke kelas," kata Hara dengan nada rendah.


"Makanan gue belum habis."


"Gue juga lapar pengen makan, kalau gue ngurusin lo terus yang ada gue mati karena kelaparan!" sentak Hara sambil meletakkan kotak bekal dan sendok ke meja kemudian dengan cepat dia langsung berdiri dan mengabaikan ancaman Juan yang menyatakan akan menciumnya kalau dia berani pergi sebelum bekalnya habis.


"Jangan pergi woy!" Arion hendak mengejar Hara, tetapi dilarang Juan.


"Biar gue aja yang nyusul dia." Juan langsung berlari menyusul Hara yang berjalan begitu cepat menuju kelasnya sendiri.


"Lo keras kepala," kata Juan seraya menatap mata gadis yang sedang melotot padanya penuh kebencian itu dengan tatapan penuh kekaguman.


"Bisa nggak sih kalau satu hari aja lo nggak gangguin gue?" Hara menahan napas karena jarak wajahnya dengan wajah Juan sangatlah dekat sekarang. Bahkan, dia bisa merasakan embusan napas cowok itu menerpa kulit wajahnya.


"Nggak bisa," jawab Juan santai dengan mata yang sekarang beralih menatap bibir Hara yang begitu menggoda dan menarik perhatiannya seolah-olah memintanya untuk segera menci*m bibir ranum itu.


Juan mengusap bibir Hara dan perlahan-lahan dia semakin mengikis jarak di antara mereka berdua kemudian tanpa aba-aba dia menempelkan bibirnya ke bibir Hara.


Sementara itu, Hara sendiri langsung mematung dan mendadak dia tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan dia membuka mulut ketika Juan menggigit pelan bibir bawahnya dan lidah mereka pun akhirnya saling beradu sampai mereka terlena dan lupa jika saat ini mereka sedang ada di koridor sekolah.

__ADS_1


Juan menekan tengkuk leher Hara untuk memperdalam ciuman mereka, sementara Hara mencengkeram seragam bagian depan Juan dan semakin memejamkan mata seolah-olah sangat menikmati ciuman itu.


Keduanya baru mengakhiri ciuman itu ketika sama-sama kehabisan napas.


Tatapan keduanya bertemu, tetapi keduanya seolah-olah belum sadar dengan apa yang baru saja yang mereka lakukan sehingga bukannya saling mendorong tetapi malah kembali mendekat dan mengulang lagi ciuman itu.


"Astaghfirullah, Hara!" teriak Mama Deandra yang memergoki putrinya berciuman dengan murid laki-laki di koridor sekolah.


Hara terkejut mendengar suara mamanya dan dengan gerakan refleks dengan mendorong dada Juan sampai cowok itu mundur beberapa langkah menjauh darinya.


"M-mama, ke-kenapa Mama bisa dia sini?" Hara mengusap bibirnya yang masih basah. Dia kemudian menatap Juan yang malah tersenyum tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Kamu tidak perlu tahu kenapa mama bisa di sini, tetapi mama harus tahu kenapa kalian malah berciuman di sekolah seperti ini, Hara?" Mama Deandra menatap tajam putrinya.


"I-itu–"


"Kamu saling mencintai, Tante. Jadi maklum kalau kami berciuman di sini," jawab Juan memotong ucapan Hara.


"Jangan sembarangan bicara!" Hara memelototi cowok itu.


"Mama tidak mau tahu, kalian harus ikut mama sekarang!" Mama Deandra menarik tangan Hara dan Juan, membawa mereka pergi dari koridor dan masuk ke ruangan yang sepi.


"Ma, ini semua tidak seperti yang Mama pikirkan," kata Hara mencoba menjelaskan.


"Mama tidak percaya," kata Mama Deandra seraya menggelengkan kepala karena sangat kecewa dengan anak gadisnya itu. "Sepertinya memang lebih baik mama nikahkan saja kalian berdua supaya tidak kebablasan sampai melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar ciuman bibir," kata Mama Deandra yang membuat Hara tidak terima, sementara Juan malah mengulas senyum lebar karena senang sangat senang dan setuju dengan ucapan Mama Deandra.


"Ma, aku tidak mau menikah dengannya."

__ADS_1


"Saya akan menikahinya, Tante. Kalau bisa secepatnya saya akan menikahi dia," kata Juan dengan senyuman penuh kemenangan.


Bersambung...


__ADS_2