Gadis Cantik CEONew

Gadis Cantik CEONew
bab 21


__ADS_3

Setelah kepergian lee haa na bodigard itu melepaskan ikatan tanggan dan kaki di sairen namun sebelum itu mereka menyuntikan cairan ke lenggan sami koiren dan membuat sairen merasa kesakitan setelah mereka pergi dan tak lama kemudian asisten sairen pulang melihat nyonya nya kesakitan di lansung membawa kerumah sakit dan di dalam perjalanan ke rumah sakit sairen meminta asisten nya tidak memberi kabar ke in jung bahwa dia sakit dalam keadan sedang mengandung dan sedang berjung menyelamatkan buah cinta mereka.


"Mb nani tonglong rahasiakan keadaan ku dari kang in jung aku mohon"


ucap sairen kepada nani sambil merintih


"Tapi bu keadaan ibu sekarang sanggat membutuhkan bapak..."


ucap nani sambil memegangi sairen


"Saya mohon mb tolong saya... Saya akan menceritakan apa yang terjadi nanti kepada mb."


"Baik lah bu saya akan merasa kan semuanya dari bapak"


Nani adalah asisten di rumah in jung dan sairen dia sudah lama berkerja denggan pasanggan suami isteri ini, dia juga tahu betul sifat mereka berdua, nani menuruti semua permintaan majikannya, dia merahasiakan keadaan sairen dan setelah beberapa jam kemudian sairen terbanggun dari tidur nya, dia sudah berada dalam kamar rawat di rumah sakit ternama di Singapura, dan hanya ada nani yang setia menjaga nya, tidak beberapa lama dokter masuk untuk memeriksa keadaan sairen


"Malam bu sairen... Bagaimana apa ada keluhan lagi saat ini"


tanya dokter yang menangani sairen


Tidak dok tapi bagaimana keadan anak ku


jawab sairen


"Keadaan ibu dan baby sekarang udah aman dan saya juga sudah memberi sutikan penguat kandungan untuk anda bu,"


"Dok apa anda bisa merahasiakan keadaan saya dan baby kecil ini " sairen menggelus perut datar nya


"Iya pasti saya akan merahasiakannya"


ya sairen dan janin sangat kuat menahan sakit dari obat yang disuntik oleh salah satu bodygard lee haa na, dan sebelum dia kehilangan kesadaran dia meminta dokter menyelamatkan baby nya, dan meminta merahasiakan keadaan nya dari siapapun yang mencari tahu tentang nya.



Mentari sudah memperlihatkan sinar nya sairen mencoba menetralkan suaranya untuk menggangkat panggilan dari in jung yang semalam menghubunginya namun dijawab oleh nani dan memberitahu bahwa sairen sedang tertidur sehabis minum obat dari dokter dan kang in jung pun percaya


"Halo sayang bagaimana keadaan mu ?"


tanya in jung dari sebrang negara yang menyapa sairen lewat pagilan di smartfon


"Baik aku sudah mulai membaik ?


Apa kamu berada di rumah keluarga mu ?"


jawab sairen santai


"Tidak aku berada diapartemen kita."


"Em baik lah, kapan kamu kembali ?"


"Aku akan pulang nanti malam bila urusan ku dan keluarga kang sudah selesai"


"Janggan begitu kau harus hormat terhadap orang tua mu, apa ayah tidak setuju denggan keadaan kita"

__ADS_1


"Tidak mereka setu kok "


in jung hanya bisa berkilah dia tidak mau membuat sairen sedih dan merasa tidak berharga di mata ayah nya.


"Baiklah aku akan pulang malam nanti jam 11 setelah menandatangani seluruh dokumen"


"Oke sayang"


"Sairen aku mencitai mu dan aku akan berusaha menepati janji ku."


"Iya aku tahu itu ."


Sairen dan in jung saling mematikan smarfon mereka setelah bebenar-benar yakin smarfon ya mati dia meminta nina mengambil uang simpanan nya di berangkas yang ada diapartermen nya dan meminta membereskan beberapa baju mereka tidak perlu banyak hanya beberapa pasang saja dan mengambil paspor milik mereka berdua, nani yang mengerti maksud dari majikannya lansung bergegas dia sudah mengetahui semua permasalahan yang terjadi dan sebisa mungkin dia bersikap normal biar tidak ada yang curia denggan gerak gerik nya,setibanya di apatermen dia lansung mengikuti perintah majikannya,


Disaat sairen di rumah sakit lee haa na kembali mendatanggi nya memestika keadaa Sairen memang sudah keguguran dan dia bahkan menyelidiki semuanya,


"Hai apa kabar"


ucap wanita yang membuat nya menderita


"Kau......"


"Bagimana keadaan mu ?


Apa kau menderita ?"


"Kau wanita yang tidak punya perasaan, kau memintaku memilih antara in jung dan bayi ku, tapi kau malah berbuat curang"


ucap sairen sambil mennujuk muka haa na


Bila aku membiarkan anak itu lahir maka nanti disaat dia besar bisa mengancam aku dan anak-anak ku"


"Kau sungguh kejam"


"Ya itulah aku, aku akan menghancurkan siapapun yang menghalangi keinginan ku. Dan kamu harus menepati janji mu kalau tidak aku akan melakukan yang lebih parah."


Lee haa na keluar dari kamar rawat sairen danggan muka bahagia tida ada lagi yang mengancam kehidupan nya dan in jung yang sebentar lagi akan terlaksana. Semua perbuatan lee haa na di dukung oleh keluarga nya yang inggin mengambil kekuasaan keluarga kang. Setelah dokter memastikan keadaan sairen aman dan bisa untuk meninggalkan rumah sakit saat itu juga dia lansung pergi meninggalkan negara yang sudah empat tahun dia tempati bersama sang suami dia memutuskan pergi untuk menyelamatkan baby kecil yang berada di rahimnya, denggan duduk di kursi roda dan tak lupa dia menyamar merubah penampilan dia dan nani ,dan denggan menipulasi telebih dahulu dia pergi kebandara mengambil penerbangan ke jepang


Setelah sampai di bandara dan sudah mendaftarkan namanya dan nani menuju jepang dia lansung berputar arah keluar dari bandara menuju pelabuhan untuk meninggalkan singapura menuju pulau batam negara indonesia yang hanya butuh waktu 40 menit menuju batam dia bersembunyi di batam untuk memulihkan kesehatan nya dan baby kecil di rajim nya barukah dia berpindah-pindah tepat dari kota-kekota lain untuk menghilangkan jejak dari in jung dan wanita jahat yang mengincar nyawa anak nya, yang masih kecil yang sedang dia kandung.


Setelah beberapa bulan akhirnya sairen menetapkan di Yogyakarta di kampung halaman nani di pelosok desa tidak ada yang tahu keberadaan nya termasuk keluarga nya, dan disaat tiga bulan mau melahirkan baby nya, sairen baru memberi tahu kabar nya ke zahra dan meminta zahra menemuinya.


Tak perlu lama zahra yang mengetahui kakak nya berada di Yogyakarta lansung menuju kenasa karena sudah lima bulan terakhir tidak ada kabar, zahra kesana untuk mendengar kan semua keluh kesah sang kakak, yang mana beberapa bulan lalu suami dari kakak nya sempat nenemui zahra dan kedua orangtua sairen juga untuk menanykan tenang keberadaan kakak nya, namun zahra dan keluarga menjawab juga tidak mengetahui keberadaan sairen yang mereka tahu sairen berada di Singapura bersama sang suami.


Setelah sampai di Yogyakarta zahra bertemu denggan sairen, disambut denggan senyuman dan pelukan hanggat yang sudah beberapa bulan tidak berjumpa, sairen menceritakan semua yang terjadi di antara dia dan suaminya, zahra yang mendengar keluh kesah sang kakak sanggat emosi dan ada rasa ingin mendatangi perempuan jahat itu, namau di cegah sang kakak, dia lebih menginginkan zahra untuk menjaga bayi yang masih berada di kandungan nya, bila ada sesuatu terjadi padanya, dia meminta zahra menjadi ibu dari anak nya, itu semua dia lakukan untuk menyelamatkan sang buah hati nya yang akan menjadi ancaman untuk wanita jahat itu, akhirnya zahra bersedia menjadi ibu dari anak sang kakak, untuk melindungi keponakan nya yang masih kecil tampa dosa .


Selama beberapa bulan zahra memetap di Yogyakarta menemani sang kakak, zahra sudah lama tidak berkerja sebagai model karena dia sedang mengurus pengunduran diri dari agensi nya, hari-hari suram dua bersaudara itu menjadi hari-hari bahagia karena mereka berdua saling menghibur satu sama lain yang mana sairen menahan kerinduan kepada sang suami, dia memilih untuk kebahagiaan suaminya dan melindungi anak mereka yang keberadan nya belum sempat di ketahui sang suami, Sedang kan zahra dia sedang meretapi nasip nya yang dikhianati pujan hati karena dia tidak bisa memenuhi keinginan dari kekasihnya dan kehilangan mahkota nya disaat mabuk dan disaat sang kekasih inggin kembali kepadanya dia tidak dapat kembali karena dia sudah tak seperti yang dulu, dia merasa tak pantas untuk pujaan nya karena dia bukan gadis suci lagi.


Setelah tiga bulan zahra bersama sairen akhirnya berpisah karena zahra kembali ke jakarta untuk menandatangani kontrak nya yang sudah benar-benar selesai dan menjemput kedua orang tua mereka yang selama ini sudah menahan kerinduan kepada sang putri sulung dan inggin menyambut kedatangan cucu pertama di keluarga mereka.


"Kak besok aku mau kembali ke jakarta karena ada yang harus aku tandatangani dan setelah itu aku akan menjemput ayah dan bunda di bandara Yogyakarta,apa kakak mau ikut bersama ku ? "


tanya zahra kepada sairen

__ADS_1


"Tidak kakak disini saja karena waktu melahirkan ku dalam beberapa minggu lagi " sairen menjawab denggan pasti


"Tapi kak,,, kalau ada sesuatu terjadi pada mu bagaimana?"


"Tidak sayang tidak akan terjadi apa pun karena disini aman lihat lah sudah lama disini tidak ada satu pun hal yang mencurigakan."


"Baik lah tapi kak janggan kemana-mana bila ada masalah telfon aku,"


"Iya, kan disini ada nani berseta keluarga nya yang menjaga ku."


"Baik lah aku janji akan pulang secepat mungkin"


"Iya sayang aku sangat percaya kepada adik cantik ku ini."


Semenjak zahra tahu kakak nya hamil da mendapat ancaman dari calon istri dari suami kakaknya dia sangat perhatian dan selalu khawatir terhadap sang kakak,


Setibanya di jakarta zahra memutuskan beristirahat dulu di apatermennya karera waktu menunjukan sudah jam 5 sore, karena waktu yang zahra lewatkan sanggat panjang dari kediaman kakaknya ke bandara menempuh lima jam untuk sampai kebandara dan setibanya di bandara dia harus menunggu keberangkatan pesawat dua jam lama nya, kini zahra merubah penampilan nya seperti ibu hamil bukan tampa sebab karena itu semua sudah direncanakan dua saudara perempuan untuk manipulasi dari orang lee haa na, yang memperlihatkan gerak gerik keluarga nya,


"Ha... Akhirnya aku sampai juga dan bebas dari bantal ini sungguh melelahkan kan teriak zahra sambil menghempaskan diri keatas ranjang milik nya."


Dret... Dret... Dret.... Buyi smarfon milik zahra dan ternyata itu sairen yang menelfon, dan denggan senyum dia menjawab telefon dari kakak nya


"Halo kak " jawab zahra lemas


"Hai sayang bagai mana apa kamu sudah sampai ? " tanya sairen kepada sang adik


"Ya kak baru saja, sekarang aku sedang berada di apatermen untuk istirahat"


"Apa kamu leleah ? " Tanya jahil sairen yang sudah pasti tahu adik nya sanggat lelah


"Tentunya leleh dan begah membawa bantal si tubuh ku. " jawab zahra denggan nada marah dan manja


"Hahahahaha, tak apalah hitun-hitung belajar untuk hamil biar besok hamil benaran gak kaku. " menertawakan adik perempuan nya


"Ah kakak bisa saja, kalau bukan untuk mu dan keponakan ku, aku ogah kak."


"Terimakasih ya sayang, bagaimana apa rencana mu besok ?"


"Besok aku akan lansung ke kantor mengurus semua yang harus ku tanda tanggani. Sekaligus melihat reasi mereka semua denggan penampilan ku saat ini, hamil bantal."


"Hahahahaha kamu bisa saja,"


"iya lah kak mau gimana lagi biar orang percaya ,tidak mungkinkan hari ini aku lansing satu bulan kemudian aku melahirkan beby,"


"Iya udah maaf ya karena kakak kamu jadi seperti ini"


"Tak perlu begitu kak, apapun akan aku lakukan untuk saudara ku tercinta"


"Makasih sayang, kau rela mengorbankan karir mu demi anak ku."


"Tidak kak demi anak kita. Janggan menangis kita akan hidup bahagia bersama keluarga kita, keluarga wahyu irfandi dan maharani oke kak"


"Terimakasih sayang hanya itu yang bisa aku ucapkan saat ini."

__ADS_1


"Ya kak."


Ucap zahra dan pangilan telefon pun terputus zahra dan sairen langsung memutus kan untuk beristirahat


__ADS_2