Gadis Cantik CEONew

Gadis Cantik CEONew
bab 34


__ADS_3

62


" Apa kamu merindukan ku ?"


Zahra yang mendengar perkataan Dee hyun kaget, denggan sepontan dia mendorong tubuh dee hyun menjauh dari nya, dan denggan sigap dia bangkit dari ranjang, karena dia masih merasa sakit hati terhadap dee hyun yang, lima hari lalu dirangkul oleh seorang gadis


"Sayang mau kemana? "


Zahra tidak menjawab pertanyaan dari dee hyun dia malah melangkah keluar kamar nya, bukan tanpa sebap karena dia sangat kelaparan, bila dia menjawab pertanyaan dee hyun tadi pasti akan panjang jadi nya,


‎zahra tahu betul sifat suaminya pantang mendengar zahra mengatakan rindu dia pasti akan mengajak zahra berolahraga, secara zahra pergi meninggalkan dee hyun selama lima hari tanpa kabar, ‎ bukan tidak inggin memberitahu kenapa dia menghilang selama lima hari belakang ini, karena dia sudah sanggat kelaparan


Kini zahra sudah ada didapur dia membuka lemari penyimpanan mie instan, dan diapun memasak nya tanpa memperdulikan dee hyun didalam kamar yang sedang menyusun kata untuk menjelaskan semua yang terjadi.


Disaat asik memakan mie, dee hyun turun dari lantai atas berjalan menuju zahra dan duduk di depan nya,


"Sayang kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku ? Apa kamu masih marah kepada ku? "


Dee hyun kembali menanyakan kenapa istri nya tidak menjawab pertanyaan tadi


Zahra hanya diam dia asik denggan makanan yang sedang di santap nya, bukan bermaksud mendiam kan namun dia sangat menikmati makanan yang sedang dimakan nya entah kenapa mei itu sangat terasa enak,


"Sayang kenapa kamu diam saja ?


Apa benar kamu marah terhadap ku? "


Lagi-lagi pria tampan itu bertanya disaat zahra sudah selesai menghabiskan makannya.


Zahra sekarang tahu betul suaminya sedang merasa bersalah terhadap nya, yang sudah membiarkan wanita lain memeluk tubuh nya, kecuali zahra, tiba-tiba saja sifat jahil zahra datang,


dia memanfaatkan kesempatan ini untuk balas dendam kepada dee hyun karena membiarkan gadis cantik itu memeluk tubuh dee hyun tanpa meminta izin kepada istri sah nya terlebih dahulu.



‎sebenar nya zahra sama sekali tidak marah dan sudah melupakan apa yang terjadi siang itu, malah dia lah yang akan meminta maaf kepada suaminya yang sudah meninggal kan pria tanpan itu selama lima hari tanpa kabar.



" Pikiran saja sendiri "


Zahra menjawab denggan nada dinggin dan mata nya menatap dee hyun denggan senis


"Sayang maaf kan aku... Aku tidak memiliki hubungan apapun denggan nya"


Dee hyun mencoba memberi tahu kepada zahra .


Lagi-lagi zahra diam dia sangat menikmati wajah dee hyun yang sedang merasa bersalah terhadap nya, zahra hanya diam tanpa satu kata pun keluar dari bibir manis itu, zahra mendengar kan penjelasan suaminya nya yang sangat panjang, dan disaat dee hyun kembali meminta maaf dia hanya diam dan meninggalkan dee hyun,


"Sayang dia gadis yang kemarin dia bernama han nee shey, dia adik sepupu hae joon kami kena sudah sangat lama,aku tidak pernah memiliki perasaan terhadap nya," zahra hanya diam dan memperhatikan raut wajah dee hyun


"Aku bersungguh-sungguh yang, dia memang seperti itu saat bertemu denggan ku, dia selalu memeluk ku itu kebiasaan buruk nya saat bertemu denggan ku, yang aku tidak memiliki rasa apapun terhadap nya, bagiku tidak ada wanita manapun yang bisa mengantikan mu di hatiku, kau dan malaikat kita lah yang paling berharga di hidup ku"


Kini dee hyun berlutut di hadapan zahra sambil memegang kedua tanggan zahra dia sangat berniat meminta maaf bahkan dia mencium tanggan zahra yang memakai cincin pernikahan mereka dan mencium perut zahra yang mulai tampak membesar,



‎zahra sangat bahagia mendengar semua pekataan dee hyun, dia merasa sanggat berutung memiliki suami yang setia yang mana banyak sekali perempuan inggin menjadi pandaping nya secara semua yang perfek ada di diri dee hyun walau sikap posesif nya itu sering membuat zahra kelabakan,


‎Inggin rasanya dia memeluk Dee hyun dan berkata dia memanfaatkan dee hyun, namun zahra masih ingin menjahili suaminya yang mana sifat jahil itu ada setelah dia mengandung buah cinta nya bersama dee hyun.


‎setelah mendengar semua penjelasan dee hyun zahra tetap diam dan bangkit dari duduk nya meninggal kan dee hyun yang sedang berlutut, dia sudah tidak dapat memahan senyum bahagia nya, dan mengatakan bahwa dia memanfaatkan dee hyun.


‎sesampainya di kamar zahra tertawa bahagia karena dia wanita satu-satu nya untuk dee hyun, dan di lain tempat dee hyun sanggat frustrasi dia menjambak rambut nya kerena permohonan maaf nya ditolak,


wajah sesal daddy dee hyun



dan wajah bahagia mommy zahra karena menjahili daddy dee hyun 😄😄😄


__ADS_1


setelah mendengar semua penjelasan dee hyun zahra tetap diam dan bangkit dari duduk nya meninggal kan dee hyun yang sedang berlutut, dia sudah tidak dapat menahan senyum bahagia nya, dan mengatakan bahwa dia memanfaatkan dee hyun.


‎sesampainya di kamar zahra tertawa bahagia karena dia wanita satu-satu nya untuk dee hyun, dan di lain tempat dee hyun sanggat frustrasi dia menjambak rambut nya kerena permohonan maaf nya ditolak,


"Ha... Percuma aku menjelaskan panjang lebar namun dia tetap mendiamkan aku Hu..... "ucap dee hyun di dalam hati


Dee hyun tahu betul istri nya memiliki sifat keras kepala, yang tidak mudah tergoyah bila sudah bilang tidak ya tidak,,,,


‎ dee hyun yang prustasi dia lebih memilih untuk pergi ke ruang kerja nya yang berada di lantai atas sebelah kamar nya, namun percuma dia tidak bisa konsentrasi, hatinya belum puas bila belum melihat senyum indah zahra,


‎jam kini menunjukan tepat jam empat pagi dee hyun memutuskan kembali kekamar untuk beristirahat, zahra tampak sudah tertidur kembali, denggan perlahan dia menaiki tempat tidurnya berbaring di sebelah zahra yang tentunya dia menghadap ke arah zahra,


"Sayang maaf karena aku menyakiti mu"


Ucap dee hyun kembali meminta maaf.


Dee hyun kembali membelai rambut zahra yang tertidur memandangi setiap inci dari wajah cantik itu, tiba-tiba saja zahra memeluk dee hyun Denggan sanggat erat dan membenamkan wajah nya di dada dee hyun, ya itu adalah kebiasaa zahra bila tidur bersama dee hyun dia suka sekali mencium wangi dari maskulin suaminya.


‎ Dee hyun yang mendapat pelukan dari zahra membuat nya sangat bahagia karena wanita ini masih memeluk nya disaat tertidur, dee hyun pun mencium pucuk kepala zahra dan memejamkan matanya yang selama lima hari ini tidak bisa tertidur karena selalu menunggu kabar tentang zahra dan suzi .


Sinar fajar pagi mulai terlihat zahra yang terbiasa banggun pagi , dia lansung memulai aktivitas seperti biasanya, dimulai dari membersihkan dirinya melaksanakan tugas nya sebagai umat islam dan menyiapkan sarapan untuk keluarga kecil mereka, setibanya didapur ternyata riri sudah berada disana lebih deluan, betapa bahagianya nya hati riri melihat zahra yang baru tiba di dapur, riri lansung memeluk zahra


"Mommy... Ii merindukan mu"


Riri memeluk zahra melepaskan kerinduan nya,


"mommy juga rindu denggan mu sayang "


Zahra membalas pelukan riri


"Apa yang mau kamu masak ? "


Tanya zahra kepada riri


"Tidak tahu mom ini ii masih memikirkan apa yang akan ii masak "


Ucap riri


"Ya sudah sini biar mommy yang masak, kamu lihat suzi saja apa dia sudah bangun atau belum "


"Siap mom...ii pergi dulu "


Riri lansung meluncur kekamar baby suzi


Riri sanggat tahu akan tugas nya setiap hari, jadi dia langsung bergegas kekamar suzi, zahra sangat terampil dalam memasak membuat semua makanan kesukaan sang suami,


setelah selesai memasak semuanya zahra, melihat jam sudah menujukan jam tujuh pagi namun dee hyun masih belum turun, sedang kan suzi saja sudah siap menunggu untuk sarapan bersama, tak seperti biasanya dee hyun selalu tepat waktu, akhir nya Zahra meminta salah satu asisten nya membanggakan dee hyun.


" bibi nam tolong bangun kan daddy suzi yang masih diatas "


pinta zahra kepada asisten nya


"Baik bu,,"


ucap asisten tersebut


Dan tidak lama kemudian asisten nya kembali,


"Bagaimana apa dia sudah bangun ?"


ucap zahra


"Tidak ada jawaban bu,, "


ucap sang asisten


"Baiklah biar saya jasa"


"Riri kamu dan suzi sarapan deluan karena, mom akan membangun kan daddy dulu"


Zahra memberi perintahkan kepala riri dan suzi untuk sarapan deluan.

__ADS_1


zahra berjalan menuju lantai atas rumah nya berniat membangun kan suaminya, disaat membuka kamar zahra lansung menatap dee hyun yang masih tertidur di atas ranjang mereka, perlahan namun pasti dia berjalan menuju sisi ranjang tempat dee hyun merebahkan tubuh nya, dan zahra duduk di sebelah dee hyun yang terlelap


"Daddy suzi apa kamu tidak inggin sarapan bersama? "


Tanya zahra kepada suaminya


Namun dee hyun masih asik memejamkan mata nya,sambil mendengar suara lembut zahra yang membangunkan nya, yang di hati nya semakin yakin bahwa istri nya sudah mulai memaafkan diri nya,


"Sayang ayo bangun cepat, putri mu sudah menunggu di bawah ayo lah."


Ucapan zahra namun dee hyun masih tetap dian tidak merespon


" Baiklah bila itu mau mu "


Disaat zahra inggin berdiri dee hyun menahan zahra, membuat tubuh zahra terjatuh di atas tubuh dee hyun,


Cup...


Bibir dee hyun mendarat di bibir zahra


"Morning kiss sayang"


Ucap dee hyun kepada zahra


"Kamu...sudah bangun namun berpura - pura tidur ?"


Tanya zahra kepada suaminya nya.


"Tidak aku memang masih tertidur dan terbangun disaat kamu mebanggun kan aku"


Ucap dee hyun


"Ya sudah cepat bangun, susul putri mu, yang sudah menati dibawak "


Ajak zahra


"Em sebentat lagi"


Ucap dee hyun.


" cukup sampai disini "


ucap zahra sambil berdiri dari sisi sang suami


"Ah... Sayang kok gitu sih.. aku mau... "


rajuk dee hyun kepada zahra


"Tidak untuk sekarang, ini hukum kamu karena membiarkan gadis genit itu memeluk mu. "


ucap zahra


"Ayo cepat bangun, setelah sarapan temani aku jalan-jalan. "


ajak zahra


"Baik lah nyonya kang. "


ucap dee hyun sambil memperlihatkan wajah prustasi


"Suami pintar"


Zahra mencium singkatan pipi suaminya dan keluar dari kamar mereka


Dee hyun bergegas kekamar mandi untuk menguyur tubuh nya denggan air dingin meredam asrat nya yang tidak tersampaikan karena mendapat hukuman dari zahra akibat membiarkan tubuh nya di peluk oleh han nee shey


"ah kalau tahu ini hukuman nya aku tidak akan membiarkan nee shey memeluk ku" guman dee hyun di dalam kamar mandi


Tak lama berselang dee hyun sudah siap dan menyusul zahra yang sudah menunggu nya di meja makan, mereka pun akhirnya sarapan dan setelah sarapan dee hyun kembali ke kamar mereka untuk melanjutkan tidur nya kembali karena masih mengantuk, zahra membiar kan suaminya melanjutkan tidur nya mengingat hari ini weekend. sedang kan dia masih asik denggan perkerjaan nya sendiri,


__ADS_1



.....


__ADS_2