Gadis Cantik CEONew

Gadis Cantik CEONew
bab 22


__ADS_3

Pagi pun tiba zahra sudah bersiap berdanda rapi mengunakan dress coklat susu panjang dengan lenggang tiga perempat dan rambut panjang tergerai, dan tak lupa mengenakan sepatu tinggi dan tas jinjing yang serasi sanggat serasi.


‎Setibanya di kantor semua mata melihat penampilan zahra yang cantik denggan gaya elegan nya, dan tentunya juga tertuju pada tubuh bagian tegahnya yang nampak membesar yang mana membuat semua orang bertanya-tanya, tidak ada yang berubah dituhuh zahra hanya bagian itu saja yang membesar.


‎Zahra tahu betul semua mata memandang kearahnya denggan penampilan nya saat ini, sedang hamil " hamil bantal " zahra hanya tersenyum kepada semua orang yang melihat nya, berjalan tampa dosa kearah ruanggan kepala agensinya.


Tok... Tok....Tok...


"Masuk " sautan bos nya dari dalam runggan


"Halo kak mona...!!! " sapa zahra denggan penuh semangat dan senyuman indah nya


"Hai say....yang " mona terkejut melihat keadan zahra saat ini yang mana sedang berbadan dua.


"Kak kenapa bengong ? " tanya zahra kepada sang bos yang sedang memperhatikan zahra dari atas kebawah yang tak percaya


"Kak...kak... Mona " panggillan akrab zahra kepada sang bos


"Eh iya ra... Apa ini benar kamu ra ? " tanya boss yang tak percaya melihat keadan gadis cantik di hadapan nya


"Iya kak kenapa ? Kenapa experesi mu seperti itu ? Seperti tidak pernah melihat ibu hamil yang cantik."


"Buset... banget loh ra, nikah gak bilang-bilang ke gue, gak kasih kabar dan hanya minta resain aja, dan sekarang ini semua hasilnya"


"Maaf kak sebenarnya aku,,,, ceritanya panjang kak ini semua kesalahan ku kak, karena tidak menjaga mahkota ku denggan benar ?"


"Apa maksud mu bukan kah kamu bersama raka, tidak kak ini bukan anak raka,"


"Bukannya beberapa bulan lalu kamu pergi kebandung bersama raka menghadiri pernikahan siska."


"Ya kami saat itu hanya bertemu tampa sengaja, hubungan ku berakhir saat di korea saat itu dan saat di bandung kami resmi berpisah kak."

__ADS_1


"Jadi anak ini anak...?"


"Ini anak ku , aku akan membesarkan nya sebaik mungkin"


"Baiklah ra aku percaya terhadap mu, Kamu gadis cantik pintar dan akan menjadi ibu yang sanggat baik, aku harap kamu menumukan pria yang akan menyayanginmu dan bayi mu."


"Terimakasih, aku harap kakak bisa menyimpan rahasia ku."


"Yan tentu rara aku akan merahasiakannya,kamu sudah ku anggap adik ku, kamu kan selalu jadi bagian keluarga dari agensi ini, dan nama mu juga telah memperbesar agensi kita."


"Iya kak, mana yang harus aku tandatangani karena aku harus segera kembali ke keluarga ku, mengingat sebentar lagi aku akan melahirkan."


"Baiklah ayo kita percepat."


Setelah selesai semua urusan nya selesai denggan kantor agensi nya dia memutuskan untuk segera pulang namun dia memutuskan untuk ke mall terlebih dahulu membeli perlengkapan buat sang keponakan nya, namun disaat asik memilikih apa yang akan di beli, dia mendapat kabar bahwa kakak nya mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju bandara untuk menjemput zahra dan orang tua nya di bandara Yogyakarta dia bermaksud memberi kejutan kepada tiga orang yang dia sayanggi.


Dengga sigap dan tampa pikir panjang zahra lansung pergi kebandara menuju Yogyakarta yang mana keberadan kakaknya dalam keritis memperjuangka nyawa nya dan baby yang sedang di kandungan nya , setibanya di bandara zahra harus bersabar karena penerbanga ditunda beberapa jam karena cuaca tidak mendukung untuk pesawat lepas landas dan setelah dua jam akhirnya pesawat bisa lepas landas menuju kota yang dituju oleh zahra dan setiba nya disana zahra harus menunggu lagi, untuk kedatangan orangtua mereka yang sedang dalam perjalanan, sungguh banyak rintangan buat keluarga sairen menuju tempat keberadaan sairen, yang saat ini berjuang dalam hidup dan mati dan saat sampainya orang tua mereka harus kembali menempuh waktu tiga jam kerumah sakit tempat kakak nya berada saat ini mengingatkan kakak nya kecelakaan di saat balam perjalanan menuju bandara, setibanya seluruh keluarga sairen sudah tak bisa tersenyum lagi mereka hanya melihat pucat nya wajah sairen tanpa ada senyum indah yang menyambut kedatangan mereka, hanya tangis dari baby cantik yang menyabut kedatangan keluarga itu.


Flash back selesai kembali keawal ya..


Pagi ini menjadi pagi yang cerah dan penuh kebahagiaan bagi keluarga kecik kang dee hyun, dimana mereka bertiga sedang sarapan pagi bersama di dalam kamar karena zahra masih harus tetap berada di atas ranjang karena dia harus menghabiskan cairan infus nya, senyum kebahagian di wajah kang dee hyun tidak pernah berhenti terlebih lagi saat melihat suzi selalu bersikap manja kezahra meminta perhatian saat dee hyun memeluk zahra dia tidak mau tinggal diam juga ikut memeluk zahra, kini kebahagian kang dee hyun sangat lengkap semua yang dia ingginkn tercapai sudah, hanya tinggal satu masalah lagi yang harus dia tuntaskan,


"Sayang terimakasih telah memberi hadia terindah didalam hidup ku, memberikan ku malaikat cantik dan memberiku satu malaikat lagi "


mengelus perut zahra yang masih tampak rata


" kuharap dia akan menjadi malaikat tampan seperti ku,"


"Iya semoga dia menjadi malaikat tampan untuk melengkapi keluarga kita ."


"Bagaimana tanggapan nenek atas masalah yang terjadi semalam. " tanya zahra kepada sang suami yang masih memeluk nya dan memeluk suzi yang berseder di tubuh zahra

__ADS_1


"Aku hanya memberi tahu mereka kamu hanya kelelahan, masalah suzi kamu hanya takut suzi bersama orang yang belum kamu kenal."


"Kenapa kamu terdiam sayang ? " tanya dee hyun kepada sang istri


"Kenapa kamu tidak menanyakan kenapa sifatku berubah tadi malam ?" Tanya zahra kepada sang suami sembari membelai rambut baby suzi


"Aku sudah mengetahui kenapa sifat mu berubah, karena aku sudah mengetahui nya."


"Apa kamu menyelidiki ku, " zahra menayakan dengga wajah seribu tanya


"Tidak sayang aku hanya penasaran siapa lelaki yang beruntung yang memiliki cinta dari kakak mu, dan pria yang tidak beruntung atas kehilangan istri dan anak nya,"


"Jadi kamu ? " Tanya zahra penuh denggan kecurigaan


"Ya aku mencari tahu setelah kamu memberitahu tentang suzi waktu itu, aku penasaran, aku melakukan itu karena ku tidak mau suzi pergi dari kehidupan ku, saat itu aku hanya tahu namanya wanita yang menggiginkan nyawa suzi bernama lee haa na, dan aku tidak mengetahui siapa pria yang inggin dia rebut, aku baru mengetahui nya malam tadi ternyata lee haa na adalah menantu dari keluarga ku, dan Pria itu adalah kakak tiri ku, kang in jung, dia anak tertua dari istri ayah ku,"


"Sayang maaf kan aku, aku tidak bermaksud membuat mu penasaran atas siapa pria yang dicintai kakak ku,"


"aku pikir dia bukan dari keluarga mu, karena banyak orang yang awalan nama nya kang, dan saat aku pergi ke mansion kang, aku juga tidak melihat fotonya disana,"


lYa kami memang tidak memiliki foto keluarga bersama saat kami dewasa, hanya ada foto keluarga disaat kami masih sekolah dasar disaat itu aku berusia sepuluh tahun dan in jung sebelas tahun, dan itu sudah lama sekali terjadi, kami memiliki dunia kami masing-masing, walau saat itu in jung sanggat memperhatikan ku seperti adik nya sendiri aku selalu menghidar dari nya, karena aku selalu menggangap dia dan ibu nya, telah mengambil ayah dari ibu ku membuat aku membenci mereka termasuk ayah,


Hubungan ku dan dia membaik disaat dia menyelamatkan aku dari kecelakaan, waktu itu aku sedang berlari menyebar tampa melihat lampu sudah berubah warna merah, dia menyelamatkan aku dari tabrakan mobil dan mengorbankan dirinya untuk ku, dan disaat itu dia membutuhkan donor darah secepat mungkin, yang mana darah nya sama denggan darah milik ku dan ayah, namun saat itu ayah tidak ada hanya ada aku, disaat aku tidak mau mendonorkan darah ku, aku inggin dia mati namun nenek memberi tahu semua permasalahan yang terjadi diantara ibu ayah dan ibu in jung yang selama ini dirahasiakan ayah, aku meresa bersalah karena tidak menggagap kehadiran mereka, dimana ibu sanggat memperhatikan aku dan in jung juga sanggat menyayangi aku sebagai adik nya sendiri.


‎ Akhirnya aku mendonorkan darah ku kepada nya setelah dia sehat aku memutuskan untuk tinggal di Amerika melanjutkan pendidikan ku disana tinggal bersama adik dari ibu ku, kami bertemu disaat hari besar itu pun, jarang ketemu karena dia juga tidak tinggal bersama keluarga kang. Dia lebih memilih tinggal di apatermennya dan hidup sederhana tampa menggunakan nama keluarga kang. Dia tidak pernah merubah sifat nya kepada ku, setiap bertemu dia selalu bersikap seperti biasa mengapa ku denggan penuh kehangatan seorang kakak terhadap adik dan aku masih denggan ke egoisan, bukan berarti aku membenci nya namun aku merasa bersalah terhadap nya, aku hampir membunuh kakak ku yang telah rela mengantikan posisi kesakitan denggan ku mengorbankan nyawa nya demi aku"


"Sayang... Maaf kan aku membuat mu mengingat kenangan masalalu mu yang menyakitkan, "


zahra memperhatikan wajah tampan sang suami yang tampak bahas denggan air mata, zahra mencium muka suaminya dan menyeka air mata milik suaminya denggan tanggan nya sembari memeluk baby suzi yang sudah tampak tertidur pulas karena dia banggun terlulu cepat


"Ya sayang... Aku akan menjadi lebih baik dari sebelumnya demi kalian bertiga dan aku akan mengorbankan nyawa ku demi menyelamatkan kalian. " kang dee hyun mencium pucuk kepala zahra

__ADS_1


__ADS_2