Gadis Desa Penakluk Mafia Kejam

Gadis Desa Penakluk Mafia Kejam
surat panggilan


__ADS_3

suara gemercik hujan memecah keheningan saat sedang melamun menunggu pengantar pos..


tok tok tok.. suara itu terdengar suara yang sejak tadi miya tunggu. ya itu surat panggilan universitas Indonesia untuk nya mengambil jurusan kedokteran.


"Dengan nona miya andara?" ucap petugas pos


"Iya saya, apa ada surat untuk saya?" tanya miya antusias. petugas pos mengangguk lalu meminta tanda tangan miya, tanda surat sudah sampai di tujuan.


miya yang tidak sabar langsung memanggil abah sama ambu nya.. miya andara anak tunggal dari abah rojak dan ambu asih..


"Abahhh ambuu neng dapat surat dari Universitas" miya bersorak riaa karna dia keterima di Universitas itu dan siaap untuk melanjutkan pendidikan kedokteran disana.


Miya andara tinggal di bandung, dan keturunan Sunda. dia hidup di rumah sederhana namun di kenal banyak orang karna abah nya juragan beras yang menampung hasil bumi dari sawah untuk dijual ke kota..


"Neng Alhamdulillah cita cita kamu untuk kuliah di sana akhirnya tercapai, inget pesan ambu sama abah, tetep jadi orang sederhana, murah hati, dan bisa jaga diri dengan baik" ucap ambu dengan mata berkaca kaca karna haru.


"Iya ambu, besok kita beli ponsel ya ambu abah buat kita komunikasi selama neng di kota" ucap miya yang langsung memeluk ambu dan abah nya.

__ADS_1


"Abah setuju aja neng" ucap sang abah mengelus Lembut pucuk kepala miya dengan penuh kasih sayang..


.


.


keesokan hari miya langsung ke konter untuk membeli ponsel sambil pergi jalan jalan ke tempat tempat indah yang ada di bandung bersama teman teman nya..


"selamat ya mia, nanti disana kamu teh jangan lupain kita kita yaah" ucap Mumun sahabat miya


"iyaa aku teh gak akan lupain mumun sama nurul" ucap miya sambil memeluk ke dua sahabat nya.


"Kalian setelah ini mau langsung pulang?" tanya nurul sambil memakan bakso pedas pesanan mereka


"Engga kita jalan jalan dulu yuk ke wisata yang deket deket dari sini" ucap miya dan langsung di setujuin oleh kedua sahabat nya.


mereka menghabiskan waktu hingga sore hari setelah di persimpangan mereka berpisah nurul dan mumun harus kembali kerumah melalui angkot lain sedangkan miya harus tetap naik angkot itu sampai ke depan gang sebelum kerumah nya.

__ADS_1


Namun saat dia turun dari angkot waktu sudah malam sudah menunjukkan pukul 7 malam.


dorrrr terdengar suara tembakan di jalanan sepi dekat rumah nya, miya yang ke takutan langsung bersembunyi.


Miya melihat ada pemuda terbaring lemah dia langsung terpogoh pogoh berlari untuk menyelamatkan pemuda itu dia memapah pemuda itu ke tempat sepi.


saat dirasa sudah aman dia langsung mengobati dahi yang bedarah. "Kamu teh gapapah? kenapa kamu bisa luka apa kamu kena tembak" pertanyaan bertubi tubi dari seorang gadis sederhana dengan rambut di kucir macam buntut kuda namun tidak mengurangi kecantikan di wajah nya.


"A-akuu awwww" ucap pemuda itu remang remang terlihat wajah tampan yang sudah bersih dari darah tak lama hujan turun dengan deras hingga membasahi kedua insan yang sedang saling tatap itu.


Dirasa pemuda itu sudah cukup membaik miya pun langsung berlari meninggalkan pemuda itu namun kalung nya tertinggal di kancing jaz pemuda itu saat dia menunduk untuk mengobati dahi nya tadi.


"Miya andara" nama yang cantik secantik wajah nya. pemuda itu pun tersenyum karna baru kali ini dia melihat wanita sebegitu sederhana nya dengan wajah cantik khas produk lokal.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa like coment dan vote ya.. happy reading 🙏


__ADS_2