
tepat pukul 09.00 miya sudah siap dengan memakai dress hitam bukan daster bau bawang yang tadi pagi di pakai saat memasak di dapur.
"Cantik nya.." goda Jacklyn yang melihat isterinya sedang memoles riasan tipis di wajah nya.
"Aa ini,, nanti kalo lipstik aku acak acakan gimana?" tanya miya sambil menggerutu karna dari tadi di peluk oleh suami nya.
"Kamu cantik sayang walaupun tanpa riasan,, apalagi kalo engga pake apa apa" goda Jacklyn makin menjadi dan sekarang bukan memeluk lagi, tapi makin menjadi dengan meraba raba area sensitif isterinya.
Miya yang merasa mulai gak beres langsung berbicara dengan ngegas "Ini sebenarnya kita jadi kagak a ke pantai?" tanya Miya dengan menggerutu kesal.
"Hahaha emosian banget sii bukmil, yaudah iya aku siap siap dulu ya sayang" ucap Jacklyn menuju ruang ganti. Jacklyn memilih pakaian santai dengan setelan kaos putih polos dengan celana pendek.
Miya yang melihat suami nya baru keluar dari ruangan ganti langsung tertegun kagum melihat ketampanan suami nya.
"Kenapa sayang? tampan yaa??" tanya Jacklyn yang tau sejak tadi isterinya melihat tanpa berkedip.
Miya yang merasa tertangkap basah langsung membuang muka dengan tersipu malu. (ngapa kagak buang dompet dan uang nya dah Miya 🤭).
beberapa jam telah berlalu sekarang kedua insan yang sedang bucin itu karna lama terhalang rindu akhirnya bisa menjalankan hari seperti biasanya.
"Aa, aku pengen kelapa muda" celetuk Miya di gubug tempat dia santai bersama dengan Jacklyn.
"Boleh ,, nanti aku suruh Boy buat cari" Jacklyn yang terbiasa apa apa ketergantungan dengan Boy sampai sampai dia lupa kalo hariini dia menyerahkan semua tugas kantor kepada Boy.
"Aa lupa?! hari ini tuh Boy gak ikut kita!!" ucap Miya dengan mata mendelik.
Jacklyn langsung menepuk jidat nya Karna lupa. "Terus aku dong yang harus beli?" tanya Jacklyn yang langsung di balas dengan anggukan kepala oleh isterinya.
"Aku kasih waktu lima belas menit ya aa" ucap Miya dengan nada datar membuat Jacklyn ketar ketir.. dimana dia harus mencari kelapa muda dalam waktu lima belas menit.
"Di mana aku harus mendapatkan kelapa muda dalam waktu lima belas menit?? " Jacklyn berjalan menuju parkiran untuk mengendarai mobil.
__ADS_1
Bagaikan ketiban rezeki dari langit, dari kejauhan Jacklyn melihat pedagang kelapa muda ngemper di samping tempat parkir kendaraan.
"wahhh ,, kalo kata isteri ku ibarat oray nyiar pamentung.. Akhirnya aku menemukan nya bahkan ini belum lima belas menit.." Jacklyn buru buru membeli kelapa muda. dengan raut wajah sumringah Jacklyn berlari ke arah isteri nya yang sedang menunggu nya di gubug.
"sayang aku dapet kelapa muda nya" Jacklyn buru buru mendekat dan menyerahkan kelapa muda yang sudah di belah lengkap dengan air kelapa muda nya yang di masukan kedalam wadah plastik seperti es seduh.
Miya yang seharusnya bahagia karna melihat suami nya mendapatkan apa yang ia inginkan berbalik dengan menunjukkan sikap tak suka.
"Sayang, ayo di makan..katanya pengen kelapa muda.." Jacklyn mencoba membujuk isterinya untuk segera memakan kelapa muda yang dia beli di mang ujang. hehe mang Ujang itu pedagang kelapa muda yang tadi ngemper deket parkiran kendaraan yaa guys..
"Aku gak mau yang sudah di belah aa, aku tuh pengen kelapa muda yang bentuk nya seperti lampu taman berbentuk bulat seperti kepala neon" Miya tersenyum sambil membayangkan memakan kelapa muda yang bentuk nya bulat sempurna bukan bentuk seperti yang di bawa suami nya.
Jacklyn yang mendengar penuturan isterinya menelan Slavina nya dengan kasar, "Andai dia bukan isteri ku sudah ku buat daging cingcang" Batin Jacklyn yang merasa geram dengan isteri tercinta nya itu.
"Aku harus mencari dimana kelapa muda yang berbentuk bulat sempurna sayang?? sedangkan ini saja aku dapat di ujung sana di dekat parkiran kendaraan" ucap Jacklyn dengan wajah memelas, berharap untuk isteri nya berubah pikiran untuk memakan apa yang dia bawakan.
"Aku gak mau tau,, aku mau nya kelapa muda yang berbentuk bulat sempurna tanpa harus di belah" ucap Miya menggerutu karena dia sangat ingin melihat kelapa muda yang berbentuk bulat sempurna.
"Aa ini jangan bilang aa berpikir kelapa muda itu untuk aku makan,, aku pengen liat kelapa muda yang berbentuk bulat sempurna bukan untuk aku makan.. yakali aku gigit kulit kelapa muda" Miya tambah menggerutu karna jengkel dengan fikiran suami nya.
Jacklyn yang mendengar penuturan isteri nya tertawa hingga terbahak bahak karna kebodohan nya sendiri.
"Yasudah kalo begitu,, ayok ikut aku kita cari langsung biar gak bolak balik" Jacklyn mengajak isteri nya ke lapak mang ujang untuk memilih kelapa muda yang isteri nya ingin kan.
"Balik lagi kang,, memang nya yang tadi sudah habis?" Tanya mang ujang kepada Jacklyn.
"Mamang tanya aja langsung ke isteri saya dia mau yang seperti apa, boro boro habis di cicipi saja engga yang tadi saya beli" jawab Jacklyn dengan kesal.
"Loh memang nya neng mau yang seperti apa?? Dugan kelapa muda ini rasanya semua sama neng, tidak ada yang manis, tidak ada yang dingin semua nya sama, coba saja di makan jika tidak percaya." ucap mang ujang .
"mang,, aku mau kelapa muda yang bentuk nya bulat seperti lampu neon" ucap Miya sambil tersenyum membuat Jacklyn tertawa terbahak bahak. "mampus di buat bingung kan anda oleh isteri saya" batin Jacklyn.
__ADS_1
"Aa kok ketawa?" tanya Miya kepada suami nya.
"engga sayang,, aku menertawakan badut itu" tunjuk Jacklyn kepada badut yang mangkal di dekat gapura.
"Maksudnya gimana atuh neng?? disini begini semua bentuk nya neng" ucap mang ujang bingung sambil garuk garuk kepala tanpa rambut karna mang ujang botak.
"hahahahha pilih aja sayang,, coba tanyain sampe yang bentuk seperti lampu neon itu ada." Jacklyn sangat tidak kuat ingin tertawa terbahak bahak hingga kelepasan.
"Iya mang,, aku pengen banget nii ayok di bongkar kelapa muda yang numpuk ini" perintah Miya kepada mang ujang.
"Ada ada aja neng ini,, bagaimana jika tidak ada saya sia sia membongkar ini" ucap mang ujang bingung karena baru kali ini ada orang yang menanyakan kelapa muda bukan untuk di makan tapi untuk di lihat bentuk nya.
mang ujang yang di tatap tajam oleh Jacklyn hanya pasrah membongkar semua tumpukan untuk mencari kelapa muda yang berbentuk bulat sempurna seperti lampu taman itu .
"Mang jangan cemberut harus yang ikhlas saya akan membayar semua kelapa muda yang mang ujang bongkar ini" ucap Jacklyn dengan meledek sekaligus Sombong.
"yang bener?? baiklah saya akan menurunkan tumpukan ini semua" mang ujang langsung semangat karena tidak perlu capek capek jualan hari ini laku tidak laku tetap dapat uang.
setelah satu jam di bongkar akhirnya Miya melihat kelapa muda yang dia inginkan. "Stop mang stop!!! akhirnya nemu juga" Miya langsung mengambil dan memeluk kelapa muda berbentuk lampu neon itu.
"Akhirnya" ucap mang ujang dan Jacklyn bersamaan dan akhirnya mereka saling menatap dan tertawa.
setelah mendapatkan apa yang dia inginkan Miya mengajak suami nya pulang kerumah karena merasa lelah.. pokoknya jalan jalan hariini gaada adegan romantis hanya ada balada kelapa muda berbentuk lampu taman. omel Jacklyn dalam hati, Jacklyn yang berharap beradegan romantis dengan isteri nya yang ada sengsara bersama mang ujang si penjual kelapa muda.
.
.
.
Terimakasih yang sudah mampir di karya ku yaa.. mohon maaf beberapa bulan lama nya aku fakum menulis karena awal awal hamil hingga hamil tua aku gak bisa nulis dan baca banyak banyak karena mual liat tulisan. dan sekarang sudah bisa menulis lagi karena sudah lahir anak pertama ku,, jadi, insha Allah akan rajin up untuk kalian pembaca setia. Terimakasih 🙏
__ADS_1