
setelah mengetahui latar belakang jacklyn sekarang miya merasa tenang.. hari hari dia lalui bersama jacklyn. jacklyn pun sudah berjanji untuk berhenti dari pekerjaan nya sebagai mafia dia fokus untuk mengurus perusahaan nya.
"sayang, ini baju ganti nya sudah aku siapkan" ucap miya mendekati jacklyn yang baru mandi di depan meja rias.
"iya sayang, terimakasih aku beruntung punya kamu" jacklyn berdiri mendekat ke arah miya.
setelah itu mereka langsung sarapan pagi, miya pagi pagi sekali sudah bangun untuk memasak masakan kesukaan suami nya itu.
"wah enak sayang" jacklyn makan dengan lahap hingga nambah. "jangan lupa bawakan aku bekal yah" pinta jacklyn kepada istrinya dengan makanan yang masih penuh di mulut nya hingga membuat jacklyn tersedak
"aduh aduh minum dulu" miya buru buru menuangkan air minum dan memberikan nya kepada jacklyn.
.
.
.
siang hari, miya seperti biasa pergi ke campus untuk kuliah. miya dan lala berjalan di lorong campus banyak mata yang memperhatikan mereka, banyak yang kagum hanya widia yang menatap tak suka kepada miya dan juga lala.
__ADS_1
"liat ge ra, si ulet keket liatin lu begitu bener" lala menatap tajam widia yang menatap jiji miya.
"biarin aja la, udah atuh ayuk kita masuk ke kelas" ajak miya langsung meninggalkan widia yang merasa jengkel di tatap tajam oleh lala.
galang: "tuan, nyonya miya di tatap tajam oleh non widia" pesan itu di kirim kepada jacklyn.
jacklyn yang membaca pesan itu berinisiatif untuk menjemput miya andara pulang dari campus.
sore hari saat jam keluar campus miya berjalan menuju parkiran widia menyiram wajah nya dengan air mineral.
"upsss maaf, tidak sengaja" widia tertawa hingga membuat lala geram dan ingin melayangkan bogem mentah kepada widia.
"cukup!!!!" bentak jacklyn yang langsung mendekat ke arah miya.
"apa sakit?" tanya jacklyn langsung di balas gelengan kepala oleh miya, miya hanya menatap jacklyn berkaca kaca. jacklyn yang melihat ada air mata yang hampir jatuh di mata miya, langsung menyeka nya agar tidak jatuh.
"ayo kita pulang" ucap jacklyn dengan lembut, widia yang melihat miya di perlakukan dengan sangat manis di hadapan nya membuat nya menghentakkan kaki nya meninggal kan keramaian itu.
"lang, antarkan lala pulang. aku akan membawa istri ku pulang" jacklyn langsung menggendong miya menuju mobil.
__ADS_1
"sekarang, kamu istirahat nanti kalo udah sampe rumah aku bangunin" jacklyn mengendarai mobil dengan amarah.
"kamu harus janji buat gak nyakitin widia" miya menatap ke arah jacklyn yang masih mengeraskan rahang nya.
"aku tidak janji" ucap jacklyn dingin.
miya menghembuskan nafas nya dengan kasar. dia khawatir jacklyn akan melakukan hal di luar dugaan dia tidak mau jacklyn kembali ke dunia hitam lagi.
"kamu udah janji buat gak kembali ke pekerjaan kamu yg dulu" ucap miya dengan pura pura pasang mode ngambek.
jacklyn yang tau istrinya ngambek langsung menepikan mobil nya. dia menatap istrinya dengan sendu. jacklyn menghembuskan nafas nya dengan kasar.
"aku janji tidak akan menyakiti widia. tapi kalo sekali lagi aku tau, dia nyakitin kamu, tidak akan ada janji kedua" ucap jacklyn dengan penuh penekanan dan melanjutkan perjalanan menuju rumah nya.
.
.
.
__ADS_1
happy reading jangan lupa like coment dan vote🤗