
miya melotot tidak percaya di hadapannya berdiri lelaki yang selama ini sangat dia rindukan lelaki yang terbaring lemah sekarang berdiri di hadapan nya bersiap untuk menyelamatkan nya.
"tu-tuan Jacklyn!!" tuan Mateo menatap tidak percaya bahwa lelaki cacat yang selalu dia hardik di hadapan rekan rekan bisnis yang lainnya kini berhadapan langsung dengan nya dengan keadaan marah dan siap untuk menerkam nya.
"nyonya, apa nyonya baik baik saja?" tanya boy sambil melepaskan ikatan tangan miya dan buru buru membawa miya ke dalam mobil karna takut tuan nya Jacklyn berbuat di luar Kendali dan di lihat oleh miya.
"Boy aku baik baik saja, hanya saja wajah ku terluka dan perut ku sedikit keram" ucap miya sambil meringis mengusap darah segar yang terus mengalir dari sudut bibir nya.
"baiklah, pak sopir antar nyonya miya sekarang ke rumah sakit saya dan lainnya akan menyusul" ucap boy dan sopir langsung membawa miya ke rumah sakit milik keluarga pranata.
Ambu dan Abah sudah menunggu di sana karna tadi boy sudah menelepon Ambu memberi tahu keadaan miya.
sementara keadaan di dalam gudang tersebut sangat sangat menegangkan tuan Mateo sudah di ikat dan seluruh anak buah nya sudah tumbang, Jacklyn duduk di hadapan tuan Mateo sambil memilah pisau yang sangat mengkilap jangan di tanya lagi bagaima tajam nya pisau tersebut.
"jadi,, tadi tangan mu bagian mana yang menggampar wajah mulus iteri ku?" tanya Jacklyn tanpa menatap wajah tuan Mateo hanya fokus memilah pisau.
"Hahahaha apa anda fikir, anda bisa melumpuhkan ku? kamu hanyalah lelaki lemah yang koma berbulan bulan tanpa mengurus isteri mu yang cantik itu" celoteh tuan Mateo yang membuang Jacklyn semakin muak namun wajah Jacklyn tidak ada ekspresi sedikit pun.
__ADS_1
"jawab saja, tangan bagian mana yang kau pakai untuk menggampar wajah mulus isteri ku?" Jacklyn sudah mendapat kan pisau yang dia dapatkan dan mendekati tuan Mateo dengan wajah merah dan bersiap untuk mengeksekusi.
Tuan Mateo yang di tatap tajam oleh Jacklyn hanya bisa menahan rasa takut dan menelan ludah nya secara kasar. rasa takut itu semakin terlihat dengan celana yang basah menandakan bahwa dia ngompol karna ketakutan serta kursi yang dia duduki gemetar hebat.
"Yang ini, atau yang ini? anda dari tadi sudah banyak berbicara membuat ku semakin muak ingin menelan mu hidup hidup, dan yaaa!!! anda sudah berani menyentuh isteri ku bahkan menculik nya sementara dia sedang mengandung anak ku, anak yang sangat aku nantikan.. anda sudah membangunkan macan yang sudah tertidur berbulan bulan dan berkat anda juga saat ini aku bisa mengetahui bagaimana busuknya dirimu." Jacklyn berjongkok di hadapan tuan Mateo dan melepaskan ikatan tuan Mateo.
Jacklyn menarik lengan kanan tuan Mateo dan memotong jari jemari nya yang sudah di pakai untuk menggampar isteri nya tadi. para pengawal baru yang menatap pemandangan tersebut sampai ada yang muntah sementara jeritan tuan Mateo menggema di ruangan tersebut.
"untuk yang tidak kuat silahkan tunggu di luar" Jacklyn berbicara karna tidak ingin membuat pengawal yang muntah tadi sakit perut berkelanjutan.
Jacklyn langsung mencuci tangan nya "Boy bereskan mayat ini, dan antarkan aku ke isteri ku" ucap Jacklyn menuju mobil sementara pengawal yang bertugas menguburkan tuan Mateo pergi dengan mobil lain.
di tempat lain miya sudah mendapatkan perawatan keadaan nya baik baik saja hanya syok dan luka di bagian sudut bibir saja jadi di perban sedikit.
"neng apa sakit?" tanya Ambu dengan mata berkaca-kaca melihat sudut bibir anak perempuan satu satunya itu di perban.
"engga Ambu, neng baik baik aja" miya memeluk Ambu nya namun fikiran nya masih kesana kemari dia tidak percaya jika suami nya sudah bangun dengan keadaan sehat.
__ADS_1
tak lama Jacklyn langsung datang dan masuk keruangan isteri nya.
"sayangku, apa kamu baik baik aja?" Jacklyn sudah berganti pakaian karna pakaian tadi penuh darah dan langsung memeluk isteri nya..
miya yang kaget tidak mampu menahan airmata nya begitupun Ambu nya. "aa, apa bener kamu suami ku? ini kamu aa?" tanya miya di sela sela isak tangis nya.
"iya sayang, sekarang aku ada di hadapan mu, aku akan terus melindungi mu dan anak kita" Jacklyn mengelus lembut perut miya membuat miya semakin menjadi jadi nangis nya.
rasa rindu dan rasa takut bercampur satu ,, miya hari itu juga boleh pulang. miya dan seluruh keluarga nya pulang ke mansion utama sementara Ambu dan Abah nanti sore akan pulang ke kediaman nya yaitu di Bandung.
.
.
.
halo halo aku kembali up, aku lama gak up bukan nya gak mau jadi aku hamil muda kemaren kemaren jadi mabok nya luar biasa liat huruf aja langsung mual... dan aku mau bilang makasih buat kalian yang sudah mampir, jangan lupa menjejak yaa happy reading 🤗❤️
__ADS_1