
Tiga bulan telah berlalu Jacklyn masih terbaring di ranjang rumah sakit, belum ada tanda tanda Jacklyn akan siuman.
"Aa bangun atuuh, aku teh udah bingung banget harus gimana hari hari aku jalanin tanpa aa. emang aa gak mau liat bayi aa lahir nanti? aku tuh pengennya lahiran di temenin suami tau aa" Miya berbicara Sambil merajuk.
Miya sengaja berbicara seperti itu, karna kata dokter kalopun koma Jacklyn akan mendengar setiap perkataan yang kita ucapkan..karna ini koma bukan mati.
tok
tok
tok
"nyonya apa boleh aku masuk?" tanya boy di luar ruangan Jacklyn di rawat.
"Masuklah boy" perintah Miya . Boy datang dengan Lala. seperti biasa Lala datang membawakan pakaian Miya juga makanan untuk mengisi perut Miya.
"Miya, gue mau ngomong,! gue sama boy ada niatan buat lu ambil alih perusahaan karna perusahaan kali ini tidak ada yang mimpin, setelah Jack siuman dan sehat baru perusahaan akan di pimpin oleh Jack lagi" ucap Miya memberikan nasihat dan juga wanti wanti takut nya perusahaan ambruk karna pemimpin nya ambruk sementara saat ini Jacklyn masih koma.
__ADS_1
"Akan aku pikirkan nanti, aku masih berharap dalam waktu dekat suami ku siuman la" jawab Miya dengan airmata mengalir mengingat keadaan suami nya yang belum sadarkan diri.
walau Jacklyn sakit sampai koma, dia masih terurus karna setiap seminggu sekali Miya memanggil tukang cukur untuk mencukur jenggot juga kumis beserta rambutnya..Tak jarang banyak suster yang kadang diam diam memperhatikan wajah tampan dari suami Miya tersebut.
.
.
.
"Sayang, aku hariini akan ke perusahaan kalo aku tidak menggantikan mu sementara perusahaan akan bangkrut bagaimana dengan biaya lahiran ku nanti. aku harap aa cepet bangun, aku teh udah gak tahan menghadapi apa apa nya sendirian" Miya mengelap airmata nya dan berangkat ke perusahaan.
sebelum di mulai bekerja Miya dan para staf perusahaan meeting terlebih dahulu.
Boy menjelaskan kepada para staff kalo Miya yang akan memimpin perusahaan untuk sementara waktu.
"nyonya anda hanya akan mengerjakan pekerjaan yang tidak terlalu sulit karena anda juga harus menjaga kandungan anda aku tidak ingin saat tuan bangun nanti menyalahkan ku karna tidak bisa menjaga nyonya" ucap boy di balas senyuman oleh Miya.
__ADS_1
sehari serasa satu tahun, Miya ingin buru buru pulang dan menemui Jacklyn di rumah sakit. Miya sudah tidak sabar ingin melihat wajah suami nya. setidaknya walaupun Jacklyn tidak menjawab semua ucapannya namun Jacklyn masih bisa mendengar perkataan nya.
sore hari Miya pulang dan langsung menuju rumah sakit, setelah selesai bersih bersih dan mengganti pakaian Miya langsung tiduran di samping Jacklyn.
"Sayang aku udah berhasil lewati hari aku di perusahaan hariini tapi tidak tau besok bisa atau tidak.
kamu cepet bangun yaa biar kamu bisa elus perut aku yang makin gede ini, biar kamu juga bisa cium anak kamu nanti azanin anak kamu bahkan main sama anak kamu" Miya mengusap lengan suami nya hingga Miya ikut terlelap di samping suami nya itu .
.
.
.
haiii para pembaca buat kalian yang dulu pernah baca novel ini di akun aku yg lama jangan berpikir novel ini plagiat yaah! aku tetap author di novel ini karna aku ganti handphone jadi aku lupa sandi akun aku, aku buat akun lagi aku pindahin deh novel nya ke akun baru karna biar gak ribet lagian novel ini belum kontrak jadi yaudah aku lanjutnya di akun ini.
makasih yang sudah mampir yaa happy reading 🤗
__ADS_1