
Cristian saat ini tidak akan
membiarkan gadis ceroboh ini
mengatakan hal bodoh apa lagi
gadis yang polos ini bisa saja nanti
keceplosan mengatakan jika dia
adalah manusia, Cristian saat ini
entah dapat insting dari mana
selalu saja ini melindungi sosok
gadis manusia ceroboh yang
memiliki nama Cantika yang
sesuai degan paras nya yang
cantik sebenarnya tapi gadis ini
cukup ceroboh.
"Di adalah pelayan setia ku."
ucap Cristian yang seperti biasa
selalu biasa bicara dengan anggota
kerajan walaupun dari pesan batin
tapi setidak nya ini lebih baik dari
pada tidak mereka sama sekali
tidak mengerti.
"Iya itu benar Nyonya saya
hanya seorang pelayan." ucap
Cantika yang saat ini mengakui
jika dirinya memang hanya seorang
pelayan disini walaupun
perkerjaan nya hanyalah terus
mengukuti keinginan raja Vampir
ini untuk tetap hidup aman
dikerajaan Valen ini.
Tidak mungkin mana ada
pelayan yang miliki kulit seputih
salju dan juga bibir semerah
mawar seperti mu, mata mu juga
terlalu indah untuk ukuran pelayan
." ucap Jasmin yang tidak percaya
jika Cantika adalah seorang
pelayan di kerajaan Valen ini.
"Jangan membuatnya curiga
mengaku saja sebagai seorang
dewi Can jika kamu ingin selamat,
sebaik-baik nya kaum Vampir
mereka adalah peng hisap darah
yang paling handal." bisik Cristian yang
sengaja menakut-nakuti Cantika
yang lugu itu.
"Iya anda benar aku adalah
dewi Can yang saat ini menjadi
pelayan yang mulia Raja." ucap
Cantika yang bergetar takut
membayangkan diri nya mati
kehabisan darah dan tubuh nya
di koyak koyak oleh ribuan dan jutaaan
Vampir yang ada di tempat ini itu
rasanya cukup menakutkan.
"Wah pantas saja kamu
terlihat mungil dan sempur na,
kamu adalah Dewi yang akan
membawa keberuntungan pada
kerajaan ini. Oh iya kau
melupakan sesuatu anak-anak
kalian belum mandi dari kemaren
ayo pulang dan mandi...," ucap Jas
min yang menarik kerak baju kedua
anak nya yang ingin kabur lagi.
"Tapi Ibunda kenapa harus
mandi kaum Vampir tidak
berkeringat dan tidak bau...,"
ucap Jeni yang sama sekali tidak
suka mandi yang menurut nya
sama saja tidak akan membuat
perubahan apapun dan diri nya itu
tetap akan terlihat cantik walaupun tanpa harus mandi sekalipun.
"Kamu itu perempun harus
__ADS_1
rajin mandi sedakan aku laki-laki.
aku ini sudah tampan sejak lahir
aku tidak ingin ketampanan ku
luntur gara-gara aku mandi." ucap
Jeremi yang sama-sama tidaak
menyiukai mandi tapi ibunda
mereka ini selalu saja memaksa mereka
untuk mandi.
Cantika hanya terkekeh geli
mendengar perkataan si kembar
dan juga ibu mereka yang cukup
lucu dan menggemaskan itu. Raja Cristian saat ini
sangat kesal karena Cantika lebih
tertakri pada kedua Vampir kecil
itu di bandingkan dengan diri nya
yang saat ini sudah bosan melihat
drama yang di buat oleh adik
sepupu nya dan sebentar lagi akan
ada drama heboh dari bibi nya
yang cukup suka dengan
kebersihan.
"hiks...hiks...hiks....., kalian
membuan Ibunda malu didepan
yang mulia Raja dan Dewi Can
kalian berniat untuk membohingi
Ibunda hanya karena tidak ingin
mandi...," ucap Jasmin yang saat
ini menangis tersendu-sendu
seperti biasa ini terjadi jika wanita
vampir berhati lembut itu terlalu
kesal, malu dan marah pada
seseorang.
"Aku sudah menduga ini akan
terjadi dan seperti biasa kedua
kurcaci nakal ini akan sedikit
penurut." batin Cristian yang
sudah tidak heran lagi jika hal ini
terjadi pada mereak yang sangat
harmonis ini. Cristian kadang ini
mengapa ibunya tidak peduliu
pada nya seperti itu dan hal ini
lama kelamaan membuat Cristian
menjadi muak.
"Nyonya anda tidak perlu
mangis lagi, mereka akan menjadi
anak anak yang patuh mungkin jika
anda sedikit lebih sabar, tidak
terlalu terburu-buru dan tidak
terlalu mengekang mereka." ucap
cantika yang membuat kedua kecil
itu tampak tersenyum lebar pada
Cantika yang sepertinya membuat
mereka berdua bisa merasa
dimengarti.
"Peri Cantikkamu sangat
pengertian, ayo Ibunda kita pergi
mandi." ucap Jeni yang saat ini
menarik tangan ibunda nya untuk
pergi pulang dan mandi. Semua
orang yang ada ditempat itu cukup
terkejut tidak terkecuali Cristian
karen bisanya Jeni adalah Vampir
kecil yang sulit dijinakkan oleh
siapaun termasuk kedua orang
tuannya sendiri sedangkan Jeremi
sedikit lebih mudah untuk
dijinakan dan penurut daripada
Jeni.
"Terimakasih Dewi Can dan
Yang mulia kami pamit." ucap
Jasmin sambi berjalan pergi
meninggalkan tepat itu mengikuti
langkah kaki dedua anak
__ADS_1
kembarnya yang saat itu
menuntunnya untuk pulang
bersama.
"Mereka adalah keluarga
bahagia yan unik." ucap cantika
yang merasa sangat takjub dengan
keluaga bahagia tadi yang terlihat
begitu manis dan mengemaskan.
"Sudah cukup
memperhatikan mereka, aku
memang senjgaja dengan
berbaikmhati memberikan mu
sedikt waktu untuk perduli pad
mereka tapi saat ini kamu haya
boleh perduli dan perhatian hanya
pada ku saja tidak boleh pada yang
lain." ucap Cristian yang bahkan
merasa aneh dengan dirinya
sendiri yang merasa sangat tidak
suka ketika Cantik befitu
perhatian pada orang lain
meskipun mereka adalah bagian
dari keluaga kerajaan ini.
"Tapi kenpa...," ucap Cantika
yang merasa heran.
"Tentu saja karena ku adalah
Raja dan kamu pelayan ku, hannya
pelayan ku sudah seharusnyaa
kamu hanya perduli dan berbakti
pada ku atau bahkan mungkin
menjadi pecurku." ucap Cristian
yang saat ini mengubah raut wjah
cantika yag tidak seperti buasanya
Gadis manusia yangmudah ceria
ini hanya diam dengan rauh
wakah memerah menahan kesal
karena selama ini Cantika tidak
pernah merasa serendan ini
seumur hidupnya.
Walaupun nyawa Cantika saat
ini berad ditangan Raja Vampir ini
tapi cantika tidaka akan menjadi
pelacur raja Vampi. Cantuk akan
memilih mati dengan terhormat
tanpa haruh membuat harga
disinya menghilang karena bagi
Cantika kesucian adalah harga diri
dan cantk ahanya akan
mempercayakan hal itu pada
Suaminya dan jika Cantika
menjadi seorang pelacur cantika
tidak akan keberatan menjadi
pelacuh hanya untuk suaminya
saja bukan untk orang lain.
Pernyataan dari raja Vampir
sebelunya tentu saja begi sangat
melukai Cantika.
"Mengapa kamu hanya diam
dan tidak mengatakan papun?"
ucap Cristian yang sama sekali
tidak pernah merasa melakukan
kesalahan. Semua tindakan nya
selaman ini adalah benar bagi
Cristian dan pad hari ini juga
Cristian belum membunuh siapun
karena kehadiran gadis manusia
ini yang ada di sampinnya.
"Hamba Izin pergi membantu
pelayan yang lain," ucap Cantika yang
meerasa sangat malas terus berada
di samping Raja Vampir yan
angkuh dan tidak berpersaan ini.
"Tapi.," belum selesai
__ADS_1
Cristian mencegah Cantika untuk
pergi tapi gadis itu telalah berlari dengan begitu kencang.