Gadis Milik Raja Vampire

Gadis Milik Raja Vampire
Bertemu Jeremi dan Jeni


__ADS_3

"Kakak sejak kapan kamu ada


disini bersama denga seorang


gadis yang aneh ini?" ucap anak


seorang laki-laki seperti manusia di tempat itu yang baru datang.


4-5 tahun dalam dunia manusia,


yang merupakan juga seorang


yang cukup penting karena


memanggil Raja Vampir dengan


sebutan kakak tidak bisa


dilakukan oleh sembarangan


orang.


"Jeremi mengapa kamu ada


disini?" ucap Cristian yang saat ini


melihat kerah adik sepupu


laki-laki yang paling muda


tiba-tiba muncul disini tanpa dia sadari.


"Aku menemani Jeni yang


memaksa ku untuk kesini


menemaninya menangkap


kupu-kupu. Di sebelah sana


bersama pelayan aku lelah


menemani nya yang tidak bisa


diam dari tadi terus mencari kupu kupu itu." ucap Jeremi yang


saat ini berkata dengan begitu


mengemas kan dimata Cantika


Vampir kecil ini begitu tampan


dan mengemas kan.


"Kamu bisa mengunakan


kekuatan mu kenapa kamu tidak


menyusul nya?" ucap Cristian


yang yang sangat gemas sekali


dengan Jeremi bukan karena adik


sepupunya ini lucu tapi karena


Cantika yang terlihat begitu


sangat menyukai Vampir cilik ini karena menurut cantika dia begitu menggemaskan.


"Kami saat sedang dihukum


bunda tidak bisa mengunakan


kekuatan kami maka nya aku tak bisa gunakan kekuatan ku saat ini kak." ucap Jeremi yang


merasa kesal dengan Ibunda nya


yang sangat suka sekali


menghukum nya dengan cara


mengunci kekuatan kapan pun dan di mana pun ibunda ku mau ia lakukan kata Jeremi kecil itu dengan begitu lucu dan sangat menggemas kan.


Karena bangsa Vampir yang telah


memang memiliki kekuatan untuk


mengunci kekuatan anaknya


sampai mereka bisa


mengendalikan kekuatan mereka


dengan benar karena kadang


vampir kecil belum bisa


mengendalikan kekuatan mereka dengan sebaik mungkin


yang justru akan sangat


membahayakan mereka oleh


karena itu tidak jarang orang tua


mereka mengunci kekuatan


anaknya sementara waktu untuk kebaikan mereka saja.


"Itu karena kalian berdua


pernah melakukan kesalahan dan


selalu berbuat usil." ucap Cristian


yang bisa menebak adik


sepupunya yang amat aktif ini


berbuat hal-hal yang


membahayakan mereka sendiri


atau pun kadang orang lain juga.


"Kata siapa aku ini anak yang sangat baik.


Kakak selalu seperti Ayah dan Ibu


." ucap Jeremi cemberut,dan begitu kesal


karena menganggap Cristian


menuduh nya melakukan hal yang


salah padahal selama ini menurut


Jeremi selalu mengunakan


kekuatakn nya dengan baik dan sangat bijak.


"Wah kakak menemukan peri


Cantik ya, tapi mengapa dia


mengunakan pakaian pelayan


yang aneh seperti yang dia gunakan itu kak?" ucap Jeni yang baru


saja datang sambil membawa


jaring untuk menangkap


kupu-kupu yang dia baru saja lakukan itu.


"Terimakasih tuan putri yang


Cantik." ucap Cantika sangat ingin


sekali mencubit pipi gembul gadis


mungil yang memilki wajah yang


mirip dengan Jeremi itu.

__ADS_1


"Aku memang selalu terlihat


cantik dan aku bisa mencarikan


peri yang sangat cantik baju yang layak untuk nya saat ini."


ucap Jeni berbinar binar senang saat ini


karena memdapat kan pujian dari


seseorang yang amat cantik dan


mungil untuk ukuran Vampir


dewasa itu.


"Seperti nya kedua Vampir


mungil ini akan merebut segala


perhatian nya dari ku saat ini. Aku tidak


boleh membiarkan hal ini terus


menerus sekarang. Dewi Can bahkan


mengusap pucuk kepala mereka


dengan kasih saya dan


mengabaikan aku seperti ini...., ini tidak boleh terjadi mereka


semua terlihat senang dan


melupakan aku disini aku harus


membawanya pergi dari tempat ini sekarang juga." batin


Cristian yang tidak suka diabaikan


dan memilih untuk membawa


pergi Cantika dari tempat ini


dengan mengunakan


kukuatan kabut asap mengilan nya itu untuk bisa menghilang dari tempat ini sekarang juga dengan begitu cepat.


"Hadehh Kakak ini pergi dan membawa


peri Cantik itu padahal aku


ingin mengajaknya bermain peran


Putri dan Pangeran dengan nya dan masih banyak lagi tapi kakak membawa nya pergi begitu saja tanpa mengucap kan selamat tinggal atau lain sebagai nya aku sangat kesal pada nya saat ini ." ucap Jeni


dengan sangat kesal pada kakak


sepupunya yang membawa kabur


peri cantik yang berpakaian aneh


itu.


"Memannya siapa yang layak


menjadi seorang pangeran dalam


peran mu itu?" ucap Jeremi yang


penasaran saat ini dengan isi


kepala dari saudari perempuannya.


"Siapa lagi tentu saja bukan


kamu karena kamu masih kecil,


aku akan mencarikan pasangan


yang tepat." ucap Jeni dengan


tersenyum ceria memutuskan


untuk mencari seseorang yang


drama peran yang akn dibuatnya.


"Kamu tidak bisa melihat


dengan jelas ya tadi jika kakak


maksudku Yang mulia Raja


Vampir sangat terlihat marah


pada kita hanya karena bicara


dengan peri cantik itu. Padal aku


tidak keberatan untuk menjadi


pemeran pangeran dalam drama


yang kamu buat." ucap Jeremi


yang baru pertama kali melihat


seorang yang benar-benar cantik


Dan menarik yang datang bersama


dengan kakak sepupunya tadi.


"Sadarlah Jeremi. Kamu itu


masih dibawah umur, jangan


memikirkan tentang wanita cantik


jika tidak tidak hanya kakak tapi


ibu dan ayah akan sangat marah.


Ayo kita kembali sebelum Ibunda


marah dan menghukum kita


karena pergi dari istana terlalu


lama dan tanpa izinnya." ucap Jeni


mengingat mereka pergi tanpa


meminta izin dari ibunda dan


ayahanda mereka saat ini pasti


sedang panik mencari keberadaan


mereka berdua.


"Perempuan memang selalu


benar, jika aku masih dibawa


umur lalu dia yang ini mengatur


peran dalam drama romantis yang


dia buat ini apa?" batin Jeremi


yang hanya bisa mengikuti


langkah kaki mungil saudarinya


yang cukup lincah meskipun


kekuatan mereka tersegel.


Di kerajaan Vampir lebih


tepatnya saat ini adik ipar dari


raja Cristoper sedang

__ADS_1


mondar-mandir menunggu kabar


tentang kedua anaknya yang tidak


terlihat sejak tadi pagi hingga


siang hari, walaupun mereka


selalu diikuti pelayan yang selalu


menjaga mereka tapi bukan tidak


mungkin pencul bisa dengan


mudah mengalahkan mereka dan


membawa kabur putri dan


putrannya itu.


"Yang mulia maaf jika hamba


menhambat jalan anda. Anda


melihat kedua anakku?" ucap


Jasmin yang saat ini mengunakan


bahasa yang formal karena saat ini


keponakannya ini adalah raja yang


baru.


"Iya bibi mereka akan segera


datang sembentar lagi. Bibi cukup


berhitung dari satu sampai


sepuluh." ucap Cristian yang


sebenarnya malas ituk menjawab


pertanyan dari bibinya tapi xari


pada kupinya harus bising


mendengar suara tangis sang bibi


yang mengkhawatirkan kedua adik


sepupu kembarnya yang cukup


nakal itu Cristian memilih untuk


memberitahunya saja.


Cantika merasa bingung dan


tetap masih berada dibelakng


tubuh besar Raja Vampir itu


bukan bermaksud sembunyi tapi


memang tubuh besar Cristian


yang menghalangi tubuh kecil


Cantika ketika mereka berjalam


bersama. Bahkan sebelum wanita


cantik yang dipanggil bibi oleh


Cristian ini datang dan mungkin


juga wanita cantik itu tidak


menyadari Cantika ada diantara


mereka.


"Satu, dua, tiga, empat, lima


enam, tuju, delapan, sembilan,


sepuluh." ucap Jasmin mulai


menghuntung dan benar saja


terdengar langkah dua pasang


langkah kaki mungil yang


Serempak yang berjalan cukup


kepat kerahnya.


"Bagaimana mungkin terjadi


dengan begitu cepat?" ucap


Cantika yang terkejut saat kedua


anka kembar yang mereka temui


sebelumnya juga sudah sampai


disini hanya dalam hitungan detik.


"Kalian kemaana saja inunda


sangat khawatir. Siapa dia?" ucap


Jasmin setelah memeluk kefdua


buahatinya menoleh pada Cristian


yang masih berdiri ditempatnya,


Jasmin sedikit terkejut dan lupa


ingin berterima kasih sedikit


terkrjut saat dari belakang james


muncul seorang gadis mungil


berpakaian aneh.


"Ibunda maaf tadi kamu habis


main di kebun bunga bersama


kakak dan dia adalah peri Cantik."


Ucap Jeni mengarang cerita


terbaik agar kekuatannya segera


dibuka dan tidak dikunci lagi.


"Saya Can...," ucap Cantika


terputus karena Raja Vampir


saatini menutup mulutnya dengan


tiba-tiba. Tentu saja tingkah


Cristian yang tidak bisa ini cukup


membuat orang yang ada di


tempat itu mengangap gadis


mungil itu bukan gadis biasa


karena terlihat begitu dekat


dengan Raja Vampir yang tidak


pernah dekat dengan seorang

__ADS_1


gadis manapun sebelumnya...


__ADS_2