
"Kakak sejak kapan kamu ada
disini bersama denga seorang
gadis yang aneh ini?" ucap anak
seorang laki-laki seperti manusia di tempat itu yang baru datang.
4-5 tahun dalam dunia manusia,
yang merupakan juga seorang
yang cukup penting karena
memanggil Raja Vampir dengan
sebutan kakak tidak bisa
dilakukan oleh sembarangan
orang.
"Jeremi mengapa kamu ada
disini?" ucap Cristian yang saat ini
melihat kerah adik sepupu
laki-laki yang paling muda
tiba-tiba muncul disini tanpa dia sadari.
"Aku menemani Jeni yang
memaksa ku untuk kesini
menemaninya menangkap
kupu-kupu. Di sebelah sana
bersama pelayan aku lelah
menemani nya yang tidak bisa
diam dari tadi terus mencari kupu kupu itu." ucap Jeremi yang
saat ini berkata dengan begitu
mengemas kan dimata Cantika
Vampir kecil ini begitu tampan
dan mengemas kan.
"Kamu bisa mengunakan
kekuatan mu kenapa kamu tidak
menyusul nya?" ucap Cristian
yang yang sangat gemas sekali
dengan Jeremi bukan karena adik
sepupunya ini lucu tapi karena
Cantika yang terlihat begitu
sangat menyukai Vampir cilik ini karena menurut cantika dia begitu menggemaskan.
"Kami saat sedang dihukum
bunda tidak bisa mengunakan
kekuatan kami maka nya aku tak bisa gunakan kekuatan ku saat ini kak." ucap Jeremi yang
merasa kesal dengan Ibunda nya
yang sangat suka sekali
menghukum nya dengan cara
mengunci kekuatan kapan pun dan di mana pun ibunda ku mau ia lakukan kata Jeremi kecil itu dengan begitu lucu dan sangat menggemas kan.
Karena bangsa Vampir yang telah
memang memiliki kekuatan untuk
mengunci kekuatan anaknya
sampai mereka bisa
mengendalikan kekuatan mereka
dengan benar karena kadang
vampir kecil belum bisa
mengendalikan kekuatan mereka dengan sebaik mungkin
yang justru akan sangat
membahayakan mereka oleh
karena itu tidak jarang orang tua
mereka mengunci kekuatan
anaknya sementara waktu untuk kebaikan mereka saja.
"Itu karena kalian berdua
pernah melakukan kesalahan dan
selalu berbuat usil." ucap Cristian
yang bisa menebak adik
sepupunya yang amat aktif ini
berbuat hal-hal yang
membahayakan mereka sendiri
atau pun kadang orang lain juga.
"Kata siapa aku ini anak yang sangat baik.
Kakak selalu seperti Ayah dan Ibu
." ucap Jeremi cemberut,dan begitu kesal
karena menganggap Cristian
menuduh nya melakukan hal yang
salah padahal selama ini menurut
Jeremi selalu mengunakan
kekuatakn nya dengan baik dan sangat bijak.
"Wah kakak menemukan peri
Cantik ya, tapi mengapa dia
mengunakan pakaian pelayan
yang aneh seperti yang dia gunakan itu kak?" ucap Jeni yang baru
saja datang sambil membawa
jaring untuk menangkap
kupu-kupu yang dia baru saja lakukan itu.
"Terimakasih tuan putri yang
Cantik." ucap Cantika sangat ingin
sekali mencubit pipi gembul gadis
mungil yang memilki wajah yang
mirip dengan Jeremi itu.
__ADS_1
"Aku memang selalu terlihat
cantik dan aku bisa mencarikan
peri yang sangat cantik baju yang layak untuk nya saat ini."
ucap Jeni berbinar binar senang saat ini
karena memdapat kan pujian dari
seseorang yang amat cantik dan
mungil untuk ukuran Vampir
dewasa itu.
"Seperti nya kedua Vampir
mungil ini akan merebut segala
perhatian nya dari ku saat ini. Aku tidak
boleh membiarkan hal ini terus
menerus sekarang. Dewi Can bahkan
mengusap pucuk kepala mereka
dengan kasih saya dan
mengabaikan aku seperti ini...., ini tidak boleh terjadi mereka
semua terlihat senang dan
melupakan aku disini aku harus
membawanya pergi dari tempat ini sekarang juga." batin
Cristian yang tidak suka diabaikan
dan memilih untuk membawa
pergi Cantika dari tempat ini
dengan mengunakan
kukuatan kabut asap mengilan nya itu untuk bisa menghilang dari tempat ini sekarang juga dengan begitu cepat.
"Hadehh Kakak ini pergi dan membawa
peri Cantik itu padahal aku
ingin mengajaknya bermain peran
Putri dan Pangeran dengan nya dan masih banyak lagi tapi kakak membawa nya pergi begitu saja tanpa mengucap kan selamat tinggal atau lain sebagai nya aku sangat kesal pada nya saat ini ." ucap Jeni
dengan sangat kesal pada kakak
sepupunya yang membawa kabur
peri cantik yang berpakaian aneh
itu.
"Memannya siapa yang layak
menjadi seorang pangeran dalam
peran mu itu?" ucap Jeremi yang
penasaran saat ini dengan isi
kepala dari saudari perempuannya.
"Siapa lagi tentu saja bukan
kamu karena kamu masih kecil,
aku akan mencarikan pasangan
yang tepat." ucap Jeni dengan
tersenyum ceria memutuskan
untuk mencari seseorang yang
drama peran yang akn dibuatnya.
"Kamu tidak bisa melihat
dengan jelas ya tadi jika kakak
maksudku Yang mulia Raja
Vampir sangat terlihat marah
pada kita hanya karena bicara
dengan peri cantik itu. Padal aku
tidak keberatan untuk menjadi
pemeran pangeran dalam drama
yang kamu buat." ucap Jeremi
yang baru pertama kali melihat
seorang yang benar-benar cantik
Dan menarik yang datang bersama
dengan kakak sepupunya tadi.
"Sadarlah Jeremi. Kamu itu
masih dibawah umur, jangan
memikirkan tentang wanita cantik
jika tidak tidak hanya kakak tapi
ibu dan ayah akan sangat marah.
Ayo kita kembali sebelum Ibunda
marah dan menghukum kita
karena pergi dari istana terlalu
lama dan tanpa izinnya." ucap Jeni
mengingat mereka pergi tanpa
meminta izin dari ibunda dan
ayahanda mereka saat ini pasti
sedang panik mencari keberadaan
mereka berdua.
"Perempuan memang selalu
benar, jika aku masih dibawa
umur lalu dia yang ini mengatur
peran dalam drama romantis yang
dia buat ini apa?" batin Jeremi
yang hanya bisa mengikuti
langkah kaki mungil saudarinya
yang cukup lincah meskipun
kekuatan mereka tersegel.
Di kerajaan Vampir lebih
tepatnya saat ini adik ipar dari
raja Cristoper sedang
__ADS_1
mondar-mandir menunggu kabar
tentang kedua anaknya yang tidak
terlihat sejak tadi pagi hingga
siang hari, walaupun mereka
selalu diikuti pelayan yang selalu
menjaga mereka tapi bukan tidak
mungkin pencul bisa dengan
mudah mengalahkan mereka dan
membawa kabur putri dan
putrannya itu.
"Yang mulia maaf jika hamba
menhambat jalan anda. Anda
melihat kedua anakku?" ucap
Jasmin yang saat ini mengunakan
bahasa yang formal karena saat ini
keponakannya ini adalah raja yang
baru.
"Iya bibi mereka akan segera
datang sembentar lagi. Bibi cukup
berhitung dari satu sampai
sepuluh." ucap Cristian yang
sebenarnya malas ituk menjawab
pertanyan dari bibinya tapi xari
pada kupinya harus bising
mendengar suara tangis sang bibi
yang mengkhawatirkan kedua adik
sepupu kembarnya yang cukup
nakal itu Cristian memilih untuk
memberitahunya saja.
Cantika merasa bingung dan
tetap masih berada dibelakng
tubuh besar Raja Vampir itu
bukan bermaksud sembunyi tapi
memang tubuh besar Cristian
yang menghalangi tubuh kecil
Cantika ketika mereka berjalam
bersama. Bahkan sebelum wanita
cantik yang dipanggil bibi oleh
Cristian ini datang dan mungkin
juga wanita cantik itu tidak
menyadari Cantika ada diantara
mereka.
"Satu, dua, tiga, empat, lima
enam, tuju, delapan, sembilan,
sepuluh." ucap Jasmin mulai
menghuntung dan benar saja
terdengar langkah dua pasang
langkah kaki mungil yang
Serempak yang berjalan cukup
kepat kerahnya.
"Bagaimana mungkin terjadi
dengan begitu cepat?" ucap
Cantika yang terkejut saat kedua
anka kembar yang mereka temui
sebelumnya juga sudah sampai
disini hanya dalam hitungan detik.
"Kalian kemaana saja inunda
sangat khawatir. Siapa dia?" ucap
Jasmin setelah memeluk kefdua
buahatinya menoleh pada Cristian
yang masih berdiri ditempatnya,
Jasmin sedikit terkejut dan lupa
ingin berterima kasih sedikit
terkrjut saat dari belakang james
muncul seorang gadis mungil
berpakaian aneh.
"Ibunda maaf tadi kamu habis
main di kebun bunga bersama
kakak dan dia adalah peri Cantik."
Ucap Jeni mengarang cerita
terbaik agar kekuatannya segera
dibuka dan tidak dikunci lagi.
"Saya Can...," ucap Cantika
terputus karena Raja Vampir
saatini menutup mulutnya dengan
tiba-tiba. Tentu saja tingkah
Cristian yang tidak bisa ini cukup
membuat orang yang ada di
tempat itu mengangap gadis
mungil itu bukan gadis biasa
karena terlihat begitu dekat
dengan Raja Vampir yang tidak
pernah dekat dengan seorang
__ADS_1
gadis manapun sebelumnya...