Gadis Milik Raja Vampire

Gadis Milik Raja Vampire
Bertemu Tabib Kerajaan


__ADS_3

"Kamu harus bertanggung


jawab, karena dirimu jantungku


tidak baik-baik saja." ucap


Cristian yang saat ini merasakan


kembali efek jantungnya yang


berdetak kencang padahal


sebelumnya tidak hanya saat


bersama Dewi Can saja ini bisa


terjadi. Tentu saja Cristian yang


merasa Cantika perlu di periksa


juga demi keamanan bersama.


"Yang mulia telah kembali,


pelayan perempuan mana yang


anda bawa?" ucap tabib istana ini


dengan heran. Tatapan tajam dari


Cristian akhirnya membuat tabib


laki-laki itu pun menunduk tidak


berani menatap wajah Raja


Vampire ataupun gadis pelayan


yang disukai oleh raja Vampir.


"Kenapa saat ini aku berada


di ruangan ini, apakah anda


seorang Tabib. Bisakah Anda


meminta Raja Vampir yang


mengandalkan ini untuk


menurunkan aku....," ucap Cantika


yang saat ini meminta bantuan


tabib yang sama sekali tidak


menanggapi ucapannya.


"Menurut bukti yang anda


bawa saat ini anda tidak


mengalami penyakit apapun tapi


yang mulia saat ini hanya sedang


jatuh cinta." ucap Tabib yang saat


ini menjelaskan masalah yang


terjadi pada Rajanya membuat


Cristian merasa tidak setuju


karena Cristian tidak boleh jatuh


cinta pada seorang manusia.


Cristian tidak ingin berbasib


malang seperti Ayahnya yang


menjadi bodoh karena gadis


manusia yang ternyata tidak


benar-benar mencintainya.


"Tidak mungkin kamu pasti


salah, jangan asal bicara." ucap


Cristian yang marah saat ini tetap


tidak menurunkan Cantika dari


pundaknya. Cantika merasa cukup


pusing dengan posisi terbalik.


seperti ini. Cantika yang terlalu


polos juga tidak paham dengan


apa yang sedang dibicarakan oleh


Tabib dan juga raja Vampir ini.


Tapi terlihat begitu serius yang


tidak Cantika sukai mengapa


dirinya juga harus ikut disini jika


kehadiran sama sekali tidak


dianggap.


"Yang mulia jika aku mati


karena pusing kamu akan berhenti


bersikap seenaknya padaku bukan


...," gumam Cantika dengan suara


pelan sengaja mengatakan hal ini


agar dirinya bisa turun dan tidak


terus dalam posisi yang


membuatnya pusing ini.


"Kamu bodoh ya..., Kamu ini


akan menjadi pelayan setiaku.


Kamu tidak boleh mati." ucap


Cristian yang benar saja saat ini


telah membenarkan posisi Cantika


tidak lagi di panggung


dipundaknya melainkan


diturunkan dengan hati-hati dan


dibiarkan duduk di kursi Yanga


dan dibelakangnya.


"Aku selamat, mengapa aku


tidak dari tadi mengatakan ini.


Ternyata Raja Vampire ini takut


aku mati karena darahku akan


kering nanti tentu tidak bisa


digunakan lagi olehnya setelah itu


." Batin Cantika yang berfikir jika

__ADS_1


raja Vampir ini hanya takut tidak


bisa meminum darahnya lagi jika


Cantika mati.


"Apa yang kamu perhatikan


Tabib. Jika masih menyayangi


hidup mu kamu tidak boleh


menatapnya dia milikku, dia


pelayan ku." ucap Cristian yang


sebenarnya sangat ingin


mengatakan jika Cantika adalah


Ratu dalam hatinya tapi Cristian


tidak ingin membuat Tabib ini tau


tentang perasaannya yang


sebenarnya.


"Maaf atas kelancaran hamba


yang mulia hamba hanya ingin


mastikan sesuai sepertinya ada


aroma yang janggal pada


pelayanan ini." ucap Tabib istana


yang saat berpengalaman itu


sudah bisa menebak jika gadis


pelayan yang datang bersama


Rajanya ibu bukan Bangsa vempir


murni atau pun bangsa Vampir


campuran.


"Jangan asal bicara. Aku lebih


tau dan lebih berilmu kamu


sengaja ingin menggodanya


bukan?" ucap Cristian dengan


marah menatap tajam seakan


ingin menguliti Tabib kerajaan ini


saat ini juga dengan mata merah


setajam laser itu.


"Tidak yang mulia Raja,


hamba hanya mengkhawatirkan


dia adalah seorang penyup yang


menyamar yang bisa saja melukai


anda." ucap Tabib istana tersebut


membuat Cantika tidak bisa diam


saja saat dirinya dituh akan ini.


Faktanya disini bukan Raja


Vampir yang akan dicelakai tapi


Cantika yang merasa Raja


berulang kali mengurung dan


melukai perasaannya tidak jarang


sangat sering membuat Cantika


menangis karena merasa kesal


tidak bisa pulang keduniaannya.


"Anda jangan asal bicara,


disini aku yang telah menjadi


korban karena masalah kalian


berdua. Aku sendiri bahkan tidak


paham anda berdua sedang


membicarakan apa. Oh iya tentang


jatuh cinta tadi sebenarnya siapa


yang jatuh cinta dengan siapa.


Mengapa diriku harus digotong,


layaknya buronan di tepat ini?"


ucap Cantika yang saat ini


mengatakan tentang pertanyaan


yang tadi hanya ada dalam


kepalanya saja.


Cantika bisa mengerti ucapan


dari yang mulia raja Vampir dan


Tabib yang sedang berkomunikasi


dalam batin ini sangat terkejut


dan membuat tabib kerajaan ini


penasaran dengan perempuan


yang terlihat sangat dilindungi


oleh Raja Vampire dan bahkan


mungkin dicintai oleh raja Vampir


ini.


"Saya pikir anda diam karena


tidak bisa mendengar percakapan


kamu..., Nyatanya gadis pelayan


kamu menang bukan Vampir


biasa...," ucap Tabib tersebut. Hal


ini membuat Cristian tersenyum


kecil karena Tabib sepertinya


tidak curiga lagi soal Cantika yang


berbeda.


"Dia Dewi Can. Anda tidak


boleh sembarangan melihatnya."


ucap Cristian dengan tegas

__ADS_1


semenjak kemunculan Cantika


pertama keli didepan orang


banyak dan pengakuan jika gadis


ini adalah seorang Dewi banyak


sekali kaum laki-laki yang


menginginkan Cantika secara


terang-terangan.


"Pantas saja dia terlihat


berbeda ternyata dia adalah


seorang Dewi Can.... yang selama


ini terkenal kan kecantikan dan


kepintarannya." ucap Tabib istana


itu terlihat begitu mengagumi


Cantika membuat hati Raja


Vampire menjadi panas dan


akhirnya meninggalkan tempat ini


dengan membawa Cantika


bersamanya.


"Yang mulia mengapa kita


pergi tiba-tiba lagi, aku belum


selesai bicara dengan tabib itu,


siapa yang sedang jatuh cinta


sebenarnya?" ucap Cantika yang


masih penasaran.


"Tidak ada yang sedang jatuh


cinta kamu salah dengar saja."


ucap Cristian yang saat ini sengaja


mengelak karena tidak mungkin


untuk saat ini mengakui


kebenaran dari prediksi tabib


kerajaan yang biasanya selalu


tepat itu mungkin kali ini meleset.


"Tapi yang mulia aku tadi


mendengar dengan sangat jelas.


Selama ini pendengaran ku yang


cukup tajam tidak pernah salah."


ucap Cantika yang sangat yakin


dengan pendengarannya tadi.


"Kalau begitu mungkin Tabib


istana yang sedang sakit karena


bicaranya ngetantur." ucap


Cristian sangat malas membahas


hal ini sebenarnya tapi Cantika


kan semangkin banyak tanya jika


pertanyaannya dijawab.


"Bukannya tadi Tabib istana


terlihat sangat sehat ya. Atau


memang mungkin sakit kaum


Vampir memang sedikit aneh


seperti Raja Vampire saat ini yang


sepertinya aku yakin sedang sakit


dan tidak baik-baik saja karena


wajahnya tapak sangat kesal


dengan seven yang tidak jelas."


batin Cantika sangat ini yakin Raja


Vampire ini tidak sedang


baik-baik saja.


"Mengapa kamu menatap ku


dengan tatapan seperti itu, aku tau


pasti saat ini kamu telah mengakui


jika aku begitu tampan dan


mempesona." ucap Raja Vampir


dengan percaya diri.


"Tidak anda terlalu percaya


diri. Walaupun anda masuk


katagori Tampa tapi anda tidak


sempurna karena anda tidak


memiliki hati yang baik." ucap.


Cantika yang mampu membuat


Cristian berfikir seharusnya hal


itu, tidak bisa dikatakan


kekurangan tapi mengapa di mata


Cantika itu adalah kekurangan nya.


"Maksud Mu, aku ini masih


kurang baik setelah membiarkan


mu hidup dan menjadikan mu


pelayanan setia yang hanya boleh


melayaniku, kamu masih juga


tidak berterima kasih?" ucap


Cristian dengan sedikit kesal saat


ini karena dirinya yang selalu


tampil sempurna di mata wanita


manapun, tapi malah tidak


sempurna dimata gadis manusia

__ADS_1


mungil dan cantik ini.


__ADS_2