
"Kamu harus bertanggung
jawab, karena dirimu jantungku
tidak baik-baik saja." ucap
Cristian yang saat ini merasakan
kembali efek jantungnya yang
berdetak kencang padahal
sebelumnya tidak hanya saat
bersama Dewi Can saja ini bisa
terjadi. Tentu saja Cristian yang
merasa Cantika perlu di periksa
juga demi keamanan bersama.
"Yang mulia telah kembali,
pelayan perempuan mana yang
anda bawa?" ucap tabib istana ini
dengan heran. Tatapan tajam dari
Cristian akhirnya membuat tabib
laki-laki itu pun menunduk tidak
berani menatap wajah Raja
Vampire ataupun gadis pelayan
yang disukai oleh raja Vampir.
"Kenapa saat ini aku berada
di ruangan ini, apakah anda
seorang Tabib. Bisakah Anda
meminta Raja Vampir yang
mengandalkan ini untuk
menurunkan aku....," ucap Cantika
yang saat ini meminta bantuan
tabib yang sama sekali tidak
menanggapi ucapannya.
"Menurut bukti yang anda
bawa saat ini anda tidak
mengalami penyakit apapun tapi
yang mulia saat ini hanya sedang
jatuh cinta." ucap Tabib yang saat
ini menjelaskan masalah yang
terjadi pada Rajanya membuat
Cristian merasa tidak setuju
karena Cristian tidak boleh jatuh
cinta pada seorang manusia.
Cristian tidak ingin berbasib
malang seperti Ayahnya yang
menjadi bodoh karena gadis
manusia yang ternyata tidak
benar-benar mencintainya.
"Tidak mungkin kamu pasti
salah, jangan asal bicara." ucap
Cristian yang marah saat ini tetap
tidak menurunkan Cantika dari
pundaknya. Cantika merasa cukup
pusing dengan posisi terbalik.
seperti ini. Cantika yang terlalu
polos juga tidak paham dengan
apa yang sedang dibicarakan oleh
Tabib dan juga raja Vampir ini.
Tapi terlihat begitu serius yang
tidak Cantika sukai mengapa
dirinya juga harus ikut disini jika
kehadiran sama sekali tidak
dianggap.
"Yang mulia jika aku mati
karena pusing kamu akan berhenti
bersikap seenaknya padaku bukan
...," gumam Cantika dengan suara
pelan sengaja mengatakan hal ini
agar dirinya bisa turun dan tidak
terus dalam posisi yang
membuatnya pusing ini.
"Kamu bodoh ya..., Kamu ini
akan menjadi pelayan setiaku.
Kamu tidak boleh mati." ucap
Cristian yang benar saja saat ini
telah membenarkan posisi Cantika
tidak lagi di panggung
dipundaknya melainkan
diturunkan dengan hati-hati dan
dibiarkan duduk di kursi Yanga
dan dibelakangnya.
"Aku selamat, mengapa aku
tidak dari tadi mengatakan ini.
Ternyata Raja Vampire ini takut
aku mati karena darahku akan
kering nanti tentu tidak bisa
digunakan lagi olehnya setelah itu
." Batin Cantika yang berfikir jika
__ADS_1
raja Vampir ini hanya takut tidak
bisa meminum darahnya lagi jika
Cantika mati.
"Apa yang kamu perhatikan
Tabib. Jika masih menyayangi
hidup mu kamu tidak boleh
menatapnya dia milikku, dia
pelayan ku." ucap Cristian yang
sebenarnya sangat ingin
mengatakan jika Cantika adalah
Ratu dalam hatinya tapi Cristian
tidak ingin membuat Tabib ini tau
tentang perasaannya yang
sebenarnya.
"Maaf atas kelancaran hamba
yang mulia hamba hanya ingin
mastikan sesuai sepertinya ada
aroma yang janggal pada
pelayanan ini." ucap Tabib istana
yang saat berpengalaman itu
sudah bisa menebak jika gadis
pelayan yang datang bersama
Rajanya ibu bukan Bangsa vempir
murni atau pun bangsa Vampir
campuran.
"Jangan asal bicara. Aku lebih
tau dan lebih berilmu kamu
sengaja ingin menggodanya
bukan?" ucap Cristian dengan
marah menatap tajam seakan
ingin menguliti Tabib kerajaan ini
saat ini juga dengan mata merah
setajam laser itu.
"Tidak yang mulia Raja,
hamba hanya mengkhawatirkan
dia adalah seorang penyup yang
menyamar yang bisa saja melukai
anda." ucap Tabib istana tersebut
membuat Cantika tidak bisa diam
saja saat dirinya dituh akan ini.
Faktanya disini bukan Raja
Vampir yang akan dicelakai tapi
Cantika yang merasa Raja
berulang kali mengurung dan
melukai perasaannya tidak jarang
sangat sering membuat Cantika
menangis karena merasa kesal
tidak bisa pulang keduniaannya.
"Anda jangan asal bicara,
disini aku yang telah menjadi
korban karena masalah kalian
berdua. Aku sendiri bahkan tidak
paham anda berdua sedang
membicarakan apa. Oh iya tentang
jatuh cinta tadi sebenarnya siapa
yang jatuh cinta dengan siapa.
Mengapa diriku harus digotong,
layaknya buronan di tepat ini?"
ucap Cantika yang saat ini
mengatakan tentang pertanyaan
yang tadi hanya ada dalam
kepalanya saja.
Cantika bisa mengerti ucapan
dari yang mulia raja Vampir dan
Tabib yang sedang berkomunikasi
dalam batin ini sangat terkejut
dan membuat tabib kerajaan ini
penasaran dengan perempuan
yang terlihat sangat dilindungi
oleh Raja Vampire dan bahkan
mungkin dicintai oleh raja Vampir
ini.
"Saya pikir anda diam karena
tidak bisa mendengar percakapan
kamu..., Nyatanya gadis pelayan
kamu menang bukan Vampir
biasa...," ucap Tabib tersebut. Hal
ini membuat Cristian tersenyum
kecil karena Tabib sepertinya
tidak curiga lagi soal Cantika yang
berbeda.
"Dia Dewi Can. Anda tidak
boleh sembarangan melihatnya."
ucap Cristian dengan tegas
__ADS_1
semenjak kemunculan Cantika
pertama keli didepan orang
banyak dan pengakuan jika gadis
ini adalah seorang Dewi banyak
sekali kaum laki-laki yang
menginginkan Cantika secara
terang-terangan.
"Pantas saja dia terlihat
berbeda ternyata dia adalah
seorang Dewi Can.... yang selama
ini terkenal kan kecantikan dan
kepintarannya." ucap Tabib istana
itu terlihat begitu mengagumi
Cantika membuat hati Raja
Vampire menjadi panas dan
akhirnya meninggalkan tempat ini
dengan membawa Cantika
bersamanya.
"Yang mulia mengapa kita
pergi tiba-tiba lagi, aku belum
selesai bicara dengan tabib itu,
siapa yang sedang jatuh cinta
sebenarnya?" ucap Cantika yang
masih penasaran.
"Tidak ada yang sedang jatuh
cinta kamu salah dengar saja."
ucap Cristian yang saat ini sengaja
mengelak karena tidak mungkin
untuk saat ini mengakui
kebenaran dari prediksi tabib
kerajaan yang biasanya selalu
tepat itu mungkin kali ini meleset.
"Tapi yang mulia aku tadi
mendengar dengan sangat jelas.
Selama ini pendengaran ku yang
cukup tajam tidak pernah salah."
ucap Cantika yang sangat yakin
dengan pendengarannya tadi.
"Kalau begitu mungkin Tabib
istana yang sedang sakit karena
bicaranya ngetantur." ucap
Cristian sangat malas membahas
hal ini sebenarnya tapi Cantika
kan semangkin banyak tanya jika
pertanyaannya dijawab.
"Bukannya tadi Tabib istana
terlihat sangat sehat ya. Atau
memang mungkin sakit kaum
Vampir memang sedikit aneh
seperti Raja Vampire saat ini yang
sepertinya aku yakin sedang sakit
dan tidak baik-baik saja karena
wajahnya tapak sangat kesal
dengan seven yang tidak jelas."
batin Cantika sangat ini yakin Raja
Vampire ini tidak sedang
baik-baik saja.
"Mengapa kamu menatap ku
dengan tatapan seperti itu, aku tau
pasti saat ini kamu telah mengakui
jika aku begitu tampan dan
mempesona." ucap Raja Vampir
dengan percaya diri.
"Tidak anda terlalu percaya
diri. Walaupun anda masuk
katagori Tampa tapi anda tidak
sempurna karena anda tidak
memiliki hati yang baik." ucap.
Cantika yang mampu membuat
Cristian berfikir seharusnya hal
itu, tidak bisa dikatakan
kekurangan tapi mengapa di mata
Cantika itu adalah kekurangan nya.
"Maksud Mu, aku ini masih
kurang baik setelah membiarkan
mu hidup dan menjadikan mu
pelayanan setia yang hanya boleh
melayaniku, kamu masih juga
tidak berterima kasih?" ucap
Cristian dengan sedikit kesal saat
ini karena dirinya yang selalu
tampil sempurna di mata wanita
manapun, tapi malah tidak
sempurna dimata gadis manusia
__ADS_1
mungil dan cantik ini.