
...saat itu rehan pulang dan membawa seorang bayi laki-laki...
"revan!,lihat lah,anak ini...,anak wanita itu!" ujar rehan memperlihatkan bayi mungil yang masih di balut kain warna biru putih
"yakin ini anak ku?" tanya revan ragu
"ya...,hasil DNA kalian cocok,apa lagi yang perlu di ragukan,dia juga mirip dengan mu" tutur rehan
"dimana wanita yang sial itu?" tanya devan yang langsung mangamit bayi mungil itu
"aku mendengar terjadi kecelakaan di *****,tepat di depan rumah sakit,ada wanita hamil di dalam nya,mereka langsung melarikan nya ke dalam rumah sakit,aku menepi,karena mobil yang kecelakaan ini,tidak asing,sama seperti mobil wanita waktu itu,aku tak sempat melihat wajah nya karena sudah penuh darah,aku juga ikut masuk kedalam,akhirnya bayi ini berhasil keluar,setelah operasi.wajah nya mirip dengan mu,jadi ya aku tes DNA kan aja,dan hasil nya cocok sementara ibu nya....,mati karena pendarahan"tutur nya panjang lebar
"kasihan sekali...." lirih Aletta
...ya...,begitu lah asal usul kenzi yang masih teringat oleh revan,asal mula kenzi di rawat oleh ayahnya...
...revan pun melemparkan tubuh nya pada sofa...
"hay..." sapa ellia saat dia masuk kedalam ruang rawat kenzi
"hay..." balas revan
"apa dia sudah membaik" tanya ellia yang langsung berjalan menuju keponakan nya
"lumayan" jawab revan
kenzi vano ashandra
4 tahun
visual asli:
park do-hyuk
"lusa dia sudah boleh pulang" ellia menatap revan sekilas lalu fokus pada obat yang ia siapkan untuk kenzi
"benarkah?,kau tak membohongi ku kan?" tanya revan
"tentu,asalkan kau tak meninggalkan dia selama 2 hari ini" tutur ellia
"ah baiklah"
"aku pulang dulu kak rev,jaga kesehatan mu" ellia menutup pintu dengan perlahan
...kembali ke villa...
"astaga...,handphone tuan muda!" mata sky membulat saat ia masih mengamit ponsel devan."baik,aku akan mengantar nya kembali "sky membuka pintu perlahan
...tok!tok!tok!,satu ketukan masih tk terespon oleh devan...
...lagi dan lagi,sky mengetuk pintu,tapi tak ada respon sama sekali...
...sky memegang gagang pintu,lalu membuka nya perlahan...
glek..." astaga tuan muda...,selimut mu kenapa harus jatuh..."batin sky saat melihat tubuh berotot devan
"apa?" devan seketika menerjab lalu menatap sky tajam
"uhm..,handphone mu" sky meletakkan benda pipih itu di atas nakas,lalu berlari keluar
"dasar wanita" devan menggeleng sedikit
......malam rasanya berlalu cepat,para manusia berlalu lalang mengerjakan aktivitas mereka,matahari sudah tak malas untuk bangkit dan menyinari seisi dunia......
kenzi menerjab,lalu menatap ke arah kiri,arah sofa."papa..."panggil nya
"iya sayang?,ada apa?" tanya revan
"ken bosan" keluh nya sambil merubah posisi dan di bantu oleh revan
revan tersenyum tipis."baiklah,kita akan jalan jalan sebentar..."revan membantu putranya untuk turun
"papa...,kenapa di sekolah ken dipanggil anak piatu?" tanya kenzi polos
"um?,siapa yang berani berkata seperti itu pada mu?" tanya revan
"teman teman...,mereka bilang ken ga punya mama kaya mereka...,ken punya mama kan pa?"tanya nya lagi
revan tersenyum." tentu kau punya mama!,suatu saat,papa akan membawa mama pada mu"revan mengangkat putra kecil nya
"janji?" tanya nya
"janji" jawab revan.
"astaga...,bagaimana ini?,gadis incaran ku saja tidak dekat dengan ku!,aku harus mencoba apa pun itu untuk ken!" batin revan
"ken?,kak rev?kok keluar?" tanya ellia
"aunty el" kenzi melebarkan tangan nya,tanda ia ingin di gendong oleh ellia
ellia menyambut hangat keponakan nya itu."hai sayang...,apa semalam tidur mu nyenyak?"tanya ellia pada anak kecil yang ada pada dekapan nya saat ini
...kenzi mengangguk...
"oh ya,kak,kau boleh mendata administrasi sekarang,ken sudah bisa pulang" kata ellia
"uhm?,benarkah?,baiklah,ken papa pergi sebentar ya" revan mengelus rambut kenzi lalu melenggang keluar
__ADS_1
"aduh,kan jadi berantakan!" keluh nya sembari merapikan rambut nya.dan ellia hanya terkekeh
"sst!" seseorang menekan perut bagian kiri ellia
"kya!,hantu!" pekik kenzi dan ellia bersamaan
"ku menangis...."ujar Aletta sok dramatis
" aunty al!"gerutu kenzi sambil mengelus dada nya
"ouhc,maaf sayang,aunty ga sengaja.." Aletta mengambil kenzi dari dekapan ellia."sayang,dimana papa mu?"tanya Aletta
"mengisi administrasi" jawab nya
"apa kau tak sabar ingin pulang?"tanya Aletta
" ahhh,3 minggu aku disini!,aku mau pulang!"ucap nya tegas
"kau tahu tidak?,bahwa kau...,punya tante baru!"kata Aletta sambil mencubit pipi kenzi
" ken punya aunty lagi?,apa dia tidak sejelek dirimu?"tanya kenzi nakal
"astaga anak ini!,aku tidak akan memberikan mu milkshake buatan ku lagi!" Aletta menurunkan kenzi dari gendongan nya lalu mendekat pada ellia
"ahhhh!,aku nangis ini!"ancam kenzi
" nangis lah"kata Aletta yang mengira semua hanya ancaman
"hwa!,aunty el!" rengek nya pada ellia
"astaga kalian ini!" lerai ellia.
"sudah sudah!,semua nya kembali ke bangsal!" ellia menarik kenzi dan disusul Aletta
...kembali ke villa...
"tuan muda..." panggil sky
"apa?" jawab devan datar
"a-apa aku bo-boleh ke kantor,untuk melihat k-keadaan?" tanya nya sedikit gugup saat melihat mata tajam devan
"tidak!" bentak devan kasar
sky berdecak."kau memang monster!"pekik nya
...plang!,sebuah gelas kaca terlempar tepat di depan nya...
"apa kata mu?" tanya devan datar
sky menelan salivanya."aku tidak bicara apa pun!,kau salah dengar!"elak nya lalu segera berlari ke kamar
...dikamar.......
"kurasa akhir akhir ini aku menguras banyak tenaga...,aduh!,kepala ku!" sky memegang jidat nya lalu berjalan terhuyung menuju kasur."tenang kan diri mu sebentar....,baru kau tahan menjalankan hidup bersama monster itu"gumam nya."dimana orang lain menikah,mereka akan romantis romantisan,sedangkan aku?,huh!,aku malah dijadikan babu oleh nya!"gerutu gadis itu
...devan memantau nya dari kamera pengaman...
"hehe,gadisi ini...." kekeh nya dengan suara bariton yang khas
...waktu berjalan sedikit lambat,membuat gadis ini mengeluh,hingga terlelap...
"sky!,makan!" panggil devan.namun tak terespon
...devan pun kembali ke lantai 2 sesekali menggerutu kesal...
"hey,ma-kan" ucap nya sedikit tergantung saat melihat sky tidur di ranjang dengan posisi yang ntah bagaimana lah itu,selimut nya pun jatuh,tapi satu yang membuat devan terdiam,yaitu kaos dongker yang ia(sky) keenakan terangkat membuat devan harus melihat perut mulus gadis kecil nya ini."ck!,godaan apa lagi ini tuhan!"gumamnya sembari menutup tubuh kecil itu dengan selimut
...tapi,dalam hitungan detik,tangan kecil mencengkram tangan nya,rasa nya tangan itu bergetar kuat dan rasa nya dingin...
"apa apaan ini?,kenapa tangan nya dingin?,dan kenapa dia pucat?" batin devan.lalu meletakkan tangan nya di atas kening sky.
mata nya membulat."hah?!,panas hari begini dia bisa sedingin ini?"
"ssstt.." desis sky yang tengah menggigil
pluk...pluk...."ky,bangun ky!".devan menepuk pipi sky untuk membangun kan nya
"uhmmm.." gumam gadis yang masih di alam bawah sadar
"bi Nur!" pekik devan
"ah,ya tuan muda?" tanya bi Nur
"ambil kompres!" titah nya
"baik tuan muda!"
"dingin...." racau nya
...devan mengambil selimut tebal,lalu ia bentang di atas tubuh sky,dia juga menutup jendela dan menaikan suhu ruangan...
"ellia..." mata devan membulat kala mengingat saudari nya itu.ia merogoh ponsel nya lalu mencari kontak ellia.
"tuan muda?" tanya ellia dari sebrang sana
"ke villa sekarang!" ucap devan datar lalu mematikan panggilan secara sepihak
...satu jam devan menunggu,dan akhirnya adik sepupu nya tiba...
"lama!" gerutu devan saat membulat pintu
__ADS_1
"astaga tuan muda...,jarak villa mu dari RS itu jauh!" ellia mengayunkan langkah nya menuju kamar sky."sky yang sakit kan?"tanya ellia,dan devan hanya menggumam."badan nya dingin dan bergetar hebat,juga pucat,apa aku salah?"tanya ellia dan devan menggeleng datar
...ellia membuka pintu perlahan lalu mendekati sky...
ellia mengukur suhu tubuh sky."15°c?!,apakah malaikat Izrail bercanda?!"mata ellia membulat
"ada apa?" tanya devan datar
"uhm,ini suhu nya..." ellia memberikan termometer pada devan dengan tangan yang sedikit bergetar
"lakukan sebisa mu" ujar devan dingin lalu pergi keluar dari sana
...ellia lalu mengambil infus juga selang dan jarum nya,lalu menusuk nya perlahan pada tangan kiri sky.(ellia udah hafal letak urat nya)...
"aku sudah meng-infus sky,juga sudah menyuntikkan beberapa obat obatan....,sisa nya,ku serahkan tanggung jawab ini pada mu,tuan muda...." ellia menunduk."atur pola makan nya,dia tidak boleh makan makanan laut,juga,ku mohon jaga suhu ruangan nya lebih dari 25° c.."
"kau berani memerintah ku?" Devan memicingkan matanya
"tentu tidak!,aku ini dokter,pasien ku tidak sedikit tuan muda....,jarak rumah sakit dan villa juga terlalu jauh!,aku tidak bisa 24 jam berada di sisiNya,ku mohon pada mu..." ujar nya lirih
"aku tetap tidak mau"
"hanya mengatur pola makan dan suhu ruangan!,ayolah!" rayu ellia dengan wajah memelas
"tidak" tolak nya
"huh...,baiklah,aku tidak akan pernah kembali datang kemari,jika semua orang disini sakit!" ancam nya lalu melenggang keluar
"kau berani mengancam ku!" bentak devan
"tentu tidak!,aku hanya memohon pada mu untuk menyelamatkan satu nyawa saja,dan itu juga mudah!,jika terus begini,aku tidak akan pernah mengobati sky lagi,akan ku biarkan dia menghembuskan nafas terakhir nya agar dia tidak sakit,dan agar dia tidak hidup dengan iblis tak memiliki jiwa manusiawi seperti dirimu "pekik nya
...mata devan membulat,seketika tubuh nya lemas,bahkan untuk berdiri saja ia tak bisa,sementara ellia sudah pergi...
" akau memang bukan manusia!"devan meraup kasar wajah nya lalu masuk ke dalam
"ssst" desis sky
"kau belum makan,makan lah sedikit..." ujar Devan saat melihat mata sky terbuka
"ngga" tolak nya
"ky,lakukan lah selagi aku sabar!" ujar Devan lalu memperbaiki posisi sky dan menyuapi nya makanan
"kau seperti nya banyak masalah" ucap sky saat melihat wajah devan tengah berantakan
"sedikit urusan perusahaan" ucapnya
"oh" jawab sky ingin meraih infus nya dan membuka nya sedikit,namun dengan cepat di tahan devan
"jangan membuat ku kehabisan kesabaran ky.." ujar nya
"hm..."
"makan sendiri,aku tidak punya waktu untuk menyuapi mu" kata devan sedikit malas lalu beranjak pergi
...devan berdiri di balkon,menatap ke arah laut lepas,membuat angin menerpa wajah nya...
...namun telepon nya berdering,devan pun meraih ponsel nya dari dalam saku celana nya...
"ada apa?" tanya nya pada orang di sebrang sana
"kau bersenang-senang semalam?" tanya seorang pria dari sebrang sana
"ck,aku saja tidak menyentuh nya,payah!" maki devan dengan suara bariton khas nya
"ouh ya?" goda orang itu
"ck!,Alvian sialan!,mana data kakak ipar mu!" gerutunya
"ouh oke.skylar allyah Andrea,lahir di Manila,Filipina,tanggal 17 bulan 1 tahun 1999,nama ibu kandung nya Laila alifa andrea,meninggal pada tahun ****(masih rahasia),dan ayah nya menikah kedua kali di tahun itu juga,2 bulan setelah menduda.perekonomian keluarga nya memang baik,tapi tidak ada yang dipegang oleh nya,kakak ipar setuju menikah dengan mu,karena kau membantu nya balas dendam,dan menarik kembali perusahaan ibu nya.kakak ipar sekolah di *********,dan di biaya kan oleh 3 sahabat nya,kakak ipar memiliki penyakit di tubuh nya,ku sarankan untuk tidak pernah membuat nya lelah,kakak ipar juga pernah mengalami trauma,tapi entah apa penyebab nya,intinya kau jangan membentak atau mengasari nya,kakak ipar takut dengan suara suara keras,seperti petir,tembakan,dan lainnya,menurut ku kau harus merubah sikap mu,Untuk nya "jelas alvian panjang lebar
" hmmm,terimakasih"kata Devan."selidiki juga penyebab trauma nya "
"baik,saya mengerti!"
"hm,bagus" jawab nya singkat lalu mematikan telpon secara sepihak.
"menurut ku memang aku terlalu keras pada nya" gumam devan.sembari mencari kontak ellia
"apa lagi?!" bentak ellia saat telpon tersambung
"uhm,aku minta maaf,aku sudah mengubah keputusan ku" ucap nya tampak merasa bersalah
"anak baik..." ellia menggulung senyum nya
devan terkekeh."aku bukan anak kecil lagi el..."
"iya iya" ellia memutar bola matanya
"oh ya,makanan kesukaan ky apa?" tanya devan
"uhm...,ayam,apa pun jenis makanan,kalo ayam dia suka,asal jangan pedas" jelas ellia
"ah?,baiklah Terima kasih" jawab devan
"tunggu...,apa kau tertarik pada kakak ipar ku?" goda ellia
"ehmm...,-anu" devan menatap sekitar
"tuan muda?,apa kau tertarik pada nya?" goda nya lagi
__ADS_1
"ellia!,aku bicarakan nanti,aku akan pulang ke mansion!"
bersambung.....