
"kamu siapa?,ngurus hidup orang?!" bunda Alvian menjambak rambut Aletta
...Alvian dengan sigap dan bersusah payah akhirnya bisa melepaskan tarikan dari bunda nya...
"alvian!,untuk apa kamu membawa orang luar ke mari!" bunda nya menunjuk ke arah Aletta
"saya bukan orang luar,saya adalah...,pacar,calon istri,juga ibu dari anak nya kelak,saya jodoh dari pria bernama...,alvian reza ashkara" entah mengapa kata kata itu terucapkan dari mulut nya
"mana mungkin anak ku menikahi wanita rendahan seperti mu" bunda nya tampak menyeringai
Aletta tersenyum simpul."nyonya,jaga sikap anda,saya bisa saja membuat Anda menghilang dari rumah sakit ini,kalau saya mau,mungkin hilang dari Dunia ini" kata nya yang dilanjutkan oleh kekehan yang terdengar sadis
"emang kamu siapa?,yang punya rumah sakit ini?" tanya bunda nya dengan penuh kesombongan
"tentu...,tidak,tapi..." Aletta tersenyum kebelakang bunda alvian
"apa?" bunda nya menatap kebelakang
"bukan dia,tapi saya" Devan berjalan dengan satu tangan di saku nya dan satu lagi memutar sebuah pen
"kakak!" Aletta langsung menyerbu ke arah devan
"kakak?" gumam bunda alvian
"alvian,bukan nya sekarang kau ada di kantor,kenapa sekarang kau di sini?" tanya devan
...Alvian menunjuk ke arah Aletta dengan wajah polos...
devan memijat pangkal hidung nya."pergilah pulang bersama al,sebelum itu,bereskan tua bangka ini"ucap nya dingin
"sip" alvian dengan cepat menarik bunda nya yang di bantu Aletta,dan pergi ke luar rumah sakit
"ku bilang juga apa" Aletta memegang tangan bunda alvian dengan sangat erat
"sebenarnya siapa kau?!" bunda alvian merasa jengkel
Aletta memberikan senyum tipis nya tapi nampak menyeramkan dan mata yang dingin."ingat nyonya,marga ku,ashandra,camkan itu Baik baik"Aletta menekankan kata "ashandra" dalam kalimat
"a-apa?" mata bunda alvian membulat
"kan,ga percaya sih,sama ian" alvian melepas tangan bunda nya,tak terasa mereka sudah sampai di luar rumah sakit
disisi sky
"kau lupa minum obat lagi?" dokter ellia merasa jengkel dengan pasien nya satu ini
"obat yang kau berikan pahit" cetus sky
"sudah lah,aku lelah mengatasi mu" dokter ellia mengibaskan tangan nya
"Terima kasih dokter lili!" Biancha menarik sky ke luar ruangan
"iya sama sama,oh iya,acha!,katakan pada langit,jangan lupa minum obat!" teriak nya
"ya lili.." jawab biancha
......sepasang gadis itu pun menghilang dari mata dokter ellia......
"sudah waktunya pulang,aku akan mengantar mu,bagaimana?" tawar biancha
"seperti biasa,y-" sky mengingat devan
"ya?" biancha memastikan
"ada orang yang menunggu ku..." gumam sky
"oh ya?,di mana dia?" biancha celengak celenguk
"ntah lah,ayo bantu langit cari" sky berjalan duluan
...tak lama,ia menabrak tubuh tegap dari pria yang ia cari...
"ugh!" ringis nya.sky menatap kesal kepada orang di depan nya,dan mata nya membulat."lagi?,ayolah!"sky merasa jengkel,sudah berkali-kali bertemu devan,dengan cara yang sama
...biancha menarik lengan sky...
"s-sky...,kau,kau tau laki laki itu siapa?" biancha terdengar khawatir
"dia?,dia devan" cetus sky
...biancha menepuk jidat nya...
"dasar cacing,cepat pulang!" devan langsung menarik sky
"ah,i-iya,sabar dulu!,ih!" sky mencoba melepas cekalan devan.dia menatap biancha yang sedang kebingungan,"itu..,acha!,aku pulang dulu,sampai jumpa!"teriak sky
...biancha masih tertegun,melambaikan tangan nya,dan masih tak percaya,dia membiarkan langit nya pergi di bawa oleh seorang bangsawan yang sangat di kagumi para wanita di kota nya,dan mereka tampak akrab...
"memang takdir baik berpihak pada orang baik ya,ngit" batin biancha,ia tersenyum simpul menampilkan deretan rapi gigi nya
...beberapa menit berlalu,Devan dan sky tiba di mansion milik sky...
"uhmm...,Terima kasih..." sky berjalan di belakang devan
"ya" jawab nya dengan wajah datar.devan pun teringat dengan hal yang ingin ia tanya kan dari tadi."omong omong,mengapa kau merahasiakan bahwa kau kerumah sakit untuk pemeriksaan?"devan menatap nya dengan sorot mata tajam
"b-bagaimana monster ini tahu...,semoga dia tidak mengatakan pada orang tua ku" batin sky
"tuli?" devan masih menatap nya dengan sorot mata tajam
"itu..,dev-ah,maksud ku tuan muda...,e-ehm,kau bertanya ya bertanya saja...,jangan menatap ku tajam seperti itu...,dan..." sky menarik nafas nya."dari mana kau tahu?"sky berbisik dengan tatapan nyalang
devan menekan pipi sky."heh,jangan menatap ku seperti itu,mengerti?,dan dari mana aku tahu?,itu tidak penting,jawab saja pertanyaan ku!"devan menekan dengan keras pipi sky
sky menepis kasar tangan nya."aku akan menjawab pertanyaan mu jika kau menjawab pertanyaan ku"sky mencengkram lengan devan
"sungguh keras kepala,gadis ini lebih menyebalkan dari al" batin devan.
"uhm,baiklah...,aku tahu karena...,aku pemilik rumah sakit itu" bisik devan di telinga sky
"a-apa?" sky melompat kaget
"aku sudah menjawab,sekarang kau" kata devan
"baiklah...,kehidupan di keluarga ku tidak terlalu baik,aku selalu menjadi alat pelampiasan mereka,terutama kakak dan ibu tiri ku,ayah ku juga tidak peduli akan hal itu,aku sakit saja mereka terkadang tidak tahu,jika mereka tahu aku sakit,mereka akan lebih Mudah menindas ku,dan,perusahaan ibu kandung ku jatuh di tangan yang salah,itu salah satunya,satu lagi...,jika aku mengadu,akses uang ku akan di tutup,dan aku tidak dapat membiayai pengobatan,kau tau tuan,perjodohan ini saja paksaan"jelas sky panjang lebar
"kau mengatakan nya tanpa luka" kata Devan
"untuk apa aku terluka?,kan mengatakan hal kecil saja" kata sky polos
"penderitaan gadis ini lebih besar ya?,jangan devan,jangan,jangan bertanya lebih" batin devan
"kenapa?" sky menghamburkan lamunan devan
"tidak...,oh ya,kita buat kesepakatan saja,bagaimana?" devan menaikan alis nya dengan wajah datar
"kesepakatan?" gumam sky
"ya,aku menolong mu,kau menolong ku,bagaimana?" tawar devan
"cara nya?" tanya sky
__ADS_1
"Terima perjodohan ini" devan menekankan kata "perjodohan" dalam kalimat
"tidak mungkin aku menikah dengan monster seperti mu!?" sky menjaga jarak nya
"siapa monster?" devan menatap sky nyalang
"eh,tidak ada.." sky merasa merinding
"Terima saja,kau akan hidup dengan aman dan tak akan ada yang berani mengganggu mu" devan menatap sky
"bagaimana mungkin?"
"tenang lah,kau akan berada di bawah pihak ashandra group" devan meninggalkan sky
"hah?,a-apa,apa kata mu?" sky masih terperanjat,siapa yang tidak tahu ashandra group,sebuah perusahaan ternama di kota ini
"ya..,jadi?" devan menghentikan langkah nya
"baiklah...,aku ingin melaksanakan hidup dengan aman,tapi kau berjanji bahwa aku akan hidup tenang jika bersama mu,tuan muda?" tanya sky memastikan
"ya" devan kembali berjalan
" tunggu!"sky mengehentikan langkah nya
...devan menggumam...
"jadi,cara aku menyelamatkan mu?" tanya sky
"aku selalu berada di bawah tekanan,orang tua ku selalu saja mendesak ku untuk menikah,sampai sampai aku di jodohkan,juga kau menjadi alat balas dendam ku,ya..,setelah ku bilang alat,kau akan menolak kan?" devan menatap nya dengan kecewa
"apa apaan ini?"batin sky menatap nya devan raut wajah yang tak dapat diartikan.
" diperalat?,hal biasa"sky mendahului devan
"jadi kau setuju nona?" tanya Devan
"ya.." jawab sky
...mereka pun masuk kedalam mansion,yang ternyata sudah ditunggu oleh orang orang disana...
"mengapa lama sekali?" tanya aryen
"tidak penting" cetus devan
"Dev!" tegur alenne
"baiklah,kita lanjut kan kembali Musyawarah tadi" kata raka
...sky segera duduk di sebelah raka...
"papa,untuk apa berpura-pura berwibawa,tapi akting mu bagus,lho..." bisik sky dengan senyum smrik
raka langsung menarik sky."jaga sikap mu..."balas raka dengan tatapan nyalang
...sky hanya memutar bola mata malas...
"jadi...,pernikahan bagaimana yang kalian ingin kan?" tanya alenne
"rahasia,tidak menyelenggarakan pesta,besar mau pun kecil" devan menatap sky
"hah?,d-dev..,apa menurut mu,sky setuju?" aryen menatap sky
"aku setuju,sudah kami rencana kan di perjalanan" sky memberi kode pada devan
"u-uhmm,baik.." alenne mengangguk
"sudah di tetap kan,pernikahan minggu depan!" raka memukul meja
"papa!,jika rusak kau beli dengan uang mu sendiri!" tegur sky
" terserah padamu "cetus sky
...2 hari kemudian...
ting
//isi pesan//
Biancha:ayang ayang akuh!
ellia:acha bawel,ke intinya!
Biancha:ih!,nongki skuy!
sky:lagi nih cha?,dimana nih?
biancha:cafe..,eh,bar aja gimana?
ellia:acha!,yang ajarin siapa!?,lili ga mau...,kalo langit?
sky:uhmm...,langit sih ikut ikutan aja
ellia:galaksi cafe,aja,gimana?
biancha:boleh boleh
sky:jam berapa?
biancha:15:30 gitu lah..
ellia:sip
//kelar//
"ada ada aja makhluk ajaib ini" sky menatap jam tangan nya.
"jam 10?,masih pagi" batin nya tak menghiraukan
"sky!,ada tamu nih!,buatin minum dong!" teriak akara
"et dah,si singa ini...,bawel banget!" gerutu sky
...sky segera turun,sebelum ke dapur,ia menyempatkan untuk melihat tamu yang datang,dan mereka lah calon orang tua sky...
"dad?,mom?,kapan datang nya?" tanya sky
"eh,anak mommy sayang,mommy barusan datang tadi" Jawab alenne di tengah perbincangan nya
"uhm,jadi..,mommy sama daddy mau minum apa?" tanya sky
"sayang...,jangan merepotkan diri" kata aryen
"kok diam disitu,cepat ke dapur!" bentak akara
"iya iya,bentar!"sky meninggal kan para tamu
//dapur//
"sial!,mommy sama daddy belum jawab!" sky menendang kitchen set.
"teh hangat bisa kali ya"batin nya
__ADS_1
...sky segera berkutat dengan beberapa alat dapur hanya untuk membuat 2 cangkir teh...
" jadi "sky menghembuskan nafas lega
" heh,cacing sialan,buat gitu doang lama!"rose menjewer sky
"ibu!"sky segera menepis tangan ibu nya
...gadis 23 tahun ini berjalan ke ruang tamu,Untuk mengantarkan teh tersebut...
" jangan repot repot sayang..."kata alenne
"mommy..,ini udah kewajiban sky buat melayani tamu" sky tersenyum simpul
//visual//
alenne zhere ashandra
47 tahun
visual asli:
gina sari selvina
aryen vier ashandra
48 tahun
visual asli:
kim jay
rose andrea
42 tahun
visual asli:
kim hye yoon
raka Yudi andrea
46 tahun
visual asli:
mile phakpum
//:')//
"anak mommy ga repot kan?"
"mommy...,ngga kok.." sky membungkuk lalu segera beranjak dari ruang tamu
...gadis berusia 23 tahun ini berjalan menaiki satu demi satu anak tangga...
...kakak tiri nya,akara.berjalan turun,tepat saat berpapasan pada sky...
"sejak kapan kau akrab dengan tamu tamu itu,sampai memanggil mereka mommy daddy?,kau tau mereka siapa?" akara menghentikan langkah nya
"aku tidak tau identitas mereka,intinya,mereka ada calon mertua ku,cam kan itu" sky kembali melangkah
"hah?,jangan berharap terlalu tinggi pada hal itu,mereka termasuk keluarga bangsawan,mana mungkin memilih diri mu" ledek akara
"aku tidak peduli,terserah pada mu" cibir nya
...kedua nya kembali pada tujuan masing masing...
...***...
...sky duduk di depan computer nya,untuk melaksanakan kelas online,(btw sky s-2)...
...tap...tap...tap......
...terdengar suara langkah kaki dari depan kamar sky...
"tidak perlu mengetuk,masuk saja" sky tak menatap ke pintu
...kriet...,pintu terbuka sedikit...
"uhm?,d-dev,eh-..,tuan,tuan muda...,a-anu..,duduk lah di sana..." sky mempersilahkan devan duduk di kursi yang lumayan jauh dari tempat ia belajar
"sedang apa kau?" devan menatap nya dingin
"sedang kelas,jangan mengganggu ku" sky masih fokus pada computer nya
"butuh bantuan?" tawar Devan
"ng-ngga...,duduk saja disana.." sky canggung
"apa kau gagap?" Devan menatap nya dingin
"ngga!,tuan muda,jangan bicara pada ku!,kelas akan segera di mulai!" sky mengerutkan ujung bibir nya
"baiklah..,ini..,mommy menyuruh ku membawa bawaan tangan untuk mu" Devan meletakkan bag belanjaan di atas meja
"ah?,i-iya...,Terima kasih tuan muda" sky tersenyum manis
"jangan tersenyum,payah!" devan menepis wajah mungil yang menatap nya barusan
"ah..,t-tuan muda...,ini sakit!" sky memegang pipi nya
...devan tak mengubris hal itu,dan segera duduk tanpa sepatah kata pun...
"apa salahnya aku tersenyum,lagi pula aku terlihat cantik" gumam nya
"kau terlalu cantik saat tersenyum!,ingin menggoda atau mau apa?" batin devan
......30 menit sky sibuk pada computer nya......
"jika bosan,kau boleh turun" sky menatap sekilas devan lalu kembali fokus pada computer nya
"ga" devan sibuk dengan ponsel nya
...tak lama,benda pipih milik sky berdering,ntah siapa yang menelpon di jam 11 ini...
"acha?,untuk apa dia menelpon?" gumam sky
"hey,cacing,fokus pada kelas mu,jangan melihat ponsel!" tegur devan
...sky menatap nya sekilas,lalu meletakkan jari telunjuk di bibir mungil nya...
"cha?" sky mengangkat telfon itu
"langit,udah makan?,minum obat nya udah?" tanya biancha dari seberang telfon
__ADS_1
"makan?" sky menatap jam."astaga!"ia menepuk jidat nya
bersambung.....