Gadis Pemikat Om Daddy

Gadis Pemikat Om Daddy
Bab 2


__ADS_3

"Ada tempat yang ingin Anda kunjungi sebelum saya mengantar Anda pulang ke rumah, Nona?" tanya Willy seakan bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh wanita itu. Karena Zayn sudah mewanti wanti dirinya dan memberikan sebuah alamat padanya. Willy pun memperlambat laju kendaraannya supaya saat Asya berubah pikiran, ia bisa segera memutar arah.


Sebenarnya Asya ingin sekali mengunjungi makam ibunya, tapi ia lebih senang jika dapat pergi bersama dengan daddynya. Karena itu dia mengurungkan niatnya untuk pergi sendiri.


"Ehm...tidak! Sebaiknya aku langsung pulang saja! Badanku sudah pegal terlalu lama duduk di pesawat!" ucapnya lagi.


Meski Zayn memiliki pesawat jet pribadi, tapi Asya tidak mau. Dia lebih suka menggunakan penerbangan komersil walaupun harus berbaur dengan penumpang lainnya.


Willy menurut, ia pun kembali melajukan mobilnya untuk mengantarkan Asya ke kediaman Zayn.


Setibanya di rumah Zayn, lagi lagi Asya dibuat terpesona. Rumah dengan gaya minimalis tapi tidak meninggalkan kesan mewah dan elegan itu sangat memikat mata.


"Hmm, selera daddy bagus juga!" gumam Asya memberi pujian pada rumah Zayn padahal Asya baru saja menginjakkan kaki di teras rumah itu. Sementara Willy sudah meninggalkannya sendiri dan kembali ke kantor.


Ketika berjalan masuk ke dalam rumah, pujian itu makin nyata di indra pendengaran.

__ADS_1


"Whoaa...ini sih istana bukan rumah!" ucap Asya seraya berdecak kagum.


Tapi Asya tidak tau kalau sebenarnya rumah ini dibangun berdasarkan rancangannya.


Asya tidak ingat sewaktu kecil dia pernah iseng menggambar sketsa rumah dan diberikan pada ibunya. Dari sketsa itulah rumah milik Zayn ini dibangun.


Di rumah ini tidak ada siapapun selain Zayn dan kini bertambah satu penghuninya yaitu Asya.


Asya hanya berjalan melihat ke ruang tamu saja lalu naik ke lantai dua menuju kamarnya. Karena rasa lelahnya, ia memutuskan untuk berwisata menjelajahi rumah Zayn setelah ia bangun dari tidurnya.


Asya membersihkan tubuhnya sebelum ia benar benar merebahkan diri di ranjang.


Sementara itu Willy sudah sampai di kantor dan melaporkan hasil kerjanya pada Zayn.


"Bagaimana? Apa anak itu sudah kembali ke rumah atau dia malah keluyuran gak jelas?" tanya Zayn, pemilik suara bariton itu penuh selidik.

__ADS_1


Zayn bisa menebak dan mengira ngira pasti Allesya menjadi wanita yang menerapkan gaya hidup bebas seperti kebanyakan orang di luar negeri.


Banyak dari mereka yang memutuskan hidup bersama tanpa adanya ikatan pernikahan dan terkadang mereka bisa berganti pasangan sesuka mereka.


"Nona Allesya langsung pulang ke rumah, Pak! Katanya dia cukup kelelahan karena perjalanan udara yang memakan waktu cukup lama!" lapor Willy.


Tapi itu hanya ada dalam pemikiran Zayn karena ternyata tidak semua orang mau menerapkan kehidupan bebas yang seperti itu. Dan salah satunya adalah Allesya.


Allesya selalu memegang amanat sang ibu yang memintanya menjadi wanita baik baik karena hal itu sudah sangat susah didapatkan di zaman yang serba bebas ini.


Setelah pekerjaannya selesai, Zayn memutuskan kembali ke rumah seperti biasa.


Tapi hari ini berbeda dengan biasanya. Hari ini ada orang lain yang juga akan mendiami rumahnya selama beberapa waktu ke depan.


Dan Zayn agaknya tidak begitu senang dengan kehadiran Allesya.

__ADS_1


Bukan tanpa alasan dia tidak suka pada Allesya, semua itu karena Zayn menganggap Allesya lah yang menjadi penyebab kecelakaan pada Laura, istri yang amat sangat dicintainya.


"Aku ingin dia pergi secepatnya dari rumahku!"


__ADS_2