
Hari-hariku sangat membosankan, Orang seperti diriku kau bisa menemukannya di manapun kau beranda. Sampai aku bertemu dengannya, entah kenapa kehidupanku berubah sederastis ini ?.
Di pagi hari, adik kecilku membangunkanku Pagi-pagi untuk siap-siap berangkat sekolah.
"Kakak... Bangun... Ooiii... sudah pagi lho. Kakak mau berangkat sekolah kan ?" kata adikku membangunkanku.
"emm..... 5 menit lagi..." balasku malas bangun.
Karena kesal, adikku langsung menarik selimutku memaksa untuk membangunkanku.
"KAKAK !!!!. BANGUUNN !!!!!" teriak adikku membangunkanku.
Setelah mandi dan merapikan buku di tas dan mengenakan seragam, aku memegang roti pagiku yang di siapkan oleh kakak Perempuanku dan langsung berangkat.
"Dek Nisa dan Kakak aku berangkat duluan yaa" kataku sambil memasang sepatu di depan pintu.
"kamu tidak sarapan dulu ?" tanya kakakku.
Aku mengangkat rotiku memperlihatkannya lalu keluar.
"hati-hati di jalaaaannn..." kata adikku saat aku pergi.
Matahari terbit begitu terang, suasana yang begitu hangat, dan angin pagi yang menghembus dengan nyamannya. Aku jalan kaki menuju ke sekolahku karena sekolahku begitu dekat dengan rumahku. Aku melihat ke arah langit dan meratapi diriku.
Haaahhh.... Kehidupanku sangat membosankan yaa ?.
setiap hari hanya begitu-begitu terus dan tidak ada yang menarik....
Aku hanya berharap semoga kehidupanku seperti di kehidupan para peran utama di cerita Noveltoon...
Tapi.....
Hehe... mana mungkin...
Sampai di sekolah, teman-temanku menyapaku seperti biasanya, aku duduk di bangkuku seperti biasanya sambil menggantung switer yang aku kenakan.
Aku membaca Novel kesukaanku yang judulnya Gadis Angin Malam sebelum para guru datang. Novelnya sangat menarik apalagi Pemeran utamanya yang mempunyai kehidupan yang tidak biasa. Benar-benar kehidupan yang di impikan oleh semua orang.
Enaknya... jadi ingin mempunyai kehiduan seperti karakter utama ini...
Lonceng Sekolah jam pertama sekolah berbunyi, aku membereskan Novelku dan mengeluarkan buku mata pelajaranku untuk bersiap belajar. Tetapi... sesuatu yang membuatku terkejut adalah Walikelasku yang bukan mata pelajarannya masuk ke dalam kelas dan memberi informasi pada kami.
Lah... kayaknya ada yang melanggar lagi nih....
Sepertinya si orang gede dan cewe berandalan itu berulah lagi....
"Anak-anak di mohon untuk kediamannya sejenak, hari ini kita kedatangan murid pergantian pelajar dari Denmark tepatnya di daerah Greenland. Jane, Please Introduce yourself" kata Wali kelasku.
Lah Greenland ?.
Jauh banget.....
kenapa orang Grennland boro-boro mau ke negeri yang panasnya kek Kuah Indomie Soto seperti ini ?.
Apa mereka bosan dengan hawa dingin di sana ?
Its Joking....
Tiba-tiba, seorang murid berpenampilan aneh dengan mengenakan Pakean sekolah kami masuk ke dalam kelas kami.
Rambutnya terurai berwarna putih seputih Awan dan bulu beruang kutub....
Kulitnya putih seputih salju....
Bulu matanya tebal dan putih......
Warna matanya merah semerah buah Leci......
Dia sangat cantik sampai membuat semua seisi kelas terdiam melihat dirinya. Dia menghadap kearah kami sambil menundukkan kepala sejenak lalu memperkenalkan diri.
Heheee... Heroine Novel Noveltoon banget....
"Hello everyone. My name is Cahya Jane Watson, I live in Denmar Greenland, I study in Greenland Excellent School, in that area it is so cold that we don't wear School uniforms to enter but wear coats, scarves and jackets (hello semuanya. Namaku Cahya Jane Watson, aku tinggal di Denmar Greenland, aku sekolah di Sekolah Unggulan Greenland, di daerah sana sangat dingin sampai kami tidak memakai seragam sekolah untuk masuk tapi menggenakan mantel, Syal, dan Jiket)" kata perempuan itu.
Sebagian dari kami bingung untuk menanggapinya dan sebagian juga mengerti apa yang di katakan gadis itu.
Kalian mungkin berpikir, aku memahami apa yang dia katakan Bukan ?.
Jujur saja, aku tidak memahaminya dan kedepannya aku tidak mungkin terlibat dengannya....
"Ok Jane, Welcome to the School. for the next few days, I hope your enjoy to Studying together with your new Friends (Ok Jane, selamat datang di sekolah barumu. Untuk beberapa hari kedepan, Semoga kau betah untuk belajar bersama dengan teman-teman barumu)" kata walikelasku
"Thankyou Sir"
"go to that empty seat please and enjoy your lesson (pergilah ke bangku kosong itu dan nikmati pelajaranmu)" balas Walikelasku.
Padahal aku tidak mau terlibat dengannya tapi, takdir berkata lain dan membuatku dekat dengannya. Dia duduk tepat di depanku padahal aku tidak mau mencolok. Sementara pelajaran, dia sangat pendiam dan aurahnya sangat dingin. Dia begitu fokus dalam pembelajarannya. Saat guru bertanya
__ADS_1
"apakah Jane memahaminya ?".
Dia mengangguk seolah paham dengan penjelasan guru.
Padahal para guru menggunakan sebagian bahasa Inggris dan kebanyakan menggunakan bahasa Indonesia lho.
Gadis ini sangat Aneh...
Di Jam Istirahat, tidak banyak murid yang mengajaknya bicara karena sangat sulit mengajaknya bicara. Lalu sepertinya dia tidak mau di dekati oleh siapapun. Sampai salah satu murid Tertampan dan terpintar di kelas kami mendekatinya dan berbicara padanya. Kenal saja namanya Sanjaya.
"Excuse me, can I talk to you ?"
Jane melihat Sanjaya lalu berbicara dengan menggunakan bahasa Greenland padanya sampai mental Pria itu kena dan tidak bisa berbicara lagi.
Semua orang menertawainya dan itu membuat pria itu sedikit kesal. Bahkan, aku harus menyembunyikan wajahki untuk tertawa. Namun karena perilaku gadis itu, ia di beri gelar sebagai Snow Queen.
Hari-hari telah berlalu dan tidak ada yang berani berbicara dengannya. Begitupun denganku, ini semakin membuatku Enneg karena perilakunya.
Padahal tinggal ku abaikan saja tapi, tetap tidak bisa.....
Karena aku.. Membenci kepalsuan....
Saat Tip-X nya jatuh dan agak jauh darinya, tidak ada orang yang mengambilkannya. Mungkin karena sikapnya yang terlalu dingin sehingga orang menjauh padanya. Dengan memberanikan diri, aku berdiri dari mejaku lalu mengambilkan tip-X itu sambil menaruhnya di mejanya.
"Jangan malu untuk minta bantuan padaku, kita ini tetangga bangku, sebaiknya cobalah untuk meminta bantuanku" kataku padanya dengan menggunakan bahasa Indonesia.
"Can you Speak English ? (apakah kau bisa berbahasa Inggrish ?)" tanya gadis itu padaku.
"mana kutahu, aku ini orang Indonesia. Cobalah untuk terbuka pada orang lain, jangan menyendiri" balasku jengkel padanya.
Aku duduk kembali di bangkuku dan hal yang memebuatku terkejut saat melihatnya dari belakang adalah telingannya memerah sangat jelas sekali.
"Thanks...." kata Jane walau membelakangiku.
Awalnya aku kaget.
Aku kan sedang mengejeknya ?
Kenapa malah berterima kasih padaku ?.
Aku kembali fokus ke buku pelajaran dan memperhatikan guru yang menjelaskan.
...*****...
Sore hari akhirnya tiba. Setelah bermain bola, aku menuju ke kelas mengambil barang-barangku tetapi aku melihat gadis itu masih duduk di bangkunya. Seperti dia menunggu seseorang. Saat dia melihatku, dia menunduk dengan tatapan yang sedikit mengalihkan wajah dariku sambil tersipu malu.
Namun dia diam saja tidak menanggapi perkataanku.
*Yaa wajarlah orang nggak ngerti bahasa Indonesia kok... *
"aku minta maaf soal yang tadi tapi, itu demi dirimu agar kau mampu berbicara dengan yang lainnya juga" lanjut kataku padanya.
Aku mengambil tasku lalu meninggalkanya. Namun tiba-tiba dia berbicara padaku.
"Wait...."
Aku berhenti dan melihat kearahnya.
"What ?"
"What's your Name ?" tanyanya padaku.
"Jaka... Jaka Khaidir..." balasku padanya.
Awalnya kami diam canggung setelah itu. tetapi, seketika aku spontan berbicara karena baru-baru ini aku belajar percakapan bhs. Inggris
"And You ?. What is your name ?" tanyaku padanya.
Dia menanggapinya sambil menahan tawa. Jujur saja, aku baru meihat ekspresi wajahnya yang ini ternyata...
Sangat cantik.... Tapi Ngeselin...
"kalau begitu aku pulang dulu. Kau tertawa membuktikan kau tidak apa-apa"
Baru saja aku mau pergi, tiba-tiba dia berbicara
"Namaku Cahya Jane Watson. Orang akrab memanggilku Jane. Salam kenal, Jaka"
Seketika aku sangat terkejut karena dia menggunakan bahasa Indonesia.
"K..k..ka..kau pake bahasa Indonesia !!!?" tanyaku terkejut.
"iya, sebenarnya aku pintar bahasa Indonesia kok. Aku blasteran Indonesia dan Greenland. Makanya namaku di beri nama Cahya agar kesan Indonesianya nggak hilang. Walaupun aku terlahir Albino" balas Jane sambil tersenyum.
Bahaya... aku melihat sesuatu yang langkah...
Aku berani bertaruh...
__ADS_1
Di kelas ini belum ada yang melihat Senyuman yang manis dan sangat indah dari Jane yang aku lihat saat ini....
Senyumannya itu sempat menghipnotisku sampai aku menampar pipiku sendiri....
"ngomong-ngomong, selama ini aku tidak pernah mendengarmu berbicara bahasa Indonesia bahkan ke orang lain. Apa ada alasan tertentu ?" tanyaku padanya.
Dia berjalan dan duduk di salah satu meja sambil mengayung-ayungkan kakinya.
"waktu pertama mendarat ke Indonesia, aku mengenakan pakaian yang agak tipis karena sangat panas. Dan ternyata, itu membuatku jadi bahan perhatian pada orang lain. Apalagi, aku ini Albino dan memakai Payung. takut kulitku terbakar sinar matahari. Kebanyakan mereka berbicara padaku, minta foto padaku, bahkan ada yang mau dekat dan memaksaku memberikan kontak hingga aku sangat risih. Makanya aku sedikit menutup diri.. karena... aku ingin menjalani kehidupanku dengan tenang di sini" balas Perempuan itu curhat padaku.
Setelah curhat seperti itu padaku, aku berjalan kearah pintu dan dia turun dari meja lalu berdiri.
"Aku tidak bermaksud buruk kok. Aku bicara denganmu karena, kau berani langsung menggunakan bahasa Indonesia. Walau agak kasar, tapi niatmu sangat baik kepadaku..."
Aku menghentikan langkahku di dekat Pintu lalu berkata padanya.
"Boleh aku memanggilmu Cahya ?"
"kenapa ?"
"karena aku ingin lebih mengenalmu. Aku ingin selama kau menjadi siswa pertukaran pelajar mendapatkan kesan di daerah kami. Aku ingin, kau menikmati waktu belajarmu di sini. Tampa memaksakan diri, lakukan sesukamu Cahya"
Setelah mengatakan itu, Aku melihat ke arah Jane. Dan dia sedikit tersipu malu.
Perasaan kata-kataku padanya aman deh...
Tapi tunggu dulu, tatapan itu padaku ?.
heh, mana mungkin ?. Anggap saja aku halu seperti itu...
hal yang seperti itu cuma terjadi di Noveltoon...
Jane mengelus lengannya sambil menggesekkan kedua lututnya satu sama lain dan berkata padaku.
"Apa tidak apa-apa aku menggunakan Bahasa Indonesia ?. mereka tidak akan risih padaku ?"
"tidak akan, buktinya mereka sebenarnya memperhatikanmu dan ingin bicara padamu kok"
"bagaimana kalau ada yang menggosipiku dari belakang ?"
"abaikan saja, itu adalah hal yang lumrah di setiap manusia"
"Bagaimana kalau ada yang mengejekku karena selama ini aku bersikap dingin pada mereka ?"
"maka aku akan menghentikannya dan menjelasakan yang sebenarnya pada mereka"
"bagaimana kalau ada yang membulliku setelah ini ?"
"maka aku yang akan melindungimu"
"kenapa... kau seantusias itu padaku ?"
Sebelumnya aku berani menjawab pertanyaannya kecuali yang ini. Bahkan aku bertanya pada diriku sendiri.
Kenapa aku antusias seperti itu padanya ?.
"Kenapa ?" tanyanya padaku.
Setelah mendapatkan alasannya, Aku kembali mendekatinya dan menatap langsung kearah matanya.
"bukankah sudah jelas ?. karena aku ini temanmu, dan aku juga adalah tetangga sebangkumu" balasku padanya.
Dia tetap melihat kearahku mematung tampa mengatakan apa-apa Dan aku melihat kearah matanya.
"Ternyata benar, matamu memang seperti Buah Leci"
"Heh ?"
Aku melihat ke arah Jendela dan matahari semakin tenggelam.
"Wah bahaya !!!!, aku belum beli perlengkapan makanan yang di suruh sama Kakak. Cahya, aku pulang dulu yaa ?. Hari semakin gelap. Besok, kita bicara sama-sama lagi" kataku dan pergi meninggalkannya.
Sore itu aku berlari sambil menggenggam tasku. Hatiku berdetak kencang menahan rasa malu setelah bicara dengan Cahya.
Bahaya... Apa-apaan itu tadi ?.
kenapa sikapku malah sok sekali seperti pemeran utama ?.
Haaahhh.... Aku sangat malu, tadi Alay sekali sumpah...
Tapi... tidak buruk juga....
...*****...
Facebook : HackBae
Instagram : hackbae2022
__ADS_1