Gadis Sedingin Salju

Gadis Sedingin Salju
Chapter 3 : Sepertinya, Aku jatuh Cinta


__ADS_3

Malam hari telah tiba, setelah makan dengan Kakak dan Adikku, aku langsung mencuci piringku dan kekamar


"Kakak nggak mau nonton ?. Goku Shipuden udah mau tayang di Global7 lho kak" kata Nisa mengingatkanku.


"Maaf yaa dek, Kakak sibuk. aku langsung mau langsung istirahat saja" balasku padanya.


Aku berbaring di kasurku dan langsung buka Hp sambil chek Line Cahya. Jujur saja, awalnya aku gugup karena nggak tahu menanggapinya dengan apa. Tetapi, aku langsung menyapanya sambil menggunakan Sticer line.


"Hy Cahya..."


"Aku Jaka, apa aku mengganggu ?"


Dia membalasnya dengan emot tertawa lalu berkata padaku.


"sudah lama aku tidak ngomong lagi denganmu. Apa kabar ?. kok nggak pernah bicara denganku lagi sih ?"


"mau bagaimana lagi, kamu sudah mempunyai banyak teman bahkan kebanyakan perempuan. Orang akan berpikir hal lain tentangmu kalau aku dekat denganmu"


Tiba-tiba aku sangat terkejut saat mendengarkan balasannya


"Sudah kuduga kau akan berkata seperti itu Jaka"


"apa maksudmu ?"


"dari awal aku menyadari, kau tidak ingin mencolok tapi karenaku kamu malah menjadi bahan cerita dari orang-orang. Makanya di samping kau membersihkan namaku dari orang-orang yang menggosipiku, aku mendekati semua orang di kelas. Karena aku tidak mau karenaku kau menjadi terganggu"


Luar biasa....


Perempuan ini berpikir hal seperti itu padahal aku tidak memikirkannya sama sekali.....


Setelah membaca Chatnya, aku langsung membalasnya*.*


"Aku tidak kepikiran soal itu kok. Malahan, ini adalah hal yang wajar. Karena, aku bukanlah siapa-siapa dan hanya tetangga sebangkumu. Tidak lebih..."


Menulis perkataan ini membuatku menyesali suatu hal.


*Memangnya apa yang aku harapkan ?. *


selama ini kehidupanku cukup normal tapi entah kenapa setelah gadis ini datang, semuanya sangat resah bagiku.....


"Siapa yang berkata seperti itu ?" tanyanya padaku lewat Chat.


"aku sendiri"


Setelah membalas perkataannya, dia tidak membalas Chatku dengan waktu yang cukup lama hingga membuatku sempat memainkan game Cland of Clash.


Tapi tiba-tiba, dia mengirimkanku sebuah Video. Saat membukannya, aku sangat terkejut ia merekam dirinya sambil baring di kasur menggunakan kemeja tidur sedikit terbuka melihat ke arah kamera.


"You are my Best Friend Forever in Indonesia camkan itu Jaka.... Karenamu, aku bisa membuka hatiku lagi pada siapapun sehingga tak ada yang perlu tersakiti dan tersinggung lagi.... Karenamu aku bisa bebas berbicara dengan siapapun tampa mencurigai satu sama lain... Aku melihatmu saat itu kau membelaku di hadapan orang-orang yang menceritakanku dari belakang... Aku terharu... saking tidak kuatnya aku lari saat kau melihat kearahku.... Karenamu, aku bisa bahagia dan tidak takut di Negara ini.... Aku sangat berterima kasih padamu Jaka.... Karena itu tidak akan kubiarkan kebaikanmu sia-sia, Thank you so much" kata Cahya di video itu.


Selama ini aku salah paham....


Aku kira dia menangis saat itu dan aku berbuat kesalahan....


Ternyata... aku malah membuatnya berterima kasih padaku....

__ADS_1


Bahaya... apa-apaan ini ?.


Hatiku tidak bisa berhenti berdetak dan perasaanku rasanya ingin meledak seketika....


Sepertinya, aku jatuh cinta pada Cahya....


"ngomong-ngomong sekali-kali panggil aku di kelas dong. Cuma kamu lho yang memanggilku Cahya. Kalau yang lain memanggilku Jane aja sih" kata Cahya menambahkan Chat.


"baiklah, terima kasih banyak. Tapi, Kok bisa ?"


"Agar aku langsung tahu bahwa kaulah yang memanggilku Cahya... cuma kamu..."


Ini Cewe imut banget sih....


"besok libur Jaka. Mau temani aku keliling jalan-jalan nggak ?" kata Cahya menawarkan diri.


"bisa kok. kita ketemunya dimana ?"


"di tengah kota dekat bundaran aja, aku menunggumu di samping monument"


"baiklah, besok jam 10:00"


Dan Cahya membalasnya dengan Sticer Line Ok.


Bukankah Ini lebih bahaya lagi ?


"TIBA-TIBA KENCAN BESOK, GIMANA CERITANYAAAA !!!!??" teriakku di kamar.


Kakakku menendang pintu dan marah


"KAMU JANGAN TERIAK-TERIAK NAPA !!?. TETANGGA BISA MARAH TAHU !!!!" kata kakakku marah.


...                                                                                     ****...


Ke'esokan harinya aku menunggu Cahya di dekat monument. Walau dia yang berkata ingin menungguku, tapi aku berangkat duluan karena terlalu gugup. Tiba-tiba, seseorang menunjuk pipiku dengan keras.


"Ping Pong... kena kau..." kata perempuan yang menunjuk Pipiku.


Aku melihat kearahnya dan ternyata itu Cahya sambil menggunakan topi untuk berlindung dari terik matahari.


"Hy Jaka, maaf yaa membuatmu menunggu lama" kata Cahya sambil tersenyum.


"aah... tidak apa-apa kok. Ngomong-ngomong, baru kali ini aku melihatmu menggunakan pakean biasa. Gaun itu sangat cocok denganmu"


"te.. terima kasih..." balasnya sambil tersipu malu.


Kode merah again.... dia sangat imut tersipu malu....


"kalau begitu, aku langsung ajak jalan-jalan aja yaa ?. yakin nih kuat jalan ?" tanyaku pada Cahya.


"kuat dong. Sekalipun aku Albino, tenagaku kuat lho tidak selemah albino lainnya"


"waahh ternyata sudah terbiasa dengan hawa Indonesia yaa ?. Kebayang nih kalau ke Greenland kembali pasti langsung menggigil"


Perkataanku itu tiba-tiba membuat Cahya syok karena baru menyadari hal itu.

__ADS_1


"yang itu belakangan deh di pikirin. hari ini, aku akan membawamu keliling dengan puas"


"I.. Iya..." balasnya dengan nada yang tidak semangat.


Hari itu aku membawanya ke taman Bunga yang dekat dari sana, sepertinya dia sangat menikmatinya. Aku membawanya ke pasar khas Indonesia banget karena kalau Mall atau Mini market pasti sudah lumrah bagi Cahya.


Lalu aku membawanya ke Café kucing dan sepertinya Cahya sangat menikmatinya. Terakhir aku membawanya ke warung angkringan Sop Saudara dan dia sepertinya sangat menikmati makanannya.


"Makanan di sini enak banget.... di tambah lagi supnya hangat, beda kalau di Greenland sih di biarkan sejenak langsung dingin" kata Cahya menikmati makanannya.


"makanlah selagi bisa karena kalau sampai di Greenland lagi, kamu tidak akan bisa mendapatkan cita rasa ini lagi"


Kami berdua menikmati makanan itu tapi tiba-tiba, Sanjaya dan kawanannya datang ke Angkringan itu sambil melihat kami.


"Jane, apa yang kau lakukan di sini ?" tanya Sanjaya pada Jane.


Padahal aku sudah panik melihat mereka. Sanjaya terlihat terkejut dan teman lainnya Miko dan Dane beserta kawanan Dane melihat ke arahku dengan tatapan Risih. Cahya malah dengan santainya sambil menggigit daging dia mengangkat sendoknya


"aku lagi jalan-jalan dengan Jaka, kami tadi keliling sambil kencan membahagiakan sekali..."


Sanjaya semakin terkejut dan memegangi pundakku.


"Jaka, hubunganmu dengan Jane sebenarnya apa ?" tanya Sanjaya padaku.


"Cahya dan aku Cuma Sahabat kok, kami akrab karena tetangga bangku soalnya"


"kau memanggilnya Cahya ?. Bisa-bisa Jane risih lho. Kamu tidak dengar dia biasanya di panggil Jane dengan kenalannya ?" tanya Sanjaya sedikit kesal.


"tidak apa-apa kok. Dari awal saat ngomong dia yang meminta padaku agar dia memanggilku Cahya" balas Cahya


"Apa ?" kata Sanjaya mengeraskan genggamannya di pundakku.


"adudududuuduu.... Sakit Sanjaya" balasku menjerit kesakitan.


"kalau begitu bisa aku memanggilmu Cahya ?" tanya Miko pada Cahya.


"tidak boleh, Jaka itu Spesial makanya kubiarkan dia memanggilku seperti itu. Agar aku mengenalinya cuma Jaka yang memanggilku seperti itu" balas Cahya sambil menggigit dagingnya.


Dane menarikku dengan Miko sambil meminta izin pada Cahya.


"aku mengambil Jaka dulu, aku ingin berbicara hal penting padanya boleh kan ?" tanya Dane pada Cahya.


"Tapi..." kata Cahya yang sedikit curiga.


"nggak apaa-apa kok Jane, Jaka aman kok. Aku juga mau bicara dengannya soalnya. Kalian berdua berbicaralah dulu selagi menunggu kami" lanjut Miko.


"Baiklah, Jaka jangan lama-lama yaa ?" kata Cahya sambil melambaikan sendoknya.


"baiklah, segera semuanya akan selesai kok" balasku padanya.


Jujur saja, hari itu aku sangat gugup karena Miko dan Dane itu adalah berandalan di kelas yang kumaksud sebelumnya. Malahan dia yang paling kuat di angkatan kami. Mana dia bawa kawanannya lagi.


Sepertinya.... tamatlah riwayatku.....


...                                                                                        ****...

__ADS_1


Facebook : HackBae


Instagram : hackbae2022


__ADS_2