Gadis Sedingin Salju

Gadis Sedingin Salju
Chapter 5 : Situasi yang membingungkan


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, Cahya sudah semakin lama menjadi Siswa pertukaran pelajar di Indonesia. Di ujian akhir semester akan menjadi hari akhir Cahya tinggal di Indonesia. Tinggal beberapa hari lagi, Cahya akan meninggalkan daerah ini.


Hari ini kami melakukan pelajaran Olahraga di gedung Olahraga. Hal yang mengejutkan adalah Cahya benar-benar tidak seperti Albino lainnya. Staminanya kuat, dia memainkan Folly Ball bersama dengan teman-temannya. Dia bahkan memberikan pukulan Smash yang sangat keras sampai orang sungkan untuk membalas Smashnya.


Seluruh perempuan yang melihatnya kagum dengan skill Cahya. berbeda dengan Cowo bejat lainnya yang melihat ke sisi lain Cahya.


"Kau lihat Dadanya itu gundal gandul"


"Bahkan bokongnya terlihat sexy dan kencang"


"waahh... dia yang keringat terlihat Merangsang banget"


Aku dan Sanjaya menegur mereka karena sudah berlebihan.


"Ooii, ini sudah berlebihan" kata Sanjaya


"Dasar Cowo Mesum, kalau ***** liat bok*p aja sono di situs Kucing Poi" lanjutku menegur.


Awalnya mereka kesal dan melihat kearah kami. Tapi, semuanya ketakutan karena di belakang kami ada Dane yang terliht lebih marah dan menakutkan


"Ma... maafkan kami !!!!" balas mereka sambil bersujud.


Namun yang lebih bangga adalah aku dan Sanjaya karena di sujuti.


"Haahhhh... dasar pria bodoh" kata Miko risih.


"Hahahaha...." balas Cahya tertawa.


Dane memegang Pundakku lalu mengajukan jempol padaku.


"selama kau mendukung Sanjaya, aku berada di pihakmu dan aku akan melindungimu"


Mendengar perkataan Dane, aku teringat tentang Cahya yang mempunyai orang yang ia Cintai. aku melepaskan genggamannya dan melihat kearahnya.


"dari awal aku tidak mendukung kalian lho. Aku hanya bilang, aku tidak punya hubungan apa-apa dengan Cahya selain persahabatan. Urusan perasaan Cahya adalah urusannya sendiri, aku tidak ada sangkut pautnya" balasku padanya.


Sanjaya menatapku dengan serius, lalu menarikku.


"Jaka, kita bicara sebentar di tempat lain"


Kami berdua membeli minuman kalengan di kantin dan saat meninggalkan tempat itu, tiba-tiba Sanjaya berkata


"aku akan mengakui perasaanku pada Cahya"


"Heh ?" kataku terkejut.


Untung aja aku belum meminum minumanku....


Kalau tidak, tak semprotin wajah Sanjaya...


"iya akan ku akui. Selama ini kami sudah semakin dekat, dan aku mengakrabkan diri dengannya dan selalu membantunya bahkan sering juga jalan dengannya"


"apa kau yang mengajaknya ?"


"iya. Awalnya dia menolak sih tapi aku selalu mengambil alasan tentang kebutuhan kelas agar dia jalan bersamaku"


Aku akan blak-blakan kepada kalian para pembaca... 


Yah, ini adalah keadaan yang sangat bahaya dan bikin canggung.... 


Sanjaya ingin mengakui perasaannya tampa mengetahui yang sebenarnya tentang Cahya.... 


Sebelum terlambat, aku akan mengatakan padanya....


"sebenarnya, Cahya punya pria yang ia sukai lho"


"kamu maksudnya ?"


"bukanlah..."


"jadi aku dong ?"


"kepedean loe"


"jadi ?"

__ADS_1


Aku menghembuskan napas berat dan mencoba untuk tenang.


"lebih tepatnya ia menyukai pria lain. Waktu ia mengajakku kencan dulu, dia ingin memberitahukan siapa pria itu sebenarnya. Tetapi, aku berbuat kesalahan makanya dia tidak jadi memberitahukanku"


"sayang sekali. Tapi, aku akan tetap mengungkapkan perasaanku padanya"


"apa kau bodoh ?. pada akhirnya dia akan menolakmu lho"


"kalau dia menolakku, mau bagaimana lagi ?. Setidaknya aku sudah mengungkapkan perasaanku dan aku tidak terganggu lagi dengan perasaan yang menggantung ini"


Perkataan ketua kelas ini sangat puitis tapi ada benarnya juga. Dia benar-benar lebih Pria sejati di bandingkan aku. Walau pada akhirnya dia akan sakit hati setelah ini, tapi tidak semudah itu untuk menerima perasaan yang tertolak oleh seorang wanita.


Saat kembali, Guru Olahraga melihat kearah kami. Dan sepertinya, Dia agak jengkel.


"Akan ku beritahu Sanjaya, kau itu pria yang baik-baik. jangan terpengaruh dengan temanmu yang agak Badung"


"Maksudnya aku ?" tanyaku sambil menunjuk diriku.


"Siapa lagi kalau bukan kau. Sanjaya, bantu aku mengabsen teman-temanmu dulu. Jaka, kau ambil seluruh peralatan olahraga dan taro ke dalam ruangan alat olahraga"


"Baik Pak" kata Sanjaya lalu mengambil Absen.


"Heee.... aku sendirian pak ?" tanyaku dengan malas.


"kau mau berlari mengelilingi lepangan panas begini atau merapikan alat olahraga ?" ancam guru Olahraga.


"Cih, mau bagaimana lagi pak kalau begitu".


Aku merapikan Alat Olahraga dan memasukkan bola ke keranjang tempat bola. lalu tiba-tiba, Cahya membantuku.


"Sini aku bantu..."


"Tidak usah membantuku Cahya, aku bisa sendiri kok. Kelas sedang absen soalnya"


"aku tidak apa-apa kok, aku sudah titip absen dengan Miko"


"kamu itu wakil ketua kelas lho"


"ketuanya masih ada kok di sana"


*Mu bagaimana lagi, aku tidak pernah menang debat dengannya soalnya... *


Aku dan Cahya memasukkan alat Olahraga di gudang alat Olaraga. Tapi pada akhirnya, Cahya malah keliling dan aku yang merapikannya sendiri.


Bukannya sama aja dia tidak membantu kalau begini ?.


Membereskan alat Olahraga tidak segampang apa yang orang lihat. Karena seluruh Alat Olahraga di taro ke tempatnya masing-masing. setelah membereskan semuanya, aku menyapu keringat di badanku dengan tanganku.


"Sudah selesai ?"


"yaa tampamu.."


"Maa.. maaf, aku keterusan melihat sekitar" kata Cahya tersipu malu.


Aku berjalan ke arah pintu untuk membukanya karena terlalu pengap.


"tidak apa-apa sih. karena dari awal aku yang kena Huku..."tiba-tiba perkataanku berhenti saat tak bisa membuka pintunya.


Aku mencoba mendorongnya tapi tetap tidak bisa.


Bahaya nih...


Sepertinya Pak Guru mengunci pintunya tampa tahu kita ada di dalam...


"Ada apa Jaka ?"


"Sepertinya, kita kekunci..." kataku panik.


"HEEEEEE.... !!!!!" teriak Cahya kaget.


Cukup lama kami duduk di gudang itu karena tidak ada yang mampu mendengar kami. Begitu canggung karena kami saling menyandarkan diri satu sama lain.


"Bagaimana ini ?. apakah kita akan terus di sini ?" tanya Cahya panik.


"tidak akan. Sesegera mungkin, Sanjaya akan menemukan kita"

__ADS_1


"Kenapa ?"


Mendengarnya bertanya tiba-tiba aku mengatakannya begitu saja.


"Karena Sanjaya selama ini memperhatikanmu. Aku yakin dia akan sadar kau tidak ada dan akan mencarimu".


Dia diam sejenak setelah mendengarkan perkataanku itu. dia menundukkan kepala dengan reaksi yang agak sedih.


"Kenapa harus Sanjaya ?"


"Karena dia.. sangat menyukaimu Cahya" spontan aku mengatakannya begitu saja.


Kami canggung kembali setelah kami berbincang. Tak bisa diam dengan kondisi ini, aku akan mengatakan seadanya saja.


"Tenang saja, Sanjaya orangnya baik kok. Karena, belum tentu orang yang kau Cintai itu mencintaimu juga. Berbeda dengan Sanjaya, dia benar-benar tulus. Dia tampan, Cerdas, dan Sosialitas, kamu sangat cocok dengannya"


Namun setelah mengatakan itu, aku balik melihat kearahnya. Dia... mengeluarkan air mata sambil menahan tangisannya.


Kenapa ?


Apa aku membuat kesalahan lagi ?.


Lalu aku harus bagaimana menanggapi hal ini ?. 


Cahya menghapus air matanya dan berhadapan denganku sambil memegang pundakku lalu dia memegang Pipiku dengan wajahnya yang menggoda.


Heh ?. Heeehh ??.


HEEEEHHHHH.... !!!!!?


Ada apa ini ?


SITUASAI APA INI !!!!?


KENAPA TIBA-TIBA CAHYA MENDEKATKAN WAJAHNYA SEOLAH MAU MENCIUMKU !!!!.


DAN KENAPA AKU MALAH PASRAH DAN MENUTUP MATAA... !!!!!


Tiba-tiba pintu gudang terbuka dan posisi kami sangat ambigu karena Cahya menaiki diriku sambil memegang wajahku. Dane dan Miko yang melihatku bahkan sangat Syok.


Tiba-tiba, Cahya membenturkan jidatnya dengan keras ke jidatku dan berlari keluar.


"AUCK !!!!!" teriakku kesakitan.


"FINALLYYY !!!! I AM FREEEEE !!!!!!!" teriak Cahya keluar.


Aku menggosok jidatku dan berdiri mencoba menjelaskan ke mereka.


"Aku bisa jelaskan semuanya.. aduduuhh..."


"Dasar Sampah.. tidak tahu di untung yaa kamu" kata Miko dengan kesalnya.


Sanjaya yang baru datang setelah melapor melihat kondisiku sambil melhat-lihat ke dalam gudang.


"Lah, Cahya mana ?" tanya Sanjaya.


"tugasmu selesai Pahlawan kesiangan, dia sudah menuju ke ruangan ganti. Sini, ikut aku" kata Miko sambil menarik baju Sanjaya.


"Yaaa... padahal aku mau bersikap keren di hadapannya" balas Sanjaya sambil ditarik.


Baru saja aku mau keluar, tiba-tiba Dane mendorongku hingga merapat ke arah lemari alat olahraga sampai menyakiti punggungku karena terjepit oleh badan besar Dane dan lemari.


"Heee... akhirnya kau menunjukkan keaslianmu sialan" kataku mengejek Dane.


"Dari awal aku menahan emosiku dari mulut kotormu itu tapi, ini sudah berlebihan. Jauhi JANE SEKARANG !!!" bentak Dane.


Sepertinya....


Situasiku dalam berbahaya...


...                                                                                   ****...


Facebook : HackBae


Instagram : hackbae2022

__ADS_1


__ADS_2