
Hari itu, kerah bajuku di tarik dan aku di banting ke tebok oleh Dane. Aku mencoba melepaskan diri tapi, aku tidak bisa apa-apa.
"Sia-sia saja kau melepaskan diri dariku. Aku tidak akan menghajarmu tapi aku ingin berbicara denganmu"
"bisakah bicaranya yang santai saja ?. kalaupun kau menghajarku, kau akan sia-sia karena aku tidak akan melawan. Aku orangnya tidak suka berkelahi soalnya"
"Dane, lepaskan dia. Aku yang akan bicara dengannya" kata Miko padanya.
Dane melepaskanku dan aku merapikan kerah bajuku kembali dan Miko mendorong pundakku hingga menyentuh tembok.
"kalian ini hobby yaa mendorong orang ke tembok ?" tanyaku pada mereka.
"aku tidak peduli dan aku blak-blakan saja, Jauhi Jane. Biarkan Sanjaya mendekatinya. Dia 2x lebih pantas daripada kau di sisinya Jane" kata Miko padaku.
Perkataan itu sedikit membuatku tersinggung dan menatap kenyataan.
Yaa... sebenarnya apa yang dikatakan Miko itu benar....
Aku tidak pantas berada di sisi Cahya tapi....
aku adalah sahabatnya....
Yang memutuskan aku pantas atau tidak adalah Cahya, bukan mereka....
"terima kasih atas sarannya. Tapi jujur kok, aku tidak memiliki rasa dengan Jane. Dia adalah sahabatku, dia sering membantuku sebagai tetangga bangkuku. Tidak lebih dari itu. Adapun kencan ini, Jane lah yang merencanakannya. Dia ingin di ajak jalan-jalan. Mungkin di negeri luar sana, tidak seperti di sini. Kencan bagi mereka mungkin cumalah jalan-jalan tidak seperti kita bahwa Kencan adalah PDKT untuk pacaran" balasku kepada Miko.
Mendengar perkataanku tadi, Miko, Dane, dan kawanannya melihatku dengan tatapan aneh karena tak mampu mencerna perkataanku.
"Kepanjangan, bisa di singkat nggak ?" tanya Dane.
"kau ini blak-blakannya luar biasa melebihi diriku" balas Miko.
"tapi, aku memegang perkataanmu itu. Aku mohon, selama ini Sanjaya sangat baik padaku. Aku ingin membalas budi kepadanya" lanjut Miko menundukkan kepalanya.
"heh, kenapa ?"
"dulu kami adalah berandalan yang di kucilkan di kelas karena kami nakal, banyak yang tidak mau berbicara dengan kami. Tapi... saat Sanjaya mengulurkan tangan pada kami, kehidupan kami berubah dan dia memperkenalkan kami di dunia yang baru" kata Dane
"Sanjaya jatuh hati pada Jane saat pertama kali melihatnya. Makanya dia tidak sungkan saat itu memperkenalkan diri sekalipun di permalukan. Bahkan hari-hari selanjutnya dia berusaha mendekatinya, Jane seperti mengabaikannya" kata Miko menjelaskan
"dan setelah kau mendekatinya, Jane terlihat terbuka pada orang lain lagi. Namun, Sanjaya terlihat menyerah pada Jane. Sampai suatu ketika, Jane meminta maaf dengan tulus di hadapan Sanjaya. Dia kembali jatuh hati dan berusaha mendekatinya. Karena itulah, kumohon bantu kami" lanjut Dane membungkukkan badan.
Kalau karakter utama pasti dengan Naifnya menerima permintaan ini....
Tapi, dari awal aku bukanlah karakter utama....
"maafkan aku teman-teman. Sebenarnya, ini terserah dari Cahya sendiri. Dan coba pikirkan, tidak mungkin orang sepertiku di sukai olehnya. Dia itu cerdas, cantik, menawan, senyumannya sangat menggoda, pintar, aktif, sosialitas. Dia sangat tidak cocok padaku, dari awal aku hanyalah karakter sampingan. Maka aku yakin, Sanjaya pasti punya kesempatan. Karena Sanjaya sangat cocok dengan Cahya"
Aku malah merendahkan diriku di hadapan mereka....
Aku berharap mereka tidak tersenyum tapi....
mereka tersenyum dengan legah mendengarkan perkataanku....
****
Saat aku kembali, betapa sakitnya hatiku melihat mereka sangat berbahagia canda tawa bersama setelah makan.
Mungkin apa yang kukatakan sebelumnya memanglah benar...
Dari awal aku hanya menghalangi mereka....
__ADS_1
Cahya tertawa di dampingi oleh Sanjaya yang bercanda di sampingnya. Namun tiba-tiba, Cahya mengambil telepon di tasnya yang ternyata, dia menghubungiku.
"Halo Cahya, ada apa ?"
"makananku dah habis, apa kita jadi menuju ke tempat selanjutnya ?"
Aku diam sejenak lalu berkata padanya
"apa kau tidak mau berbicara lebih lama lagi dengan ketua kelas ?"
"Pembicaraan kami sudah selesai kok, aku menunggumu di sini Jaka. Segera datang yaa ?"
"ok aku akan menyusul"
Baru saja aku mau masuk tapi, Dane memegang pundakku. Aku balik ke arah mereka dan Miko tersenyum padaku.
"Kau pria sejati Jaka, terima kasih"
Jangan berkata seperti itu padaku...
Kau hanya mengatakannya karena kalian ingin suatu hal dariku....
Aku masuk ke dalam angkringan itu kembali dan membayar makanan Cahya denganku. Tapi tiba-tiba, Sanjaya mendekatkan diri padaku.
"maaf aku mencurigaimu, aku sudah mendengarkan yang sebenarnya dari Cahya"
"tidak apa-apa, Santuy aja"
Kami canggung sejenak bahkan Cahya seperti tidak mempedulikan kami dan langsung keluar menunggu sambil meminum teh botol Sosro.
Setelah menerima kembalian uangku, aku menepuk dada Sanjaya.
"kamu yang semangat yaa, jangan menyerah" kataku padanya.
Sanjaya akhirnya pergi meninggalkan kmi sedangkan aku masih saaj kepikiran dengan perkataan Dane dan Miko tadi. Hari semakin sore, kami melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai di taman lepangan. Aku menghentikan langkah kakiku dan itu membuat langkah Cahya berhenti.
"Ada apa Jaka ?"
"kita berpisah di sini yaa, aku mau ke minimarket dulu dan langsung pulang soalnya".
Lalu kami diam sambil berhadapan. Aku menunggu kata-kata dari Cahya tapi, sesuatu yang tidak kuharapkan keluar dari mulutnya.
"kamu sama Miko ngapain tadi ?"
"tidak apa-apa kok, lagi ngobrol biasa aja"
"kamu sengaja kan mendekatkanku dengan Sanjaya ?"
Aku terkejut saat dia mengatakan hal itu. Aku menghindari kontak matanya lalu berkata padanya.
"ti.. tidak kok. Aku hanya bicara dengan Miko tadi. Kami kadang akrab soalnya kalau di luar sekolah"
"Pembohong..."
Aku berhenti berbicara saat kata singkat padat dan jelas itu keluar dari mulutnya.
Aku memang payah dalam berbohong....
Selama ini, aku memang tidak pandai berbohong.....
Cahya menghela nafas berat dan membuang botolnya di tempat sampah.
__ADS_1
"Jaka, aku menyukai seseorang" kata Cahya membuatku terkejut.
"Siapa ?"
"aku tidak mau bilang dulu karena kau membohongiku. Padahal hari ini aku ingin curhat tentang dia padamu"
Dia sudah berani jujur padaku, maka aku tak perlu berbohong lagi padanya....
"Maaf, sebenarnya Dane menjauhiku dari kalian dan memberikan kesempatan untuk Sanjaya berbicara denganmu"
Benar-benar aku yang terburuk.....
Seharusnya aku tak perlu membohongi Cahya.....
Dia sudah menganggapku sahabat, tapi aku malah mengecewakan dirinya....
Tiba-tiba dia menepuk jidatku dengan keras.
"Auck !!!. sakit Cahya"
"itu hukumanmu. Kalau berbuat kesalahan lain kali lagi, aku akan mengurangi kepercayaanku padamu satu kali lagi" kata Cahya sambil tersenyum.
"sekarang bagaimana tingkatanku kalau begitu ?"
"karena kau sudah berbohong maka aku akan merahasiakan orang yang kucintai itu. Kalau kau mengecewakanku lagi, maka aku tidak akan mempercayaimu lagi"
"maafkan aku Cahya"
Cahya memegang tanganku dan tersenyum padaku.
"tidak apa-apa kok. Jaka adalah sahabat terbaikku. Lain kali jangan lakukan itu yaa ?"
"iya, aku janji Cahya" balasku padanya.
Dan akhirnya kami berpisah di taman lepangan itu.
****
Malam hari tiba, aku berbaring di kasurku dan jujur saja aku kepikiran dengan pria yang di sukai oleh Cahya ini
Sebenarnya siapa dia ?.
Pantas saja dia menolak beberapa pria selama ini....
Ternyata, ia menaruh perasaan kepada orang lain ?
Saat membayangkan itu, Line dari Cahya masuk. Dan dia mengirimkan foto kami berdua saat jalan-jalan tadi dengan editan yang imut di tempelkan di foto tersebut. Selanjutnya dia mengirimkan pesan padaku
"senang rasanya kencan dengan Jaka, lain kali kita lakukan lagi yaa ?. Aku akan memenuhi kenanganku di Indonesia ini sebelum berangkan ke Greenland lagi"
Sepertinya aku menghawatirkan sesuatu hal yang percuma
"yaa, aku akan membawamu ketempat yang menarik lainnya setelah ini"
Percakapan kami berakhir di sana. Siapapun orang yang di sukai oleh Cahya, aku akan mendukungnya. Sebagai sahabat yang baik di harapkan oleh Cahya, aku tidak boleh terbawa perasaan.
Aku akan memberinya kenangan indah di sini agar saat sampai di Greenland, ia akan menceritakan pengalamannya dengan orang yang ia cintai.
...****...
Facebook : HackBae
__ADS_1
Instagram : hackbar2022