
Setelah mengatakan itu padanya, Jaka terlihat syok dan menundukkan kepala. Dan setelah lama tidak berbicara, Jaka berkata padaku.
"hari itu, aku ingin sekali menyalahkanmu karenamu aku cacat seperti ini"
perkataannya itu sedikit mengecewakanku sampai dia melanjutkan perkataannya.
"tapi, aku tak pernah menyesal menolongmu. Karena seandainya aku tak menolongmu saat itu, mungkin kamu tidak akan hidup sampai sekarang"
Jantungku langsung bergetar hebat dan membuat perasaanku tidak karuan.
Apa-apaan ini ?
tidak mungkin aku sejatuh cinta ini pada Jaka....
kenapa perasaanku meluap pada Jaka melebihi perasaanku pada Sanjaya ?
"ada apa Miko ?. kau sakit ?. wajahmu memerah sekali" katanya sambil memegang jidatku.
aku terkejut sampai menampar tangannya.
"JA... JANGAN SENTUH AKUU... !!!!" bentakku spontan.
"lah kok ngamok ?. Padahal aku mencoba perhatian lho"
"A..aa.. aku tak butuh perhatian. Aaa.. aku akan pulang sekarang, Daahh...." kataku padanya dan langsung pergi.
"Oo.. ooiii..." balasnya padaku.
aku tak mempedulikannya lagi dan langsung pergi.
Duuuhh.... memalukan banget sih....
Aku kira dia akan membenciku tapi dia malah membalasnya seperti itu....
Gimana caranya Muff On kalau Cinta pertamaku malah mengatakan hal seperti itu ?
...****...
Di malam hari aku selalu memikirkannya. Senang sekali, akhirnya aku bisa baikan padanya dan kami bisa bertemu lagi. Besok mungkin aku harus berusaha mendekatinya. Semoga, dia mau mengajakku bicara lagi besok. Baru saja memikirkan hal itu, hp ku langsung berbunyi dan kuangkat.
"Haloo ?"
"Halo ini Miko kan ?. ini aku Jaka..."
Sumpah dah ini cowo kenapa sih ?
Baru aja di bahas malah langsung telepon....
"Ja.. Jaka ?. ko.. Kok Bisa ?" tanyaku gugup padanya.
"nggak usah gugup kali, aku mendapatkan nomormu dari Sanjaya"
"he.. heee..... gitu yaa ?"
Sanjaya itu, besok akan ku pukul kepalanya sekalipun dia Ketua Osis
"Ngomong-ngomong, maaf kalau aku baru bilang sekarang. Maaf 2 tahun lalu aku menamparmu"
"tidak apa-apa kok, hari itu aku juga salah karena menuduh tampa ada bukti sedikit pun. hari itu... aku sangat kesal soalnya"
Ahhh... aku membenci bahas persoalan ini...
Mengingat aku di tampar oleh Jaka karena kesalahanku sendiri, aku yang terburuk...
"bukannya kita sudah membahas ini ?. aku benar-benar tidak apa-apa kok. Aku malah jadiin pengalaman. Kapan lagi di tampar sama cowo kan ?" kataku sambil menghiburnya.
"Kau ini memang berandalan yaa ?"
"Heee... ??. Memangnya apa hubungannya ?"
hari itu aku berbicara panjang padanya. berbincang-bincang seolah kami ini teman yang akrab. rasanya seperti.... aku ingin malam ini tidak akan berhenti... aku ingin sekali kalau waktu berhenti di menit ini saja....
__ADS_1
...****...
Keesokan harinya, saat masuk ke kelas, aku melihatnya duduk lagi sendirian sambil membaca bukunya yang sangat membosankan. aku mencoba mendekatinya dan mengagetkan Jaka.
"Bangg... kamu lagi ngapain ?. Baca buku yang membosankan itu lagi ?"
"mana ada, ini ceritnya bagus lho Gadis Angin Malam. mereka di pisahkan lewat mimpi dan tidak bsa bertemu selain di mimpi itu tersebut".
"hee gitu yaa ?"
Orang yang melihat kami langsung terkejut dan mulai membicarakan kami.
"heee.... sejak kapan si berandalan itu dekat dengan Jaka ?"
"apakah karena Jane pergi makanya Jaka putus asa dan ikut jadi berandalan"
"mana mungkin bego, Jaka itu cuma orang biasa kamu nggak lihat dia itu tetap membaca buku di pojokan ?"
"iya juga sih... orang yang membosankan sepertinya mana mungkin ingin melakukan hal yang merepotkan seperti itu" kata mereka yang membicarakan Jaka dari belakang.
Menjengkelkan saja...
kalau mereka berani, seharusnya dia langsung mengatakan itu secara langsung di hadapan orangnya...
aku tak bisa tahan lagi...
"Oooii kalian ini..." kataku yang ingin menegur mereka.
tapi, aku di hentikan oleh Jaka. Dia memegang tanganku dan menghentikan diriku untuk pergi ke hadapan mereka.
"Udaahh... jangan di tanggapi. Mereka begitu karena nggak ada bahan gosip. Coba kaalu di kasi bahan gosip seperti si Anya. Dia suka si Sanjaya sampai dia menghentikan junior-junior untuk mendekati Sanjaya. heh, bukannya itu memalukan ?" kata Jaka sambil menunjuk salah satu sekelasnya.
"ha.. haaahhh... ?. Aku ini sudah antik dari sananya. Memangnya ngapain aku mau sama Sanjaya ?. bahkan dia jauh lebih rendah dari levelku" balas Anya.
"terima kasih Anya. karena perkataanmu, kita mendapatkan bahan gibah baru di kelas ini" balas Jaka sambil membuka kembali buku membosankannya itu.
Dan benar saja, sekelas kami membahas Anya yang tidak di sangka mempunyai sikap buruk seperti yang tadi.
"nggak banget sih. Padahal Sanjaya orangnya baik-baik, Anya sikapnya jelek banget dah..."
"Gini nih orang kalau pemuja Good Looking. bahkan orang setampan Sanjaya aja di tolak"
"Cewe mah gitu, di banding pekertaannya seperti itu pasti Anya itu simpanan Om-om"
"nggak semua cewe seperti itu kok. Tapi yang seperti itu pasti Anya" kata orang-orang di kelas mulai mengejeknya.
"Wo.. WOIII KOK MALAH HUJAT AKU SIH !!!?" bentak Anya.
"ini salah mu lho Jaka" kata Anya kesal.
"Salahmu sendiri jadiin Miko bahan gosip. Siapa suruh mulai gosip seperti itu tadi ?" balas Jaka.
"HAAHH !!!!?. KAU MENUDUH... !!!" belum sampai percakapannya, Jaka memotong perkataannya.
Jaka menatap Anya dengan tatapan kebencian dan kesal padanya.
"Aku membaca bukan berarti tidak fokus pada sekitarku lho. Aku melihatnya seluruh perbuatan busukmu" ba;as Jaka dengan kesal.
Anya ketakutan dan matanya mulai berkaca-kaca sampai akhirnya guru datang dan lonceng pun berbunyi.
"baiklah anak-anak kita mul.. lho Anya kok nangis ?" tanya guru yang terkejut.
Dan Anya akhirnya menangis setelah di ejek satu kelas dan di tatap penuh dengan ancaman oleh Jaka.
Hebat...
Aku tidak menyangka Jaka juga bisa melakukan ini....
Tapi melihat keadaannya....
"Anjirrr... untung aja cara yang di ajarkan Kak Ilyas manjur. Kalau tidak, takut sih aku" kata Jaka bersembunyi di balik buku sambil gemeteran.
__ADS_1
Hari itu aku mencoba menahan tawa karena kelakuan Jaka yang Random. Tapi... aku tidak membencinya. Karena secara tidak sengaja, dia mencoba melindungiku tadi.
"Jaka... Terima kasih yaa..." kataku padanya.
"Terima kasih untuk ?" tanya Jaka.
dan ini bagian yang paling ngeselin menurutku, sisinya yang tidak peka.
"Bukan apa-apa..."
"Heeehhh.... Miko bikin penasaran aja deh"
Dia memang tidak peka tapi, aku tidak membenci hal itu. Aku senang hari-hari ini terlanjut sampai akhirnya.
...****...
Setelah jam pelajaran selesai, seperti biasa aku pulang sendirian jalan kaki. Di tengah perjalanan, aku melihat seorang pria dengan mengenakan Jiket Hitam One Eagle memandang jauh di arah sinar matahari yang terbenam. Aku mendekatinya dan wajahnya terlihat sedih dan mencoba untuk menutup mata.
"ternyata sekalipun matahari terbenam tetap aja silau kalau di lihat secara langsung"
Yaiyalah Bodoh !!!!. Kau ini sebodoh apa sih !!!??
"Aaa... Siapa yaa ?" tanya Pria itu.
"bukannya kamu harus memperkenalkan dirimu dulu lalu aku memperkenalkan diri ?" kataku padanya.
"Oh maaf. Namaku Nuge, aku sekolah di SMA Unggulan Kebangsaan. Kamu ?"
"namaku Miko, Haruna Miko. Salam kenal" balasku padanya.
dan dia terlihat tidak meyakinkan saat aku mengatakan hal itu.
"Berbohong ada batasnya lho, apaan dah nama jejepangan banget gitu ?. kau Cosplayer ?" kata Nuge tidak percaya.
"Heehh !!!. Aku ini Blasteran Jepang-Indonesia. Ibuku dari jepang ayahku dari Indonesia"
"beruntung banget bapakmu itu. Sepertinya aku harus belajar dari bapakmu"
"Ayahku sudah meninggal, tidak apa-apa kok sama-sama"
"belum juga minta maaf neng" balas Nuge yang mulai tidak mood.
"Haaahhh.... tapi aku yakin kau pasti cantik banget sih kalau berpenampilan biasa aja. Kesan Jepangmu itu pasti kelihatan" lanjut Nuge.
Aku diam sejenak dan berkata padanya.
"kamu pasti temannya Ilyas kan ?" tanyaku padanya.
"heee.... kamu kenal Ilyas yaa ?" tanyanya balik.
"aku cuma mengenalnya karena pernah memukul teman kelasku dan kenalanku bernama Jaka selalu bicara tentang dia. Ilyas itu pasti orangnya hebat"
Nuge tersenyum dan duduk di motornya.
"Orang yang hebat kau maksud itu adalah orang yang paling lemah sebenarnya. Karena ia selalu berusaha melindungi orang yang ia sayangi, tapi tetap saja melihat pengorbanan dari orang yang ia sayangi di depan matanya. Ia selalu menganggap dirinya gagal dan selalu di hantui oleh rasa penyesalan" kata Nuge.
"kenapa seperti itu ?"
"karena orang hebat yang sebenarnya adalah orang yang paling lemah diantara orang-orang yang ada di sekitarnya"
mendengar perkataan Nuge, aku baru sadar. dia mengingatkanku bahwa siapa Jaka itu sebenarnya. di balik senyumannya yang lebar, dia masih merindukan Jane. di balik kelakuan konyolnya dia masih tetap berusaha menjadi orang yang lebih baik. dan di balik kelemahannya, dia masih tetap berusaha menjadi orang yang kuat.
Jaka memang hebat yaa...
Membuatku semakin mencintainnya karena sikap kelakiannya itu....
...****...
Facebook : HackBae
Instagram : hackbae2022
__ADS_1