
~Rumah Andra~
"Ma,apa-apaan ini aku ga mau dijodoh-jodohin,lagipula aku ga mau nikah kalau bukan sama Astrid aku sayang sama dia ma!"tegas Andra,setelah mendengar ucapan mamanya yang ingin menjodohkannya pada gadis yang tak ia kenal.
"Ndra,mama ga setuju kalau kamu nikah sama Astrid dia tu ga baik buat kamu"ucap Feby pada putranya.
"Tapi ma,aku cinta sama Astrid dia tuh baik ga kayak yang mama bilang"jawab Andra.
"Ada apa ini kenapa kalian ribut-ribut"ucap Dimas papa Andra,yang baru masuk kedalam rumah.
"Pa,lihatlah mama masa dia mau ngejodohin Andra sama gadis yang ngga Andra kenal"Adu Andra Pada papanya.
"Papa setuju pada mama,karna papa juga tak menyukai gadis pilihanmu itu"ucap Dimas.
"huft....pasti kalian sudah sekongkol kan"ucap Andra kesal.
"Andra ayolah nak,mama mohon sama kamu tolong kali ini saja ikutin kemauan mama ya,pleasee!!"ucap Feby dengan tangan mengatup memohon dan mata yang berbinar.
Karna Andra tidak tega melihat sang ibu yang memohon seperti itu akhirnya dengan berat hati ia mengiyakan permintaan Sang ibu"Baiklah"ucap Andra sambil memutar bola matanya malas.
"hah..kamu seriuskan sayang mau nikah sama Nindi?"ucap Feby kegirangan.
Andra tidak menjawab Pertanyaan Feby dia hanya menganggukkan kepalanya"ya sudah Andra mau kekamar dulu"ucap Andra.
__ADS_1
"Yeeyyy pa akhirnya Andra mau"ucap Feby kegirangan bagaikan anak kecil yang mendapat baru lolipop,Dimas yang melihat tingkah istrinya itu hanya geleng²kepala sambil tersenyum.
..............
Rumah Nindi
"Baiklah mom,aku mau tapi aku punya syarat"ucap Nindi.
"Apa?"tanya Ayudia.
"Aku ingin merubah penampilanku,seperti gadis culun didepan Andra dan aku ga mau satu kamar sama dia dulu untuk sementara karna kami butuh penyesuaian diri karna kami saling tidak mengenal satu sama lain,dan ya tujuanku merubah penampilan agar aku bisa tau apa Andra bisa menerimaku apa adanya atau tidak"jelas Nindi pada ibunya.
"Terserah kamu saja nak,asalkan kamu bisa menjadi Istri yang baik untuk suamimu"ucap Ayudia.
Nindi hanya mengangguk,mengerti.
"Ya sudah ma aku mau kekantor dulu soalnya aku dah telat"ucap Nindi pamit pada ibunya.
"Iya sayang"jawab Ayudia.
Nindi sekarang tlah mengambil alih perusahaan Ibunya yang di Indonesia,Karna Paksaan Ayudia sebenarnya Nindi tidak mau tapi melihat kondisi sang ibu yang sudah berumur jadi Nindi terpaksa mengambilnya.Walaupun Nindi hanya sekali-kali keperusahaan karna ia juga harus kuliah.Tapi Bukan Nindi namanya kalau tak bisa mengatasi semuanya,apalagi ia sudah diajarkan sejak kecil tentang cara mengelola perusahaan oleh kakeknya,jadi tak bisa diragukan lagi kalau ia dapat mengelola perusahaan dengan sangat muda.Tapi Nindi masih menyembunyikan identitas Aslinya di dunia bisnis,saat ia pergi kekantor ia akan menggunakan topeng,bahkan para karyawannya pun tak ada yang mengenali wajah asli bosnya karna tertutupi oleh Topeng,hanya para petinggi perusahaan yang dapat mengenalinya.
–
__ADS_1
"Selamat Pagi Presedir"ucap Para karyawan sambil membungkuk hormat kepada bosnya.
Nindi tidak membalas sapaan para Karyawannya melainkan ia hanya fokus berjalan menuju lift diikuti Asisten sekaligus sekertaris pribadinya(Elina).
–
Nindi sudah masuk diruangannya dan duduk dikursi kebesarannya.
"El,Apa jadwalku hari ini?"tanya Nindi pada sekertarisnya.
"Pukul 08.30 anda ada pertemuan dengan klien kita yang dari jepang di Restoran X,Pukul 11.30 jadwal makan siang,dan pukul 02.00 anda harus ke Blue Lake untuk mengecek perkembangan konstruksi jembatan AN"jelas Elin.
"hm,keluarlah"ucap Nindi pada Elin.
{Blue Lake adalah tempat wisata favorit Nindi dan Ayudia}
Bersambung.......
#Readers maaf ya klw bnyk typo,soalnya Author msh pemula:)
#Semoga ga ngebosanin ceritanya,maaf ya sampai eps.ini belum ada yang greget soalnya author pengen awal ceritanya itu mulus dan belum mengundang emosi readers:)
#StayAtHome:)
__ADS_1