Gadisku Yang Nakal

Gadisku Yang Nakal
CHAPTER 21


__ADS_3

"Ups...Maaf telah mengganggu kalian,Lanjutkan saja "ucap Nindi setelah membuka pintu dan mendapati suaminya telah bermesraan dengan wanita lain.


Nindi tidak jadi masuk kedalam Ruangan Andra.Revan yang melihat Nindi tidak jadi masuk,menjadi bingung.


"Maaf nona,Kenapa anda tidak jadi masuk?"tanya Revan dengan kebingungan.


"Tidak apa-apa.Hm...ini buat kamu saja"jawab Nindi kemudian ia memberikan bekal yang ia bawakan untuk Andra kepada Revan.


Revan menerima bekal tsb,tapi ia masih saja bengong dan tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya.


*


~Dalam ruangan Andra


Andra langsung menurunkan Astrid dari pangkuannya saat melihat Nindi hendak masuk kedalam ruangannya.


"Nindi...."Teriak Andra,sambil keluar dari ruangannya untuk mengejar Nindi dan tak mempedulikan Astrid yang terus memanggilnya.


"Andra,Kamu mau kemana?"teriak Astrid pada Andra.


'Ahk,Kenapa rasanya dadaku sangat sesak saat melihat Nindi yang berlari karna melihatku dengan Astrid yang bermesraan,Seharusnya aku malah bahagia'Batin Andra sambil menarik rambutnya frustasi.


Reva langsung datang menghampiri Andra.


"Maaf Presedir,anda kenapa?"Tanya Revan dengan formal karna ini masih jam kerja.


"Ada perlu apa dia kesini?"tanya Andra.


"Sepertinya dia ingin memberikan anda ini"jawab Revan sambil menunjukkan kotak bekal yang dibawah Nindi.

__ADS_1


"Sayang,kamu kenapa?"tanya Astrid yang baru keluar dari ruangan Andra dan langsung bergelayud manja pada lengan Andra.


"Ga apa-apa,Astrid kamu bisa pulang sekarang ga?,Soalnya aku ada Meeting sebentar"Jawab Andra.


"Hm,baiklah"ucap Astrid sambil memeluk Andra.


"Bye-bye sayang"Imbuhnya.


'Ternyata ada mak Lampir didalam pantas saja Nindi berlari,mungkin saja ia ketakutan'batin Revan.


"Van,Berikan kotak bekalnya kepadaku"ucap Andra.


"Tapi Nona muda sudah memberikannya kesaya"ucap Revan.


"Tapi itu milikku"jawab Andra dengan geram karna Revan tidak memberikan bekal tsb kepadanya.


"Baiklah saya akan memberikannya,tapi dengan tiga syarat"jawab Revan sambil tersenyum menyeringai.


"Untuk syaratnya masih saya pikir-pikir dulu,nanti saya pasti akan memberitahu anda.Presedir Silahkan ini bekal makan siang anda"ucap Revan.


Andra pun langsung mengambil kotak bekal tsb,dan masuk kedalam ruangannya.


*


~Cafe


"Ahk...Sial,Niatnya mau bicara baik-baik dan makan siang bersama,Tapi karna keberadaan Ja***g itu yang membuatnya menjadi hancur"Gerutu Nindi dengan kesal.


"Hay,Cantik lagi apa?"ucap Seorang pria kepada Nindi,yang membuat Nindi langsung kaget.

__ADS_1


"Ahk...Randy,kau membuatku kaget saja"ujar Nindi dan langsung memukuk bahu Randy.


"Haha...sorry,habisnya kamu tinggal melamun sih?,emangnya kamu lagi ngelamunin apa?"tanya Randy.


"Secret..."jawab Nindi.


"Huft,sama sahabat sendiri pakai acara rahasia-rahasiaan"Gerutu Randy.


"Tunggu sebentar,sepertinya ada yang berbeda.Heh kenapa Style mu seperti orang culun?"tanya Randy yang baru sadar dengan Style Nindi,walaupun Nindi sudah melepas kacamatanya tetap saja Style pakaian dan Rambutnya yang dikuncir dua membuatnya terlihat culun.


"hm...aku tadi habis dari pesta kostum,yasudah aku duluan ya,bye²"ucap Nindi,dan pamit untuk pulang.


"Ha...sejak kapan Nindi suka pergi kepesta kostum,Biasanya kalau diajak ia yang paling malas untuk pergi"gumam Randy yang bingung.


*


~Dalam ruangan Andra


"Hmmm....Makanan Ini sangat lezat,apakah dia yang membuatnya?"ucap Andra yang menerka-nerka,sambil tersenyum-senyum sendiri.


Tok..tok..


"Masuk"ucap Andra dengan dingin.


"Presedir,Meeting akan segera dimulai"ucap Revan.


Andra mengambil jasnya yang ia letakkan disandara kursinya.


"Ayo!"ucap Andra,sambil berjalan keluar pintu dan diikuti oleh Revan dibelakangnya.

__ADS_1


**Bersambung.....


#Maaf kalau typo bertebaran dimana-mana**.


__ADS_2