
*Takdir yang digariskan oleh sang pemberi hidup selalu tepat.
Bahkan terkadang diluar logika kita sebagai manusia.
Kita hanya perlu menjalani dengan sebaik-sebaiknya cara,bagaimana mengisi kehidupan yang telah dianuhgerakan kepada kita agar lebih bermanfaat bagi sesama.
—Oktavia Paradisa*
•
•
•
•
~Pemakaman
Suasana Pemakaman mulai Sepi,semua orang yang datang melayat pun sudah pulang.Sekarang hanya tersisa para Sahabat dan Keluarga Nindi saja yang tinggal.
"Aku ga pernah menyangka kalau kamu bakal pergi secepat ini sayang"ucap Andra sambil mengusap batu Nisan yang bertuliskan ANINDIRA PUTRI ALEXANDER,Air matanya bahkan sudah kering sekarang yang tersisa hanya matanya yang sangat sembab akibat menangis terus.
"Lo yang sabar ya Ndra"Ucap Revan sambil mengusap bahu sahabatnya tsb.
"Semoga lo bahagia disana ya Nin,kami pasti akan selalu merindukanmu"ucap Fira sambil menaburkan bunga dimakam Sahabatnya tsb.
"Nak semoga kamu sama Nindi baik-baik ya disana"ucap Tomy sambil menaburi bunga diatas makam putrinya,Sedangkan Elena ia tak datang kepemakaman akibat rasa syok yang ia alami dan mempengaruhi kesehatannya.
:(
__ADS_1
Drrt....drtt.....
(Telfon Elin berdering)
📲"Halo ini siapa ya?"tanya Elin karna ia mendapat telfon dari nomer Misterius.
📲"......"jawab Si penelfon.
📲"Tolong jika Anda ingin bermain-main jangan sekarang,saya masih dalam keadaan berduka"ucap Elin.
📲"Hmm...baiklah walaupun saya tidak yakin 100% dengan apa yang anda ucapkan"jawab Elin.
*
"Andra,gue pamit dulu ya soalnya gue ada urusan mendadak.Lo yang tabah ya"Pamit Elin kepada Andra,Andra hanya menganggukkan kepalanya saja.
*
(Suara furniture yang dijatuhkan Andra didalam kamarnya)
"Arggghhhh....."Teriak Andra sambil terus menjatuhkan furniture,bahkan ia menghancurkan 1 buah gelas kaca dengan satu kali remukan menggunakan tangannya.
"Nindi,kenapa kamu pergi secepat ini?"Tanya Andra sambil memandangi foto Nindi dibingkai.
"Sayang,kamu harus tabah mungkin semua ini ada hikmahmya,mama yakin Nindi pasti juga udah bahagia disana"ucap Feby yang berusaha menenangkan putranya tsb.
"Ma,kenapa Tuhan begitu jahat kepadaku?kenapa?"Tanya Andra,kemudian ia duduk disamping mamanya sambil menunduk dan mencengkram rambutnya.
"Nak,kamu ga boleh bilang begitu.Asal kamu tahu bukan hanya kamu saja yang kehilangan Nindi,Tapi mama,papa,sahabatnya,Opa dan juga omanya kita semua kehilangan Nindi dan Ayu sekaligus tapi kita semua harusnya berusaha untuk tabah karna pasti Alm.disana juga tidak tega ketika ia melihat orang yang ia sayangi menjadi sedih terus-terusan."ucap Feby kemudian ia mengusap bahu putranya tsb dan terus berusaha menenangkannya.
__ADS_1
"Maaf ma karna Andra terlalu bodoh sampai tak memikirkan hal tsb"Sesal Andra.
*
~Ditempat lain
"Kenapa lo ga ngasih tahu gue dari awal?"tanya Elin kepada seseorang didepannya.
"Kan gue dah ngasih tahu lo sekarang"jawab orang tsb dengan ekspresi datarnya,ia bahkan tidak menatap lawan bicaranya matanya hanya terfokus pada laptop yang ada dihadapannya.
"Because of you my tears have been wasted,you know"kesal Elin kepada orang yang ada dihadapannya tsb
"I feel so sorry for my momy"ucap Orang tsb,sambil menghadapkan kepalanya keatas agar air matanya tidak terjatuh.
•
•
•
•
•
Bersambung.......
#Maaf kalau typo bertebaran dimana-mana🥺
#Spoilers for this storyline are everywhere, it's just that you don't realize it:)
__ADS_1
#Jangan lupa like,Vote,and komen ya Readers😁