
"Nindi Awas!!!"Teriak Andra saat melihat Nindi yang tertabrak Truk,Ia langsung menepikan mobilnya dan terburu-buru turun dari mobilnya berniat ingin menyelamatkan Nindi tapi sayang ia sudah terlambat.
~Flashback on
Andra sudah masuk kedalam mobilnya untuk mengejar Nindi dan ia tidak memperdulikan Astrid yang terus memanggil namanya.
"Ahhggrr.....Nindi kamu dimana"ucap Andra frustasi sambil memukul stir mobilnya karna ia kehilangan jejak Nindi.
~Ditempat lain
"Andra You Jerk"Teriak Nindi sambil terus berjalan sempoyongan dan tak tentu arah ia juga membiarkan tubuhnya terkena hujan lebat.
"Apa aku harus merelakanmu dengan Jal**g itu,Ya tuhan kenapa sekarang engkau memberikan lelaki yang hamba sayang kepada seorang Jal**g lagi,Tapi aku tidak mungkin menjadi wanita yang egois dengan membiarkan seorang bayi yang tak berdosa hidup tanpa seorang ayah,mungkin aku membenci ibunya tapi dia-dia yang hanya hidup dari rahim orang yang aku benci,apakah aku harus membencinya juga?padahal ia sama sekali tak bersalah"ucap Nindi frustasi,sambil terus berjalan tanpa memperhatikan didepannya.
Bahkan sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sekarang Nindi juga sudah mencintai Andra,tapi ia masih belum ingin mengungkapkannya karna ia masih ingin mengetes apakah Andra sudah benar²mencintainya dengan tulus.
"Ahhhggg......"Teriak Nindi saat melihat mobil Truk yang sudah melaju kearahnya,tapi ia tetap tidak pindah dari tempatnya dan bergumam"Mungkin ini yang terbaik"
~Flashback off
"Nindi...."ucap Andra dengan air mata yang sudah mengalir deras dan mengelus kepala Nindi yang ada dipangkuannya.
"Andra Tolong jangan biarkan bayi itu lahir tanpa seorang Aya-h"Kata²Terakhir yang keluar dari mulut Nindi sebelum akhirnya ia menutup matanya.
"Nindiiii......Nindi kumohon bangun Nindii....."Teriak Andra sambil menepuk pelan pipi Nindi berharap siempunya bangun,ia bahkan sudah tak mempedulikan kemejanya yang sudah berlumuran darah.
Andra langsung mengambil Handphone disaku celananya dan menghubungi seseorang.
📲"Halo,Ambulans sekarang dijalan X"Ucap Andra ditelfon.
Tutt...tut...
__ADS_1
Bahkan Andra tidak membiarkan orang tersebut bicara,ia langsung mematikan panggilan tsb sepihak.
*
~Rumah Sakit
"Tuan mohon Anda tunggu diluar saja ya"ucap dokter tsb dengan Sopan.
"Tapi saya suaminya"bentak Andra.
"Andra sudah nak,kita tunggu disini saja biarkan dokter itu melakukan yang terbaik buat Nindi"Ucap Feby yang menenangkan putranya tersebut.
Andra pun akhirnya Mengangguk dan mengikuti ajakan Feby untuk menunggu Nindi didepan ruangan operasi.
~
Dokter dan para suster yang menangani Nindi pun akhirnya keluar dari ruangan operasi.
"Dok bagaimana dengan keadaan istri saya?"tanya Andra dengan muka yang menunjukkan rasa khawatirnya.
"Kalian mau uang berapa sih,nanti saya akan membayarnya tapi tolong sembuhkan istri saya.Dan kalau terjadi apa²sama dia kalian semua akan kehilangan pekerjaan kalian"Bentak Andra.
"Ndra lo jangan ngebentak mereka,mereka hanya manusia biasa Seharusnya sekarang lo tuh berdoa buat Nindi"ucap Revan membuat Andra mau tak mau diam.
"Apakah kami boleh melihatnya?"tanya Feby.
"Kalian boleh melihatnya setelah kami memindahkan pasien ke Ruangannya"tutur Dokter tsb dengan sopan.
*
"Nind-....."ucap Ayudia yang baru saja membuka pintu kamar tempat Nindi dirawat,Ia langsung jatuh pingsan saat melihat putri semata wayangnya terbaring lemah diranjang rumah sakit,untung saja Revan berada didekat pintu dan dengan cekatan ia menangkap tubuh Ayudia hingga tak jatuh kelantai.
__ADS_1
"Momy...."Ucap Andra saat mendengar suara mertuanya.
"Ayu...."Ucap Feby,ia langsung menghampiri Ayudia diSofa(Revan sudah meletakkan Ayudia disofa).
"Yu,Ayu...bangun"Imbuh Feby sambil berusaha menyadarkan Ayudia.
"Nindi...."kata pertama yang diucapkan Ayudia saat sadar.
"Nindi ada disini Yu"ucap Feby sambil membantu Ayudia untuk duduk.
"Hiks....hiks....Nindi"Tangis Ayudia pecah,kemudian ia berlari kearah ranjang Nindi.
"Andra jika kamu udah ga bisa ngejagain putri momy lagi,tolong kembalikan ke Momy saja"ucap Ayudia sambil terus mencium punggung tangan Nindi.
"Maafin Andra mom,Andra janji setelah Nindi bangun Nanti Andra ga akan ngebiarin dia terluka sedikit pun"Sesal Andra.
*T**it....titt.....tit*...
(Bunyi patient monitor yang menandakan bahwa kondisi Nindi sekarang semakin memburuk).
"Nindi Sayang,ayo bangun nak momy ada disini buat kamu"ucap Ayudia sambil terus mencium punggung tangan Nindi.
"Angelnya momy kok sekarang lemah sih,mana angel momy yang biasanya selalu kuat"imbuhnya.
"Nindi Aku percaya pasti kamu akan bangun,kamu Pasti kuat untuk ngelewatin semua ini"ucap Andra sambil terus mencium punggung tangan Nindi yang satunya kedua matanya pun sudah sembab karna mengeluarkan air mata terus.
"Nindi....hiks...hiks..."ucap Caca dan Fira berbarengan,Mereka berdua baru datang dan melihat sahabat mereka tengah berbaring lemah dirumah sakit.
"Nindi lo kok bisa begini sih...hiks...hiks..."Ucap Fira.
"Nindi Please bangun"ucap Caca dengan Air mata yang membanjiri matanya.
__ADS_1
"Sayang,ayo bangun mama udah ga sabar buat masak bareng kamu lagi"ucap Feby sambil mengelus rambut menantunya.
Bersambung........