
"Lo ga usah merasa bersalah seperti itu,mungkin ini semua adalah takdir yang sudah digariskan tuhan"ucap Elin.
Brakk.....
(Suara dobrakan pintu)
"Hey kalian jahat sekali telah mengganggu tidur siangku"ucap Randy dengan kesal,ia bahkan mendobrak pintu untung saja pintunya ga rusak.
"Salah sendiri pergi tidur diwaktu yang salah"cibir Elin.
"Kayak Judul lagu"Canda Randy kemudian ia mengambil Handphone disakunya untuk memutar lagu.
"Sepertinya Makanan Lery sudah ada didepan mataku"ucap Orang tsb yang kesal dengan tingkah kekanak-kanakan temannya.
"Enak saja kau Nin,kau pikir aku merawat tubuhku ini untuk memberikannya sebagai makanan Lery"ucap Randy yang bergidik ngeri dengan ucapan Nindi.Nindi?Ya memang yang saat ini bersama Elin dan Randy adalah Nindi.
"Huh,dasar pengganggu"kesal Elin kepada Randy kemudian ia menjulurkan lidahnya untuk mengejek Randy.
"Memangnya kalian sedang membicarakan apa?ikut Nimbrung dong"Sifat kepo Randy mulai muncul.
Nindi pun mulai menceritakan semua yang terjadi kepada Randy.
~Flashback on
Jam sudah menunjukkan pukul 22.15 Malam.Semua orang yang ada diruangan Nindi asik tertidur pulas.
"Ehm...."Desah Nindi yang baru bangun dari tidur panjangnya,kemudian ia melihat sekelilingnya melihat momy&mamernya sedang tertidur pulas diatas kasur yang sudah disediakan untuk penjaga pasien,ia juga melihat Andra yang tertidur pulas disofa.
'Ahk aku haus sekali'Ucap Nindi membatin sambil memegang lehernya.
Ia kemudian mulai melepas alat yang menempel ditubuhnya.Kemudian ia turun dari ranjangnya dan berjalan menuju Kulkas untuk mencari air minum.
"Huft...akhirnya rasa haus ini tlah hilang"gumam Nindi setelah meminum segelas air kemasan yang ia temukan dikulkas.
__ADS_1
"Makasih karna telah menjagaku dan merawatku selama disini,Maafkan aku karna aku harus pergi meninggalkanmu karna aku masih ada urusan lain.Aku berharap semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu kembali dan kau bisa membuktikan bahwa bayi yang ada didalam kandungan Astrid itu bukan darah dagingmu,tapi kalau semisal bayi itu adalah memang darah dagingmu aku berharap Tuhan tidak mempertemukan kita lagi.Asal kau tahu saja Ndra bahwa aku sudah lebih dulu mencintaimu sebelum kau mencintaiku.aku pasti akan sangat merindukanmu,Bye-bye Sayang"Ucap Nindi dengan pelan sambil ia juga mengelus kepala Andra dengan lembut agar siempunya tidak terbangun,tidak terasa sebuah bulir bening pun jatuh dari matanya ia kemudian ia langsung menghapusnya dengan kasar.
Nindi pun beralih dari Sofa menuju kasur yang ditempati Momy&mamernya.
"Makasih mom,ma telah menjaga dan merawat Nindi.Maafkan Nindi jika kepergian Nindi ini membuat kalian khawatir,Aku sayang kalian"ucap Nindi.
Sebelum keluar dari ruangannya ia terlebih dahulu mengambil ponselnya kemudian mengirimkan pesan kepada seseorang,setelah mengirimkan pesan tsb Nindi langsung menghapusnya.
📩"Rs.Berkah Aditya"tulis Nindi dipesan tsb.
*
Nindi pun keluar dari ruangannya,sambil memegang kepalanya karna terasa sangat sakit akibat kecelakaan yang ia alami tubuhnya pun belum sepenuhnya pulih,bisa dibilang sekarang kondisinya masih sangat lemah.
Saat keluar dari ruangannya ia tak sengaja mendengar perbincangan antara seorang suster dan dokter.
"Dok Kita harus bagaimana?,korban kecelakaan yang berada diUGD itu kondisinya sangat kritis,Apakah kita harus melakukan operasi?Tapi kita bahkan tidak mengetahui identitas aslinya, ia hanya dibawa oleh para warga yang menyelamatkannya"ucap Suster tsb dengan penuh kekhawatiran.
"Lakukan saja operasinya untuk biayanya biar saya yang menanggungnya"ucap Nindi yang langsung masuk dalam perbincangan antara suster dan Dokter tsb.
"Apakah Pasien tsb adalah seorang wanita?"tanya Nindi ia bahkan tidak mempedulikan ucapan dokter tsb.
"Iya Nona,pasien tsb adalah seorang wanita"jawab Suster tsb dengan sedikit gugup.
"Bawa aku menemuinya"ucap Nindi dengan datar.
"Tapi Nona bagaimana jika keluarga Anda mencari anda"ucap Dokter tsb.
"Sekarang aku menyuruhmu untuk mengantarku menemui orang tsb bukan untuk mengkhwatirkan keluargaku"jawab Nindi,dengan sedikit memaksa agar dokter tsb membawanya untuk menemui pasien yang berada diugd.
"Baiklah"Ucap Dokter tsb dengan pasrah.
~UGD
__ADS_1
"ini dia pasiennya nona"ucap Dokter tsb,sambil menunjukkan seorang wanita yang dalam keadaan tidak sadar dengan badan yang berlumuran darah.
"Cepat lakukan operasi tsb,dan setelah itu bawa dia kekamarku tapi tanpa sepengetahuan keluargaku"ucap Nindi sambil memandangi wajah orang tsb dengan intens.
'Kurasa ia cocok untuk menggantikanku lagipula wajahnya lumaya mirip denganku apalagi nanti saat ia memakai perban diwajahnya itu akan membuat orang tidak curiga'batin Nindi.
"Maaf saya tidak mengerti maksud anda?"ucap Dokter tsb yang kebingungan dengan perkataan Nindi.
"Aku akan pergi dari rumah sakit ini tanpa sepengetahuan keluargaku,aku ingin dia yang menggantikanku agar keluargaku tidak curiga nantinya dan jangan beritahu siapapun tentang ini"jelas Nindi dengan ekspresi dingin,membuat dokter tsb menjadi ketakutan.
"Ba-baik"jawab Dokter tsb.
"Ohya ingat kau harus membawa dia diruanganku sebelum keluargaku bangun dari tidurnya dan tanpa
sepengetahuan mereka"ucap Nindi menekankan pada kata "sepengetahuan".
Setelah membayar administrasi korban kecelakaan tadi,Nindi langsung keluar dari rumah sakit dan masuk kedalam sebuah mobil mewah.
"Ayo Jalan Rick"ucap Nindi kepada Ricko.
"Nindi,Apa yang terjadi padamu kenapa kau bisa luka-luka seperti ini?"tanya Ricko yang kaget melihat Nindi dengan bekas luka dan perban ditubuhnya.
"Nanti akan kuceritakan padamu,sekarang ayo jalan"ucap Nindi dengan datar.
Setelah mendapat perintah yang kedua kalinya Ricko langsung menjalankan mobil tsb,tanpa suara karna ia takut kalau ia membuka suara lagi nyawanya akan berakhir dikandang Lery,ya walaupun itu hanya sekedar ancaman saja yang dilakukan Nindi padanya.
~Flashback off
•
•
•
__ADS_1
•
Bersambung.......