Gadisku Yang Nakal

Gadisku Yang Nakal
CHAPTER 17


__ADS_3

"π‡πšπ©π©π² π‘πžπšππ’π§π πŸ“–"


β€’


β€’


β€’


β€’


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„


"Hoaammm....,sudah jam berapa sih?" gumam Nindi sambil menguap,dan merenggangkan tangannya.


Setelah melihat jam sudah menunjukkan pukul 06.00 ia langsung beranjak dari tempat tidurnya.Ia memang sudah mengatur alarm pukul 06.00 agar ia bisa melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri seperti menyiapkan pakaian kerja suaminya,memasakkannya sarapan,dan membereskan tempat tidurnya.


Sebenarnya ia malas untuk melakukan semua itu tapi,Ia slalu mengingat pesan ibunya"Nindi,meskipun kamu dan Andra masih dalam masa penyesuaian kamu juga harus tetap melaksanakan kewajibanmu sebagai seorang istri.Kamu harus bangun pagi sebelum suamimu bangun,karna kamu harus menyiapkannya sarapan,dan menyiapkan pakaian kerjanya juga"


*


Sekarang Nindi sudah berkutat dengan alat dapur.Bi Ratih sudah melarangnya untuk melakukan pekerjaan tersebut,Tapi karna sifat keras kepala Nindi membuat Bi Ratih terpaksa membiarkannya.Meskipun Nindi seorang Leader dari Mafia terkejam,tapi ia juga memiliki hobi memasak,dari kecil ia sudah belajar memasak,dan selalu mengikuti lomba memasak yang diadakan di sekolahnya.Ia juga pernah ikut kursus memasak di Prancis.


"Bi,tolong siapkan makanannya dimeja makan ya.Aku mau keatas bangunin Andra"ucap Nindi sambil melepas celemek yang ia pakai.


"Baik Nona,kami akan menyiapkannya"Jawab Bi Ratih Sambil menunduk hormat.


*

__ADS_1


Tokk...tok...


"Apa dia masih tidur?"ucap Nindi sambil mengetuk pintu kamar Andra,namun tak ada jawaban dari dalam.


Nindi mencoba membuka pintunya,ternyata tidak terkunci akhirnya ia memutuskan untuk masuk.


Nindi melihat Tempat tidurnya sudah kosong,kemudian ia melihat kearah kamar mandi dan mendengarkan gemericik air dari dalam.


"Mungkin ia sedang mandi"ucap Nindi kemudian ia mulai membereskan tempat tidur Andra.


"Huh...sudah"ucap Nindi setelah membereskan tempat tidur Andra,kemudian ia menuju wall in closet untuk menyiapkan baju kerja Andra.


Ceklek....


"Apa yang kau lakukan disini?"ucap Andra saat keluar dari kamar mandi dan melihat Nindi ada didalam kamarnya.


"Aku hanya melakukan tugasku,ohya sarapannya sudah siap,baiklah tugasku sudah selesai jadi aku mau kebawah duluan"ucap Nindi datar dan langsung keluar dari Kamar Andra.


Andra hanya menaikkan satu alisnya dan mengambil baju Yang dipilihkan Nindi,kemudian ia memakainya.


"Not bad"ucap Andra sambil melihat dirinya dipantulan kaca,dengan Kemeja dan jas yang sudah dipilihkan Nindi untuknya.


*


Andra menuruni satu persatu anak tangga,dan berjalan menuju ke Arah meja makan disana ia sudah melihat Nindi,ayah dan ibunya yang asik berbincang dimeja makan.


"Good Morning ma,pa"sapa Andra kepada kedua orang tuanya,hmm..apakah Andra lupa kalau disitu bukan hanya mama dan papanya saja,Disitu bahkan sudah ada istrinya tapi ia sama sekali tidak menyapanya.


"Pagi sayang"ucap Feby.

__ADS_1


Andra mulai memakan makanan yang didepannya,Kenapa makanan ini rasanya sangat beda dengan buatan Mama ataupun Bi Ratih?ucap Andra dalam hati.


"Andra,bagaimana?apakah makanan ini lezat?"tanya Feby penasaran.Andra hanya mengangguk untuk menjawab Pertanyaan Mamanya.


"Sudah kuduga,aku tak salah memilih menantu"ucap Feby girang.


"Maksud mama?"tanya Andra bingung.


"Yah,maksud mama,mama tidak salah menjadikan Nindi menantu mama ia bahkan bisa memasak nasi goreng seenak ini,dan bahkan putra mama sangat menyukainya"jawab Feby.


Jadi nasi goreng ini buatannya,Cihh...apa dia menaruh racun didalam makanan ini?.Ucap Andra dalam hati.


"Ma,pa.Andra mau berangkat kekantor dulu"ucap Andra.


"Sayang kau bahkan tidak menghabiskan makananmu,Ini juga masih terlalu pagi"ucap Feby.


"Ma,Andra lupa kalau hari ini Andra harus bertemu klien penting.Baiklah Andra berangkat dulu"ucap Andra.


^Bertemu klien?,Memang ada ya orang bertemu dengan klien sepagi ini.Bahkan mungkin kliennya masih tidur dengan nyenyak^Batin Nindi.


"Tidak apa-apa ma,mungkin saja Andra betul ingin bertemu dengan kliennya"ucap Dimas,saat melihat raut wajah istrinya yang sudah berubah.


"Ma,pa Nindi hari ini ingin keluar sebentar.Nindi ingin bertemu dengan teman Nindi yang akan kembali ke Belanda"ucap Nindi.


"Baiklah sayang kau boleh pergi"ucap Feby sambil mengelus-elus rambut Nindi dengan gemas.


Bersambung........


**Buat para Pembaca setiaku,Author ingin berterima kasih karna kalian selalu sabar menunggu update terbaru Author tentang Novel ini,makasih ya:)

__ADS_1


Maaf Kalau Author Selalu lama UpnyaπŸ₯ΊπŸ™.


#jangan Lupa like,komen,Dan Vote ya**:)


__ADS_2