
Keesokan harinya SMA Bhintarajasa tengah mengadakan pekan olahraga yang di ikuti pelajar SMA itu sendiri, sekolah mewajibkan kepada para pelajar agar mengenakan seragam olahraga yang berwarna hijau disertai hitam.
Laudia tengah berkumpul bersama para murid lain di Lapangan Upacara.
"Laud" panggil Ruby dari kejauhan bersama Laudia.
"Hm" singkat Laudia.
"Kenalin ini mubar kelas lo, baru masuk hari ini" ucap Ruby seraya menggandeng seorang gadis, berambut pendek serta berwarna pirang danbgadis itu masih mengenakan seragam olahraga sekolah lain.
"Oh, hei kenalin gue Claudia Agatha Zharael panggil aja Laudia" sahut Laudia seraya menyodorkan tangan untuk berjabat tangan.
"Ha- hai, gue Anindita Zafiar Halwa biasa dipanggil Nindi" ucapnya seraya membalas jabat tangan Laudia.
"Kok bisa sama elo" Laudia menaikkan sebelah alisnya.
"Yah tadi itu gue mau ke kantin beli minum lah ģak sengaja gue pas-pasan sama Pak Jarwo bareng Nindi ini, terus yah Pak Jarwo nyuruh gue bawa Nindi perkenalan sama sekolah"jelas Ruby, Laudia hanya ber 'o' ria.
Tak lama Laudia dikejutkan oleh sebungkus coklat Dairy Milk.
"Eh, coklat" beo Laudia, sepasang matanya mengikuti arah tangan yang memberikan coklat tersebut
"Kak Kenzie" Laudia membelalakkan matanya.
"Ini buat lo, lo iku lomba olahraga apa?" Tanya Kenzie, Ruby dan teman-teman Kenzie hanya menutup mulut tak percaya, bagaimana tidak? Setahu mereka Kenzie selalu menghindar dari Laudia dan tidak ingin berbicara dengan Laudia.
"Oh itu, gue ikut badminton, kakak sendiri ikut apa?" Tanya balik Laudia.
"Lo pasti taulah, gue ikut apa" jawab Kenzie, Laudia hanya mengangguk paham.
"Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barokatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Budaya, Salam Kebajikan" Salam Kepala Sekolah SMA Bhintarajasa.
"Hari ini Sekolah kita mengadakan lomba pekan olahraga yang semua siswa maupun siswi SMA Bhintarajasa wajib mengikuti, ada banyak macam olahraga yang bisa kalian ikuti seperti Sepak Bola, Bulu Tangkis, Kasti, Tolak Peluru, Basket, Lompat Jauh, Renang danmasih banyak lagi, kalian semua para peserta lomba pekan olahraga SMA Bhintarajasa harus memiliki tiga sikap yaitu Sportivitas, Solidaritas, Pantang Putus Asa, dengan ini lomba pekan olahraga resmi dibuka" lanjut Kepala Sekolah SMA Bhintarajasa, spontan seluruh pelajar SMA Bhintarajasa bersorak gembira terutama para ciwi-ciwi.
Usai melaksanakan kumpul di lapangan upacara, semua siswa maupun siswi bubar menuju stand lomba yang mereka minati masing-masing.
Laudia tengah asyik mendengarkan lagu favoritnya dengan earphone seraya menggambar di buku sketsa astronotnya, ia melakukan itu seraya menunggu gilirannya untuk tanding.
"Eh, liat deh Tiffany beruntung yah, bisa dapet pacar kayak Kak Kenzie gitu, udah tampan, keren, ketua Geng Xavier lagi" ucap beberapa siswi yang duduk di belakang Laudia, Laudia sendiri samar-samar mendengar pembicaraan mereka ia pun melepas earphone di telinganya.
__ADS_1
"Makanya Si Laudia anak 11 MIA 3 itu naksir sama Kak Kenzie tapi sayangnya dia gak dipandang sama sekali" sahut siswi lainnya.
"Tapi kalian tau gak breaking news baru-baru ini" tangkas siswi ketiga.
"Affaan tuch?" Tanya salah satu dari tiga siswi tersebut dengan menirukan gaya tik tok.
"Itu lho, Kak Kenzie ngasih coklat Dairy Milk ke Laudia" .
Laudia yang mendengar pembicaraan mereka seperti itu spontan mendongak menatap depan, ternyata tak jauh dari dirinya ada Kenzie dan Tiffany dengan posisi Tiffany menggandeng tangan Kenzie. Melihat hal itu Laudia segera mengalihkan pandangan
"Lo gak boleh cemburu Laud, inget Kak Kenzie bukan siapa-siapa lo" batin Laudia seraya mengerjapkan matanya.
PLUK!
Laudia tersentak kaget karena teman-teman Kenzie menghampiri dirinya seraya menepuk kursi yang di duduki oleh Laudia.
"Kenapa kesini?" Tanya Laudia.
"Bosen gue lihat Kenzie kalo lagi berduaan sama Tiffany" jawab Zayyan seraya menyandarkan punggungnya pada kursi disebelah Laudia.
"Bener tuh Zay, gue juga bosen plus gak suka kalo Kenzie sama Tiffany" sahut Sakha teman dekat Kenzie.
"Tau gak kenapa?" Ucap Afqar kepada Laudia, respon Laudia hanya menggeleng menatap heran semua teman Kenzie.
Laudia hanya meringis cengengesan, ‘ ternyata temen-temen Kak Kenzie gak suka sama Tiffany ‘ dalam batinan Laudia.
“Kita lebih setuju Kenzie sama lo” ucap Zayyan kepada Laudia.
“Hehe enggak juga...” sahut Laudia.
“..Tapi gue juga berharapnya gitu Kak Zay, udahlah dianggep ada sama Kak Kenzie udah cukup” lanjut Laudia dalam hati
"Oh ya, gue lihat lo tadi gak kayak biasanya sama Kenzie, lo habis apain tuh Kenzie" perkataan Sakha sontak membuat Laudia terkekeh.
"Enggak juga, cuma Kak Kenzie berubah dikit aja, tapi menurut gue tetep sih" sahut Laudia.
"Yaelah kayaknya menurut gue gak tetep aja sih" sahut Sakha membuat Laudia terdiam.
WOI KALIAN!!
Teriak Kenzie memanggil teman-temannya. Zayyan menaik
turunkan alisnya bermaksud bertanya.
__ADS_1
"Tanding" singkat Kenzie.
"Iya bentar" tangkas Sakha seraya memutar bola matanya malas
"Masih ada apa kagak tuh Tifa Papua" Tanya Afqar dengan memakai julukan Tiffany dari teman-teman Kenzie.
"Kagak, buruan sini" usai Kenzie mengatakan itu, ia melenggang menuju arena pertandingan.
"Tuh kan apa gue bilang, Kak Kenzie tetep ke gua" sahut Laudia
"Polisi India pakai manik-manik, yang sabar yah cantik" ucap Alan.
"Hiiih, buang tuh jauh-jauh pantun lo Lan" sinis Afqar.
"Yeh, suka-suka gue, gue yang suka pantun malah lo yang sirik" balas Alan lebih sinis.
"Masalahnya gue gak suka" sergah Afqar.
Zayyan, Sakha dan, Laudia hanya saling bertatapan, pasalnya jika Alan san Afqar sudah berdebat pasti sulit diredain.
"Debat elit, Redain syulit" gumam Sakha, Laudia hanya menggidikkan bahu.
"Kalo gak suka yah gak usah di dengerin, dasar buaya darat urusin aja sana gebetan lo yang banyak" lanjut Alan yang masih dalam perdebatan dengan Afqar.
"Suka-suka gue ngurusin gebetan apa kagak, iri lo gak punya gebetan, sini gue kasih satu deh" balas Afqar.
Saat Alan menarik napas ingin berbicara seraya menunjuk Alan dengan jari telunjuknya
"Udah-udah gak usah debat mulu dah gede, udah mau nikah, buruan ke arena ditungguin sama Kenzie" ujar Zayyan meredakan perdebatan mereka.
"Yaudah Laud kita ke sana dulu" ucap Sakha, Laudia hanya mengangguk.
"Lucu temen-temen Kak Kenzie" batin Laudia seraya terkekeh kecil.
"kayaknya Laudia deket sama temen-temen Kak Kenzie" ucap siswi uang sedari tadi masih membicarakan Laudia.
HAIH!
Laudia membuang napas gusar, memutar bola mata malas
"Gak ada kerjaan banget" gumam Laudia seraya melenggang pergi menuju arena pertandingan. Dan siswi-siswi tadi masih saja membicarakan Laudia, dasar tukang gibah
__ADS_1