Ghost Organization

Ghost Organization
BAB 17: Welcome Back


__ADS_3

Keesokan harinya , William bersiap untuk pertarungannya di pulau apung. Riley merasa khawatir dengan hal ini


" Dek William , apakah tidak apa jika seperti ini? "


" Tidak apa , aku ini kuat "


Riley tidak percaya dengan hal itu karena ia mendengar hal yang seperti ini dari anak kecil yang berusia 5 tahun. Tapi William tampak yakin dengan perkataannya dan mengeluarkan Murasame dari sihir Storage miliknya.


" Will , kau akan pakai senjata apa? "


" Aku akan memakai CyberBlade terlebih dahulu , dan di akhir aku akan menggunakan Murasame ini "


" A-apa!!? Murasame!!? Kau ingin menghancurkan pulau apung itu!!? "


" tenang saja , aku hanya akan menggertaknya , tapi jika ia ingin melawan maka aku terpaksa menggunakannya "


" Huh , semoga saja ia menyerah saat melihat Zolphius "


Setelah siap , William dan yang lainnya pun berangkat ke pulau apung yang di maksud. Pulau itu bernama SkylandNeo. Disana suara sorak sorai terdengar dari segala arah , mereka semua bertaruh dengan memakai uang mereka masing-masing. Tentu saja William juga bertaruh , tapi menggunakan uang Riley.


" Kek Riley , aku mau taruhan "


" Ha? Anak kecil sok-sokan taruhan "


" Ayolah , limit terkecil saja. Nanti juga yang untungkan kamu "


" Haish , kau harus menang. Kalau tidak aku akan dilanda hutang yang besar "


" tenang saja , aku pasti menang "


Setelah Riley memasang taruhan , William pun langsung masuk ke tengah-tengah arena yang sangat besar tersebut. Master Control Room sudah sedari tadi menunggu William di kursi VVIP.


" Hahaha , aku tidak menyangka kau akan datang. Kalau begitu aku akan menunjuk sembilan CyberPsyco untuk pemanasanmu , bocah "


" Kau tidak ingin bertarung langsung? Aku buru-buru mau pulang "


" Haha , aku ingin mendengar teriakan bahagia mu dahulu di arena ini "


" terserah lah "


Tak lama setelah itu , seorang dengan tubuh yang besar pun masuk ke arena. Ia adalah salah satu CyberPsyco yang di maksud oleh Master Control Room.


Tanpa pikir panjang , CyberPsyco tersebut langsung menyerang William dengan bom yang ada di tangannya. Namun dengan mudah di hindari oleh William , para penonton pun tercengang melihat aksi dari bocah umur 5 tahun yang bisa menghindari semua bom luncur milik CyberPsyco tersebut.


Karena terlalu memakan waktu , William menggunakan CyberBlade nya untuk memotong-motong tubuh CyberPsyco tersebut untuk menjadi bagian yang kecil-kecil.

__ADS_1


" Gi-gila , si William ini sungguh mengerikan. Aku penasaran dengan keadaan Ghost Organization kalian yang di pimpin oleh orang semengerikan ini " ujar Riley


" Ya , dia memang adikku yang paling hebat dan kuat " Karen menanggapi


Singkatnya William sudah membunuh sembilan CyberPsyco yang di turunkan oleh Master Control Room dengan mudah. Master Control Room marah karena anak buah yang ia turunkan itu tidak bekerja dengan baik.


" Bodoh!! Hanya membunuh anak kecil saja tidak becus!! "


Ia pun melompat masuk ke arena.


" Terpaksa aku lah yang harus turun tangan membunuh bocah ingusan ini "


" Hey , perkenalan dulu namamu sebelum aku mengalahkan mu "


" Sombong!!. Namaku adalah Simon , ingatlah nama orang yang akan membunuhmu ini , bocah!! "


William menyimpan CyberBlade nya di sihir Storage dan mengambil Murasame miliknya. Simon juga mengambil senjatanya yaitu Fire Chain Blade.


" Haha , kau sudah siap untuk mati!!? "


Simon berjalan mendekat karena mengira William ketakutan melihat senjatanya. Namun William mengeluarkan Murasame dari sarungnya , William hanya mengeluarkannya sedikit namun sebuah makhluk berwarna hitam dengan mata berwarna ungu pun muncul dari langit. Itu adalah Zolphius yang baru keluar jiwanya saja , karena William tidak sepenuhnya mengeluarkan Murasame.


" Ma-makhluk apa itu!!!? "


_" TUAN , KAU MENGELUARKAN KU HANYA UNTUK MELAWAN MANUSIA LEMAH INI SAJA? SEKIAN LAMA AKU TIDAK KELUAR DARI PEDANG ITU , DAN SEKALINYA KELUAR HANYA UNTUK MELAWAN MANUSIA LEMAH INI SAJA?_


" Aku hanya ingin memanggilmu saja , tidak ada maksud untuk membunuh atau menghancurkan "


_" HAISH , KALAU INGIN BERPERANG AKU AKAN IKUT "_


" pasti aku panggil "


Zolphius mulai menatap kearah Simon untuk membuatnya ketakutan. Simon menyerang Zolphius dengan senjatanya namun itu tidak akan berguna , mengingat Zolphius belum sepenuhnya bangkit. Keadaan menjadi mencekam dibuatnya.


Simon pun akhirnya menyerah dan menyatakan kalau William lah yang memenangkan pertandingan.


" Aku menyerah....... Pemenangnya adalah William "


Para penonton terdiam. William menyimpan Murasame miliknya kembali ke Storage


" Hey , Simon bodoh. Kembalikan uang kami "


" Ya , kembalikan!!! "


Dengan kemenangan William , otomatis Riley mendapatkan banyak keuntungan yang berlimpah. William tadinya ingin di berikan uang hasil taruhan , tapi ia memintanya agar diberikan kepada Riley saja.

__ADS_1


" Sudahlah , dimana Legendary Krom itu? Aku mau pulang "


Simon pun memberikan Legendary Krom tersebut kepada William. William langsung pergi menemui Riley untuk langsung ke portal Multiverse dan memasang Legendary Krom tersebut.


" ini kak Riley , cepat pasang "


" Baiklah "


Riley memasang semua komponen dan kabel-kabel listrik raksasa dengan dibantu oleh para bawahannya. Setelah selesai , Riley pun memasang komponen terakhir yaitu Legendary Krom yang telah William dapatkan.


Pemasangan kabel-kabel listrik dan pemasangan Legendary Krom itu memakan waktu sampai malam hari. Saat sudah selesai , Riley menyalakan portal. Tiba-tiba satu kota CyberNeo pun menggelap dikarenakan Riley menggunakan sumber listrik kota untuk membangkitkan portal Multiverse tersebut.


Portal pun terbuka , William dan yang lainnya pun bersiap untuk masuk ke portal. Sebelum ia masuk ke portal , William mengucapkan terimakasih kepada Riley yang telah memberikan keramahan kepada mereka.


" Terimakasih kak Riley atas keramahannya , sampai jumpa lagi...."


Mereka semua pun masuk ke portal sambil berpegangan tangan satu sama lain. Mereka tak sadarkan diri untuk beberapa saat , William membuka matanya dan menyadari kalau mereka semua berada di tempat terakhir sebelum pindah ke Multiverse Cyberpunk yaitu Makam agung Le' Abbys.


Yang lainnya tersadar dan merasa lega karena sudah kembali ke Terrarian World. Namun saat William melihat tubuh kembarannya , ia pun terkejut karena mereka masih dalam bentuk anak-anak.


" Kenapa aku tidak berubah? Harusnya kan aku jadi besar lagi...."


" Huh , sepertinya memang terpaksa harus ngulang umur yah Will "


" iya kayaknya "


" tenang saja , ada kakak yang akan menjaga kalian "


" Ya , mohon bantuannya ya , kak Karen "


Mereka semua pun keluar dari tempat itu menggunakan Gate yang di buka oleh William menuju markas Ghost Organization C.


Mereka berlima di sambut dengan hangat oleh Salomon dan para anggota lainnya.


" Selamat datang kembali , tuan muda "


William akhirnya merasakan perasaan yang sudah lama tidak pernah ia rasakan , yaitu perasaan seperti kembali ke rumah sendiri dan berkumpul dengan keluarga. William mulai mengeluarkan sedikit air matanya.


" Will , kamu nangis? Haha lemah. Hiks " ujar Kaito yang juga mengeluarkan sedikit air matanya.


" Kak Salomon , aku mau......kamu membuat sebuah Wastu.......untuk tempat tinggal ku di Terrarian World....." Ucap William sembari menyeka air matanya.


" Baik tuan muda "


Salomon segera mempersiapkan apa yang di perintahkan oleh Tuan muda Ghost Organization , yaitu membuat sebuah Wastu untuk tempat tinggal William dan saudara-saudaranya.

__ADS_1


__ADS_2