Ghost Organization

Ghost Organization
BAB 22: Planning


__ADS_3

Keesokan harinya William sarapan bersama saudara - saudara kembarnya di Wastu. Raut wajah Karen tampak khawatir dan cemas akan sesuatu.


" Kak , kamu kenapa sih? Cemas begitu wajah nya? " tanya Kennya penasaran


" Haish , masalah pasukan di perbatasan Dark Phantom sudah makin buruk.. pasukannya seperti tidak terbatas " Jawab Karen yang tampak khawatir


" Kakak tidak perlu cemas dengan pasukan itu , mereka di perkirakan akan menyerang kita satu tahun kedepan "


" ya , selama setahun ini.. ras manusia harus memiliki persiapan yang matang untuk melawan mereka semua "


William juga sedang memikirkan tentang sekolahnya , apakah ada wajib militer atau tidak. Namun ia rasa dibawa kepemimpinan Ratu Arela , tidak akan ada wajib militer di sekolah , yang ada pastinya semua kerajaan di Terrarian World akan bersatu menghadapi Dark Phantom.


" Baiklah kak , aku berangkat dulu...." Ujar William yang beranjak dari tempat duduknya


" Baiklah "


William membuka Gate menuju kelasnya dan mendapati Veimel sudah berada di kelas sambil memakan camilan. William duduk di sebelahnya dan langsung menumpukan kepalanya diatas meja.


"..... Kepalaku pusing..."


" Kamu kenapa Will? Mau camilan? "


William mengangkat kepalanya dan mengambil satu chip makan ringan tersebut.


" Katanya kita kedatangan murid baru Will "


" Oh yah? , Perempuan atau laki-laki? "


" Kalau itu sih , ga tau "


Bell masuk berbunyi , William tertidur pulas di mejanya karena lelah entah kenapa. Eliena masuk kedalam kelas , dibelakangnya ada seorang wanita cantik yang ukuran tubuhnya sama dengan Veimel.


" Baiklah anak-anak , Abnormal Class kedatangan murid baru. Ayo sayang , perkenalkan dirimu dulu " ujar Eliena dengan lembut.


Wanita tersebut maju dan menuliskan namanya di papan tulis dengan menggunakan sihir.


" Halo semuanya , nama ku Sasha Ellda... Mohon bantuannya beberapa tahun kedepan " Sasha memperkenalkan dirinya sebagai anak dari keluarga bangsawan yang bernama Ellda.


Kemudian Veimel menanggapi perkataan Sasha dengan cara memperkenalkan dirinya serta William yang sekarang masih tertidur.


" Hai , namaku Veimel Diablo... yang kecil di samping ku ini namanya William "


Eliena kemudian mendekati meja tempat William sedang tertidur pulas dengan raut wajah yang sedikit marah. Ia kemudian menarik telinga William dengan membangunkannya.


" William sayang... Bangun , kamu ini tidak sopan dengan murid baru..."


" Adu duh.. Sakit... "

__ADS_1


William memegangi telinga kirinya yang memerah karena di tarik oleh Eliena dan kemudian mengenalkan dirinya.


" Halo... Namaku William.. Senang bertemu denganmu "


Eliena menyuruh Sasha untuk duduk di sebelah William karena pelajaran akan segera dimulai. Pelajaran hari ini masih tetap pada tahap awal pengendalian sihir , Veimel yang sudah di ajari oleh William sekarang sudah mulai bisa mengendalikan sihirnya dengan baik. Sedangkan Sasha , ia masih belum bisa mengendalikan sihirnya yang terbilang sama dengan Veimel. Saat di kelas , sihirnya lepas kendali dan meretakkan tembok sekitar sana.


" Sasha.. Kakak rasa kamu harus banyak-banyak berlatih lagi yah? "


" Huh... Baik kak Eliena "


" Bagaimana kalau nanti kita belajar bersama? di luar kerajaan.." usul William


" Itu bagus.. Tapi di luar kerajaan itu agak sedikit..." Veimel tampak tidak yakin dengan usulan William.


" Aku tahu gerbang kerajaan sedang di jaga ketat.. Tidak apa , aku bisa menanganinya "


" Baiklah kalau begitu , biar aku yang menjemput Sasha..."


Sepulangnya mereka dari sekolah , William pergi ke kerajaan untuk membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan peperangan yang akan datang. Dengan menggunakan sihir Gate , ia dengan mudah langsung masuk kedalam ruangan singgasana milik Ratu Arela.


Tampak raut wajah para pejabat dan bangsawan di sana sangat khawatir dan bingung dengan keadaan sekarang.


" Hey!! Siapa kau!!? Anak - anak tidak sepantasnya berada di sini " ujar salah seorang penjaga ruangan tersebut kepada William sambil menodongkan tombak kearahnya.


William tanpa berlama - lama langsung membuka Storage kemudian mengambil plat kerajaan Ernest Julius dan menunjukkannya kepada penjaga tersebut. Seketika ia pun gemetar karena tau siapa yang ada di depannya itu. Plat kerajaan Ernest Julius hanya ada satu di kerajaan dan itu sudah di berikan kepada orang misterius yang memakai topeng aneh di waktu lalu.


William mengangguk dan berjalan mendekati ratu Arela yang tengah terduduk di singgasananya sambil memikirkan sesuatu.


" Ratu Arela.. Saya ingin membicarakan sesuatu dengan anda.. Boleh kah kita pindah ketempat yang lebih tenang " tanya William yang seketika membuat ratu tersadar dari lamunannya.


" Baiklah... Rapat hari ini sampai di sini saja , kita lanjutkan besok " sahut ratu yang kemudian membubarkan rapatnya bersama para bangsawan.


Ratu mulai bangun dari singgasana dan berjalan mendekati anak kecil yang ingin berbicara dengannya.


" Siapa kamu? Bagaimana kamu bisa masuk kedalam ruang ini tanpa di hentikan oleh penjaga? " tanya ratu kepada anak kecil tersebut.


Kemudian William mengeluarkan Plat kerajaan Ernest Julius yang membuat ratu Arela terkejut sekaligus takut karena pikirnya , ia telah tidak sopan kepada anak pria misterius waktu lalu.


" Maafkan saya karena berani lancang kepada anda tuan muda.. Kenapa anda tidak bersama ayah anda? " Ujar ratu yang membungkukkan badannya.


" Ayah? Ayah ku sudah lama meninggal.. "


" Meninggal? Bukankah waktu itu ayah anda datang menjalin hubungan kerjasama dengan kerajaan? " Ratu Arela bingung dengan yang di katakan oleh William.


William tersenyum pahit , tapi ia memakluminya karena saat pertemuan waktu itu , ia memakai pakaian Ghost Samurai miliknya sehingga mereka jadi tidak mengenalinya sekarang dengan bentuk yang seperti anak kecil.


" Ahaha , sebenarnya ini adalah aku.. Aku memakai pakaian khusus tempur waktu itu , jadi kalian tidak bisa melihat wajah ku "

__ADS_1


" Ma.. Maafkan saya Tuan , karena telah salah paham... "


" tidak apa.. Aku kesini ingin membahas masalah yang tengah kalian hadapi... "


Seketika mereka berdua pun mulai berbicara dengan serius.


" ya tuan , masalah pasukan yang siap bertempur.. Pasukan iblis Dark Phantom "


" Mereka masih dalam tahap persiapan.. Sebaiknya kalian juga bersiap untuk berperang melawan mereka.. "


" Kami berencana untuk memanggil lima pahlawan dari dunia lain untuk memimpin perang , tapi sepertinya akan memakan mana yang sangat banyak "


" tenang , aku akan bantu.. Tapi sebaiknya kamu harus berunding dengan pemimpin kerajaan lainnya.. Di Terrarian World ini ada 6 raja iblis yang menguasai 6 daerah iblis. Yang pertama adalah Diablo yang menguasai daerah Eldion , Gelia yang menguasai daerah Dark Phantom , Altira yang menguasai daerah Ahternia , Gelgemon yang menguasai daerah Barbagemon , Leviathan yang menguasai daerah Diemonster dan raja iblis yang paling kuat yaitu Albemon yang menguasai daerah terkuat dan terluas yaitu Le' Rea dan Under World atau neraka "


" Hm.. Jadi ancaman sekarang adalah Raja Iblis Gelia yang menjadi dalam kepanikan umat manusia? "


" Ya , begitu lah..."


" Apakah Raja iblis Albemon menjadi ancaman bagi kita? Bukan kah Gelia dan Albemon sama - sama iblis? "


" Tidak , dalam beberapa Daerah iblis.. Terdapat suatu konflik antar sesamanya , konflik Internal maupun Eksternal "


" Hm.. "


" aku kasih kamu satu rahasia , sebenarnya raja - raja iblis lain juga membenci Gelia.. Seharusnya mereka sudah berperang satu sama lain , tapi karena Albemon melarang mereka semua karena suatu kecurigaan.. jadi perang sesama ras tidak terjadi "


" Kecurigaan? Apa maksudnya? Apakah Gelia ini seorang penghianat? "


" Hm.. Kalau ratu bilang seperti itu.. Mungkin ada benarnya "


Pembicaraan mereka berdua sangat panjang dan lebar.. Sampai - sampai William lupa dengan rencananya bersama teman - temannya.


" Baiklah , intinya aku akan membantu kerajaan mu untuk berjuang melawan mereka para pasukan Dark Phantom... Tapi seperti yang aku bilang tadi , kamu harus berunding dengan pemimpin kerajaan lainnya terlebih dahulu "


" baik tuan.. "


William beranjak dari duduknya dan berpamitan dengan Ratu Arela..


" Tuan , maaf kalau pertanyaan saya lancang.. Tapi bagaimana anda bisa tau Informasi sebanyak ini dan bisa seakurat ini? "


" Hehe , kau tidak perlu tau soal itu.. Ikuti saja perkataan ku... Oh ya , kapan kamu akan melakukan pemanggilan pahlawan? "


" Mungkin setelah selesai berunding.. Nanti saya akan memanggil tuan jika waktunya tiba.."


" hm.. Baiklah "


William pun keluar menggunakan sihir Gate menuju tempat dimana teman - temannya berkumpul.

__ADS_1


__ADS_2