
Di kelas , William dan Veimel mempraktekkan sihir dasar seperti menerbangkan benda dan mengarahkan tembakan sihir. Untungnya William sudah menguasai kekuatan sihirnya seratus persen , jadi ia dapat dengan mudah mengikuti pelajaran.
" Bagus , kalian berdua hebat. William , kamu hebat dalam mengendalikan sihir. Veimel , kakak rasa kamu harus lebih banyak belajar lagi , yah? "
" baik kak "
Mereka berdua membereskan barang-barangnya untuk pergi pulang.
" Veimel , nanti habis pulang kita main yuk? "
" Baiklah , tapi rumahku agak lumayan jauh dari pusat kerajaan "
" Tidak apa. Pinjaman aku ingatan rumah mu , aku akan memakai sihir Recall "
Veimel pun mengingat rumahnya yang memang lumayan jauh dari pusat kerajaan.
William memegang kepalanya dan melihat tempat dimana Veimel tinggal.
" Oke , ayo aku akan antar kamu pulang "
" tidak apa , aku mau coba buka sihir Gate yang di ajarkan ayah dulu "
" baiklah "
Veimel mencoba membuka Gate menuju rumahnya , namun ia beberapa kali gagal dan yang ada malah menguras mananya.
" sudahlah , nanti kamu bisa pingsan kalau mana mu habis "
" huh , huh. Sekali lagi "
Veimel pun mencobanya sekali lagi dan ternyata sihir Gate itu berhasil di buat. Ia tampak gembira dengan hasil kerja kerasnya itu dan berpamitan dengan William.
" Baiklah William , sampai jumpa. Jangan lupa untuk menjemput ku "
" Baiklah "
William pun membuka Gate menuju rumahnya dan mendapati kakaknya yaitu Karen sedang memakan makanan ringan di ruang tamu.
" Kakak , aku pulang "
" Selamat datang , kok baru kamu saja yang pulang? Yang lainnya mana? "
" masih belajar , aku masuk ke Abnormal Class jadi bisa pulang duluan setelah belajar. Yah , karena manaku Null "
" Oh , gitu. Kamu mau makan? Biar kakak masakin buat kamu "
" tidak perlu......aku mau pergi main sama teman "
William tampak sangat bersemangat untuk pergi menemui temannya tersebut. Karen yang melihat hal itu dari seorang petinggi Ghost Organization pun merasa terharu dan sangat berterimakasih kepada teman yang dimaksud oleh William.
William membuka Gate menuju rumah Veimel dan berpamitan dengan Karen sebelum ia pergi.
" aku jalan "
" ya , hati-hati mainnya "
__ADS_1
Sesampainya di depan pintu rumah Veimel , William pun mengetuk rumahnya dan mendapati seorang wanita dewasa yang membuka pintu tersebut. Ia adalah ibunya Veimel.
" Ah , ini pasti William. Ayo-ayo kita makan dulu di dalam "
William pun menerima ajakan tersebut dengan senang hati dan makan bersama dengan Veimel di dalam. Mereka bertiga mengobrol-ngobrol santai sambil memakan makanan yang di sediakan oleh ibunya Veimel.
" Oh ya , sebelumnya perkenalkan nama saya , Lisia. Ibunya Veimel "
" Salam kenal tante Lisia "
Setelah selesai makan , William dan Veimel pun pergi keluar rumah untuk berjalan-jalan dan bermain. William mengajarkan Veimel cara mengendalikan sihir dengan mudah dan cepat , karena awal untuk menggunakan sihir yang berbagai macam adalah kita harus terlebih dahulu mengendalikan sihir dengan baik.
" Kamu harus konsentrasi , jangan memikirkan hal lain selain sihir yang ada di sekitar mu "
" Baik......"
Dalam beberapa kali percobaan , Veimel gagal mengendalikan sihirnya dan alhasil lepas kendali. Namun untungnya ada William yang berhasil menetralkan sihir yang tidak terkendali tersebut.
Dan pada percobaan selanjutnya Veimel akhirnya berhasil mengendalikan sihirnya dengan baik.
" Akhirnya aku bisa. Terimakasih William atas bantuan kamu karena telah membimbing ku " ujar Veimel dengan wajah yang gembira.
" Ahaha , bukan apa-apa "
" kalau begitu , ayo kita ke rumahku untuk beristirahat "
" Ayo "
Mereka membuka Gate menuju rumah Veimel dan melihat seorang pria dewasa yang sedang duduk sambil memakan makanan ringan di meja makan. Ia bertanduk dan memakai jubah hitam.
" Ayah? Kamu datang kemari? "
Veimel memanggil pria tersebut dengan sebutan ayah dan identitasnya sudah pasti adalah raja iblis Diablo yang memimpin satu dari enam daerah iblis yang ada.
Daerah iblis terbagi menjadi enam dan di kuasai oleh masing-masing iblis kuat yang mendapat julukan raja iblis , daerah terluas dan yang terkuat dalam sepuluh ribu tahun lalu adalah daerah milik raja iblis Albemon , yang adalah William di zaman dahulu. Raja iblis Albemon tidak hanya menguasai daerah iblis , ia juga menguasai sebagian besar dari neraka dan membuat istananya di sana yang bernama Makam agung Le' Abbys.
Diablo melihat kearah William.
" Ini siapa nak? "
" oh , ini temen aku. Namanya William "
Diablo bingung karena mengira William hanya manusia biasa , mana mungkin manusia biasa tidak takut melihat raja iblis. Sedangkan wajah William hanya biasa saja dan malahan tersenyum.
" Ahaha , nak William rupanya. Kenalin , nama saya Diablo. Raja iblis dari daerah iblis yang bernama Eldion "
" Salam kenal om Diablo "
William pun berjalan menuju kursi duduk berhadapan dengan Diablo , sementara itu Veimel pergi ke dapur untuk membantu ibunya menyiapkan makanan ringan.
William dan Diablo berbincang-bincang di meja makan tersebut
" Ngomong-ngomong , nak William hebat juga bisa menyembunyikan auranya "
" Ah , om bisa aja. Ini cuman antisipasi saja biar saja bisa berteman dengan Veimel dan murid-murid lain di akademi "
__ADS_1
" Haha , memangnya aura kamu sekuat itu? Mau lihat aura punya om? "
" boleh "
Diablo pun mengeluarkan auranya yang lumayan mencekam dan juga kuat.
_" kalau anak ini tidak takut berarti ia bukan manusia biasa , bisa jadi dia ini pahlawan "_ gumam Diablo dalam hati.
" Hm hm , om sangat kuat ternyata "
" Wah , nak William hebat juga bisa tidak takut dengan aura milik om. Kamu itu utusan pahlawan? "
" Ah , om ini bisa aja. Saya sebenarnya iblis juga sama kayak om "
" Oh , darah campuran yah? "
" Tidak , saya iblis sepenuhnya "
William pun mengeluarkan auranya yang kuatnya seribu kali lipat lebih kuat dari milik Diablo , seluruh Daerah yang ada di Terrarian World pun merasakan kekuatan yang mahakuasa dari raja iblis Albemon. Bahkan daratan para dewa pun tak luput dari aura milik William.
William hanya menunjukkan auranya selama 3 detik saja sudah mampu mengguncang seisi Terrarian World. Diablo yang melihat hal itu pun langsung menundukkan kepalanya ke meja.
" Maafkan saya , yang mahakuasa "
" Om , jangan seperti ini. Nanti dilihat Tante dan Veimel kan ga enak "
" Haish , maafkan saya karena sudah memamerkan kekuatan yang tidak berguna di mata anda "
" Haha , tidak apa. Dan panggil saja nak William "
" baik "
Untungnya William sudah menghilang indra di kulit Veimel dan Lisia dan mengunci sementara ketakutan mereka dengan sihir , sehingga mereka berdua tidak bisa merasakan aura milik William.
Veimel pun datang dan menyuguhkan makanan ringan yang ia buat. Dan mereka pun memakannya bersama disana.
Karena hari sudah mulai malam , William pun berpamitan dengan mereka bertiga untuk pulang ke Wastu.
" Saya pulang dulu ya. Sampai bertemu besok di sekolah , Veimel "
" Baiklah , sampai jumpa besok "
William pun membuka Gate menuju Wastu. Disana ia di beritahu oleh Kenshin kalau ia di panggil oleh Salomon untuk pergi ke markas Ghost Organization C.
Ia pun membuka Gate menuju kesana
" Kak Salomon , ada apa ini? "
" Tuan muda , kami mendapati informasi yang sepertinya lumayan serius "
" hmm , apa itu "
" Seorang mata-mata Ghost Organization C menemukan pasukan yang tak terhitung jumlahnya , ia mungkin berjumlah jutaan orang dan sedang bersiap di perbatasan Daerah iblis bernama Dark Phantom. Pasukan tersebut tampak siap untuk bertempur , dan hanya sedang menunggu perintah "
" Hm.... Terus lakukan penyelidikan dengan pasukan tersebut , aku akan memeriksanya kalau ada waktu. Berikan aku ingatan dari tempat itu. Oh ya , jangan lupa perkecil set ghost samurai milikku "
__ADS_1
" siap laksanakan "
Setelah Salomon memberikan ingatan miliknya tentang letak pasukan Dark Phantom tersebut , William pun kembali ke Wastu untuk beristirahat.