Ghost Organization

Ghost Organization
BAB 7: Plan Goes Smoothly


__ADS_3

William pada akhirnya sampai di kantin dan mendapati para kembarannya sudah berada di sana sedang ngobrol-ngobrol santai sambil memakan makanan.


" Will , kenapa kamu lama? "


" Ada sedikit kendala.... Baiklah , lanjutkan rapatnya "


Sejauh ini informasi mereka masih buntu karena tidak ada yang bisa di lakukan. Tapi Kennya mengusulkan sesuatu


" bagaimana kalau kita pancing Kaito keluar untuk bicara dengannya? "


Semuanya menatap Kennya


" Ke-kenapa? Apakah rencana ku seburuk itu? Kak Ren? "


William pun berbicara.


" Memang benar itu adalah rencana yang bagus , tapi...... "


" Hm , kau benar Will. Kita tidak punya umpan untuk memancing Kaito "


William tiba-tiba teringat dengan Murid elit yang ia intimidasi saat ia sedang dalam perjalanan menuju kantin.


" aku punya ide......"


William pergi mencari murid Elit tersebut , murid itu berada di taman dan tampak sangat trauma dengan apa yang ia lihat sebelumnya.


William pun menepuk pundaknya


" Hey , aku mau kau melakukan sesuatu "


" Baiklah , baiklah , baiklah , baiklah. Tapi jangan bunuh aku "


" Ekhem , sudahlah. Berdiri sekarang "


Murid Elit tersebut mengikuti perkataan William


" kau tau murid Elit bernama Kaito? "


" A-aku tau. Dia adalah murid unggulan akademi ini "


" kau pergi menghadap dia dan minta dia bertemu dengan ku. Pada jam istirahat Kaito harus sudah berada di taman sekolah "


" Baik baik baik "


Ia pun segera pergi melakukan apa yang di perintahkan oleh William , sedangkan William pergi ke kelas karena jam pelajaran pertama sudah akan dimulai.


Dikelasnya William di jelaskan hal-hal yang tidak penting. Ia pun tidur di kelas menunggu bel istirahat di bunyikan.


Setelah William di tegur guru , ia pergi ke taman untuk menemui Kaito. Disana Kaito sudah menunggu sambil memegang sebuah Pistol gelombang energi. Saat William sampai di sana , Kaito langsung menembakinya dengan akurat menuju kepala tapi semua gelombang energi yang termuntahkan dari pistol tersebut berhasil di hindari dengan mudah oleh William.

__ADS_1


" Siapa kau sebenarnya? " tanya Kaito


" Aku William...... sudahlah jangan buang-buang waktu , ayo ikut aku menemui semuanya "


Kaito bingung dan mengikuti William , William membawanya ke area taman yang lebih sepi , tempat dimana mereka berkumpul untuk melakukan rencana selanjutnya.


Di area itu sudah ada para saudara kembar William yang sudah menunggu William datang. Kaito terkejut melihat Kenshin dan Karen karena sudah lama tidak bertemu , mereka berpelukan


" Sudah-sudah , tidak ada waktu untuk terharu seperti ini. Kak Karen silahkan jelaskan rencana kita " ujar William


" Memang berhati dingin "


" berisik , cepat jelaskan saja "


Karen pun menceritakan dan menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir. Akhirnya Kaito mengerti bagaimana kondisi mereka sekarang dan sudah tau siapa dalang sebenarnya dari pembunuhan orang tua mereka. Kaito juga di suruh untuk pura-pura kalah di pertandingan yang akan datang.


Dan semuanya pun berpisah. Singkatnya hari pemilihan peserta tingkat biasa di pilih , semua murid tampak antusias mengikuti pemilihan untuk menjadi peserta pertandingan di kemudian hari.


William mulai mengeluarkan seperkecil dari kekuatan yang sebenarnya. Ia berhasil ikut sebagai peserta pertandingan , murid-murid pada antusias dikarenakan jikalau salah satu dari mereka menang , keinginan mereka pasti akan di penuhi serta bisa masuk organisasi Reaper dan Honor.


Karena pemilihan itu William jadi di kucilkan di sekolah , sama seperti Kennya tapi itu bukan bukan masalah bagi William. Dengan identitasnya sebelum menjadi ketua ghost , ia sudah hidup dalam kesendirian , berkelana hanya untuk balas dendam.


Ia bagaikan Roh yang gentayangan untuk membalas dendam orangtuanya.


Ia menemui para saudaranya itu untuk memulai rapat mereka untuk melanjutkan rencana selanjutnya.


" Para petinggi akademi akan melakukan pendataan mulai sekarang , pastikan hanya aku , Kennya dan Kaito yang terdaftar di antara kita "


" bagus. Kennya dan Kaito nanti akan kalah di pertandingan , menyisakan aku sendiri yang akan memenangkan pertandingan tersebut "


" hm , memang terbilang lancar. Tapi konsekuensinya sangat tinggi kan? "


" Tentu saja. Rencana yang sekarang kita akan jalankan hanya percobaan , kalau mereka menolak maka perang Rusher akan terjadi "


" Whoahaha , ngeri juga Ghost Organization kalau di pimpin oleh mu Will "


Karena sudah mendapatkan tugas masing-masing , rapat pun di bubarkan oleh William. William melihat murid Elit di gedung sebelah sedang sibuk latihan karena besok adalah hari pertandingan yang di maksud.


Keesokan harinya semua tampak bersemangat , suara sorak sorai terdengar dari segala arah. William bersiap dengan peralatannya dan menunggu lawannya yang sudah di atur oleh panitia pertandingan.


Dilihat dari bagannya , tampaknya William akan melawan kandidat yang lumayan kuat. Ia duduk tepat di sebelah William.


" Jadi kamu akan melawan ku? "


" ya , aku rasa aku akan kalah dengan mudah "


" hmm. Aku bisa melihat aura kekuatan mu yang lumayan kuat. Diatas rata-rata murid lainnya "


" Heeeeh , kau hebat juga bisa melihat aura "

__ADS_1


" Hanya kemampuan yang tidak berguna "


Mereka berdua menonton pertandingan sambil berbincang-bincang.


" Hey , siapa namamu? "


" namaku Will "


" hm....namaku Ley. Mohon belas kasihnya nanti "


" Hm. Aku akan membuat mu kalah tanpa rasa sakit "


" haha , kau lucu juga "


Di pertandingan pertama Kennya , ia berhasil memenangkannya. Begitu juga dengan Kaito yang mengikuti rencana William untuk menang di ronde pertama.


" mereka adalah kandidat unggul dari Xavier Academy "


" Hm , aku tau "


" Ability mereka sangat kuat. Setingkat dengan ku "


Di saat Ley sedang mengoceh , tato rantai yang lilit William kemudian menyalah menjadi berwarna hijau terang. Ia izin ke kamar mandi untuk mengecek keadaan tubuhnya.


Di kamar mandi , ia merasakan sakit yang amat luar biasa. William menahan rasa sakit itu dengan sekuat tenaga sampai pada waktunya untuk dia turun ke arena untuk bertanding. Ley menunggu William di dalam arena namun William tak kunjung datang , para penonton mulai mengejeknya dan menganggap William adalah murid yang pengecut.


William berjalan sambil menahan rasa sakit yang luar biasa itu. Sampai pada akhirnya rasa sakitnya menghilang dan ia merasa tubuhnya Ter-upgrade dan tato rantai itu menghilang dari tubuhnya.


William melompat masuk kedalam arena.


" maaf ley , mag ku kambuh tadi. Mari kita selesaikan dengan cepat " ujar William


" Haha , mohon belas kasihnya "


Setelah aba-aba dari wasit terdengar , Ley langsung dengan cepat menghilang dari pandangan William , tapi itu tidak akan ada gunanya. Ternyata tato rantai yang semula berada di tubuh William sekarang malah berubah menjadi sebuah Ability yang bernama _Darkness Chain_


Darkness Chain milik William langsung mengekang Ley yang membuatnya tak bisa bergerak sedikitpun , ditambah energi miliknya perlahan di serap oleh rantai-rantai milik William.


Karena Ley tak memiliki pilihan lain , ia pun memutuskan untuk menyerah karena konsekuensinya sangat tinggi dan bisa berakibat fatal.


" Sudah ku bilang bukan? Aku akan memberikan belas kasih pada mu "


" haha , memang hebat "


William pun melepaskan Ley dari kekangan rantai miliknya dan lanjut ke pertandingan selanjutnya.


Karena melihat kekuatan William yang sangat-sangatlah kuat , para peserta lebih memilih mundur dari pada melawan William.


Semuanya sesuai rencana , para petinggi akademi sepertinya marah karena acara mereka di ganggu oleh William.

__ADS_1


Semuanya masuk dalam rencana , meski William tak bisa membawa Kennya dan Kaito dengan damai , ia akan memakai kekerasan untuk membawanya yaitu dengan cara langsung menghancurkan markas utama Reaper Organization. Seratus bom luncur sudah siap di atur oleh Ryfels dan Salomon dari Ghost Organization menuju ke markas Reaper Organization.


Dan yang lebih parahnya lagi , ketua Reaper Organization tidak mengetahui rencana mereka.


__ADS_2