Ghost Organization

Ghost Organization
BAB 20: Old Memories


__ADS_3

Keesokan harinya , William seperti biasanya berangkat ke sekolah menggunakan sihir Gate. Disana William melihat Veimel yang sedang duduk di bangku murid , William pun menghampiri dan duduk di sebelahnya.


Suara murid-murid yang berlarian kesana kemari terdengar di depan ruang Abnormal Class.


" Veimel , kita ke kantin yuk? Aku mau beli Snack nih "


" Ayo , tapi kalau di bully nanti gimana? "


" Tenang aja , ga bakal ada yang bisa menyentuhmu kalau aku ada di samping kamu. Ayo kita jalan "


Mereka berdua pun akhirnya berjalan menuju kantin. William dan Veimel di tatap dengan tatapan yang menghinakan dan tampak jijik seperti melihat sampah yang berjalan. Tapi William tidak memperdulikan hal itu dan tetap berjalan menuju kantin dengan raut wajah yang ceria.


" William , murid lain melihat kita dengan pandangan yang aneh...."


" Ya , aku tau. Tenang saja , selama tidak ada yang mengganggu saja "


Sesaat setelah William melontarkan perkataannya , tiba-tiba seseorang menabrak lengannya.


" Oowh , maafkan aku. Aku sama sekali tidak melihat mu.. kecil. Hahahaha "


" Oh , tidak apa. Aku memakluminya untuk orang-orang buta "


Mendengar perkataan dari William , murid tersebut pun marah dan mulai adu mulut dengan William.


" Kau itu cuman murid yang tidak punya mana , masih berani keluar dari kelas mu yang payah itu? "


" Nyenyenye. Hanya bisa silat mulut , payah "


" Kau!!! "


Murid itu tampak geram melihat wajah William yang mengejeknya. Ia pun mulai melepas sarung tangannya dan melemparkannya kearah William.


" Aku Albert Brath , bangsawan tingkat Viscount. Menantang mu untuk berduel di arena sekolah.. bagaimana? Tidak apa kalau tidak ingin terima , tapi kau harus minta maaf dan sujud di hadapan ku "


" Haha , kau ini bercanda ya? Mana ada orang yang mau sujud dihadapan makhluk yang lemah seperti mu " ujar William sembari mengambil sarung tangan milik Albert

__ADS_1


Kejadian itu di saksikan oleh murid-murid lain dan juga saudara-saudara kembar William yang baru datang ke sekolah. Kaito panik karena William menerima tantangan tersebut , takutnya William lepas kendali dan malah menghancurkan seisi sekolah.


" Will , jangan sampai lepas kendali yah? " ujar Kaito yang menepuk pundak William dan pergi ke kelasnya


" tenang saja "


William dan Veimel pun melanjutkan perjalanannya ke kantin sekolah , Veimel tidak khawatir dengan pertarungannya karena ia tau kalau William sudah pasti menang. Dikarenakan ia bisa menggunakan sihir di luar jangkauan kemampuan manusia biasa.


" William , kamu jangan serius-serius banget. Bisa-bisa ia kehilangan nyawanya "


" Haha , perkataan mu itu pasti sangat menusuk bagi Albert "


Setelah William dan Veimel membeli Snack yang mereka inginkan , mereka berdua pun kembali ke kelas menggunakan sihir Gate karena bel masuk sudah di bunyikan.


Singkatnya bel pulang sekolah di bunyikan , Abnormal Class seperti biasanya pulang lebih awal dari kelas lainnya. William dan Veimel pun pulang menggunakan sihir Gate menuju rumah masing-masing. William ingin pergi ke markas Ghost Organization C untuk menyelidiki kemajuan penyelidikan tentang pasukan Dark Phantom.


William menggunakan sihir Gate untuk pergi kesana dan mendapati Salomon yang sudah berada di meja kerjanya sedang sibuk dengan komputer miliknya.


" Bagaimana kemajuanmu , kak Salomon "


" Kami mendapatkan informasi yang penting , Tuan muda. Pasukan Dark Phantom adalah pasukan milik raja iblis Gelia yang menguasai daerah iblis bernama Dark Phantom. Dari Informasi yang kami dapatkan , sepertinya ia langsung bersiap dengan pasukannya ketika merasakan aura yang sangat kuat kemarin "


" Kami juga mendapatkan informasi tentang motifnya mengumpulkan pasukan sebanyak itu. Ternyata ia ingin melawan raja iblis yang katanya telah bangkit. Raja iblis yang mereka tentang itu bernama Albemon. Mereka sekarang tengah menunggu gerak-gerik dari aura yang sangat kuat itu , namun aura itu langsung menghilang setelah 3 detik lamanya , mereka pun diam di sana untuk berjaga-jaga "


_" apakah aku dahulu sejahat itu sampai mereka memusuhi ku? "_ gumam William dalam hati


" baiklah , informasi yang bagus. Jangan panik dengan jumlah mereka , mereka tidak akan mengambil tindakan yang berlebihan. Apalagi menyerang manusia "


" baik Tuan muda "


William pun pergi dari sana menggunakan Gate manuju rumah Veimel untuk pergi bermain. Ia mengetuk rumahnya dan mendapati hanya ada Lisia yang berada di sana , sedang membersihkan rumahnya.


" Tante? Yang lain kemana? "


" Eh? William , Veimel dan ayahnya sedang mengikuti rapat calon putra-putri neraka. Atau calon-calon raja iblis yang akan memimpin dan meneruskan daerah yang sekarang masih kosong , yaitu daerah bernama Le' Rea. Daerah iblis kekuasaan raja iblis Albemon "

__ADS_1


" Ooh , gitu "


" Jadi , maaf yah. Veimelnya tidak bisa main terlebih dahulu "


" iya , gapapa Tante. Yaudah saya pergi dulu "


" Eh , tunggu William. Ini ada biskuit buat kamu "


" Wah , makasih Tante "


William pun membuka Gate menuju perbatasan Daerah iblis karena penasaran dengan apa yang di katakan oleh Lisia. William mendeteksi seluruh daerah iblis menggunakan Ability Detected dan mendapati keberadaan Veimel berada 10 mil jauhnya.


Ia pun menggunakan Cursed Rage untuk terbang menuju tempat dimana Veimel berada. Setelah setengah jam perjalanan , William pun sampai di tempat yang di kenal dengan sebutan Lybis. Lybis adalah tempat dimana semua raja iblis berkumpul untuk berbincang-bincang dan merencanakan sesuatu.


William mendapatkan sedikit ingatan tentang masa lalu raja iblis Albemon.


" Arrrg. Ssshhhh, kepala ku....."


William mulai mengingat kembali masa lalunya. Dahulu pada sepuluh ribu tahun yang lalu , para raja iblis mengadakan pertemuan di gedung Lybis untuk merapatkan sesuatu.


Raja iblis Gelia mengusulkan untuk memerangi manusia dan menguasai seluruh wilayahnya. Namun berhubung Albemon sudah tidak ingin berperang , ia pun tidak setuju dengan hal itu dan menentang keras usulan dari Gelia. Mereka berdua berdebat di ruang rapat tersebut sampai akhirnya di pisahkan oleh raja iblis terkuat setelah Albemon yang bernama Leviathan.


Gelia tidak ingin bertindak gegabah seperti melawan Albemon , ia tau bahwa dirinya akan kalah jika melakukan hal bodoh seperti itu. Maka dari itu , dia sangat membenci Albemon. Menjelaskan kenapa pasukan Gelia langsung bersiap di perbatasan sesaat setelah merasakan aura yang sangat kuat dari Albemon , yang adalah William di zaman sekarang.


" Huh , tak heran ia membenci ku "


William pun masuk ke dalam sambil memakan biskuit yang di berikan oleh Lisia sebelum ia berangkat kemari. Didalam William melihat patung-patung raja iblis yang di susun sedemikian rupa , termasuk patung dirinya yaitu Albemon yang sedang duduk di singgasana paling tinggi diantara yang lain.


" Hmm , coba aku ingat-ingat. Ini Diablo , ini Leviathan , ini Gelia , ini Gelgemon , ini Altira dan itu aku. Ck ck ck , paling tinggi singgasananya. Hebat "


William terus menelusuri tempat yang sangat besar tersebut sembari mengingat-ingat kembali ingatannya dan juga memakan biskuit tentunya. William akhirnya sampai di sebuah pintu ruangan yang sangat besar dan menggunakan sihir Asimilation untuk menyatu dengan udara agar tak terlihat dan juga bisa masuk ke pintu tersebut tanpa membukanya.


Tempat itu adalah ruang rapat yang di maksud. Lima raja iblis disana sedang duduk di singgasana rapat dan mulai membicarakan tentang anak-anak mereka yang juga sekarang sedang berada di sana.


Satu singgasana yang kosong adalah singgasana milik Albemon. William pun duduk di sana , ia masih tak terlihat karena menggunakan sihir Asimilation.

__ADS_1


William mendengarkan percakapan mereka. Yang berbicara hanya anak-anaknya saja , para Ayahnya diam di singgasana masing-masing untuk memperhatikan anak mereka dan ngobrol-ngobrol.


_" Aku jadi malu duduk disini , isi nya bapak dan ibu semua yang sudah punya anak. Ini memalukan "_ gumam William dalam hati


__ADS_2