Goddess Of Authority

Goddess Of Authority
EPS 109


__ADS_3

YOW BALIK LAGI DENGAN AUTHOR MU YG BAEK INI, MAAF BARU UP LAGI YH GUYS SOALNYA AUTHOR SEHABIS UJIAN SEKOLAH AUTHOR LIBURAN DENGAN AESTETIC JADI AUTHOR TIDAK UP, YANG MASIH STAY DENGAN NOVEL AUTHOR TERIMAKASIH OK SAMPAI SINI MARI KITA LANJUTKAN...


Jangan lupa like :)


______________


Masih didalam dunia cermin..


"Keyra, kapan kamu akan menuju pulau telarang?"_Tanya Kylie


"Mungkin bulan depan"_Jawab Keyra.


"Oh iya ada hal yang harus kamu ketahui, apakah kamu pernah melihat cermin bulan?"_Tanya Kylie


"Cermin bulan? hemm oh cermin yang ada diruangan kemarin itu bukan?"_Jawab Keyra.


"Iya yang itu"_Ucap Kylie


"Iya aku pernah melihatnya, kenapa?"_Jawab Keyra.


"Ambil cermin itu dan bawa ke pulau telarang"_Ucap Kylie


"Apakah ada sesuatu dicermin tersebut?"_Tanya Keyra yang mulai penasaran tentang cermin yang baru ia temui itu.


"Iya ada, cermin itu sama seperti cermin ini. Dia memiliki portal, menuju dunia lain"_Jawab Kylie.


"Apakah ada sesuatu didalamnya?"_Tanya Keyra lagi.


"Ada"_Jawab Kylie.


"Apa?"_Tanya Keyra yang penasaran.


"Suami saya ada didalam, saya minta tolong bebaskan dia hiks hiks"_Jawab Kylie sembari menangis, mungkin karena terlalu merindukan sosok suaminya maka dari itu ia menangis. Atau mungkin hanya air mata buaya yang ia keluarkan, entahlah aku pun tidak mengerti.


Keyra yang melihat Kylie menangis merasa tak tega dan langsung mengiya kan permintaan Kylie, Kylie yang mendengar bahwa Keyra telah mengiya kan permintaannya langsung tersenyum dengan manis semanis author.


"Untung aku lulusan terbaik dunia pendramaan hohoho, memang tidak ada yang bisa menolak tangisan penuh belas kasihan ku sampai anakku saja tertipu, memang benar aku terbaik "_Batin Kylie ibu Keyra, memang manusia satu ini sifatnya sama dengan anaknya benar kata orang-orang buah jatuh tak jauh dari pohonnya.


Karena Kylie tau bahwa seorang anak tidak akan tega melihat ibu kandungnya menangis, tetapi hal itu berlaku bagi manusia-manusia yang sayang dengan orang tuanya. Tidak berlaku bagi manusia-manusia durhaka.


"Kenapa aku tidak tega melihatnya menangis? kenapa hatiku terasa perih melihatnya menangis? "_Batin Keyra.


"Sudah jangan menangis lagi, aku akan membawa cermin itu bersamaku. Tetapi bagaimana cara kerja cermin itu? dan bagaimana masuk kedalam cermin itu?"_Tanya Keyra.


"Cara kerjanya sama saja dengan cermin ini, dia juga memiliki kunci tersendiri untuk membukanya dan cara masuknya sama saja. Tetapi kunci itu telah lama menghilang, jadi kamu harus mencari kunci itu terlebih dahulu"_Jelas Kylie.


"Dimana kunci itu berada?"_Tanya Keyra.

__ADS_1


"Soal hal itu saya tidak mengetahuinya"_Jawab Kylie.


"Terus bagaiman caraku menemukannya? itu ibaratkan mencari tai mata ditumpukan jarum, sangat sulit"_Ucap Keyra.


"Hiks hiks, a__apakah kamu tidak ingin hiks hiks membantuku?"_Tanya Kylie tak lupa air mata yang menghiasi pipinya.


"Aish baiklah nanti aku akan mencoba mencarinya, sudahalh jangan menangis lagi"_Ucap Keyra.


"MUHEHEHHE MEMANG AKU PALING BERBAKAT"_Batin Kylie yang berhasil menipu Keyra untuk yang ke sekian kian kian kian kalinya.


"Terimakasih"_Jawab Kylie sembari tersenyum kepada Keyra.


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu"_Ucap Keyra.


"iya, hati-hati"_Jawab Kylie.


Setelah selesai berbicara dengan Kylie yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri, Keyra pun keluar dari cermin tersebut. Setelah keluar dari cermin itu ia pun memutuskan untuk keluar dari ruang galaksi miliknya.


Tak terasa hari telah menjelang malam, Keyra melakukan ritual yang biasa ia lakukan yang tak lain dan tak bukan ialah mandi, makan dan rebahan dengan aestetich.


Sedang asik-asiknya Keyra rebahan tak lama kemudian ada beberapa orang pria yang masuk didalam kamar Keyra yang entah darimana.


"Siapa yang menyuruh kalian kesini?"_Tanya Keyra.


"Kami merindukanmu"_Jawab salah seorang pria kepada Keyra.


Ia tau bahwa yang datang ke kamarnya tak lain dan tak bukan ialah Maxim, Yu Zhong, Li Fang dan Zhifox.


"Bagaimana dengan keadaan disana?"_Tanya Keyra, kali ini ia mengubah posisinya yang semula rebahan menjadi duduk.


"Semuanya baik"_Jawab Yu Zhong.


"Hem"_Jawab Keyra.


"Oh iya, kami sudah dapat orang-orang buat dilatih mereka semua berada dilevel Middle Realm"_Ucap Li Fang melapor kepada Keyra.


Level Middle Realm yang artinya mereka berada dilevel dua dari enam level


"Oh"_Jawab Keyra.


"Hanya Oh?"_Tanya Li Fang yang tak mengerti lagi jalan pikiran tuannya yang satu ini.


"Terus?"_Jawab Keyra, sungguh jawaban yang sangat mengesalkan.


"ASTAGAAAA KEYRAAAAA"_Ucap keempat orang itu yang greget dengan sikap Keyra.


"Kalian latih saja mereka, nanti setelah urusan ku selesai aku akan datang dengan sangat keren dan penuh pesona untuk melihat perkembangan mereka"_Jawab Keyra yang tak lupa sikap percaya dirinya yang sangat tinggi itu.

__ADS_1


"Hmmmm-_-" jawab mereka berempat yang hanya bisa menggelengkan kepala mereka dengan tingkah laku Keyra.


"Kenapa?"_Tanya Keyra yang melihat ekspresi datar keempat orang itu.


"Tidak"_Jawab mereka berempat.


Mereka pun berbicara mengenai berbagai hal dan bercanda bersama, tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu kamar Keyra.


Tok tok tok...


Terdengar suara pintu kamar Keyra yang diketuk dari luar, Keyra yang mendengar pintu kamarnya diketuk langsung bangun ingin membuka pintu tersebut.


"Siapa lagi sore-sore gini ngetuk aish menggangu"_Batin Keyra.


Keyra pun membuka pintu tersebut dan terlihat seorang pria yang tengah berdiri didepan pintu, pria itu tak lain dan tak bukan ialah Darren.


"Aish manusia penggangu ini lagi "_Batin Keyra.


"Kenapa?"_Tanya Keyra.


"Nanti malam semua peserta yang mengikuti lomba disuruh kumpul di aula utama"_Ucap Darren.


"Baiklah"_Jawab Keyra yang hendak menutup pintu, tetap Darren menahannya.


"Apalagi?"_Tanya Keyra.


"Apakah kamu mau jalan-jalan sore bersama ku?"_Tanya Darren.


"Oh tentu saja..(sembari tersenyum)...Tidak"_Jawab Keyra dan langsyng menutup pintu tersebut.


Sementara itu Darren yang diluar hanya menatap pintu kamar Keyra yang secepat kilat ditutup tadi, dengan ekspresi tak bisa dijelaskan.


"Kenapa ditutup? kenapa sangat sulit mau akrab dengan wanita itu?"_Tanya Darren pada dirinya sendiri, Darren pun memutuskan untuk pergi dari sana.


Di Kamar Keyra...


Terlihat kelima orang yang sedari tadi santai didalam kamar tengah bernyanyi dan bercanda bersama, sedangkan manusia yang mengusir seorang pria barusan, tengah duduk tanpa rasa bersalah sama sekali sembari memainkan gitarnya.


Mereka tidak perlu takut bahwa suara mereka kedengaran oleh orang lain, karena Keyra telah memasang alat pengedap suara dengan sangat-sangat aestetic.


BERSAMBUNG.....


_________________


Terimakasi telah membaca novel author, maaf yah guys author lama tidak up. Dan kali ini author sudah kembali aktif, episode berikutnya author usahakan sabtu akan up lagi...


Jangan lupa like, koment, rate, fav and rate guys...

__ADS_1


__ADS_2