Goddess Of Authority

Goddess Of Authority
EPS 57 PAGI YANG BURUK BUAT MAXIM


__ADS_3

Jangan lupa likenya :)


...


..


.


Pagi harinya Keyra bangun dengan semangat 45, entah apa yang ingin dia lakukan sepagi ini. Keyra pun bagun dan bersiap-siap hendak keluar mencari udara segar disekitaran kota.


Setelah selesai bersiap-siap ia pun berjalan tak lupa ia mengenakan cadarnya, ia berjalan-jalan santai menyusuri ibukota yang memang sudah ramai walau masih sangat pagi, bahkan matahari saja belum terlalu muncul.


Keyra berjalan-jalan sembari melihat apa yang hendak ia beli, singgahlah Keyra disebuah tokoh berrbagai macam aksesoris. Keyra melihat beberapa aksesoris yang menurutnya sangat cantik walau itu terlihat sederhana. Keyra mengambil aksesori itu, yang tak lain adalah kalung.


Karena merasa kalung tersebut nampak bagus, Keyra pun memanggil Maxim yang masih berada dihutan kegelapan yang tengah tertidur dengan nyenyaknya melalui telepati. Maxim yang mendengar Keyra memanggil dirinya pun segera menghampiri Keyra dengan terburu-buru, tak lupa ia mengenakan masker agar tidak ada yang mengetahui dirinya.


Setelah mencari keberadaan Keyra, akhirnya Maxim menemukan manusia yang membuat dirinya terburu-buru tadi. Ia pun menghampiri Keyra dan menanyakan kenapa Keyra memanggil dirinya. Keyra yang melihat Maxim yang datang pun hanya tersenyum menatapnya dari balik cadarnya.


"Ada apa Key? kenapa kamu memanggilku sepagi ini?"_Tanya Maxim krpada Keyra.


"Oh iya ini penting Xim sangat sangat sangat penting"_Jawab Keyra dengan muka yang serius.


Maxim yang melihat ekspresi Keyra yang serius pun merasa penasaran apa yang sedang terjadi sebenarnya.


"Apaan jan bikin panik napa? kepo gw buruan bilang apaan?"_Tanya Maxim yang sudah kepo setengah mati.


"Ini Xim (sambil menunjukan kalung yang menurutnya cantik tadi) cobain kalung ini"_Ucap Keyra sembari menyodorkan kalung tersebut kepada Maxim.


Maxim yang melihat kalung yang Keyra sodorkan pun binggung.


"Dicoba? buat?"_Tanya Maxim yang masih binggung.

__ADS_1


"Yah buat gw lah, masa iya buat lo. Gw suruh lo datang terus cobain ini kalung, kalau cocok di lo berarti gw beli"_Jawab Keyra yang mendapatkan tatapan dari Maxim yang siap menelannya hidup-hidup.


"Lo suruh gw datang sepagi ini cuma nyuruh gw cobain kalung?"_Tanya Maxim yang mulai gregetan.


"Iya"_Jawab Keyra dengan tampang polosnya.


"Sabar Xim sabar"_Gumam Maxim yang mencoba bersabar karena ulah Keyra yang membangunkannya sepagi ini hanya untuk mencoba kalung.


"Hah kenapa?"_Tanya Keyra lagi dengan tampang polosnya.


"Dah gila lo yah? pagi-pagi buta gini lo bangunin gw cuma buat nyobain kalung? gw pikir ada hal yang penting astaga KEYRAAAAA"_Jawab Maxim yang gregetan dengan Keyra.


"Aw itu adalah PENTINGGGGG menyangkut hidupku itu semuanya PENTING you know?"_Ucap Keyra.


Maxim yang mendengar apa yang Keyra katakan pun dibuat makin gregetan, bayangkan saja dia yang masih tertidur sangat nyenyak dan tiba-tiba dipanggil katanya ada urusan penting.


Dan sekalinya datang eh cuma disuruh nyobain kalung doang, dan kalung cewek lagi. Bagaimana orang tidak ingin membunuhnya coba? kalau kelakuannya minta dibunuh.


"Gini yah kalau gw pakai leher gw kan nanti gak kelihatan kalungnya, maka dari itu gw suruh lo yang cobain. Biar gw bisa lihat secara keseluruhan, gimana jenius kan gw?"_Jawab Keyra.


Maxim yang mendengar hal itu hanya pasrah, karena ia tau kalau berdebat dengan manusia yang kasat mata didepannya ini ia tak akan menang. sudah dari zaman ke zaman ketika ia bersama Keyra bahwa seperti ada peraturan yang tidak tertulis yang menyatakan bahwa "KEYRA SELALU BENAR APAPUN YANG TERJADI".


Maka dari itu Maxim memilih pasrah, toh percuma berdebat kalau ujung-ujungnya Keyra yang menang. Itu hanya membuang tenaganya saja, dengan perasaan yang masih gregetan yang luar biasa Maxim pun mencoba kalung yang ada ditangan Keyra tersebut.


Keyra yang melihat Maxim mengenakan kalung tersebut hanya tersenyum puas dibalik cadarnya, sedangkan Maxim? oh jangan ditanya lagi anak yang dijadikan percobaan oleh Keyra itu hanya menahan rasa kesal, greget, dan perasaan lainnya.


"Emang yah, pilihan gw tuh selalu the bast hohoho siapa dulu dong KEYRAA"_Ucap Keyra yang memuji dirinya seperti biasanya, Maxim yang melihat hal itu hanya pasrah.


"Sudah?"_Tanya Maxim.


"Iya sudah makasih yah"_Ucap Keyra kepada Maxim.

__ADS_1


Maxim yang mendengarnya pun hanya mengganguk-nganguk, ia masih greget dengan manusia kasat mata didepannya ini. Keyra pun membayar kalung tersebut, dan berjalan meninggalkan Maxim yang masih ditokoh tersebut.


Maxim yang melihat dirinya ditinggal begitu saja oleh Keyra, mengelus dadanya untuk mencoba bersabar dari rasa gregetannya sedari tadi yang rasanya ingin sekali ia mengubur manusia kasat mata itu hidup-hidup.


"Sabar Xim sabar, itu manusia emang dari dulu dah ngeselin kek gitu. Sabar Xim, heh gw rela-relain loh jir buru-bur kesini meninggalkan mimpi indah gw yang dimana gw lagi ehem ehem sama cewek demi nih bocah kasat mata dhlah"_Gumam Maxim yang masih gregetan dengan Keyra yang entah kemana perginya.


Maxim pun memutuskan untuk kembali ke hutab kegelapan melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda tadi oleh Keyra, tapi sayangnya Keyra malah kembali dan menyeret Maxim yang hendak kembali.


"Enak aja main pergi-pergi, lo harus temenin gw belanjaaaaaaa. Lo harus nyobain baju yang ingin gw beli, awas lo berani pergi"_Ucap Keyra yang tengah mengancam Maxim.


"WTF NYOBAIN BAJU? LO GILA? OY GW JANTAN OY BUKAN BETINA JIR"_Jawab Maxim yang mendengar dirinya yang ingin dijadikan Keyra kelinci percobaan.


"Terus? lo pikir gw peduli? hah kagak, dah terima nasib sajalah wahai anak mudaaaaa, bahwa pagi ini kamu menemani diriku yang luar biasa baik, cantik dan tidak sombong ini berbelanja. Harusnya lo bersyukur dari banyaknya spesies bumi lo yang gw pilih"_Ucap Keyra yang menjelaskan kepada Maxim.


"Ini mah lebih seperti malapetaka jir, sumpah gw dapat majikan kok gini amat yah modelannya"_Gumam Maxim yang hanya pasrah mengikuti Keyra yang berbelanja pagi ini.


Keyra yang mendengar ucapan Maxim pun hanya tersenyum puas, Keyra memang sudah berniat membuat Maxim kesal pagi ini. Makanya ia sengaja memanggil Maxim sepagi ini.


Pagi yang sangat indah bagi Keyra, sedangkan bagi Maxim pagi ini adalah pagi yanng buruk untuk kesekian kian kian kalinya. Pagi yang sangat sangat sangat membuat dirinya ingin mengubur manusia yang tengah bersamanya saat ini.


BERSAMBUNG....


_________________


Teman-teman sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas dukungan kalian ntah itu berupa like, rate, vote, koment ataupun ngebaca karya author. Tanpa kalian author bukan apa-apa, jadi terimakasih yah guys......


....


..


.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMENT AND RATE NYA YAH GUYS. BIAR AUTHOR SEMANGAT UPPP NYAA BYE GUYSSS :)


__ADS_2