
Keyra pun masuk kedalam ruangan tersebut, dilihatnya seorang pria tengah duduk disofa. Segera Keyra menghampiri pria tersebut.
"Ada apa tuan mencariku?"_Tanya Keyra to the point.
"Aku hanya mau memastikan sesuatu"_Jawab pria itu tanpa basa-basi.
"Hem?"_Ucap Keyra.
"Apakah nona dari zaman moderen dan tanpa sengaja berpindah dimensi?"_Tanya pria tersebut.
Keyra yang mendengar ucapan pria tersebut cukup terkejut, karena tak ada yang mengetahui dirinya yang berasal dari zaman moderen selain Yu Zhong dan juga Li Fang oh iya dab juga Kaili dan Kaibo.
"Lah kok dia tahu yah? jangan-jangan dia berasal dari zaman moderen lagi?"_Batin Keyra.
"Iya"_Jawab Keyra singkat tanpa menyangkal lagi.
"Wah nona ternyata kita sama"_Jawab pria itu.
"Ya terus?"_Ucap Keyra dengan ekspresi datar.
"Yah tak apa aku hanya merasa nona sangatlah mirip dengan bos saya dulu"_Jawab pria itu dengan santai.
"O"_Ucap Keyra.
"Namamu siapa?"_Tanya Keyra.
"Namaku di kehidupan ini Linyi dan di kehidupan sebelumnya Maxim Queensha"_Ucap pria itu sembari memperkenalkan dirinya.
Deg...
"Queensha? Maxim? jangan-jangan dia adalah Maxim kaki tangan gw dulu? ah masa sih, masa iya bisa kebetulan seperti ini"_Batin Keyra.
"Maxim Queensha, hem nama yang indah"_Ucap Keyra pura-pura tak tahu.
"Hehe begitukah? iya nama ini diberikan oleh orang yang sangat berarti dihidup gw dulu, tapi___dia telah meninggal ntah apa penyebabnya"_Ucap Maxim itu dengan tampang yang sedih tergambar diwajahnya.
"Oh gitu turut berduka cita yah, emang siapa nama orang itu?"_Tanya Keyra sungguh ia sangat-sangat penasaran.
"Namanya Ke__"Belum sempat Maxim itu melanjutkan kaa-katanya ada seseorang yang mengetuk pintu.
"Ck siapa sih nganggu aja, dah kek sinetron dah"_Batin Keyra.
"Masuk"_Ucap Keyra.
Pria yang mengetuk pintu tadi pun masuk, dan menghampiri Keyra.
"Ada apa?"_Tanya Keyra dengan ekspresi datar.
"Maaf menggangu nona, perintah nona tadi sudah saya laksanakan"_Ucap pria itu yang tak lain adalah Rong Li.
"Yah pergilah"_Jawab Keyra.
"Baik permisi nona"_Ucap pria itu dan pergi.
"Sampai dimana tadi percakapan kita?"_Tanya Keyra kepada Maxim.
__ADS_1
"Oh itu nama orang yang memberikan saya nama"_Jawab Maxim itu.
"Ha iya itu, siapa namanya?"_Tanya Keyra.
"Namanya Keyra Queensha"_Jawab Maxim.
"Oh Keyra Queensha toh, aku mengenali dirinya"_Ucap Keyra.
"Serius nona? kamu mengenali bos saya dulu?"_Tanya Maxim yang tak percaya.
"Iya kenal lah, btw gak usah terlalu baku kali ngomongnya santai ae"_Ucap Keyra.
"Oh iya hehehe, kamu kenal dengan bos gw dimana?"_Tanya Maxim.
"Siapa coba yang ngak kenal dia gadis yang sangat cantik, baik, jenius, hebat, keren, kaya, pemimpin Blue Dragon dan masih banyak lagi"_Ucap Keyra yang memuji dirinya sendiri, memuji dirinya sendiri Keyra lah jagonya.
"Wah sepertinya kamu begitu tahu tentang bos saya"_Jawab Maxim.
"Ya lumayan"_Ucap Keyra.
"Siapa namamu nona?"_Tanya Maxim, sungguh ia tak terbiasa berbicara non formal kepada orang lain.
"Nama apa di waktu ini atau nama yang dulu?"_Tanya Keyra.
"Yang sekarang siapa?"_Tanya Maxim.
"Xiu Annchi"_Ucap Keyra.
"Yang dulu?"_Tanya Maxim lagi.
"WAH SERIUSAN LO?"_Tanya Maxim dengan nada yang sedikit tinggi sangking terkejutnya.
"Napa lo kagak kenal gw lagi?"_Ucap Keyra.
"Lo__Lo Keyra__Lo Keyra nya gw kan?"_Tanya Maxim memastikan.
"Iyalah siapa lagi coba"_Ucap Keyra semvari membuka cadarnya.
Sontak saja Maxim berjalan mendekati Keyra dan langsung memeluk dirinya, sungguh ia sangat-sangat senang bahwa orang yang didepannya ini adalah Keyra Queensha, orang yang selama ini ia rindukan.
"Uhuhk, uhuk uy lep__as mati lagi nih ntar gw uhuk uhuk"_Ucap Keyra, bagaimana tidak Maxim memeluknya dengan sangat kuat hingga ia hampir kehabisan nafas dapatnya.
Maxim yang menyadarinya pun melonggarkan pelukannya tanpa melepas pelukannya, sungguh ia sangat takut jika ia melepaskan pelukannya ia akan kehilangan lagi. Ia tak mau kehilangan untuk kedua kalinya.
"Sudah lepas pelukan mu aelah kek orang gak ketemu bertahun-tahun ae"_Ucap Keyra.
"Aku takut jika aku melepaskan mu, aku akan kehilangan mu untuk kedua kalinya. Apa kamu tahu bahwa kehilangan itu sangatlah menyiksa"_Jawab Maxim.
"Dah aku tak akan pergi lagi lepas lah"_Ucap Keyra lembut.
"Lo tega bener gak mau gw peluk"_Jawab Maxim.
"Bukan gitu j*r gw kebelet asw cepet lepasin udah diujung ini"_Ucap Keyra dengan wajah yang sedang menahan agar tidak kelepasan.
"Bilang kek dari tadi, sana pergi lo kalau lo sampai buang disini bisa berabe"_Jawab Maxim, sembari melepas pelukannya.
__ADS_1
Keyra pun berlari pergi ke wc untuk menyetor. Setelah menyetor ia pun kembali ketempat tadi.
"Dah?"_Tanya Maxim sembari menyeruput teh.
"Iya udah, huft lega"_Ucap Keyra.
"Oh iya tinggal dimana lo?"_Tanya Keyra.
"Ya dirumah lah pertanyaan lo tuh aneh"_Jawab Maxim.
"Hem, gimana kalau lo tinggal bareng gw?"_Tanya Keyra.
"Oh tentu saja mau dong dengan senang hati malahan"_Ucap Maxim.
Mereka pun terus berbincang-bincang tentang banyak hal, dan terlintaslah pertanyaan dibenak Keyra.
"Kok lo bisa kesini?"_Tanya Keyra.
"Ya gw meninggal gara-gara ketabrak bajai pas nyebrang jalan, emang tuh bajai kagak hati-hati"_Jawab Maxim.
"Pftttt hahahhaha ketabrak bajai hahahha jelek amat cara mati lo"_Ucap Keyra sembari tertawa.
"Ya biarin kali, dan tanpa sengaja ketemu lo disini dan nempatin tubuh pria yatim ini. Kagak sia-sia abang tukang bajai tabrak gw, berkat dia gw bisa kesini hohoho"_Jawab Maxim.
"Dih kesenangan ditabrak bajai"_Ucap Keyra.
"Oh iya lo sendiri kenapa bisa kesini? lo tau gak Key betapa terpukulnya kami semua pas lihat lo dah pergi ninggalin kami"_Ucap Maxim dengan raut sedih.
"Oh itu gw meninggal gara-gara keselek cokelat"_Ucap Keyra dengan nada yang pelan menahan malu.
Walau pelan pun Maxim masih mendengarnya, sontak saja ia tertawa terbahak-bahak.
"BWAHAHAHAHHA HAHAHAHHA"_Tawa Maxim memenuhi ruangan tersebut, untung saja Keyra siap 45 memasang alat pengedap suara.
Maxim masih setia dengan tertawanya, sungguh menurutnya konyol. Keyra seorang mafia paling ditakuti nomor 1 didunia, mati gara-gara keselek cokelat. Tak bisa dipercaya.
"Astaga kenapa gw terlalu jujur sih ah, kan malu gw jadinya ck ck "_Batin Keyra.
"Udah tawanya?"_Tanya Keyra dengan nada yang dingin.
"Hahaha udah Key udah, serius kalau yang lain dengar mereka akan tertawa sama seperti ku"_Ucap Maxim.
Mereka pun terus membahas hal-hal penting sampai tidak penting. Tak terasa waktu telah menjelang sore, Keyra pun segera pamit kepada yang lainnya dan memvawa Maxim pergi kembali kekediaman jendral Zhang.
BERSAMBUNG......
ū
(Ilustrasi Maxim)
.......
Jangan lupa like :)
__ADS_1