
semenjak Haidar meninggal, Rani selalu bermimpi buruk. dia juga memimpikan dirinya sedirian dan sekarat seorang diri.
saat tertidur lelap, wajah Rani sangat pucat dan dahinya terus berkeringat. Rani sedikit demam dan terus mengigau tak jelas.
"....." Abi yang baru datang langsung menggantikan adiknya berjaga menamani Rani. sedih melihat pujaannya kesakitan tapi Abi harus sabar demi kesembuhan Rani
"...." mata Rani tiba-tiba terbuka setelah kaget dengan mimpi buruknya. dilihatnya sudah ada Abi yang terus menatapnya sambil mengusap-usap kepalanya dan mengelap keringatnya.
" apa gua mimpi... ? "
" engga sayang... lu gak mimpi.. "
" Bi... gua takut... takut Bi.. " Rani meneteskan air matanya dan meluapkan semua kesedihan dan ketakutannya
" tenang gua disini... " Abi langsung memeluk Rani dan menenangkannya
" Bi... jangan bosen nemenin gua disini ya... "
" ya enggak lah.. sayangnya Abi kan dikit lagi sembuh.. "
" makasih ya Bi.. " Rani memeluknya erat seolah takut sekali kehilangan Abi
"....." Abi terdiam dan memikirkan kata-kata Raihan ( adik Rani )
katanya Rani tak bisa tidur nyenyak semenjak Haidar meninggal dunia
" ran... Lo mau pindah ruangan ? pindah ya.. biar gua yang urus.. "
" enggak.. gak usah bi.. lu mending istirahat ajah sini di samping gua.. lu pasti juga cape kan.. "
__ADS_1
" serius.. mau Abi di samping umi ? "
" haha.. yaudah kalo gak mau.. "
" hehehe ya maulah... " Abi langsung berbari di samping Rani hingga mereka bisa tidur berdekatan.
"....." Rani terus menatap wajah Abi yang terlihat sangat lelah
" kenapa ? ganteng ya muka gua.. ? " meskipun matanya terpejam, Abi bisa tahu Rani sedari tadi memandanginya
" hmm... pacar gua ganteng banget.. oppa Korea juga kalah gantengnya sama Lo bi.. "
" beneran.. ? "mendengar itu Abi langsung menatap Rani senang dan tersenyum lebar
" hmm... " Rani mengangguk " bi... "
" kenapa ? "
" gemesin lu.. " tanpa aba-aba Abi langsung mengecup Rani perlahan hingga berkali-kali. jantung mereka saling berdebar karena kasmaran cinta memberikan hubungan mereka lebih berwarna.
" makasih ya Bi.. lu udah hadir di hidup gua.. " benak Rani merasa bersyukur
#######
pagi-pagi buta saat suster akan memberikan suntikan obat, dibuat kaget karena melihat sepasang kekasih yang sangat bucin tidur di satu ranjang.
" ohh.. maaf ya sus... mau suntik ya.. " Abi yang terbangun segera bangkit dan membiarkan suster fokus menyuntikan obat pada Rani
" yang sabar mas... semoga sebentar lagi mbaknya bisa cepet sembuh.. "
__ADS_1
" makasih sus.. " Abi tersipu malu terpergok tidur satu ranjang bersama rani
" udah selesai.. gpp mas.. di lanjut ajah tidurnya.. " suster yang terus menahan senyum karena melihat mereka romantis segera pergi dan membeberkan pada suster lainnya.
karena Rani masih tertidur lelap, Abi pergi ke depan mencari sarapan untuknya dan membeli camilan sehat untuk Rani
selama perjalanan ke depan gerbang, semua orang berbisik karena merasa iri melihat keromantisan Abi pada Rani.
#kring!!!! ( telepon dari ibunya Abi )
" halo mah.. mamah udah sampe ? "
" iya.. nanti siang pulang ya.. mamah sama ayah bawa oleh-oleh buat kamu "
" oh iya mah.. mamah bawa barang yang aku pesen kan ?? "
" iya bawa... udah ya.. mamah mau istirahat lagi "
mamahnya Abi menutup telponnya, sementara Abi kembali melanjutkan perjalanannya untuk sarapan.
#######
#ting!!! ( pesan dari Bilqis )
" ran... nanti siang gua kesana, Lo mau nitip sesuatu ga ? nanti gua bawain "
" bawain gua pencuci muka sama masker ya.. muka gua udah kusam banget nih.. oh iya.. odol gua abis.. beliin ya.. " balasnya
"...." Bilqis yang membaca pesannya cukup kaget karena Rani sebelumnya tidak pernah memperdulikan kulit wajahnya " dia punya pacar ya ? kok gak cerita ke gua ya ? " Bilqis hanya menduga-duga
__ADS_1
bersambung...