
Setiba di hotel mereka menetap di kamar yang sama. karena hanya menetap dua hari Gifan menghemat pengeluaran mereka selama di Bali.
hotel Sanur yang berada di pinggir pantai menjadi suatu kebanggaan buat Rani karena bisa kembali ke tempat yang dulu pernah ia singgahi bersama teman-temannya
Rani memilih berjalan-jalan di pagi hari buta dan menatap lautan dengan sangat bahagia
dari balkon hotel, Abi memandangi Rani yang sedang berjalan-jalan di pasir pantai tanpa mengenakan sandal
" Lo udah siap kan buat turnamen nanti malem ? " Gifan datang dan memberikan Abi susu vitaminnya yang biasa ia minum di pagi hari
" hmm... pasti lah.. " Abi masih fokus memandangi Rani dari jauh
" parah si ini.. cinta lu udah akut banget kayanya.. kok bisa sih ? Lo kan baru kenal dia bi ? "
" hahah ga tau gua juga.. dari awal kita tabrakan ajah gua udah ngerasa wow banget sih.. gila ini cewe nabrak seorang Abi gitu.. tapi dia ga goyah ataupun jatoh.. biasanya orang-orang yang tabrakan sama gua pasti jatoh kalau gak oleng lah.. tapi dia engga.. "
" jadi cuma gara-gara itu ? " Gifan yang mendengarnya cukup terkejut
" asli sih.. dia tuh ceroboh banget tapi cukup berani.. buktinya dia gampang banget percaya sama gua, bahkan dia ajah ga kenal siapa gua coba.. tapi uniknya karena dia terlalu polos gua jadi greget buat jagain dia fan "
" ok.. ok... gua dukung lu.. yang penting lu harus tetep fokus sama latihan lu Bi.. "
" kira-kira dia bakal Nerima gua gak ya ? "
" jangan buru-buru.. step by step dong.. "
pagi itu Gifan memberikan banyak masukan untuk Abi yang pertama kalinya merasakan jatuh hati pada seorang wanita
######
__ADS_1
berbeda dengan Rani yang kini sedang duduk menatap lautan sambil menangis meratapi nasibnya ke depan nanti
keluarganya belum ada yang tau soal penyakitnya, Rani tidak ingin menjadi beban lagi dalam keluarganya
" apa ini hadiah dari Mu, aku bisa menikmati sisa-sisa hariku sebelum pergi ? " Rani terus meneteskan air matanya dan kini mulai ketakutan soal penyakitnya
meskipun kata dokter masih bisa di sembuhkan, kali ini yang membuat Rani pesimis adalah biaya rumah sakitnya
" wahhh Bali.. pagi ini sangat indah.. " Rani menyudahi ratapan paginya lalu bangkit kembali ke kamar hotel untuk beristirahat sebelum sore nanti
######
pertandingan Abi akan segera di mulai. semua kru sudah siap dan Abi juga sudah berada di dalam ring bersama wasit dan lawan tandingnya.
mengingat latihan yang tadi Abi lakukan di ruang istirahat, Rani bersemangat menonton dan menyemangati Abi
Setelah pertandingan dimulai di situlah ada yang tidak beres dengan Rani, dia mulai cas dan merasakan kesakitan yang amat luar biasa melihat Abi di pukuli oleh lawan mainnya.
" kenapa ran ? " tanya mas Gifan mengambil botol air yang terjatuh
" mas.. saya harus ke toilet dulu.. bisa titip handuk dan air ini "
" hmm... lagi pula pertandingannya akan segera berakhir "
" makasih ya mas.. "
Rani segera berlari ke kamar mandi dan memegang perutnya yang tiba-tiba sakit, ia ingat kata dokter dia tak boleh stress. itu akan menambah rasa sakit perutnya.
" apa-apaan ini ? pertandingan macam apa ini ? gua gak sanggup liatnya.. apa ini lelucon buat mereka pecinta tinju ? kenapa harus saling menyakiti ?!! anjirrrr gua gak sanggup kalo gini terus "
__ADS_1
Rani terus menenangkan pikirannya dan berdiam diri menguatkan dirinya. setelah dia mulai tenang Rani segera kembali menemui Abi yang sudah beres tanding
" Lo dari mana ? "
" sakit perut gua.. sorry ya bi.. jadi siapa yang menang ? "
" gua dong.. ayo kita makan malam "
" bentar-bentar... sini gua obatin luka lu dulu... Gifan dimana ? "
" dia duluan ke restoran sama kru yang lainnya "
mereka berdua duduk di sudut lorong dekat kamar mandi, Rani mengobati lukanya tak lupa memberikan kompresan es untuk Abi.
"....." Abi yang di obati hanya bisa diam dan memandangi Rani puas
" apa menyenangkan bertanding ? "
" hmm... rasanya kayak gini.. " kata Abi blak-blakan tapi untungnya Rani tak peka dan tidak paham apa maksudnya
" udah.. udah beres.. ayo.. " Rani membawakan tas Abi dan merekapun pergi menyusul Gifan
######
#ting!!!!
#ting!!!!
#ting!!!!
__ADS_1
selama makan malam Rani mendapat banyak pesan dari ayahnya, hingga membuat Rani tak fokus dan pikirannya kusut berantakan.
bersambung....