
Rani terbangun, ternyata dia kini masih berada di apartemen Abi. saat terbangun Abi sudah pergi latihan sementara Rani masih begitu lemas dengan kondisinya saat ini.
#ting!!! ( pesan dari Abi )
" sebelum pulang jangan lupa makan dulu, di meja sudah ada bubur dan upah Lo kemarin ran.. "
membaca pesan Abi Rani hanya bisa tersenyum girang, mengenal Abi sama saja seperti mendapatkan lotre. dia adalah tipe teman yang baik
" baik banget sih lu... " Rani bangkit dari ranjang Abi yang sangat empuk, tak lupa ia merapikan kamarnya yang cukup berantakan. karena tak betah melihat rumah Abi berantakan, Rani merapikannya terlebih dahulu sebagai rasa terimakasih padanya sudah menolongnya saat pingsan.
######
sekitar jam 10 pagi Rani baru tiba di rumahnya, disana ayah dan adik-adiknya sudah menunggu kepulangannya.
"....." mata ayahnya memerah menatapnya kesal
" yah.. jadi aku bisa jelasin.. maaf... "
" sini putri ayah... " ayahnya langsung memeluknya dan menangis tersedu
" maaf ya yah.. Rani ga berani buat jujur sebelumnya "
" ayo kita kerumah sakit... kamu harus segera di obati ran... "
" nanti ajah yah.. sekarang Rani masih punya kerjaan.. "
" ga usah kerja !! pokoknya hari ini kamu harus ke rumah sakit "
" tapi yah.. "
" udah kak... gpp.. yang penting kakak sembuh.. "
" tapi yah... Rani takut... " tiba-tiba tangis Rani pecah karena tak kuat menahan rasa takutnya
" gpp sayang... kamu ga perlu takut.. jangan takut soal biaya.. ayah sama adik kamu bisa mencarinya bersama " ayahnya menenangkan Rani dengan bijak meskipun hati ayahnya sangat hancur mengetahui putri satu-satunya terkena penyakit mematikan
#######
satu Minggu berlalu, pengobatan Rani baru di mulai. hari ini Rani sudah mulai di rawat inap, perasaannya benar-benar takut menjalani kemoterapi.
untuk berjaga-jaga Rani membotaki seluruh kepalanya, dari pada harus melihat rambutnya perlahan-lahan rontok dan habis.
" ayah pulang dulu ya.. ayah harus menyiapkan beberapa barang keperluan kamu dan mengurus beberapa administrasi dulu "
__ADS_1
" oh iya yah.. maaf bawa hp Rani ya yah.. ada di laci lemari "
" hm... "
ayahnya pergi dengan perasaan sedih, sementara itu Rani memakai kupluk kepalanya dan berbaring menatap pelapon rumah sakit yang serba putih
" gua pasti bisa.. semangat ran... " benaknya terus menyemangati diri sendiri
#######
berbeda dengan Abi, dia baru saja tiba di rumahnya tapi sejak dua hari yang lalu dia tidak bisa menghubungi Rani
" si Rani kemana ya ? " Abi kini mencoba menelponnya lagi karena begitu merasa cemas karena Rani tak bisa di hubungi
hampir 10 menit tapi tak ada jawaban, dan akhirnya teleponnya di angkat
"ran.. lu kemana ajah ? kok susah banget dihubungin sih ? Lo dimana sekarang ? "
" maaf ini siapa ya ? " ternyata yang mengangkat ayah Rani
" oh.. saya Abi.. temennya Rani , maaf tapi Rani nya dimana ya ? "
" Rani sedang di rawat, saya ayahnya Rani "
" rumah sakit Medika, kalau gitu saya tutup ya.. saya harus kembali ke rumah sakit " ayahnya langsung menutup telponnya
" .... " Abi terdiam memikirkan ke adaan Rani sekarang.
#kringg!!! ( telepon masuk dari Gifan )
" Bi... Lo dimana ? ayo kita makan siang "
" fan.. kayanya gua ga bisa dah.. gua mau ke rumah sakit "
" kenapa ? Lo sakit ? tadi lu baik-baik ajah "
" Rani fan... Rani sakit.. dia di rawat "
" serius ? sakit apa dia ? "
" gua juga gak tau.. udah dulu ya fan.. gua mau kesana sekarang " Abi menutup telponnya dan bergegas pergi ke rumah sakit dengan perasaan cemas.
######
__ADS_1
di rumah sakit
Rani hanya melamun selama menunggu ayahnya datang. karena bosan ia bersandar dan menatap ke luar jendela rumah sakit sambil memandangi langit siang hari yang sangat cerah
" sekarang awan Cirrus lebih mempesona.. kira-kira nanti malam banyak bintang gak ya.. "
" hm... pasti banyak bintang.. " sahut seseorang tiba-tiba, ternyata orang itu adalah pasien yang ada di depannya. kamarnya juga ada di dekat jendela
" beneran.. ? wah... pasti bagus banget kalau dilihat dari sini "
" kamu pasti baru datang ya.. saya Haidar pasien kanker otak stadium akhir "
" kamu udah berapa lama disini ? "
" baru satu bulan.. saya baru pindah dari rumah sakit di Jakarta, pemandangan disini lebih nyaman "
" hm... kamu benar.. Bogor memang sangat cantik, apalagi pemandangan gunung salak di pagi hari "
"oh iya.. saya Rani.. pasien kanker lambung stadium 2 "
" hahaha lucu ya.. kita berkenalan seperti menunjukan titel masing-masing " ledeknya membuat suasana lebih santai
" hahaha kamu yang mulai duluan.. saya cuma ikut-ikutan.. "
" lu masih bisa ketawa ?!! " tiba-tiba Abi datang dan menghampiri Rani dengan wajah yang kesal
" Abi ? kok lu tau gua disini ? " Rani bangkit dan menghampirinya untuk membuat Abi tetap tenang di ruang rawat inap ini
" Lo kenapa gak ngasih tau gua.. " bisiknya dengan wajah yang cemas
" lahh mana sempet gua megang hp.. lagian tenang ajah kali.. jangan panik " bisik Rani lalu membawa Abi duduk di dekat kasurnya
" kaget banget tau gua.. " mata Abi berkaca-kaca seperti menahan tangis
" tenang ajah bi.. gua baik-baik ajah kok.. hari ini gua baru mulai pengobatannya.. oh iya.. lu mau liat gak ? "
" apah ? "
" Tara... " Rani mengunjukan kepalanya yang sudah botak, niat Rani membuat Abi tertawa tapi Abi malah menangis dan memeluk Rani erat
" ???? " Rani merasa kaget dengan sikap Abi yang berlebihan menurutnya.
Rani hanya menganggap mereka berteman biasa tapi Abi tidak, dia menganggap Rani lebih dari itu. karena Rani satu-satunya wanita spesial baginya, meskipun Rani tak menyadarinya sama sekali.
__ADS_1
bersambung