
hari-hari tanpa Abi, kembali terulang. Rani sedikit frustasi karena kondisi penyakitnya tak kunjung sembuh. ia ingin berada disisi Abi tapi tak bisa.
Abi belum mengabari Rani sama sekali, padahal sudah satu bulan semenjak dia pergi ke Swiss.
karena bosan berada di ruang rawat inap, Rani pergi menikmati sore hari di bangku taman. pikirannya hanya satu, ia ingin segera bertemu Abi.
" ran.. " tiba-tiba Gifan datang menggunakan masker karena dia benar-benar membenci bau rumah sakit
" mas Gifan ? Abi mana ? "
" Abi.. masih di Swiss, dia gak sempet buat kabarin kamu, soalnya dia ngurus kedua orang tuanya yang masih dalam pemulihan. "
" tapi Abi baik-baik ajah kan mas ? "
" iya.. dia baik-baik ajah, kemungkinan lusa dia pulang karena akan ada pertandingan sebulan lagi, aku kesini karena harus urus sesuatu "
" urus apa mas ? apa keluarga kamu ada yang di rawat ? "
" engga.. aku harus urus semua persiapan karena kedua orang tua Abi akan di rawat di rumah sakit ini juga "
" ohh baiklah.. "
setelah mendengar kabar dari Gifan, perasaan Rani semakin membaik. sebentar lagi dia akan bertemu dengan Abi lagi.
#######
malam telah tiba, saatnya jadwal kemoterapi hari ini di mulai. selama hampir lebih 3 jam Rani harus merasakan sakit luar biasa pengobatannya.
" gua harus bertahan.. gua harus bisa lihat hari esok.. gua pasti bisa sampe ke hari esok " benaknya sambil menahan rasa sakit yang luar biasa.
#######
hari ini Abi tiba di Indonesia bersama orangtuanya. ruangan VVIP telah siap, bahkan para dokter menyambut keluarga itu dengan hormat.
__ADS_1
beberapa suster yang mengenal Abi pun merasa terkejut dengan latar belakang aslinya. bahkan para suster yang mengenalnya berdatangan menanyakannya pada Rani.
" mbaknya tau.. si mas anak orang kaya ? " tanya salah satu suster yang biasae menyuntikannya obat
" .... " hari hanya diam hari ini karena kondisinya benar-benar lemas
" hebat ya mbak.. bisa Nemu pacar kaya si masnya.. " katanya lagi dan sangat mengganggu pikirannya yang kacau, Rani merasa seperti wanita matre yang mendekati Abi. padahal sejak awal Rani tidak mengetahuinya sama sekali
" sus.. "
" iya mbak... ? "
" bisa panggilin temen saya di depan ? "
" iya.. bentar ya mbak.. " akhirnya suster itu pergi dari hadapan Rani
"...." Rani memejamkan matanya lalu tak lama suara tirai terbuka
" Bilqis.. gua haus banget.. boleh minta minum " kata Rani lemas sekali tidak seperti biasanya, padahal ia ingin sekali menemui Abi sambil menengok kedua orangtuanya
" Abi..." dengan cepat Rani membuka matanya dan menegaskan matanya untuk meyakinkan itu benar-benar Abi
" umi... maaf ya.. Abi gak ngabarin.. " Abi mendekat dan Rani langsung mencoba bangun meski kondisinya sangat lemah
" Abi... " Rani memeluknya erat sambil menangis sedih di pelukan kekasihnya. ini pertama kalinya Rani merasakan hal segila ini, memang terlihat alay tapi dia baru menyadari hal sepele itu bisa membaut hatinya gusar karena mencemaskan cinta
" maafin Abi ya umi... " Abi memeluknya erat bahkan dia juga mengecup kening Rani
" orang tua lu gimana ? apa udah baikan ? gimana kondisinya sekarang ? "
" hmm. mereka tinggal recovery ajah kok.. tadinya Abi mau ajak umi kesana, tapi umi lagi lemes sekarang " katanya kecanduan memanggil Rani umi
" besok kalo udah enakan ya.. tapi gak apa-apa ? gua takut orang tua lu ga suka gua.. "
__ADS_1
" kenapa harus takut.. emangnya orangtua gua macan "
" hehehe bisa ajah Lo.. " setiap ada Abi pasti ada tawa, Rani baru menyadari sosok ambilah yang selalu bisa membuatnya tertawa dalam keadaan apapun
" Abi.. umi... unchhh so sweet banget sih... " ledek Bilqis yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka berdua
" Bilqis.. lu dari kapan ? " Rani terkejut dan malu
" Bi.. ini barang-barang nya " Gifan datang dan membawa banyak barang agar dia bisa menginap di ruangan Rani dengan nyaman. selimut, pakaian, dan bantal bahkan camilan Abi bawa karena dia akan menginap menemani Rani
" .... " Bilqis kaget dengan sosok Gifan
" ran.. kamu gimana ? udah makan ? tadi aku beli bubur jagung ungu, khusus buat kamu.. sebenernya ini kesukaan Abi.. tapi hari ini khusus buat kamu "
" makasih mas.. "
" oh iya.. ran.. gua balik ya.. ada sepupu gua Dateng " kata Bilqis merasa malu berada bersama mereka
" hmm.. hati-hati ya qis... oh iya.. mas Gifan.... ini sahabat aku Bilqis.. "
" gifan.. " katanya tersenyum dan menatap Bilqis tak biasa
" Bilqis.. " Bilqis juga menatap Gifan tak biasa
" mau pulang ? ayo saya antar , kebetulan saya juga mau niat.. "
" niat ? " Bilqis tak mengerti apa maksud Gifan
" niat nganterin kamu pulang.. " gombalnya memecah suasana menjadi lebih santai
" ahahaha dasar Lo.. udah sana jadian... " Abi menendang mereka berdua pergi lalu menutup tirainya lagi
" calon-calon... " kata Rani merasa kaget
__ADS_1
" hmm kayanya mereka cocok "sahut Abi sambil merapikan barang-barang miliknya
bersambung....