Goodbye Love

Goodbye Love
on the way


__ADS_3

sepertinya Rani sedang menyesali keputusannya. ia terduduk menatap langit malam dengan tatapan kosong. dalam perjalanannya ke warung Rani memikirkan tawaran Abi saat dia mengantarnya pulang. Abi menawarinya bekerja sebagai asisten pribadinya Abi.


tapi Rani malah tidak datang ke apartemennya, karena Rani bingung dengan kondisi nya saat ini. apakah memungkinkan baginya bisa bekerja dengan baik untuk Abi.


#kring!!!!


( telepon dari nomer yang Rani tidak kenal )


" halo... " Rani segera mengangkatnya


" wahh kenapa Lo ga dateng-dateng ? Lu ga butuh kerjaan ? "


" ohh Abi ? ko lu bisa tau nomor gua ? "


" nanya sama tukang warung Deket rumah lu.. "


"...." Rani menoleh ke arah warung dan ternyata benar Abi ada di depan warung itu. segera Rani menghampirinya dan mengajaknya bicara di bangku kosong tak jauh dari warung


" Lo kenapa kesini ? "


" abisnya.. lu ga dateng-dateng.. gua lagi butuh asisten pribadi soalnya, emang lu sibuk banget ya.. ? "


" Lo yakin mau memperkerjakan gua ? gua ga bisa apa-apa, apa lagi ga ngerti soal tinju-tinju "


" tugas lu cuma bantuin keperluan gua doang kok.. mana mungkin tugas lu ninjuin semua musuh gua di ring "


" ahahaha bisa ajah Lo.. "


" jadi gimana ? "

__ADS_1


" yaudah ok.. jadi kapan gua mulai kerjanya ? berarti gua harus panggil lu apa dong ? bos gitu ? "


" ngobrol kaya biasa ajah.. sekarang lu ambil barang keperluan lu, soalnya kita bakal ke Bali selama 2 hari "


" apah ?!! " Rani terkejut saat mendengarnya, karena Abi menyebutkan kata Bali. tandanya Rani akan pergi kerja keluar kota bersama Abi


#######


setelah semuanya siap Rani dan Abi pergi ke bandara, disana sudah ada Gifan (manager Abi ) menunggunya dan sekaligus yang sudah memesankan tiket untuk mereka


" fan.. ini Rani.. asisten baru gua "


" hai ran... welcome ya.. jagain Abi yang bener "


" hehehe siap mas.. " Rani bersikap malu malu di depan Gifan yang sangat tampan menurutnya


" cih.. mas.. hahaha ayo mas... " ledek Abi lalu menarik Gifan berjalan untuk check in


######


di pesawat


Rani duduk di dekat jendela dan terus menatap langit malam hari yang cerah di hiasi awan-awan cantik


" akhirnya kita berdekatan lagi cumulus, setelah sekian lama " benaknya tersenyum girang karena tak terduga di tahun ini dia bisa naik pesawat lagi


" kenapa ? pasti ini pertama kalinya kan.. lu naik pesawat ? " ledek Abi


" enak ajah... gua udah pernah ke Bali dulu "

__ADS_1


" serius.. ? kerja ? "


"hmm.. gua stay di Ubud "


" wew.. fan..fan... si Rani pernah kerja di bali ternyata "


" serius.. ? kamu tau dong tempat-tempat yang bagus disana "


" iya mas.. banyak banget "


" wahh sayang banget ya.. kita cuma dua hari di sana " Gifan menyayangkan sekali karen jika memiliki banyak waktu mereka ingin sekali liburan


" tapi kenapa Lo pulang ? " tanya Abi pemasaran


"....." Rani sejenak terdiam


" pasti karena covid kan ? " tebak Gifan asal


" hehe" Rani hanya tertawa getir tak mau mengulang cerita lama lagi


" nih minum... lu mau camilan juga ? " Abi memberikan Rani air dan beberapa camilan, diam-diam Gifan yang melihatnya merasa ada yang aneh dengan sikap sahabatnya itu


#ting!!! ( pesan dari Gifan untuk Abi )


" Bi.. lu suka sama si Rani ya ? " Abi yang membaca pesannya langsung memelototi temannya dan menyuruhnya tetap bungkam


" gila... kenapa si Gifan peka banget sih ?!" benak Abi merasa berdebar karena takut perasaannya terbaca Rani


aneh bukan ? tapi itu juga yang di rasakan Abi saat ini. mengapa pertemuan pertama mereka membuat Abi menjadi gila dengan cinta pada pandangan pertamanya

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2