Goodbye Love

Goodbye Love
semangat untuk Abi


__ADS_3

malam hari begitu sunyi, keluarga Rani tidak ada yang menemaninya di rumah sakit. itu semua karena Rani sendiri yang memintanya, Rani tidak ingin membuat keluarganya ripuh mengurusnya.


benar kata Haidar, malam ini banyak bintang-bintang yang menemani Rani.


" sepertinya Haidar sudah tidur " benak Rani melihat tirainya sudah tertutup rapat


suster datang untuk menyuntikan obat pada Rani dan mengganti infus


" mbak belum tidur ? pasti nunggu masnya ya.. "


" ?? maksudnya sus ? "


" iya.. masnya dikit lagi Dateng kok.. dia lagi sibuk ngurus administrasinya mbak loh.. "


" ?? maksudnya ?? " Rani masih tidak mengerti


" biaya rumah sakit mbak udah beres.. so sweet banget sih mbak.. jarang-jarang Nemu cowo kaya si masnya loh.. " suster itu masih meledek Rani yang masih tak mengerti lalu pergi menyuntikan obat ke pasien lainnya


" Lo belom tidur ? " tiba-tiba Abi datang lagi dan langsung duduk setelah menutup rapat tirai rumah sakitnya


" Abi lu kenapa disini ? terus apa maksud suster barusan ? lu bayarin biaya rumah sakit gua ? "


" hmm.. cuma setengahnya ajah kan.. setengah lagi dari jaminan kesehatan " jawabnya enteng


" ya tapi ga usah.. nanti biar keluarga gua yang urus.. "


" i don't care.. pokoknya lu harus sembuh !! titik !! " kata Abi


" Abi.. lu kenapa sih.. kita baru kenal.. ini tuh berlebihan banget.. "


" .... " Abi langsung terdiam menyadari betapa Rani merasa tak enak hati


" berapa yang lu bayar tadi.. nanti gua bakal bilang ayah ganti duit lu "


" .... " Abi masih terdiam

__ADS_1


" kenapa bi.. ? "


" gua suka sama lu ran.. makannya gua kayak gini.. "


" apaan sih.. gajelas banget dah hahaha " Rani mulai semakin bingung


" serius.. "


" tapi kan kita baru kenal.. ga mungkinlah.. lu sampe segitunya suka sama gua.. "


" buat apa sih gua bohong "


" ga lucu.. ga lucu banget Lo.. "


mereka berbincang dengan nada yang tenang karena takut mengganggu pasien lainnya


" apa.. lu liat gua kayak orang main-main ? " wajah Abi kini mulai serius tapi Rani malah menatap jendela untuk mengalihkan rasa gelisah nya


" ..... "


" ..... " Rani ingin mengatakan terimakasih tapi dia terlalu malu karena sudah mengetahui perasaan Abi yang sebenarnya


" yaudah gua pulang.. Lo istirahat sekarang.. " Abi pamit dengan perasaan kecewa, padahal yang dia harapkan adalah membuat Rani bahagia tapi Rani malah tertekan karena perasaan Abi.


#######


setelah kejadian malam itu, Abi belum mengabari Rani sekalipun. dia juga tidak datang-datang ke rumah sakit.


Rani cukup merasa kehilangan Abi dan merasa bersalah padanya, bahkan selama pengobatan Rani hanya memikirkan perasaan Abi saat ini


" apa dia masih marah ? " benak Rani sambil menatap langit yang mendung semendung hatinya saat ini


" kamu pasti nungguin pacar kamu ya.. ? " kata Haidar tiba-tiba


" ohh... engga.. saya engga punya pacar kok.. "

__ADS_1


" terus lelaki yang datang dua hari yang lalu siapa ? saat kamu tidur dia datang dan nemenin kamu cukup lama loh.. "


" datang ? jam berapa ? "


" sekitar tengah malam.. katanya sih dia mau keluar kota.. jadi dia bakal jarang Dateng katanya "


" ohh makasih ya infonya " tiba-tiba perasaan Rani membaik, Abi tidak marah padanya mungkin dia hanya butuh waktu


" kabarin dia sekarang.. kamu baik-baik ajah.. mungkin dia juga lagi nunggu kabar kamu Rani.. "


" betul apa yang di bilang Haidar... mungkin gua harus ngabarin Abi sekarang " benak Rani lalu membuka layar ponselnya


#######


di Bandung


Abi sebentar lagi akan tanding, kali ini lawannya cukup kuat. Gifan menyarankan agar Abi berhati-hati padanya


" kalo udah gak kuat.. mending Lo nyerah ajah ok !! jangan di paksain "


" hmm... " sahut Abi tak memusingkan soal pertandingan, dia hanya sedang menatap foto Rani karena sangat merindukannya


#ting!!!! ( pesan dari Rani )


" Bi.. maafin gua ya.. makasih sebelumnya karena Lo udah bantu biaya rumah sakit gua.. gimana pertandingan nya ? semoga Lo menang ya.. jangan dampe terluka.. semangat !!! "


membaca pesan itu Abi kembali bersemangat lalu pergi bersiap untuk pertandingannya.


"...."


Gifan bingung melihat Abi yang tiba-tiba bersemangat dan berlatih keras, bahkan ekspresi wajah Abi juga sangat bahagia


" kenapa dia ?? hahaha " melihat itu Gifan malah bersyukur temannya bersemangat sekali


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2