
lelaki yang datang adalah Abi, dia adalah lelaki yang bertabrakan dengan Rani di taman. karena menemukan tas Rani Abi mengikutinya dan mencoba memanggilnya berkali-kali tapi Rani tak mendengarnya sama sekali
melihat Rani yang di kerubungi para preman Abi pun segera menolongnya dan membuat para preman takut karena kedatangan Abi
" kamu siapa ? bos preman itu ? " tanya Rani bersikap berani dan menutupi semua rasa takutnya karena pandangan mata Abi yang begitu tajam menatapnya
" ini.. tadi kamu menjatuhkan ini di taman " Abi menyodorkan tas milik Rani yang tertinggal
" ohh... hehehe makasih ya.. maaf udah nuduh kamu preman "
" hmm.. lain kali kalau periksa ke dokter jangan lupa periksa kuping kamu juga, dari tadi saya panggil tapi kamu ga nyaut-nyaut "
" ohhh hehehe " Rani tertawa seperti orang bodoh karena merasa malu pendengarannya sejak dulu tidak beres
" teraktir saya makan.. mungkin itu saja udah cukup " katanya tiba-tiba tanpa Rani tawari
" makan ? " Rani terdiam sejenak memikirkan sisa uangnya hanya 100.000
"iya.. makan.. anggap saja saya sudah menyelamatkan dompet, tas, ponsel, KTP, dan yang lainnya "
" kamu periksa semua isi tas saya ? " Rani terkejut dan takut hasil tes kesehatannya di baca orang yang belum ia kenal sama sekali
" mana sempat.. buat ngejar kamu jalan ajah susah banget "
" ohh baguslah.. kamu mau makan apa ? tapi jangan yang mahal-mahal ya.. saya ga punya uang banyak "
" ayo.. eits... bentar.. bentar... " Abi menghentikan langkahnya
" kenapa ? " Rani menoleh padanya dan mendengarkan wajahnya agar bisa melihat wajah Abi yang rupanya sedikit memar
" saya Abi... " dia mengulurkan tangannya mengajak Rani berjabat tangan
" saya Maharani panggil ajah Rani "
begitulah mereka bertemu dan saling mengenal nama satu sama lain.
#######
karena Abi yang meminta traktir makan, Abi pula yang memilih tempat makannya. untung saja tak jauh dari rumah sakit ada warung pecel ayam, disana mereka berdua memilih tempat makannya.
__ADS_1
disana hanya Abi yang memesan makanan, Rani hanya menunggunya duduk dan memandang Abi yang sangat bersemangat menantikan makanannya siap di sajikan.
" kamu gak pesen makanan ? "
" engga.. saya lagi gak nafsu "
" serius.. kamu gak suka pecel ayam ? "
" siapa bilang... ayam tuh makanan favorit saya dari dulu, tandang ajah kalah saing sama ayam.. tapi kondisi perut saya bermasalah.. jadi saya gak nafsu buat makan " sahut Rani mengeles.. padahal dia sangat lapar saat ini tapi sisa uangnya takut kurang untuk mentraktir Abi
" ohhh... " Abi hanya mengangguk dan menanti makanannya yang saat ini siap di sajikan
seporsi nasi, ayam bakar, ayam kremes, ayam goreng, sate usus, tempe dan tahu, bahkan tak lupa dua gelas teh manis. cukup membuat Rani panik bagaimana kalau uangnya kurang
"....." pandangan mata Rani kosong memikirkan berapa total yang harus ia bayar saat ini
" kenapa ? kamu yakin gak mau pesen ? "
" hmm... engga..engga... kamu yakin ini semua bakal habis ? "
" abislah.. dari pagi saya belum makan.. "
" berantem di ring.. kamu gak kenal saya ? "
" siapa ? kamu Abi kan ? "
" emangnya kamu gak pernah liat MMA di tv ? "
" tinju ? kamu pemain tinju ? "
" ya begitulah... nanti kamu cari di Google siapa Muhammad Prayoga Al Farabi " katanya lalu melahap makanannya dengan perasaan hati sangat bahagia
" bentar ya.. saya bayar dulu "
Rani tak begitu penasaran siapa Abi, karena pikirannya masih sibuk dengan total makanan yang harus dia bayar. setiba menemui penjualnya Rani harus mengeluarkan uang sebesar 98 ribu rupiah untuk membayar makanan Abi saja
" apa-apaan ini.. gimana gua balik ? "
Rani kembali ke meja dengan wajah yang lesu, dan segera meminum obat yang tadi diberikan dokter padanya.
__ADS_1
" kamu berobat jalan tiap bulan ? "
" hmm kayaknya.. tapi gua juga gatau sih.. ehh sorry..sorry.. saya biasa ngomong Lo gua sama temen "
" bagus tuh.. gua juga lebih nyaman ngomong lu gua.. " Abi yang sangat santai pada Rani setuju untuk bicara santai dan senyamannya mereka
######
setelah beres makan mereka berdua berpisah di halte, Abi pergi ke parkiran sementara Rani menunggu bis datang
tak sampai satu menit bis datang, tapi Rani tak menaikinya karena uangnya kurang untuk naik bis. jadi dia mencoba menghubungi Bilqis tapi belum ada jawaban dari sahabatnya.
" aduh.. si Bilqis kemana sih !! " Rani mulai panik dan bergumam selama menunggu telponnya di angkat.
#tintin!!!
klakson mobil mengalihkan pandangan Rani, dia melihat ada Abi di dalamnya
" ayo gua anter pulang.. "
" ??? gak usah... gpp.. "
" ayo buru... cepet naik "
" serius ? gpp ? " Rani masih merasa malu dan canggung tapi dia sangat membutuhkan tumpangannya
Abi mengangguk dan Rani pun masuk ke dalam mobilnya lalu mobil melaju untuk mengantar Rani pulang
" sorry ya... gua jadi ngerepotin lu.. "
" hmmm... "
...flashback...
saat menemukan tas Rani, Abi melihat isi dompet untuk memeriksa siapa nama pemilik dompet tersebut, tanpa sengaja Abi melihat uang milik Rani hanya tinggal 100.000 saja. jadi Abi sadar dia sudah menghabiskan uang milik Rani begitu saja.
....flashback end....
Bersambung
__ADS_1