
sekitar jam 1 malam Rani tak bisa tidur, gelisah dan tubuhnya tak bisa mendapatkan posisi yang nyaman.
semua orang sudah tertidur, hanya Rani yang masih sadar di ruangan itu. ingin memainkan ponsel juga baterai nya habis
" kapan pagi sih.. " benaknya merasa tak enak perasaannya
suara pintu ruangan terbuka, ada yang datang mendekat membuka tirai Rani.
" apa suster ? tapi biasanya kalau suster pasti memeriksa yang lain dulu sebelum gua "
tirai terbuka, ternyata itu Abi yang datang. Rani hampir saja menjerit
" Abi.. kenapa Lo Dateng lagi.. ini kan udah malem ? "
" lu juga.. kenapa belum tidur ? "
" gak bisa tidur.. dari tadi juga posisi tidur gua gak nyaman banget "
" pusing gak ? mau gua panggilin dokter jaga ? "
" engga usah.. ini ang efek kemo.. "
" yaudah sini gua benerin posisi tidur lu.. " Abi sigap membuat Rani dalam posisi nyaman, bahkan Abi juga mengusap-usap tangan Rani agar Rani cepat tertidur
" makasih ya Bi.. "
" hmm.. "
" biasanya Ade gua yang selalu usap-usap gua kalo lagi sakit, tapi karena siang dia kerja gua gak mau bikin dia cape urusin gua malem malem "
" apa mau gua pijit ? "
" gausah.. " Rani masih tersenyum girang terus menatap Abi yang sangat perhatian padanya
" kenapa liatin gua ? makin sayang kan sama gua ? "
" idihh pede banget si lu.. "
__ADS_1
" jadi kapan... ? " tanya Abi
" kapan ? apanya ? " Rani tak mengerti apa maksud dari pertanyaan Abi
" kapan kita jadian.. " katanya blak-blakan
" ...... " Rani hanya tersipu malu
" kok lu diem.. "
" emangnya.. lu udah nembak gua apa ? " kata Rani jujur mengatakannya
" oh iya.. iya.. gua lupa.. bentar-bentar... " Abi menarik nafasnya dan mencoba mengatakan sesuatu
" ran.. lu mau gak jadi cewe gua.. ? " tanyanya menatap Rani lekat
" lu gak ilpil apah liat gua botak.. ? "
" gua lebih ilpil kalo lu nolak gua ran... jadi lu terima atau engga ? "
" sini dah.. gua bisikin.. "
" .... " Rani menutup wajahnya karena malu, sementara itu Abi yang mendapatkan ciuman pipi langsung tersipu malu dan menutup mulutnya agar tidak berteriak kegirangan
" lagi... ulangin lagi... " Abi malah kecanduan.. tapi raninya hanya tertawa kecil karena malu
" makasih ya.. " Abi langsung mengecup kening Rani dan mengusap wajah Rani karena bahagia.
" mulai sekarang lu gak bisa lepas gua gitu ajah.. "
" hmm.. lu juga jangan nyerah ya.. nunggu gua sembuh.. "
" pastilah.. umiku sayang.. "
" apasih.. emang kita Bocil bucin apah.. panggilan sayangnya kayak gitu ? "
" gpp.. yang penting langgeng.. "
__ADS_1
malam itu, menjadi malam bersejarah dalam hidup Rani. pertama kalinya ia menemukan sosok pria yang benar-benar menyayanginya dan menerima semua kekurangannya
#######
selama dua Minggu Abi pergi ke Balikpapan untuk turnamen. saat Abi tidak ada, kondisi Rani benar-benar kritis karena pengobatannya semakin menyakitkan.
adik dan ayahnya bergantian menemaninya, Rani juga mengigau tak jelas selama masa kritisnya.
Rani menyuruh adiknya untuk tidak mengatakan apapun pada Abi di telepon, karena Rani tak ingin Abi mencemaskan dirinya.
setelah keadaan membaik dari masa kritisnya, Rani kembali tak bisa tidur akibat efek kemoterapi. tirai milik Haidar sudah tertutup sejak 2 hari yang lalu, Haidar terus menyendiri tanpa siapapun yang menemaninya.
" Rani.. " panggil Haidar dari bilik ranjangnya
" hmm.. ada apa Haidar ? apa kondisimu baik-baik saja ? "
" hm... saya baik-baik saja.. Kemana pacar kamu ? kok jarang Dateng sih.. "
" dia lagi keluar kota.. "
" Rani... kamu jangan nyerah ya.. meskipun pengobatan ini sangat menyakitkan.. tapi bisa menikmati hari-hari sedikit lagi saja juga saya bisa sangat bersyukur.. "
" hmm.. pasti Haidar.. saya gak bakal nyerah "
" jangan sia-sia in pacar kamu ran.. dia pacar yang setia, kamu beruntung dapetin lelaki sebaik dia "
" Dar.. kamu gak kenapa-kenapa kan ? " Rani mulai panik mendengar suara Haidar yang semakin melemah
" Rani.. saya akan tidur dengan tenang sekarang.. " suara nafas Haidar semakin melemah.
Rani yang panik terus memanggilnya tapi tak ada respon sama sekali, karena Rani memanggil dengan nada yang keras beberapa pasien juga terbangun begitupun adik Rani yang sedang tertidur pulas.
" kenapa sih kak ? "
" panggil suster.. cepet... !!! "
setelah suster datang, kondisi Haidar di cek dokter dan ternyata Haider telah meninggal dunia. Rani yang mendengarnya langsung menangis histeris dan ketakutan, ia tak menyangka Haidar pergi secepat itu. padahal Haidar satu-satunya orang yang paling sering berbicara dengannya.
__ADS_1
" kenapa kamu gak bilang dar.. kalau tau kamu sekarat saya bisa menemani kamu sebentar.. " benak Rani menangis sedih
bersambung....