
malam ini tak ada selang infus di tubuh Rani, jadi dia bisa bergerak bebas membersihkan tubuhnya agar nampak bersih dan wangi.
setelah kembali dari kamar mandi, dilihatnya Abi sudah tertidur lelap sekali. Rani padahal ingin sekali bicara dengan tapi melihat Abi tertidur sangat lelap membuat jantung Rani semakin berdebar
Rani bersyukur bisa memiliki lelaki sebaik dan sehebat Abi. dia tidak pernah mengira Abi akan datang dalam hidupnya bahkan menghiasi hidupnya di masa-masa sekaratnya
"....." Rani ikut berbaring disamping Abi yang tidur di lantai yang hanya berlapis karpet saja
" kenapa malah tidur disini ? Lo ga dingin ? " Abi yang cukup sensitif dengan suara langsung terbangun
" pengen di samping lu.. "
" ayo bangun... bangun... pindah ke atas.. " meski masih mengantuk Abi langsung menyuruh Rani pindah ke ranjang
"...." Rani memanyunkan bibirnya karena tak ingin tidur sendirian
" sama gua.. ayo... "
" .... " dengan spontan Rani tersenyum girang dan langsung mendekap Abi dalam pelukannya
" kangen banget lu ya sama gua.. "
" hmm... banget.. bangettt " katanya gemas sambil memeluk Abi dengan sangat kencang
"....." Abi bahagia menatap Rani yang sudah bisa bersikap manja di depannya. mungkin keuntungan berpisah jarak adalah tingkat kerinduan Rani jadi meledak pada Abi.
" gua juga kangen banget sama lu ran... " kata Abi sambil mengusap punggung Rani perlahan
" bi... " panggil Rani menatap Abi serius
" hmmm "
" gua udah sikat gigi.. " kata Rani dengan memberikan kode Morse yang sudah tertebak apa maksudnya
" ya terus ? " Abi mencoba tidak peka dan menahan raut wajahnya agar tidak tertawa
__ADS_1
" ya.. Taulah.. ga asik Luh.. " Rani kesal karena Abi tak peka maksudnya
" ..... " Abi hanya bisa menatap Rani bahagia tapi dia tak bisa melakukan lebih karena Abi takut tak bisa menahannya dan takut melewati batasnya.
" apa... Abi udah ilpil sama gua yang penyakitan gini ? dia gak mau nyium gua karena gua bau obat ? " benak Rani merasa tak enak hatinya
" umi.... " panggil Abi
" ngapain ? "
" maafin gua ya.. yang penting lu sembuh dulu.. setelah Lo sembuh.. kita bakal kencan sepuasnya " katanya menenangkan perasaan Rani
" bi... "
" hmm... " kata Abi mengantuk
" i love you.. "
"....." Abi tak menjawabnya karena sudah tertidur lelap lagi
hari berganti...
saat terbangun Abi sudah tidak ada di sampingnya, dan selang infus sudah terpasang lagi.
" Abi kemana ? " tanyanya dalam hati mencari Abi tapi tak ada di sekelilingnya
" mbak.. waktunya minum obat.. " suster datang dan memberikan obat untuk Rani minum
" sus.. liat pacar saya gak ? "
" oh.. si masnya.. lagi di tempat rawat inap orang tuanya.. "
" kalo boleh tau.. ruangannya dimana ya sus.. "
" di lantai 7 , ruang VVIP nomor 2, emangnya si masnya gak kasih tau mbak ya.. "
__ADS_1
" ohh saya lupa soalnya.. " kata Rani malu dan membuat alasan
setelah sarapan dan meminum obat, Rani segera pergi menemui orang tua Abi, sekaligus untuk menyapa orang tuanya.
belum sampai depan ruangannya, Rani sudah melihat Abi sedang bicara santai dengan seorang wanita yang tidak ia kenali sama sekali.
" .... " Rani berhenti melangkah dan memikirkan perbedaannya dengan gadis yang tengah bicara dengan Abi. wanita itu sangat cantik 5x lipat dari Rani
" Rani.. " Abi menyadari kedatangan Rani dan bergegas menghampirinya untuk membantunya berjalan membawa selang infus
" oh.. bi.. siapa dia ? "
" hai.. saya intan.. sahabat abis sejak kecil "
" saya Rani.. " kata Rani sedikit canggung
" dia pacar gua Tan... oh iya.. lu mau balik kan ? gua mau nyamperin mamah sama ayah dulu ya.. "
" hmm.. gua pamit ya bi.. " intan tersenyum getir melihat Abi bersama pacarnya, karena intan sejak dulu punya perasaan lebih padanya.
" kenapa dateng sendiri.. tadinya gua mau jemput lu dulu "
" gpp kok.. nanti siang soalnya gua mau lanjut kemoterapi.. "
" yaudah ayo.. mamah juga udah pengen ketemu lu dari kemaren.. "
".... " Rani cukup gugup dan hanya bisa membisu dan menyusun rencana untuk menyapa orang tuanya
" mah... ini Rani.. pacar Abi.. " kata Abi datang sambil menuntun Rani
mamahnya terpakuelihat Rani, dari wajahnya sungguh terlihat terkejut dan canggung saat melihat Rani.
" .... " Rani yang melihatnya langsung merasa tak percaya diri
bersambung
__ADS_1