Goodbye Love

Goodbye Love
lampu hijau


__ADS_3

setelah pulang dari Bandung, Abi datang menjenguk Rani dengan membawakannya buah-buahan dan beberapa camilan sehat. karena Rani masih menjalani pemeriksaan di lab, Abi menunggunya cukup lama.


" permisi.. apa kamu nak Abi ? " ayah Rani tiba-tiba datang untuk membawakan keperluan Rani


" oh iya pak.. saya Abi.. "


" saya ayahnya rani... bisa kita bicara sebentar.. " ajaknya pergi ke taman rumah sakit


mereka berdua duduk sambil menikmati kopi yang di belikan ayah Rani untuknya.


" terimakasih nak Abi... karena sudah sangat membantu biaya pengobatan putri saya.. sebenarnya bapak merasa tak enak hati karena merasa lega biaya pengobatannya sudah beres, tapi.. karena kita sangat membutuhkannya bapak menerimanya dengan rasa syukur yang luar biasa. kalau boleh tau.. apa hubungan kamu dengan anak saya ? Rani belum menceritakannya pada bapak "


" kita berdua hanya teman biasa pak.. hanya saja saya memiliki perasaan lebih sama putri bapak.. "


" jika memang kamu serius.. cintailah anak saya sepenuh hati. karena sejak dulu dia belum pernah tau apa yang namanya pacaran atau menjalin hubungan. tolong maklumi sikapnya ya nak Abi.."


" baik pak.. terimakasih... " Abi merasa girang walaupun cintanya belum terbalas, dia sudah mendapatkan lampu hijau dari ayahnya Rani


" kalau gitu bapak pamit.. karena sudah ada kamu.. bapak akan pulang dulu ngurus kerjaan yang belum beres "


ayah Rani pamit dan menitipkan Rani padanya, Abi kembali bersemangat dan segera kembali keruang rawat inap


setiba di ruangan, Rani sedang melamun menatap keluar jendela rumah sakit. wajahnya nampak bahagia melihat awan cirrocumullus yang nampak seperti permukaan air


" liatin apa sih.. seneng banget.. " Abi datang dan langsung menutup tirainya

__ADS_1


" Abi... " melihat kedatangan Abi, Rani menjadi lebih bahagia " Lo pasti yang bawa makanan ini kan ? "


" hmm.. Gifan juga nitipin buah buat Lo.. dia gak bisa Dateng soalnya dia benci bau rumah sakit "


" hmm makasih ya.. " Rani tersenyum tidak seperti biasanya


" ada apa sih ? kok keliatan lagi seneng banget.. "


" tadi dokternya ganteng banget kaya artis Korea " kata Rani meledek Abi


" apa sih Lo ah.. ga lucu.. ga asik.. gantengan juga gua.. " Abi merajuk karena cemburu, lucunya saat cemburu Abi malah lebih blak-blakan


" hehehe bercanda.. kata dokter.. gua udah mulai membaik walaupun sedikitttttt banget.. tapi ada perubahan lah.. "


" .... " Abi sangat senang mendengarnya


" menang dong.. kayak biasanya.. "


" tapi Lo gak luka kan ? "


" engga sayang.. " gombal Abi semakin blak-blakan di depan Rani


" abiii.... " Rani memelototi Abi karena risih dipanggil sayang


" apa umi... " Abi terus menimpalinya dengan ledekan

__ADS_1


" ihhh apaan sih Lo.. jail banget.. " mereka berdua tertawa bersama.


walaupun percakapan mereka seperti orang bisik-bisik, tapi Haidar yang sedang membaca buku juga bisa mendengar pasangan yang lagi bucin di depannya.


" ..... " Haidar tersenyum getir karena merasa iri pada Rani, seharusnya sisa hidup Haidar di temani kekasihnya. tapi kekasihnya malah meminta putus karena mendengar Haidar sakit.


#######


.... kring!!!!....


ada telepon dari nomor Rani di tengah malam. Abi yang terlelap segera mengangkat telponnya


" halo nak Abi.. Rani.. sudah meninggal.. "


ponsel yang di pegang Abi terjatuh dan ia bergegas datang ke rumah sakit sambil menangis hebat.


setiba disana Rani sudah di tutupi kain putih dan orang-orang yang bersamanya menangis sedih karena kepergian Rani.


....kring!!!!.....


....kring!!!!....


#kring!!!!!!


Abi terbangun dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. telpon dari Gifan membangunkannya dari mimpi buruk yang tak pernah Abi bayangkan

__ADS_1


"....." menyadari itu hanya mimpi Abi merasa sangat lega dan bersyukur


bersambung...


__ADS_2