
Tidak semua hal dapat diperbaiki. Tidak semua hal dapat diulang.
Jarum jam pada akhirnya hanyalah benda, memutarnya kembalipun percuma.
Aku, kau, dan dia, kita semua kalah dihadapan waktu.
Cheryl-dengan kebebasannya yang abu-abu.
20:00-Saat semua orang sudah mematikan monitor mereka, aku seorang diri di ruanganku berdebat dengan diriku yang lain.
...............
...............
__ADS_1
Thank you for the support and the opportunities that you have provided me during these pastthree years.
Pointer di layar laptopku berhenti setelah aku menyelesaikan mahakaryaku, sebuah surat pengunduran diri. Ini adalah tahun keduaku di bekerja sebagai Japanese Interpreter di Mahawira Auto Part Co.Ltd, yaitu sebuah perusahaan manufacturing pembuat part untuk kendaraan bermotor. Lulus kuliah, menganggur selama tiga bulan, dan berakhir di tempat pelatihan hati.
Mengapa aku menyebutnya tempat pelatihan hati? Karena di sini aku belajar, atau lebih tepatnya dipaksa belajar secara sepihak tentang hati manusia. Sebelum masuk lebih jauh tentang mempelajari hati manusia, sebenarnya aku memiliki pekerjaan yang cukup normal. Aku adalah sekretaris direktur saat pertama kali aku di rekrut oleh perusahaan ini. Dapat kukatakan bahwa hidupku cukup nyaman ketika aku berada diposisi ini.
Tugas seorang sekretaris tidaklah terlalu rumit. Menyiapkan segala kepeluan dokumen untuk rapat, menjadi penerjemah saat rapat, dan melakukan pekerjaan seperti asisten kebanyakan. Selama satu tahun itu, aku sangat beruntung. Direkturku--Mr.Hirashima, ia merupakan orang jepang dan sudah menduduki posisi direktur lebih dari sepuluh tahun. Usianya memang sudah tidak dapat dikatakan muda, 70 tahun, namun ia masih terlihat gagah dan tampan. Setidaknya untukku.
Mr.Hirashima mengajariku banyak hal, meskipun sebenarnya akulah yang harusnya lebih banyak membantu pekerjaannya. Ia memang cerewet dalam beberapa hal, dan cenderung berubah menjadi ‘orang lain’ ketika berada di ruang rapat, namun sisanya ia adalah guru terbaik yang pernah kutemui. Lalu, apakah alasanku resign adalah karena aku tidak lagi berada diposisi sekretaris? Jawabannya adalah, ‘Ya’.
Tempat melatih hati ini semakin lama semakin menjadi berat tiap harinya. Atasanku meminta untuk memindahku ke bagian lain, aku mau-tidak mau melepaskan posisi ternyamanku sebagai sekretaris. Perusahaan tempatku bekerja ini memang memiliki beberapa tenaga kerja asing yang juga berasal dari Jepang, seperti Mr.Hirashima, namun mereka telah memiliki penerjemah mereka sendiri.
Sejak Desember tahun lalu dan sampai detik ini, aku menempati posisi baruku sebagai Quality Assurance, berada di dalam department Quality. Posisi yang sangat membuatku ingin berhenti. Aku tidak benar-benar melepaskan posisiku sebagai penerjemah, hanya porsinnya ditambah dengan tanggung jawab lain yang harus kupegang sebagai seorang quality assurance.
__ADS_1
Customer claim atau complain, segala bentuk report tentang sistem dalam perusahaan, dan hal lain yang tidak pernah kupelajari bahkan saat kuliah. Tekanan dari hampir seluruh section didalam perusahaan. Berat. Aku berhasil bertahan hingga sejauh ini. Satu tahun, bukan waktu yang sebentar sampai aku sampai pada titik ini.
Best Regards,
Cheryl Aruna
Aku mengetik lagi diatas papan laptopku. Terakhir, Ctrl + P.
Suara printer yang sedang mencetak surat resignku memecah sunyi ruanganku. Aku melirik jam tanganku, 20:30. Sepertinya aku menjadi orang terakhir yang tinggal didalam kantor. Aku sudah siap dengan situasi apapun yang akan menimpaku setelah ini.
Selembar surat dengan namaku disana sudah selesai tercetak. Aku mengambil pulpen dari dalam kantong sakuku. Menarik napas panjang, dan mulai membubuhkan tanda tanganku diatas kertas yang baru selesai kucetak.
Selesai memberikan tanda tangan di sana, lalu melipatnya. Aku mengakat laptopku dengan tangan kiri, dan meletakkan surat resignku tertindih dengan badan laptopku.
__ADS_1
“Baik-baik disana...aku mengandalkanmu.”
***