
...- dimensi pelatihan gu xing shan -...
...- lautan ganas -...
kondisi rakit yang bergoyang menyulitkan gu xing shan melakukan kuda-kuda menyerang.
"pelajaran pertamamu adalah mengeluarkan jurus tanpa pijakan. sebagian besar jurus andalanmu kau gunakan dengan cara menginjak bumi. karena itulah kau akan belajar mengeluarkan jurus tanpa kuda-kuda."
Gu xing shan ragu dia bisa melakukan itu. jurus dasar kultivasi terbagi jadi 2, jurus direct attack dan aura attack.
direct attack, serangan yang langsung menggunakan qi mentah untuk melukai musuh. contoh, tusukan qi terfokus. serangan tipe ini biasanya memiliki presentasi membunuh musuh diatas 90%.
aura attack, mengubah qi menjadi 5 unsur dunia. api, air, tanah, angin, listrik. serangan tipe ini efektif untuk menyerang area besar, namun cenderung mudah dihindari. daripada digunakan untuk menyerang, jurus elementar ini lebih sering digunakan untuk membantu kehidupan sehari hari.
gu xing shan sendiri lebih ahli menggunakan direct attack. untuk aura attack sendiri Gu xing shan menguasai 4 elemen kecuali listrik, dengan 2 elemen utama tanah dan api. lalu besi sebagai elemen gabungan keduanya.
permukaan laut itu berguncang hebat. beberapa kali Gu xing shan jatuh ke laut namun segera diselamatkan oleh wakil ketua sekte. "aku tidak boleh merepotkan wakil ketua terus. kalau terjatuh setidaknya aku harus naik ke rakit sendiri." kata gu xing shan dalam hati.
satu satunya cara untuk menyelesaikan pelatihan ini adalah dengan menyatukan tubuh dengan rakit yang terombang ambing. Gu xing shan tidak tahu langkah apa yang diharapkan oleh wakil ketua. yang jelas Gu xing shan punya caranya sendiri untuk menyelesaikan latihan itu.
tidak perlu membuat kuda-kuda, yang diperlukan untuk mengeluarkan serangan qi terfokus adalah pondasi kaki yang kuat dan fokus yang tajam. Gu xing shan sudah terbiasa dengan gelombang laut sehingga fokusnya tak lagi terganggu.
Gu xing shan melepaskan auranya menyelimuti rakit. kaki kanan di masukkan, kaki kiri di luruskan, badan di tarik ke sisi kanan, tarik pedang sedalam mungkin ke arah yang berlawanan dari musuh. alirkan qi ke pedang. proses itu begitu nyaman bagi Gu xing shan mungkin karena itulah dia mencintai kultivasi.
"tingkat pegunungan, jurus tusukan qi terfokus,"
Gu xing shan menembakkan qi yang kekuatannya setengah dari kekuatan aslinya. tusukan itu melubangi ombak yang melaju ke arah Gu xing shan. ketua sekte melihat itu sebagai kemajuan besar tapi masih belum sempurna.
"terus ulangi metode itu sampai besok. aku ingin kau membuat 3 metode yang berbeda. dan juga, kalau kau lapar bilang saja."
"baik...! aku akan melakukan yang terbaik." Gu xing shan mencari jalan keluar lain untuk mengatasi perkara kuda-kuda.
...- dimensi pelatihan an long shan -...
...- pegunungan emas -...
an long shan dipindahkan ke pegunungan yang tenang dan sedikit dingin.
tujuan an long shan adalah naik tingkat. an long shan tidak yakin bisa melakukannya di sisa tahun yang sedikit ini. dia bukan seorang jenius seperti kakaknya.
"wakil ketua... mungkinkah saya bisa naik ke tingkat dataran tinggi hanya dalam beberapa bulan?" tanya an long shan.
"tidak ada yang tidak mungkin, nona muda shan. walaupun tidak semenonjol saudaramu, kau juga memiliki darah para jenius. mulailah dengan bermeditasi agar kau mendapatkan ketenangan. besok baru kita mulai latihan yang sebenarnya. kalau kau lapar tinggal bilang saja..."
"baik wakil ketua."
an long shan mencari tempat yang nyaman untuk memulai meditasi. akhirnya dia memilih duduk di bawah sebuah pohon apel yang diselimuti emas. awalnya an long shan cukup bingung dengan warna emas yang menyelimuti pohon itu. an long shan memetik buahnya. rasa apelnya seperti delima, manis dan gurih. an long shan pun memulai meditasinya dengan semangat.
...- dimensi pelatihan annchi -...
...- hutan manisan -...
"tempat sebagus ini sayang kalau dirusak. selain itu metode latihan seperti apa yang harus aku jalani guna dapat mengendalikan kekuatanku?" annchi bertanya kepada murid sekte atas yang menemaninya.
orang yang menemani annchi adalah murid sekte atas. gadis periang kesukaan wakil ketua sekte, ialah gadis manisan. dipanggil seperti itu karena bentuk auranya dan karena di gadis selalu menunjukkan senyum manis tipis di bawah mata bulatnya yang terpejam. selain itu dia hobi mengubah auranya menjadi material manis seperti gula, vanila, coklat, madu, dan lain-lain.
gadis manisan tersenyum lembut ke annchi. "kita gak akan latihan hari ini. annchi, manisan apa yang paling kamu suka?" tanya gadis manisan.
"manisan yang paling annchi suka... " annchi mengingat manisan pertama yang diberikan kakeknya. annchi teringat akan kakeknya yang sedang menunggunya di rumah. annchi pun menangis karena belum bisa bertemu kakeknya.
__ADS_1
"eh, eh, kok nangis...! harusnya dunia manisan adalah surga untuk anak-anak. kenapa annchi menangis...?" gadis manisan ikut sedih.
"huaaa... annchi ingin bertemu kakek...! kak manisan bisa gak membawa kakek annchi kesini...!" pinta annchi sambil menangis tersedu sedu.
"ohh, dimana kakek annchi?"
"di kota fang, di jinlian tengah. kakek annchi sedang sakit, tolong bawa kakek annchi kesini...!"
gadis manisan bingung harus melakukan apa. segera gadis manisan melaporkan hal itu ke wakil ketua sekte.
"gadis manisan kau pergilah ke wilayah tengah. kita tak bisa membiarkan orang yang berharga bagi annchi meninggal dunia. kau boleh menggunakan gate. setelah membawanya kesini buatkan dia rumah di luar sekte."
setelah menerima titah itu gadis manisan kembali ke tempat annchi. "wakil ketua bilang kakek annchi tidak boleh berada di sekte gadis suci. tapi kakek annchi boleh tinggal di desa terdekat." tutur gadis manisan.
annchi sedikit kecewa. "annchi apa kamu kecewa...?"
annchi menggeleng, dia tidak ingin menyulitkan orang-orang suci yang baik hati itu lebih banyak lagi.
"tidak. justru annchi senang jika bisa lebih dekat dengan kakek." annchi tersenyum cerah.
si gadis manisan pun pergi ke ruangan gate. gate itu berbentuk sebuah kolam berwarna merah sirup. tentu saja annchi ikut menjemput kakeknya. gadis manisan menggengam erat tangan annchi. gadis manisan mengingatkan annchi untuk menutup hidungnya selama di dalam air.
mereka pun melompat ke kolam. sekitar beberapa meter ke dasar kolam, tiba-tiba saja atas dan bawah dunia menjadi terbalik. annchi sempat panik namun gadis manisan segera memeluk dan menenangkannya.
mereka berteleportasi ke sebuah danau yang tidak terlalu luas. gadis manisan membawa annchi ke tepian. baju mereka tidak basah karena efek dari gate.
gadis manisan melihat ke sesuatu yang terlihat seperti kompas ber gps. "danau ini ada di dekat rumah kakek...! ayo kak, rumah annchi enggak jauh dari sini." annchi menarik tangan gadis manisan.
tak jauh mereka berjalan akhirnya mereka sampai di rumah annchi. annchi dan kakekmu sangat miskin. rumah mereka pun hanya beratapkan batang pohon yang dipotong tipis dan disusun dengan hati-hati.
annchi menyerbu ke dalam rumah disitu dia melihat kakeknya dalam keadaan yang memprihatinkan, kotor dan tidak terurus, tidur di antara kotoran. kakek annchi memang tidak bisa buang air besar sendiri, dia sudah terlalu tua, untuk mengurus dirinya sendiri.
si kakek menggeleng. di samping kasur si kakek terlihat kulit pisang berhamburan. buah itulah yang dimakan si kakek selama 11 hari ini. benar-benar sebuah keajaiban sang kakek dapat bertahan hidup, mungkin karena dulunya dia adalah kultivator.
annchi memohon ke gadis manisan agar diberi waktu untuk memandikan kakeknya sebelum mereka kembali ke sekte gadis suci. gadis manisan dengan senang hati menunggu. beberapa jam kemudian annchi tidak kunjung kembali. gadis manisan mulai curiga, akhirnya dia mengecek sendiri ke dalam rumah.
gadis manisan bingung melihat annchi dan kakeknya tidak ada di tempat mereka sebelumnya. gadis manisan melepaskan aura nya. aura itu berfungsi sebagai radar pendeteksi keberadaan yang bahkan mampu mendeteksi pergerakan kawanan semut. gadis manisan mengalirkan Qi ke matanya. spiral berbentuk kelopak bunga matahari mekar di mata gadis manisan.
annchi sudah dibawa pergi jauh ke dalam oleh seorang bandit, sementara kakeknya terbaring di tanah.
aura gadis manisan mencapai si bandit, ia mengangkat tangannya lalu mengubah mata bandit itu menjadi permen. gadis manisan melanjutkan dengan direct attack berbentuk tebasan bulan sabit. sontak si bandit pun menghilang dari pandangan annchi.
hanya tersisa lengan si bandit di kepala annchi. nampak tanah terbelah sejauh 100 meter dan gadis manisan ada di ujungnya.
annchi memeluk gadis manisan dengan kuat. meremas pakaiannya bagai seorang anak ketakutan setelah dijauhkan dari ibunya.
pak.. pak.. pak.. burung gagak beterbangan dari hutan tempat di depan annchi dan gadis manisan.
"aduh sepertinya kita ketahuan oleh mereka."
"mereka siapa kak?"
"klan serigala langit."
Tanpa bicara sepatah katapun lagi gadis manisan membawa annchi dan kakeknya berlari. Sesampainya di danau gadis rumahan berpesan kepada annchi untuk memberitahu murid sekte atas soal pertemuan mereka dengan klan serigala langit.
Gadis manisan melempar annchi dan kakeknya ke tengah danau dimana gate berada.
"kak manisan..!! Apa yang kakak lakukan disana..?!" annchi berusaha berenang kembali ke tepian karena mengira terjadi sesuatu pada gadis manisan sehingga ia tidak bisa melompat ke danau. Namun gate sudah lebih dulu menariknya kembali ke sekte gadis suci.
__ADS_1
Sekembalinya dari kota fang, annchi langsung merebahkan kakeknya di dinding istana, lalu bergegas mencari murid lain. "aku harus cepat. Kakak manisan sudah menjagaku dan kakek, dia tidak boleh mati karena menolongku..!!" kata annchi dalam hati.
Kembali ke gadis manisan. Dia berjalan ke arah sumber qi kuat yang datang dari hutan. Begitu si sumber muncul dari rimbunnya pepohonan aura qi yang besar itu pun menghilang.
Seorang pria dengan penampilan tertutup sepenuhnya dengan pakaian dan jubah hitam berjalan mendekati gadis manisan. Saat berada di depannya pria itu berlutut dan menyebut gadis manisan sebagai nona muda.
"saya terkejut anda menjadi bagian dari sekte gadis suci." kata pria itu sambil menundukkan kepalanya.
Gadis manisan menatap pria itu dengan heran, lalu bertanya kepadanya, "bagaimana kau tahu aku murid sekte gadis suci...? Kita kan baru pertama kali bertemu."
"wangi anda sama persis dengan gadis-gadis penyair yang terkenal di ibukota."
"begitu ya," gadis manisan malu karena tidak sadar akan hal itu.
"apakah anda bahagia tinggal di sekte misterius itu?" tanyanya dengan masih menundukkan kepala.
"itu bukan urusanmu,"
"kapan anda akan kembali ke istana serigala? Ketua klan sangat berharap bisa melihat putrinya sebelum beliau meninggal."
"kau ini lucu. Aku cuma tinggal beberapa jam di istana serigala. Ibuku membawaku pergi karena kecewa dengan perlakuan sang ayah." gadis manisan sedikit menunjukkan emosinya saat berbicara soal ibunya.
"saya tahu itu. Nona besar pasti sangatlah kesakitan saat membawa anda kabur. Secara waktu itu nona besar baru saja melahirkan. Bahkan darah beliau berceceran di sepanjang rute pelariannya. Bagaimana kabar nona besar...?"
"ibuku sudah meninggal. Dia mati dimakan serigala di akhir 'zona perburuan'."
Gadis manisan yang saat ibu masih bayi merah, lemah dan kesepian tidak memiliki harapan hidup di hadapan taring serigala yang dipenuhi darah dan lemak ibunya. Bau anyir dari tumpukan daging yang dulunya adalah ibunya menusuk hidung bayi malang itu, sehingga membuatnya menangis sejadi jadinya.
Penyelamat gadis manisan datang tepat sebelum garing taring mencapai si bayi. Setelah kejadian itu gadis manisan diadopsi dan dirawat oleh mereka.
"saya turut berduka cita. Saya tidak tahu kalau beliau tak selamat."kultivator serigala langit diam-diam menarik pedang yang tersimpan di sandalnya.
"sudah cukup basa basinya, kita bertarung saja seperti kultivator sejati." gadis manisan membuat pisau qi di tangan kirinya, siap memotong si kultivator kapanpun dia bergerak.
"ketua klan berpesan kepada kami. jika kami bertemu orang yang memiliki darahnya saat bertugas, beritahu dia kalau semua yang berasal dari ketua sekte akan kembali kepada beliau."
kultivator serigala langit mengayunkan pedang, gadis manisan menangkis pedang dengan tangannya. keduanya melepaskan aura qi disaat yang bersamaan menyebabkan benturan yang besar.
orang yang berada di istana serigala merasakan benturan kekuatan itu. liontin yang dipakainya bergetar hebat. hal itu hanya terjadi jika ada bahaya besar yang muncul.
wakil ketua gadis suci merasakan benturan itu. walaupun tidak melihatnya wakil ketua dapat merasakan salah satu anggota sektenya sedang bertarung di tempat yang jauh.
"akhh.." kultivator klan serigala langit terpental menabrak pohon. gadis manisan terlalu kuat untuk ia hadapi seorang diri.
"bagaimana bisa.. aku kultivator langit rendah tahap 5... kenapa kemampuan kita begitu berbeda..?" ocehnya sambil muntah darah.
gadis manisan mendekat untuk memastikan tebasannya tidak meleset. tanpa basa basi lagi dia melenyapkan si kultivator dari dunia. setelah musuhnya mati barulah gadis manisan memberitahu tingkatan kultivasi nya.
"aku langit rendah tahap 9, selain itu walaupun tingkatan kita sama tapi bakat dan kemampuan kita berbeda. jadi jangan kecewa kalau kau kalah seperti ini."
gadis manisan berjalan dengan santai ke danau lalu melompat ke gerbang teleportasi. di sisi lain gerbang annchi dan murid sekte atas lainnya sedang menunggu gadis manisan.
kematian anggota klan serigala langit diketahui oleh sang ketua. dia penasaran siapa orang yang mampu mengalahkan murid nya secepat itu.
.................................................................................
Jangan lupa like, komen, dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
....................................................................................
__ADS_1