
Tingkat Langit Rendah terlalu tinggi untuk Gu Xing Shan. Umumnya seorang kultivator masih bisa menang melawan kultivator lain yang kekuatannya 1 tingkat di atasnya, namun kecil kemungkinan untuk menang melawan yang 2 tingkat di atasnya.
Itulah yang terjadi pada Gu Xing Shan, jurus dan Stigma nya tidak bisa menutup jarak antara dirinya dan lawannya sehingga mau tidak mau dia harus menggunakan cara kotor untuk menang.
"Setelah ini akan kuburu orang yang melempar pedang itu."
"Sialan! tidak kusangka pengawal Fen Wei sekuat ini. Walau begitu, aku tidak boleh mengecewakan master Artemis." Batin Gu Xing Shan.
"Fen Wei tampaknya belum tahu identitasku."
"Kalau begitu,"
"Tingkat Pegunungan! Jurus Kabut Besi!"
Gu Xing Shan memutar pedangnya menuai Qi yang menyelimuti pedangnya ke udara menjadi serpihan besi yang tajam.
"Jurus remeh macam ini! beku!"
Kabut besi Gu Xing Shan dibekukan.
"Ketahuilah jika kau berani melukai nona Fen Wei lagi aku akan mengembalikan semua rasa sakit yang dia rasakan menjadi 100x lipat."
Ancaman si pengawal tidak membuat Gu Xing Shan gentar, dia tidak berniat menyandera Fen Wei, namun jalan keluarnya tetap ada di Fen Wei.
"Menjauh dariku penjahat!!! gyaaaaaaa...!!!!!!"
Gu Xing Shan menerbangkan Fen Wei sangat tinggi ke langit dengan Stigma Gravity Zero.
"Nona Fen Weiii......!!!!!!"
Melihat pengawal itu tidak berkutik dan hanya menunggu Fen Wei dari bawah membenarkan dugaan kalau dia tidak bisa terbang.
Kekurangan itu dimanfaatkan oleh Gu Xing Shan. Dia menerbangkan sang kultivator sebelum dia sempat mengeluarkan jurusnya.
"Sialan!!!"
Gu Xing Shan mensejajarkan diri dengan si kultivator.
"Habis kau!" Gu Xing Shan me lock target.
"Bisa apa kau di langit!? dasar mengeluarkan jurus adalah kuda kuda!! kau juga tidak bisa melakukannya kalau seperti ini!!"
Jurus serangan dalam kultivasi hanya bisa dikeluarkan dengan kuda kuda yang pas, karena itulah para kultivator lemah saat bertarung di udara.
Saat Stigma diaktifkan.
"Sistem! aktifkan Black Quasar!"
Si penjaga mati dengan satu kali serangan Black Quasar, dia menjadi debu dan terbang melewati atmosfer bumi sementara Gu Xing Shan berhasil mendarat sempurna.
Dia menyambut kejatuhan Fen Wei, wanita itu pingsan karena tekanan udara yang menipis di langit.
Tang! pedang si pengawal jatuh.
Gu Xing Shan mengacungkan tangan sebagai celebrasi kemenangannya melawan kultivator Langit Rendah.
"Sekarang aku bisa membunuh setidaknya satu anggota klan serigala bayangan. Tunggulah kalian klan serigala bayangan, setelah keluarga Wei hancur aku akan mendatangi kalian." Gu Xing Shan mengucapkan sumpah.
Saat dia hendak melarikan diri tiba tiba saja pengawal keluarga Wei berada di depannya.
"Mereka punya pusaka teleportasi? Tidak mungkin! kalau mereka punya untuk apa mereka mengincar ayahku!" Batin Gu Xing Shan.
"Serahkan nona Fen Wei! atau..."
"Tunggu, sepertinya aku pernah melihatmu, kau Gu Xing Shan!!" Identitas Gu Xing Shan terbongkar. Bergegas dia meneliti setiap kultivator yang ada di depannya.
12 tingkat bumi dan 8 tingkat dataran tinggi, tidak sulit.
Blaarr!!!
Semua orang dikagetkan dengan datangnya sambaran petir. Bayangan seseorang terlihat dibaliknya, kedatangan petir itu sekaligus membawa hujan deras. Saat aliran listrik mereda barulah terlihat siapa orang dibaliknya.
Dia adalah jenderal ke 3 keluarga Zhao, Cao Zhao, 1 dari 100 kultivator terkuat di benua Jinlian.
Aura intimidasinya seakan menekan Gu Xing untuk bersujud ke tanah. Tidak ingin menghadapi orang seperti itu, Gu Xing Shan pun bergegas melarikan diri, sementara pasukan keluarga Wei diam membeku.
Cao Zhao membawa 100 kultivator tingkat pegunungan bersamanya. Bisa dilihat dari bagaimana alam berubah begitu dia datang, dapat dipastikan dia sudah mencapai tingkat Langit Menengah level 6.
"Tujuan kita adalah menghancurkan keluarga Wei cabang ke 2 dan ke 3! Tangkap semua orang yang memakai token keluarga Wei dan rebut semua pusaka dan emas mereka!"
"Siap!!"
__ADS_1
Pasukan Cao Zhao berseteru dengan pasukan pengawal Fen Wei.
"Cao Zhao, apa dia datang untuk menghancurkan keluarga Wei? Baguslah, toh tujuan utamaku adalah kepala keluarga Wei. Biar Cao Zhao membersihkan bawahannya untukku, hehehee..."
...**********...
Gu Xing Shan berhasil kembali ke tempat persembunyiannya.
"An Long Shan! Master Artemis! kita harus secepatnya pergi dari sini!" Teriak Gu Xing Shan.
Artemis sedang membakar ikan dan An Long Shan sedang memeras sari buah.
"Berhenti makan Master Artemis! Jenderal ke 3 keluarga Zhao menyerang kediaman keluarga Wei!"
"Lalu kenapa hal itu membuatmu takut??" Artemis memiringkan kepala.
"Karena keluarga Shan berkerabat dengan keluarga Wei. Kalau keluarga Wei diserang keluarga Shan juga bisa kena imbasnya. Pokoknya kita pergi ke sekte gadis suci sekarang juga!!"
Gu Xing Shan menarik tangan Artemis. Mereka bertiga dan Fen Wei yang masih pingsan lantas memulai perjalanan menuju sekte Gadis Suci.
Tidak menggunakan kereta atau alat transportasi apapun, perjalanan mereka tempuh dengan berlari seperti kuda.
"Seberapa jauh sekte itu?" Tanya Artemis.
"80 kilometer." Jawab Gu.
"Hahh..."
"Itu jauh sekali... kenapa tidak pakai kereta kuda saja?" Artemis cemberut.
"Tidak ada kereta kuda yang melewati medan hutan lebat seperti ini. Kalau lewat jalur yang mudah bisa sampai 120 kilometer, karena mengambil jalan memutar." Gu Xing Shan setuju berlari kurang efektif tapi mau bagaimana lagi pikirnya.
Karena tidak terbiasa dengan hutan Artemis menabrak ranting pohon beberapa kali, sementara itu An Kong Shan tampak membuat sesuatu di telapak tangannya.
"Semuanya berhenti sebentar!!!" Teriak An Long Shan.
"Ada apa dik?" tanya Gu Xing Shan heran.
"Daripada berlari lebih baik pakai ini."
Tingkat Bumi! Pembentukan Awan Badai!
"Aku mengembangkan jurus ini saat di camp selatan karena disana aku bertugas sebagai tim evakuasi penduduk." Terang An Long Shan.
"Bagus sekali An Long! dengan awan ini kita bisa menghemat tenaga dan menikmati perjalanan." Puji Gu Xing Shan.
"Woahh,"
Sedikit bergoyang saat pertama naik. Gu Xing Shan membenamkan Fen Wei ke dalam awan guna menghemat tempat duduk.
Setelah meninggalkan hutan kadal berkepala 3, perjalanan mereka lalui dengan santai. Gu Xing Shan dengan bangga menceritakan kemenangannya melawan kultivator langit rendah. An Long Shan ternganga mendengar cerita kakaknya.
Dia berbakat dalam kultivasi, naik dari tingkat daratan tinggi ke tingkat pegunungan hanya dalam waktu satu bulan. Ditambah kekuatan Stigma yang misterius dan powerfull. Gu Xing Shan yakin dirinya mampu menguasai benua Jinlian jika diberi waktu satu tahun untuk berlatih.
Perjalanan mereka ke sekte gadis suci menemui rintangan. Gu Xing, An Long dan Artemis harus melewati kota perbatasan yang dikenal berpenjagaan ketat.
Kota perbatasan adalah kota yang dibangun memanjang seperti benteng. Di kota itulah orang yang ingin keluar masuk wilayah Jinlian bagian selatan diperiksa identitas dan ditentukan apakah dapat masuk atau tidak.
Yang istimewa dari tempat itu adalah siapapun yang menginjakkan kaki di sana akan otomatis mendapat kalung budak di lehernya. Ini adalah kebijakan yang ditetapkan keluarga Wei selaku penguasa Jinlian bagian selatan.
"Untuk dapat melepas kalung budak itu kita harus mendatangi kantor administrasi di tengah kota dan meminta izin meninggalkan wilayah selatan." (Gu Xing Shan)
Saat baru memasuki kota kalung budak itu Gu Xing Shan mendengar 2 petualang sedang bergosip di depan pintu gerbang.
Mereka membicarakan rumor kematian tuan muda Lang Wei, dan yang baru baru ini hangat diberitakan adalah penyerangan Jenderal Cao Zhao ke 2 cabang keluarga Wei.
"Tuan muda dan nona muda cabang ke 3 berhasil melarikan diri. Mereka selamat dari Cao Zhao si badai petir."
"Entah berapa banyak pengawal yang mengorbankan diri untuk menyelamatkan mereka."
Rumor itu tidak sepenuhnya tepat karena tidak ada cerita balas dendam keluarga Shan di dalamnya. Selain itu Heng Wei juga menghilang.
Karena penasaran Gu Xing Shan berbincang sebentar dengan kedua petualang itu.
"Apa yang terjadi di keluarga Wei? Apa mereka kalah?" (Gu Xing Shan)
"Umm... dari yang kami dengar Jenderal Cao Zhao hanya menghancurkan cabang ke 2 dan ke 3. Padahal kalau dia mau dia bisa saja menghancurkan cabang pertama sekaligus." Tutur petualang bersolek.
"Tapi menurutku keluarga Zhao itu pengecut. Karena menyerang saat kepala keluarga Wei tidak ada." kata petualang berjenggot.
"Bagaimana menurutmu kawan? Menurutmu siapa yang akan memenangkan perebutan tahta ini?" tanya petualang bersolek.
__ADS_1
"Keluarga Zhao, karena mereka lebih baik dari segi moral." Jawab Gu Xing Shan.
"Kalau begitu mari bertaruh! aku bertaruh keluarga Wei yang akan jadi pemenangnya, karena mereka punya banyak pusaka tempur, ditambah lagi mereka memegang kelemahan Longhu Shan."
Mendengar nama ayahnya disebut Gu Xing Shan makin penasaran.
"Bagaimana kalian bisa tahu sampai sedetail itu, jangan bilang ini hanya berita palsu!" Gu Xing Shan berpura pura marah.
"Ini sungguhan. Kedua anaknya disandera, istrinya juga. Tidak mungkin Longhu Shan akan diam saja."
"Nyonya An Xian Shan disekap dimana?" (Gu Xing Shan)
"Di kediaman keluarga utama pastinya. Aku yakin kedua anaknya juga ada disana." (petualang bersolek)
Kebenaran rumor itu 50:50, yang pasti ibu Gu Xing Shan berada di kediaman keluarga utama. Ini buruk. Karena serangan keluarga Zhao sudah hampir sampai di kediaman utama.
Hanya saja dengan mengingat betapa kuat dan mengerikannya aura milik Cao Zhao saja sudah membuat kaki Gu Xing Shan gemetar.
Gu Xing Shan mengikuti taruhan yang dibuat oleh kedua petualang itu, dia hanya sedang berbaur dengan mereka.
Sementara di tempat lain An Long Shan dan Artemis menemukan sebuah toko barang antik yang menjual buku bela diri.
Menggunakan uang yang diberikan oleh Gu Xing Shan, An Long Shan berniat mencarikan buku bela diri untuk mereka berdua pelajari. Artemis diam diam membaca buku bela diri dan membandingkannya dengan bela diri dunianya.
"Auww!"
Tangan Artemis dipukul rotan oleh seorang nenek.
"Jangan membuka buku sembarangan nona muda. Tubuh dan pikiranmu bisa kaku " kata si nenek.
"Maksudnya nek?" (Artemis)
"Lihat temanmu itu," si Nenek menunjuk pada An Long Shan yang tengah membaca buku.
"Dia fokus membaca ilmu pengetahuan yang ada di buku itu. Mirip seperti orang yang sedang terhipnotis. Melihat keseriusannya itu aku yakin dia adalah seorang kultivator. Karena kultivator adalah para kutu buku yang suka berkelahi." Tutur si Nenek.
"Kenapa Nenek tidak memukulnya?" tanya Artemis.
"Karena dia kenalanku."
Jawaban si Nenek membuat Artemis tersentak. "Tunggu! Nenek tahu siapa dia?!" (Artemis)
"An Long Shan kan."
"Nenek, Nenek, jangan laporkan kami ke penjaga ya," Artemis panik. Dia berpikir untuk melenyapkan Nenek penjaga kedai. Ternyata dia sedikit gila.
"Jangan khawatir, aku tidak akan melaporkan kalian. Dulu Longhu Shan pernah membawa kedua anaknya kesini. Aku masih ingat wajah lucu mereka, sampai dewasa pun wajah mereka tidak banyak berubah."
"Syukurlah An Long Shan lolos dari keluarga Wei. Lalu bagaimana dengan Gu Xing Shan?"
"Dia juga ada disini."
"Ahh Nenek senang mendengarnya. Kalau kalian perlu tempat tinggal silahkan datang kemari. Nenek tinggal sendiri di rumah yang besar."
Undangan si Nenek membuat Artemis tersentuh, "Tidak usah Nek. Kami hanya singgah sebentar disini." Artemis menolak dengan lembut.
Kembali ke Gu Xing Shan. Dia bingung kemana Artemis dan An Long pergi.
Di dekat lapangan pertunjukan malam, Gu Xing Shan dikagetkan oleh seekor singa kalajengking yang lepas dari kandangnya.
Lebih buruk lagi singa kalajengking itu mengincar seorang anak kecil.
Tanpa pikir panjang Gu Xing Shan mengeluarkan jurus kultivasi nya, karena singa kalajengking adalah spesies hewan level 6 yang hanya bisa dihadapi oleh kultivator tingkat bumi.
"Jurus Tingkat Bumi! Anggrek Bara Api!"
Anggrek api melindungi si bocah, singa kalajengking pun kaget dan ragu untuk mendekat. Namun singa itu masih agresif sehingga Gu Xing Shan mengeluarkan jurus berikutnya.
"Jurus Tingkat Bumi! Tinju Tektonik!"
Gu Xing Shan mementalkan singa itu dengan uppercut dari tangan golem tanah.
Berkat bantuan Gu Xing Shan singa kalajengking itu berhasil ditangkap kembali. Sementara bocah perempuan yang ditolong Gu Xing Shan tampak linglung.
Identitas anak itu akan ditunjukkan di bab berikutnya.
.................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
.................................................................................
__ADS_1